HOME BLOG
   
  BlogAaHardiansyah
http://aa_hardiansyah.bloggaul.com
Login | Belum terdaftar? | Lupa password?  
   
   

PENGUMUMAN:
Mind Mapping - cara baru untuk ngeBlog!
 
Senin, 1 Desember 2008 @ 21:17 WIB - Diari


Jakarta - Sebuah hadits Rasulullah menyatakan: izhad fi al-dunyâ yuhibbuka Allâh, wazhad bimâ 'inda al-nâs yuhibbuka al-nâs (tinggalkankanlah dunia, maka kamu akan dicintai oleh Allah, dan tinggalkanlah apa saja yang menjadi milik manusia, maka kamu akan dicintai mereka). Hadits itu kemudian memunculkan istilah al-zuhd (zuhud, asketis) dalam dunia tasawuf dengan berbagai interpretasinya, ditambah lagi dengan ajaran-ajaran dalam Islam seperti al-shabr (kesabaran), al-tawakkul (tawakal), al-ridhâ (ridla) dan lain-lain. Pada masa Rasulullah orang-orang seperti Abû Dzarr al-Ghiffarî, Bahlûl Ibn Zuayb, Abdullâh Ibn 'Umar, Abû al-Dardâ'î dikenal sebagai para zuhhâd termasyhur. Ada pula orang-orang penting dalam sejarah awal tasawuf seperti Rabî'ah al-'Adawiyyah, al-Hasan al-Bashrî, Ibrâhim Ibn al-A'dham.

Para zuhhâd itu meninggalkan kemewahan dunia, tirakat, dengan sedikit makan, sedikit tidur, berpakaian bulu domba yang kasar, dan tinggal di emper-emper masjid. Ibrahim ibn Adham umpamanya, rela keluar meninggalkan istana, agar hidup dalam kefakiran. Rabî'ah al-'Adawiyyah tidak mau menikah, karena menurutnya, mencintai seseorang berarti akan memberi ruang untuk tidak mencintai Allah secara totalitas. Cintanya kepada Allah tidak memberikan ruang untuk mencintai sesuatu selain Allah.

Setiap orang ingin bahagia dalam hidupnya. Kehidupan spiritual dipelajari dan diparaktikkan dalam rangka mencari kebahagian. Hal itu karena ternyata harta benda, materi, dan kehidupan lahiriyah duniawi saja tidak dapat mengantarkan seseorang kepada kebahagiaan itu. Ada orang yang mencoba mencari kebahagiaan dengan cara menumpuk kekayaan, rumah indah, mobil mewah, segala keinginan terpenuhi, tetapi kebahagiaan itu tidak ditemukan. Ada orang yang berebut kekuasaan karena menganggap bahwa kalau sudah berkuasa dan mempunyai kedudukan tinggi dia akan bahagia. Ternyata kebahagiaan itu tidak juga didapatkan.

Kehidupan spritual yang mapan, mampu memenangi peperangan melawan nafsu dan menahan kehendak yang berlebihan, itulah kebahagian, kata Imam al-Ghazali. Menang atas nafsu, kata Buya Hamka, adalah induk dari segala kemenangan. Karena orang yang berperang ke medan perang, bisa jadi hanya ingin mencari nama dan kemegahan duniawi. Pada lahirnya dia menjadi terkenal, tapi batinnya belum tentu. Kemenangan atas nafsu itulah kebahagiaan. (Hamka, Tasauf Modern, 2007: 25).

Buya hamka menjelaskan bahwa kebahagian itu hanya dapat diraih dengan cara menjalankan agama dengan benar. Karena agama itu membukakan pintu pikiran, menyuruh menggunakan akal dalam melakukan banyak hal.

Hanya dengan Aqidah yang kuat dan menjalankan Syari’ah yang benar, seorang itu memperoleh kebahagiaan. Orang yang tidak memiliki iman, hidupnya akan terombang-ambing. Hidup tidak memiliki prinsip, selalu gelisah, akhirnya putus asa. Orang yang tidak menjalankan Syari’ah hidupnya menjadi gelap, tidak tahu mana yang benar mana yang salah, mana yang hak dan mana yang batil, mana yang mulia dan mana yang tercela.


