web site hit counter blog@indosiar.com » bloggaul.com
     
    HOME BLOG
   
  blog@indosiar.com
http://awonk.bloggaul.com
Login | Belum terdaftar? | Lupa password?  
   
   

PENGUMUMAN:
BlogGaul mau berubah ...
 
Rabu, 5 November 2008 @ 15:40 WIB - Diari


Dalam kesepianku, kini, aku termenung sendiri yang sibuk merajut sayap.
Tak apa, mumpung angkasa masih menyediakanku ruang. walau terasa sempit untuk ku terbang.
Diriku belum sama sekali hampa. Lingkunganku masih tertawa dan terbuka.
Kotaku, meski tetap angkuh, toh masih mau menyapa.

seekor kupu-kupu berwarna biru yang dulu lincah
terbang menghinggapi bunga, kini hanya bisa
duduk termenung di depan komputernya.
entah apa yang ada di benaknya, kosong wajahnya terlihat.

ku hampiri dengan gurau murahan, tanpa sadar senyumnya mengembang namun hanya sesaat dan kupu-kupu biru itu kembali terbang dengan pikirannya.
akhirnya mentari menutup episode hari ini kupu-kupu biru pun terbang meninggalkan ruang dimensi yang sunyi dari pagi hari.
aku pun bergegas.

sore yang cerah, seharian hanya terduduk depan komputer menghitung
angka-angka yang bisa membuat kepalaku pecah,
Sore yang akan melahirkan senja paling indah yang paling
bisa menghadirkan perasaan berbahagia pada siapapun yang
masih memiliki sisa cinta dalam hatinya.

tapi, mungkin tidak bagi si kupu-kupu biru itu.
aku kembali teringat wajah sendu di dalam ruang dimensi itu,
" pasti ada sesuatu yang sudah mematahkan kepak sayapnya."
tidak seperti biasanya kupu-kupu itu meneteskan air mata dalam ruangan kerja "

kupu-kupu biru itulah yang membuatku bertahan, dulu waktu kuhabiskan hidupku dengan alkohol
dia lah yang menyadarkan ku hingga ku bisa melupakan kisah sendu cinta itu.
Kulihat diriku masih termenung. Di sela-sela berbagai daunan kering di taman,
kuputuskan untuk bertemu dengan kupu-kupu biru itu, aku mulai melesat dari daun ke daun.

terlihat dia sedang duduk di tangga dengan resah aku mencoba tuk hampiri,

"aku tahu pasti kamu memiliki masalah yang melebihi perasaanku waktu dulu, kamu adalah kupu-kupu yang paling bisa bertahan terbang menyusuri angkasa"
" iya itu dulu,"
" kamu pasti bisa terbang mengepakan sayap indah itu lagi"
" ternyata aku gadis yang paling bodoh bisa termakan rayuan ular itu"
" kenapa dia? berani menyakiti mu?"
" ular itu telah meracuni hidupku, kini aku tak ada arti "

kini otakku bergejolak memikirkan ular itu tertawa terbahak karena telah berhasil meracuni kupu-kupu biru di atas ranjang.

kupu-kupu biru tak lagi mengepakan sayap, ruang dimensi yang selalu di pancarkan dengan senyuman kini buram.

Sedang di atas angkasa membuka mulutnya yang tak bertepi, dibanjiri sinar mentari.

"aku kan menemanimu selalu." kata terakhir dalam pelukanku.













Disarankan: 0
  Komentar: 5 (Lihat)    Recommen | Print



Selasa, 4 November 2008 @ 11:02 WIB - Diari


Cinta haram sebelum nikah? carikan saya dalilnya!! tidak ada!
Nikah bukan menghalalkan cinta tapi menghalalkan jima’

Tidak ada dalil yang mengatakan..
‘wala pacaranu inna pacaranu minassyayatiin’
atau ‘fapacaranu, inna pacaranu minattaqwa’ .�?
Sebenarnya boleh tidak sih, pacaran itu?�?
atau, “Ada tidak sih pacaran yang Islami itu?�?
dan pertanyaan lain yang senada.
Jawaban sang ustadz pun berbeda-beda.
Ada yang dengan keras melarang dengan mengatakan “Pacaran itu haram!�?
ada juga yang agak “remang-remang�? boleh lah asal tidak kebangetan.

