JASMANI BERFIKIR, ROHANI BERZIKIR.
ASSALAMMUALAIKUM. W.W.
MOHON SEMUA BERIKAN DO'A PADA SAYA, DALAM MISI DA'WAH SEJUTA MASJID YANG SEKARANG SAYA JALANKAN KE PELOSOK TANAH AIR, DAN BAGI YANG BERMINAT UNTUK MENJADI SPONSOR SELAMA PERJALANAN SAYA DISELURUH NUSANTARA, SAYA SIAP MEMPROMOSIKAN USAHA ANDA DIMANA SAJA SAYA BERADA,
UNTUK KONFIRMASI HUB SAYA DI 0852 635 82597 ATAU EMAIL: al_ustads_tarmizi@yahoo.com
Emang berat tantangan yang harus saya jalani selama saya menjalankan da'wah sejuta masjid dikota padang, yang mana negeri ini dikenal dengan sangat taatnya dalam beragama, namun siapa sangka dikota Padang ini saya menghadapi banyak tantangan dan cobaan dari berbagai fihak, baik itu dari masyarakat maupun dari fihak yang berwewenang, semisal harapan dukungan dari fihak berwewenang, ternyata tidak seluruh fihak menyambut misi da'wah saya dengan positif, malah ada yang mencemeehkan saya sebagai da'i / mubaligh yang menjalankan rencana yang tidak masuk akal, namun semua itu saya terima dengan senang hati, karena saya yakin dengan firman ALLAH SWT dibalik kesulitan/kesusahan disitu terbentang kebahagiaan
sastrawigunaSelasa, 19 Agustus 2008 @ 14:09 WIB
 (Reply)
setiap jalan menuju kebaikan pasti banyak tantangan..... beda dengan jalan menuju kejelekan, biasanya gampang...
ASSALAMMUALAIKUM. W.W
MOHON SEMUA BERIKAN DO'A PADA SAYA DALAM MISI DA'WAH SEJUTA MASJID YANG SEKARANG SAYA JALANKAN KE PELOSOK TANAH AIR, DAN BAGI YANG BERMINAT UNTUK MENJADI SPONSOR SELAMA PERJALANAN SAYA DISELURUH NUSANTARA SAYA SIAP MEMPROMOSIKAN USAHA ANDA DIMANA SAJA SAYA BERADA,
UNTUK KONFIRMASI HUB SAYA DI 0852 635 82597 ATAU EMAIL: al_ustads_tarmizi@yahoo.com
DAHSYATNYA TEKNOLOGI ALQURAN menyelidiki, menganalisa dan menguraikan akan kesalahan-kesalahan pokok dan fundamentil, apa sebabnya Kaum Muslimin, begitu hebat mengalami penderitaan, penyiksaan, kehinaan-kehinaan dan kelaparan yang sangat berat, sedangkan mereka adalah orang-orang yang beragama Islam, agama yang di akui Allah, satu-satunya agama yang sangat ilmiah dan amaliah, sangat tinggi, agung dan mulia.! Kita melihat bahwa dalam kejadian – kejadian dahsyat itu, seolah – olah tidak berlaku lagi ayat-ayat Tuhan atau Hadits-hadits Rasulullah SAW bagi kaum muslimin, apalagi jika diingat, bahwa kaum muslimin adalah kaum yang di istimewakan Allah SWT, dimuliakan Allah, selalu dimenangkan Allah dalam segala macam perjuangannya, karena agama islam yang dianut kaum muslimin adalah agama yang terpilih, agama yang tak ada kamus kalahnya tak ada tolok bandingannya. Al-Mujadilah, Ayat 21: 21. Allah telah menetapkan: "Aku dan rasul-rasul-Ku pasti menang". Sesungguhnya Allah Maha kuat lagi Maha Perkasa. Bahwa satu-satunya agama di akhir zaman yang “Innaddiina indallaahil Islam” Bahwa agama yang diakui Allah adalah Al-Islam, Namun kita melihat penganut-penganutnya, babak belur, porak poranda, menderita, dicoba, disiksa, menderita kelaparan, diburu kesana kemari, seperti hewan berkaki empat saja, nyawanya seolah – olah tidak ada harganya, dahsyat – dahsyat, sekali lagi dahsyat yang diderita kaum muslimin itu, inilah yang harus kita pelajari, yang kita harus selidiki, dimana kesalahan pokoknya yang terbesar, agar supaya nantinya segala macam bencara huru-hara bala siksa, semuanya segala cobaan dahsyat itu dan sebagainya, jangan sampai menimpa kaum muslimin ditempat yang lain di dunia ini, khususnya di negara tercinta Indonesia ini. Sudah jelas Al – Qur’an dan Al – Hadits tidak mungkin berdusta, sudah jelas Tuhan bukan sia-sia dan main-main mengeluarkan “NASKAHNYA” yang maha dahsyat, yang disampaikan oleh Junjungan Kita Rasulullah SAW, nabi paling utama, nabi paling pilihan, penghulu