Asketisme Tidak Membenci Kemajuan

Sebagian pandangan mengatakan bahwa kehidupan ruhani itu membenci dunia, mencari kebahagiaan dunia adalah sesat, tertipu oleh hawa nafsu. Maka dibuat cara-cara (thariqat) yang menghindar dari kehidupan ramai, berkhalwat, menyendiri, menyepi, hingga akhirnya tidak peduli terhadap lingkungan sekitarnya, masa bodoh, dungu, tidak teratur pakaian dan rumahnya, tersisih dari pergaulan.

Buya Hamka menolak pemahaman seperti itu. Pemahaman itu tidak diajarkan oleh agama. Pemahaman itu akan membawa kemunduran. Pemahaman itu menyebabkan umat terpuruk, tertindas, dan kalah. Agama Islam, kata Buya, bukan musuh kemajuan. Islam justru menuntun kemajuan, menempuh tujuan untuk perdamaian segala bangsa. Allah tidak mengharamkan perhiasan (Q.S. al-A’raf/: 32). Islam mengajarkan agar kita memperoleh kebahagian dunia dan akhirat (Q.S. al-Baqarah/2: 201). Kebaikan itu diturunkan Allah kepada orang-orang yang bertakwa baik di dunia mapun di akhirat (Q.S. al-Nahl/: 30). Islam mendorong manusia untuk memperoleh kemajuan dunia dengan banyak anjuran untuk membaca, menuntut ilmu, dan meneliti. Semua ilmu milik Allah untuk dijadikan sebagai sarana mencapai kebahagiaan. (Hamka, 2007: 114-115).

Spiritualisme dengan demikian mestinya mendorong manusia untuk bersemangat, tidak malas, guna memperoleh kembali fungsinya sebagai khalifah fi al-ardh (penguasa di muka bumi). Dengan spiritualisme, seorang bangkit memimpin dunia tanpa silau dengan kemajuan yang berujung pada pemujaan dunia. Kemajuan adalah untuk kebaikan, kesejahteraan, dan kemakmuran menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.

Gaya hidup modern tidak jarang membawa manusia kepada kehidupan materialis hingga mengesampingkan nilai-nilai spiritual. Ajaran tasawuf dari masa ke masa dimaksudkan untuk menarik kehidupan materialis itu untuk dibawa kepada nilai esoteris. Namun ajaran Islam adalah ajaran keseimbangan antara yang eksoteris dan yang esoteris. Oleh karenanya tasawuf yang benar adalah yang sesuai dengan nilai Islam yaitu yang menyeimbangkan antara kedua hal tersebut. Tasawuf yang benar adalah yang bersumber dari al-Quran dan al-Sunnah, menjunjung tinggi akhlak mulia, setia kepada syariah, mendekatkan diri kepada Allah, dan membela kaum lemah dan tertindas, memberi manfaat bagi banyak manusia, dan mendorong semangat kemajuan. Inilah paham spiritual yang benar (tasawuf perennial) yang diridhai oleh Allah SWT sehingga pengikutnya mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat. Insya Allah


Disarankan: 0
  Komentar: 2 (Lihat) | Beri Komentar    Recommen | Print





 

Cerita Pengalaman
 
    » Profile
    » Buku Tamu
tausyah
Arsip Blog 
CARI BLOG:
lovely_12
bilqist
haerulsohib
Total: 3 
mampir ke blog gue ya...
hi salam kenal, met n...
 
 
Created on:
Senin, 1 Desember 2008 @ 20:56 WIB
 
   
 
Mind Mapping - cara baru untuk ngeBlog!
BlogGaul mau berubah ...
Punya siapa nih??
Lombanya Risa
Tebarkan Amalan, tebarkan Senyuman
dea mkc
suara biola
menikmati hidup?
andai aku superstar .....
aku mau pulaaaaaaaaaaaang...
alsawanticecream
alsaonline
friendship
soshi-taeyeon
salman mohammad noor
 
   
   
    Copyright © 2004 PT. INDOSIAR VISUAL MANDIRI