sekali lagi dalam Islam tidak pernah diatur,
atau ada dalil yang melarang “pacaran�?.
Yang ada dalam Islam adalah aturan-aturan dalam berinteraksi dengan manusia.
Bagaimana kita berinteraksi dengan orang tua,
dengan teman, guru, Nabi, semua ada aturannya dalam Islam.
Interaksi yang sesuai dengan kaidah Islam berati Islami,
sementara yang tidak sesuai adalah tidak Islami.
bahwa mencintai seseorang lawan jenis adalah tidak terlarang dalam Islam

Pacaran itu apa? kok bisa haram?
yg haram itu sudah jelas,
tidak perlu menarik2 asumsi yg sepihak
dg alasan “menjaga hati” dan sebagainya
yg absurd dan tidak sesuai ushul fiqh.
dimana pengharaman itu harus jelas dan qath’i dalilnya.

jangan pernah menggunakan dalil larangan zina untuk pacaran,
sangat tidak tepat..!!
“Celakalah orang yang menulis kitab dengan tangan mereka sendiri
kemudian mereka katakan bahwa buatan tangan mereka sendiri itu dari Allah.”
(al-Baqarah [2]: 79)


tapi, apabila ada insan yang memanfaatkan kata pacaran dengan cara islam
"karena mereka menganggap tidak adanya dalil yang menyatakan
mengenai larangan pacaran"
tapi mereka menjadikannya sebagai sarana untuk pemuas nafsu mereka…. Baru
itulah yang dikatakan sebagai HARAM dan DOSA BESAR….


Bukan tentang pacaran. Tp bagaimana pun juga tiap2 kita harus
bs membedakan mana yang benar dan mana yang tidak.
Halal - haramnya sesuatu tidak bergantung pada namanya,
tapi pada aktifitasnya.

apakah ada jaminan pacaran itu tidak melakukan hubungan zina??
tentu ada...CINTA SEJATI akan senantiasa lulus dari berbagai ujian,
mencintai seseorang berarti akan menjaganya,
Tidak mungkin, seseorang yang mencintai orang lain dengan sebenar-benar cinta
akan ‘merusak’ sesuatu yang dicintainya,
meskipun dia memiliki ‘kesempatan’ untuk itu.

Rasa cinta bisa menjadi anugerah jika luapkan sesuai dengan bingkai nilai-nilai ilahiyah.


Disarankan: 0
  Komentar: 6 (Lihat)    Recommen | Print



Sabtu, 11 Oktober 2008 @ 13:20 WIB - Diari


musik sampah?Loh, masih ada
toh anggapan kaya gitu?
Setahu saya, musik sampah itu hanya ada
di imajinasi saja.
Lalu mengapa tudingan-tudingan dan
semua celotehan tentang musik sampah
itu selalu nongol setiap ada band yang
dianggap tidak se-selera dengan orang kota?
Apakah kemudian lirik, aransemen dan
musikalitas mereka-mereka yang
berteriak-teriak musik sampah itu jadi
lebih keren dan langsung dianggap bagus
karena lebih kota,
lebih modern dan lebih fashionable?

Musik juga sangat memungkinkan pencipta
dan pendengarnya menghadirkan sensasi dan
‘orgasme’ yang berbeda. Ketika pencipta
terhanyut dalam proses penciptaan sebuah
lagu, pendengar mungkin bisa terwakili dari
kejadian-kejadian yang kental dengan lirik lagu itu.
Malah lagu, lirik, pencipta dan pendengarnya,
bisa “menemukan” sosok dan kepribadian yang utuh
dan panjang lebar. Ibaratnya, mendengar lagunya saja,
kita bisa membayangkan sedang apa si penciptanya.

Coba perhatikan lirik-lirik dari penyanyi era 60-an
sampai 2000-an. Ada perubahan dalam ujud ungkapan,
pernyataan, atau cara bertutur. Simpelnya,
ketika bicara soal cinta, ada banyak “jalan” untuk
mengungkapkannya. Dulu –zaman oma opa kita—mungkin
lebih berbelit dan muter-mut
Remaja sekarang, mana mau ‘banyak jalan menuju Roma’
untuk nembak cewek.. Langsung jedeeer...