daripada sekalian anbiyaa Allah, sudah jelas segala kesalahan harus ditimpakan kepada Ummatnya, yang mestinya sudah jauh menyimpang dari ajaran-ajaran hakiki Allah SWT. Dalam pengajaran-pengajaran dalam Al-Islam yang disampaikan oleh Allah dan Rasulullah SAW bahwa hanya kaum Islam yang benar-benar taqwa, hanya kaum muslimin yang benar-benar taqwa saja, kaum itulah yang dipelihara Allah SWT. Salah satu kesalahan pokok ialah : biasanya kaum muslimin dewasa ini di Dunia selalu saja menganggap dirinya telah memenuhi syarat taqwa dalam beragama, tanpa dicarinya cara untuk menguji coba akan ketaqwaannya itu, ia selalu saja lekas puas diri, Bukan mereka tidak shalat, bukan tidak puasa, bukan tidak mengeluarkan zakat, bukan tidak naik haji, bukan tidak menyebut dua kalimah syahadat, sebagai pokok utama dari pada Al – Islam, mereka bukan tidak beriman, bukan tidak islam, namun mereka sebenarnya tetap saja belum taqwa, walaupun mereka mengaku bahwa mereka itu benar-benar telah taqwa, karena telah melaksanakan segala suruh dan telah menghentikan segala cegah, tetapi mereka melupakan salah satu syarat pokok yang maha penting dari semua ibadah, dari semua rukun islam, dari semua rukun iman, semua ibadah harus dilaksanakan atas dasar hati yang benar-benar suci, khalis mukhlisin, dan ini hanya dapat terwujud, kalau seluruh unsur-unsur fatal dari seluruh pengaruh angkara murka, hawa napsu, dunia, syaitan, telah hilang lenyap sama sekali dari hati sanubari mereka, Bagaimana mungkin mereka itu melaksanakan hal ini, sedangkan Dunia Islam tidak pernah menseminarkan bagaimana caranya pelaksanaan teknis supaya sholat itu berdiri khusuk.
Dunia Islam selama ini hanya menseminarkan syariat islam, kebudayaan, sejarahnya, tarikh – tarikhnya, kemuliaan-kemuliaannya, dan lain-lainnya, tetapi tidak pernah melaksanakan suatu seminar, suatu diskusi mendalam bagaimana cara pelaksaan teknis, supaya shalat itu benar-benar khusuk. “Hanya orang yang shalatnya khusuk, hanya inilah yang mampu mendapat kemenangan” , mereka yang mampu menegakkan shalat khusuk dalam shalatnya, inilah dia yang akan mendapat kemenangan, sesuai dengan surat Al-Mu’minuun ; ayat 1 dan 2 : 1. Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, 2. (yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam sembahyangnya, Kita benar-benar harus kuasai, harus ketahui benar-benar akan rahasia cara ilmu pelaksanaan teknisnya, bagaimana cara mendirikan shalat khusuk! Kalau shalat khusuk telah dapat dilaksanakan, ini berarti bahwa semua unsur-unsur, semua gelombang-gelombang, semua getaran – getaran dari angkara murka, hawa napsu, dunia syaitan, telah habis dan hilang sama sekali, karena cara pelaksanaan teknisnya agar supaya shalat itu khusuk, disinilah letak kesalahan yang paling besar, paling pokok dari semua itu, karena tetap saja merajalela, selalu saja dan senantiasa dalam keadaan yang sehalus-halusnya, As-Syaitan dengan selicik-liciknya mendekam dalam hati sanubari kita, Bagaimana mungkin tiap ibadah kita akan dapat khusuk, dan suci murni, dan jelas tidak akan sampai kepada Allah, karena selalu dikotori oleh pengaruh-pengaruh, gelombang – gelombang angkara murka, hawa nafsu, dunia syaitan. Berarti semua ibadah kita akan tertolak, tidak akan sampai pada Allah SWT! “Fawailul lil mushalliin alladziina hum anshalatihim saahuun” Neraka wail, celaka, bagi orang yang shalat (dan seluruh ibadathnya) karena hatinya lalai daripada mengingat Allah ini bukan tafsir mengada – ngada, ini tafsir ilmiah “Al Islaamu ilmiyyun wa’amaliyyun” dan “Al Islaamu ya’luu walaa yu’laa ‘alaihi” Islam itu adalah ilmiah dan amaliah dan islam itu sangat tinggi ilmiahnya, Sebaliknya, kalau