| |
|
|
SIRNA
Sabtu, 26 Juli 2008 @ 20:10 WIB - Diari
Memang menyakitkan ketika kita mencintai seseorang, namun ia tak membalasnya, tetapi yang lebih menyakitkan adalah ketika kita mencintai seseorang dan kita tidak pernah dapat menemukan keberanian untuk mengungkapkan perasaan kita padanya.
Sebuah hal yang menyedihkan dalam hidup ketika kita bertemu dengan seseorang, yang sangat berarti bagi kita, hanya untuk mengetahui pada akhirnya seseorang tersebut tidak ditakdirkan untuk bersama kita, sehingga kita harus dengan berat hati membiarkannya pergi dan berlalu.
Teman terbaik adalah teman dimana ketika kita duduk bersama disebuah ayunan, tanpa ada ucapan sekatapun, dan ketika harus berpisah dengannnya, terasa seolah hal tersebut merupakan percakapan paling menyenangkan yang pernah dilakukan bersama.
Adalah benar bahwa kita takkan pernah tahu apa yang telah kita dapatkan hingga kita kehilangannya. Tetapi adalah benar juga, ketika kita tidak tahu apa yang telah hilang hingga hal tersebut menghampiri kita. Impikan saja apa yang ingin kita impikan, pergi saja kemanapun kita ingin pergi, jadilah sebagai sosok yang kita inginkan, karena kita hanya memiliki satu buah kehidupan dan satu buah kesempatan untuk dapat melakukan semua hal yang kita inginkan.
Letakkan diri kita sebagai layaknya orang lain, jika kita merasa hal yang kita lakukan akan menyakiti diri kita, hal tersebut mungkin akan menyakiti yang lain pula. Kata-kata yang terucap tanpa perhitungan mungkin akan menyulut perselisihan, perkataan yang kejam dapat menghancur- kan kehidupan, sebuah kata yang tak tepat mungkin juga mampu menambah beban batin seseorang, dan... sebuah kata yang penuh cinta kasih mungkin dapat menyembuhkan dan memberikan berkah.
Orang yang paling bahagia adalah orang yang tidak merasa selalu membutuhkan semua hal terbaik, mereka hanya berfikir bagaimana mencipta semua hal menjadi terbaik bagi mereka, yang berlalu dalam hidupnya.
Cinta dimulai dengan sebuah senyum, kemudian tumbuh dengan sebuah kecupan, dan berakhir dengan air mata. Ketika kita dilahirkan, kita menangis begitu kerasnya, sementara orang- orang disekeliling kita tersenyum bahagia. Ketika kita menanggalkan hidup maka, kita adalah pihak yang tersenyum begitu bahagia... sementara orang disekeliling kita menangis.[/green]*** meadle east, ketika yang kurengkuh dan kuimpikan sirna ***
|
Disarankan: 0
 |
| |
oceph Minggu, 27 Juli 2008 @ 03:08 WIB
 (Reply)
dimana langit d junjung disitu bumi kita pijak.., lain semak lain belalang, tak ada rotan akar pun jadi...mungkin gitu kali ya..
quote: ketika kita menanggalkan hidup maka, kita adalah pihak yang tersenyum begitu bahagia..
iya kalo matinya khusnul khotimah...kalo gak?? kan lebih nangis dari yg di tinggalin...
nice word, belum pernah saya membaca tulisan yg begitu ajip nya...hiihi...
|
|
 |
 |
 |
| |
haerulsohib Minggu, 27 Juli 2008 @ 10:05 WIB
 (Reply)
cinta bukan sekedar perasaan kepada mahkluk lain, tapi cinta yang sejati dan begitu mendalam serta paling hakiki adalah cinta kepada sang khalik, jika sang khalik tak lagi mencintai kita maka, semua yang kita miliki takkan berguna lagi. tak ada cinta yang sirna, cinta terus mencari, berjuang, meraba dengan perasaan. cinta sebentuk perasaan abstrak yang patut kita percayai.
|
|
 |
 |
 |
| |
miayam Selasa, 21 Oktober 2008 @ 22:09 WIB
 (Reply)
subhanalloh..
sarannya huruf terlalu kecil mbak/mas juga background terlalu ramai.. maaf ya..
|
|
 |
 |
 |
|
|
|
|
Created on:
Sabtu, 26 Juli 2008 @ 19:50 WIB |
|
|