Kehadiran radja di blantika musik Indonesia
ternyata “mengacak-acak” peta musik Indonesia
yang kemudian menjadi perdebatan, apakah selera musik
orang Indonesia memang lagu-lagu seperti itu? Menurun
atau jalan di tempat sih apresiasi orang terhadap
musik Indonesia? Sampai akhirnya mengerucut pada satu asumsi,
pop yang disukai harus seperti radja.
Ada sentuhan melayunya, cara bernyanyinya
juga pake ‘ngeleyot’ [mendayu].

Kalau kemudian ada anggapan,
band itu selain skill musikalitas yang memadai,
juga kudu punya tampilan fisik yang cukup menjual,
tampaknya kini juga harus dibuang jauh-jauh.
Fenomena kedua yang muncul lewat KANGEN Band,
mematahkan asumsi itu. Dari semua personil
band asal Lampung ini, nyaris tidak ada yang ganteng.
Vokalisnya saja sering dicela-cela sebagai
tidak punya aura star yang memadai.

Ini bersinergi dengan selera musik.
Kaum urban, merasa kalau tidak mendengar musik ajep-ajep,
hip-hop, pop alternative, jazz, tidak kereeeeen.
Kemudian lahirlah “pengkotakkan kuping”.
Ketika satu band muncul dengan album baru,
serta merta langsung dipinggirkan dengan dalih,
‘musik loe cocok buat daerah pinggiran tuh’.
Siapa yang berhak menentukan satu jenis musik
cocok untuk daerah pinggiran, perkotaan atau kaum jet set?

Mengapa mereka bisa diterima oleh masyarakat?
Usut punya usut, labelnya melihat adanya kekosongan
pasar kelas bawah yang butuh lagu yang bisa dinikmat
sesuai kuping mereka. Cirinya, tidak ribet,
sederhana, gampang dihapal
dan bisa genjrang-genjreng sambil nongkrong rame-rame.

Lalu, musik yang bagus itu kayak apa sih?
Sebenarnya rada susah menentukannya.
Karena gue, loe dan mereka Hal ini relatif
bagi setiap orang terutama mereka yang memiliki
selera yang berbeda dengan selera kebanyakan orang.

Kini, musik itu industri.
Industri itu adalah alat untuk mencari uang.
Idealis yang terlalu ekstrim juga kurang diterima.
Misalnya saja, ada yang mau buat album reggae,
kalau memang arah industrinya lagu bukan reggae,
ya susah jualannya. Major label memberi kontrak
ke musisi itu butuh modal yang besar sekali.
Komersialisasi satu produk juga harus dilihat
dari hasil yang bisa didapatkan.
kalau bandnya enggak bisa ngejual ya jangan
selalu disalahkan labelnya.
Tapi kalau kemudian label mengambil
band yang –katakanlah ecek-ecek—dan kemudian laku?
Apakah itu bisa disebut label itu kacangan?


Disarankan: 1
  Komentar: 10 (Lihat)    Recommen | Print



S E L A N J U T N Y A »



 

.

MySpace

Myspace Layouts at Pimp-My-Profile.com / To love and be loved is the greatest happiness

 
    » Profile
    » Buku Tamu
kupu-kupu biru itu tak bisa terbang lagi
pacaran haram??
musik indonesia sampah?
burungku yang lucu
marhaban yaa ramadhan
Arsip Blog 
CARI BLOG:
mellon_enaq
iestea
merama
mhimi
muslimah
Total: 313 
Kampung Maya Mhimi
Lindayani
chacuitz
Official 3 Colours
kolorku
asyik neh endingnya b...
kata katanya baguuuuu...
ampun dah, penyampaia...
mudah2an kita bisa me...
awonk bahasanya tingk...
 
 
Created on:
Senin, 28 January 2008 @ 22:02 WIB
 
   
 
BlogGaul mau berubah ...
Punya siapa nih??
Lombanya Risa
Tebarkan Amalan, tebarkan Senyuman
Drop Box
:: pesta blogger nasional...
lebih dr 1000 resep grati...
diskon 50%
ilang semangad..
jaaah,akhirnya kelar juga...
pake_telor
halim_san@yahoo.com
qncay
nuno
madame cece...
 
   
   
    Copyright © 2004 PT. INDOSIAR VISUAL MANDIRI