Kalimah Allah telah tetap duduk dalam hati sebagai “Penjaga Gawang” yang maha Akbar, yaitu nama Allah yang ditanamkan Allah sendiri, yang dipatrikan Allah, akan nama Allah sendiri, melalui saluran-Nya, maka pastilah akan berangsur-angsurlah angkara murka, hawa nafsu, dunia syaitan akan hilang, maka akan suci murnilah hati sanubari itu, Hati sanubari adalah sebagai pokok pangkal dan tumpuan dari segala ibadath kita ; bukankah Rasul bersabda : “Didalam Bani Adam itu ada segumpal darah, kalau ini suci, sucilah semua amalannya, kalau ini kotor, maka kotorlah semua amalannya” Jadi ini harus disucikan lebih dahulu, agar As-Syaitan hilang dengan segala pengaruhnya, syaitan harus keluar dari hati sanubari kita, bagaimana mungkin dia akan mampu dikeluarkan ! As – Syaitan itu sangat dahsyat, sangat tinggi dimensinya, sangat halus, umurnya telah berabad-abad lamanya, ilmunya tinggi sekali, itulah yang selalu mencengkeram dalam hati sanubari kita; mau diusir dengan “A’udzubillaahi minasy syaithaanir rajiim”, “Produksi” kita sendiri, oleh kita yang masih bergelimang dosa, oleh kita yang serba berkekurangan, sedangkan Kalimah Allah yang kita ucapkanpun belum mampu mencapai pada sisi Allah, karena gelombangnya tidak mencapai gelombang pada sisi Allah SWT Sedangkan Iblis itu bukan main tinggi akan dimensi ilmiahnya! Adam dan Hawa bukan ditipu dipasar malam, tetapi di surga! Lawan yang mampu naik kesurga untuk menipu, begitulah dahsyatnya lawan kita itu sangat hebat, sangat halus, yang umurnya telah berjuta-juta tahun, mana mungkin akan mampu kita mengusirnya dengan “A’udzubillaahi minasy syaithaanir rajiim”,”produksi” kita sendiri, akan larikah dia? Akan hancurkah dia dengan ucapan kata yang secara biasa-biasa saja itu? Jauh Panggang dari Api!!!. Kalau ia masih bercokol saja didalam hati, ia yang sangat tinggi dimensinya itu dengan kelicikan dan kehalusannya dan tipu dayanya, maka segala ibadath kita akan tertolak, Segala apa sajapun yang kita amalkan tidak akan sampai kepada Allah, dan kalau tidak sampai tentu saja tidak pula akan terbalas, umpamanya saja : Surat yang dikirim tidak sampai kealamatnya, jelas tidak akan berbalas, seperti kacang yang ditanamkan, tidak menyentuh bumi, tetapi hanya sampai pada lapisan pasir saja, dia tidak akan tumbuh, apalagi lapisan pasirnya tebal, lapisan sampai semeter sebagai isolasinya, tak mungkin sampai kepada bumi yang subur, atau seperti batu-batuan tebal sebagai isolasinya, walaupun ditaburi 101 biji tiap hari tidak akan sampai menyentuh bumi yang subur, Dia akan hilang lenyap, tidak sampai pada tujuannya, dia tidak akan membuahkan pekerjaannya, tidak akan berpahala sama sekali. Disinilah kira-kira letaknya semua kesalahan itu, pokok dari semua bencana dalam hidup kita di Akhirat! Sehingga insan itu tidak mempunyai kekuatan, ia tidak mampu dalam ibadathnya menjuluk turun akan rahmat Allah, sehingga benteng dari Tuhan, Kalimah Allah murni dari Allah sendiri tidak akan berhasil diraihnya, Ibadathnya tidak berhasil, karena tidak memakai cara metodologi bagaimana ia lebih dahulu harus memusnahkan sang iblis dari hati sanubarinya. Kalau lapisan daripada bumi ini dipertebal lagi dengan batu-batuan, jelas pasir dan batu – batuan itu tidak bisa ditepiskan begitu saja, tidak bisa dicangkul begitu saja, kita harus memakai alat-alat berat, umpamanya ; dengan traktor, dengan metodologi teknologi! Begitu juga untuk membasmi Al-Iblis, As-Syaitan, angkara murka, harus menggunakan teknologi dari Al – Qur’an itu sendiri, Setiap teknologi menghendaki suatu metodologi, ini wajib; tidak ada suatu prosede dalam ilmu teknologi tanpa metodologi! Metodologi dalam Al-Qur’an begitu tinggi kedudukan Al-Qur’an yang selama ini selalu diabaikan, di khilafiakan, bahkan disyirikan oleh sebagian Kaum Muslimin karena dipengaruhi, diperdaya oleh kaum Orientalis, musuh berbuyutan daripada kaum muslimin yang mengissukan akan “Al Islaamu Ilmiyyun“ Teknologi Alquran adalah sangat tinggi ilmiahnya, Teknologi alam semestapun tinggi ilmiahnya, sebagai contoh : air akan yang selama dunia berkembang akan tetap air, Namun begitu di olah dengan teknologi, dengan metodologi elektrolisa atas dasar teori ion Prof. Archenius, air akan menghasilkan atom hidrogen dan atom oksigen, yang jika digabung kembali, dan disulut akan meledak dengan hebatnya, Air yang jinak tadinya dan dingin, dan mampu mematikan api, akan menyemburkan api yang hebat, yang panasnya sangat tinggi, sehingga mampu melebur besi sekalipun. Ayat Al-Qur’anul Karim yang kita lagukan dengan lagu-lagu yang indah dan merdu dan seronok, ia tetap merupakan lagu selama dunia terkembang, namun begitu diolah dengan metodologinya, dengan teknologi Al-Qur’an, dia akan menjelma sebagai senjata yang maha dahsyat, gunung berapi akan bisa ditundukkan-nya, bumi bisa dibelah-belahnya, gunung-gunung dapat dipindahkan-nya, orang mati dapat dihidupkan-nya, segala bencana akan dileburnya, ditolaknya, dikikisnya habis menjadi Nol (0), kiamat dunia dapat dihalanginya, “Laa taquumus saa’atu hattaa laa yabqaa ‘alaa wajhil ardhi mayyaquluu :Allah, Allah”. “Tidak akan datang kiamat dunia kalau masih ada orang yang betul-betul beramal dzikrullah dengan metodologi – nya sampai kehadirat Allah SWT”. Allah akan menurunkan benteng yang maha hebat, kiamat akan terhindar, dan tertunda, walaupun Allah telah menetapkan pada hari ini, jam ini, detik ini, akan kiamat dunia, namun jika dilihat oleh malaikat dan dilapor oleh malaikat kepada Allah, masih ada orang yang berdzikir Allah , Allah, yang gemerlapan, Tuhan akan menunda kiamat itu sampai 40 tahun lagi. Bukan dzikir yang bergelimang dengan pengaruh iblis, yang tidak sampai pada Allah, tetapi dzikir yang timbul dari hati sanubari yang murni, dimana terpancang Kalimah Allah yang gemerlapan, bersih dari segala angkara murka, dari semua pengaruh gelombang daripada syaitan hingga sampai ke hadirat Allah, Dzikir yang beginlah yang dibalas Tuhan dengan benteng kalimah Allah sendiri, dengan nama Allah sendiri, “Dzikir akan DAKU, Aku akan berikan namaKU kepadamu “ (Al-Baqarah 152). 152. karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya aku ingat (pula) kepadamu[98], dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku. Sabda Rasul yang diriwayatkan Abu Daud dan Tirmidzi : “Bismillaahil ladzi laa yadhurru ma ‘asmihi syai’un fil ardhi wa laa fissama’i wahuwassami’ul aliim”. Artinya : “Tidak memberi mudharat antara bumi dengan langit bagi orang yang berserta dengan nama Allah”
Wahai kaum muslimin diseluruh dunia, cukuplah rasanya pelajaran bagi kita, bagi kaum muslimin di dunia, tentang apa-apa yang terjadi; kita lihat pula, bahwa kesatuan dan persatuan sama sekali tidak terwujud lagi, karena digoda oleh syaitan juga, Ukhuwah Islamiyah sama sekali lenyap, lihat saja saling bunuh membunuh, khianat mengkhianati, rampok merampok, dan lain-lain; kata Nabi : “Jika ada dua orang mukmin berkelahi, maka nerakalah tempat bagi keduanya”. Kita tidak memperpanjang kalam, kita tidak mencari hal-hal yang lain – lain lagi, apa sebab masyarakat kalah dan menderita, karena kunci deritanya letaknya di hati sanubari orang islam itu juga, Dudukkanlah Kalimah Allah, dengan memakai metodologinya, yaitu metode Teknologi Alquran dalam hati sanubari kita yang disalurkan dari pada sisi Allah SWT melalui saluran haq-Nya Rasulullah SAW, Dimana telah terpancang Nuurun ‘Alaa Nuurin, yahdillahu linuurihii mayyaasyaa’u, sebagai channel dan frekwensi yang hebat, yang diberikan Allah kepada Rasulullah SAW, yang diteruskan pula oleh para Ulama yang mewarisinya, sambung menyambung antara arwah dengan arwah, dan akhirnya tersambung pula pada arwah kita, Al Ulama’u warasatul anbiya; inilah yang pertama kali seharusnya yang mesti diwarisi, agar kontak dengan Allah, dalam ibadah kepada Allah, dalam berdzikir kepada Allah sampai pada Allah, maka terlaksana pulalah janji Tuhan, yaitu dibalas-Nya, disambut-Nya, maka barulah mengalir kurnia-Nya dengan melalui channel dan frekwensinya, semurni-murninya mengalir kedalam hati sanubari kita, yang pasti mampu menghancurkan segala macam pengaruh angkara murka, hawa nafsu dunia, syaitan, maka barulah mampu berdiri shalatul khasyi’in, yang membawa kita kepada kemenangan hakiki dari Dunia samapi Akhirat. Uraian ini termasuk kedalam ilmu Eksakta; maka marilah kita renungkan, kita diskusikan dalam waktu yang terluang, kemudian kita bertekad pula mengamalkannya, karena hal ini adalah maha penting dalam ibadah kita, dalam hubungan langsung kita dengan Allah SWT. Hanya dengan latihan yang sungguh-sungguh kita akan menjadi sarjana daripada suatu cabang ilmu pengetahuan “Wajaahidu Fi Sabilihii” Sungguh-sungguhlah diatas jalan Allah, kita akan menang Absolut. “Yaa aayyuhal ladziina aamnuut taqullaaha wabtaqhuu ilaihil wasiilata wajaahiduu fi sabiilihii la ‘allakum tuflihuun” Perlu sekali channel dan frekwensinya, perlu sekali akan metodologi, barulah terwujud kenyataan akan sesuatu hasil dalam Teknologi Al-Qur’an! Semoga dengan pengertian ini kita laksanakan amaliah kita “Al Islaamu Ilmiyyun wa’amaliyyun”, “Al Islaamu ya’luu walaa yu’laa ‘aalaihi” Dimensi Kalimah Allah asli dan murni, yang tersalur daripada sisi Allah dalam dimensi yang maha tinggi dengan getaran yang maha ultra sonoor inilah yang akan membentengi kita dari segala macam bencana alam mana saja pun dan neraka sekalipun akan terhindar dari kita; dan Kalimah Allah murni seperti di ataslah, yang mampu untuk menghancurkan segalan lawan kita yang menghadang jalan kita menuju kemenangan hakiki dunia akhirat. Akan terwujudlah “Bismillaahil ladzi laa yadhurru ma’asmihi syai’un fil ardhi wal laa fis sama-i wahuwas sami’ul ‘aliim” dalam kenyataan hidup kita didunia akhirat. Akan terwujud pula lagi : “Laa taquumus saa’atu hatta laa yabqaa ‘alaawajhil ardhi mayyaquulu : Allah, Allah . “ Kiamat dunia di tunda Tuhan, karena dzikrullah seorang mukmin yang Perkasa!. Dan akan terwujud pulalah ayat-ayat Al – Qur’anul karim, bukan hanya “Terujud” seperti selama ini dalam karya kata-kata dan cerita, tetapi benar-benar terujud dalam Alam Nyata dan Realita! Semua Firman Allah akan menjadi kenyataan Akbar,
QS AR-RA’AD ; 31: 31. dan Sekiranya ada suatu bacaan (kitab suci) yang dengan bacaan itu gunung-gunung dapat digoncangkan atau bumi Jadi terbelah atau oleh karenanya orang-orang yang sudah mati dapat berbicara, sebenarnya segala urusan itu adalah kepunyaan Allah. Maka tidakkah orang-orang yang beriman itu mengetahui bahwa seandainya Allah menghendaki (semua manusia beriman), tentu Allah memberi petunjuk kepada manusia semuanya. dan orang-orang yang kafir Senantiasa ditimpa bencana disebabkan perbuatan mereka sendiri atau bencana itu terjadi dekat tempat kediaman mereka, sehingga datanglah janji Allah. Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji. Bahwa Al-Qur’an dapat membelah – belah bumi memindah-mindahkan bukit dan menghidupkan orang mati, dan membenteng kita, dari segala macam bencana dunia akhirat! Allahu Akbar ! Allahu Akbar! Allahu Akbar! Walillahil hamd.