| |
|
Rabu, 5 November 2008 @ 15:40 WIB - Diari
Dalam kesepianku, kini, aku termenung sendiri yang sibuk merajut sayap. Tak apa, mumpung angkasa masih menyediakanku ruang. walau terasa sempit untuk ku terbang. Diriku belum sama sekali hampa. Lingkunganku masih tertawa dan terbuka. Kotaku, meski tetap angkuh, toh masih mau menyapa.
seekor kupu-kupu berwarna biru yang dulu lincah terbang menghinggapi bunga, kini hanya bisa duduk termenung di depan komputernya. entah apa yang ada di benaknya, kosong wajahnya terlihat.
ku hampiri dengan gurau murahan, tanpa sadar senyumnya mengembang namun hanya sesaat dan kupu-kupu biru itu kembali terbang dengan pikirannya. akhirnya mentari menutup episode hari ini kupu-kupu biru pun terbang meninggalkan ruang dimensi yang sunyi dari pagi hari. aku pun bergegas.
sore yang cerah, seharian hanya terduduk depan komputer menghitung angka-angka yang bisa membuat kepalaku pecah, Sore yang akan melahirkan senja paling indah yang paling bisa menghadirkan perasaan berbahagia pada siapapun yang masih memiliki sisa cinta dalam hatinya.
tapi, mungkin tidak bagi si kupu-kupu biru itu. aku kembali teringat wajah sendu di dalam ruang dimensi itu, " pasti ada sesuatu yang sudah mematahkan kepak sayapnya." tidak seperti biasanya kupu-kupu itu meneteskan air mata dalam ruangan kerja "
kupu-kupu biru itulah yang membuatku bertahan, dulu waktu kuhabiskan hidupku dengan alkohol dia lah yang menyadarkan ku hingga ku bisa melupakan kisah sendu cinta itu. Kulihat diriku masih termenung. Di sela-sela berbagai daunan kering di taman, kuputuskan untuk bertemu dengan kupu-kupu biru itu, aku mulai melesat dari daun ke daun.
terlihat dia sedang duduk di tangga dengan resah aku mencoba tuk hampiri,
"aku tahu pasti kamu memiliki masalah yang melebihi perasaanku waktu dulu, kamu adalah kupu-kupu yang paling bisa bertahan terbang menyusuri angkasa" " iya itu dulu," " kamu pasti bisa terbang mengepakan sayap indah itu lagi" " ternyata aku gadis yang paling bodoh bisa termakan rayuan ular itu" " kenapa dia? berani menyakiti mu?" " ular itu telah meracuni hidupku, kini aku tak ada arti "
kini otakku bergejolak memikirkan ular itu tertawa terbahak karena telah berhasil meracuni kupu-kupu biru di atas ranjang.
kupu-kupu biru tak lagi mengepakan sayap, ruang dimensi yang selalu di pancarkan dengan senyuman kini buram.
Sedang di atas angkasa membuka mulutnya yang tak bertepi, dibanjiri sinar mentari.
"aku kan menemanimu selalu." kata terakhir dalam pelukanku.
|
Disarankan: 0
 |
| |
mhimi Kamis, 6 November 2008 @ 11:56 WIB
bagus untaian kata2nya mengalir lembut...,hmm..karangan atau..?
 |
 |
| |
 |
awonk Senin, 10 November 2008 @ 19:47 WIB
atooooouuu
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
iestea Jumat, 7 November 2008 @ 10:17 WIB
awonk bahasanya tingkat tinggi deh.. kisah nyata ya?
 |
 |
| |
 |
awonk Senin, 10 November 2008 @ 19:49 WIB
setinggi kupu=kupu biru itu terbang ya...?? tebak aja deh kisah nyata atoo bukan hehehe
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
triboy Jumat, 7 November 2008 @ 20:14 WIB
ampun dah, penyampaian yang penuh kiasan tapi begitu menyentuh. kupu-kupu biru, terbayang bagiku betapa lembutnya dia. tetap beri semangat ya wonk! kasihan kupu-kupunya! jadilah pengganti sayapnya yang patah walau dia sendiri sudah merasa tidak berarti.
 |
 |
| |
 |
awonk Senin, 10 November 2008 @ 19:51 WIB
lembutt bangedd kupu2 nya... tenang awonk kan menjadi pengganti sayap yang patahnya biar kupu2 itu selalu berarti ner g?
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
merama Sabtu, 8 November 2008 @ 01:10 WIB
kata katanya baguuuuus
hebatnya walau udah disakiti, tapi tetep mau menemani si kupu-kupu biru...
terharu
 |
 |
| |
 |
awonk Senin, 10 November 2008 @ 19:52 WIB
cup..cup..cup...janganlah mer menitikan air mata untuknya...nanti kupu2 nya ikut sediih hikhik
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
harry_zoe Minggu, 9 November 2008 @ 12:47 WIB
asyik neh endingnya berpelukan...wekekkekkekeeee.....cayo awonk
 |
 |
| |
 |
awonk Senin, 10 November 2008 @ 19:53 WIB
kaya teletubies y..
|
| |
|
|
 |
 |
 |
|
|
Selasa, 4 November 2008 @ 11:02 WIB - Diari
Cinta haram sebelum nikah? carikan saya dalilnya!! tidak ada! Nikah bukan menghalalkan cinta tapi menghalalkan jima’
Tidak ada dalil yang mengatakan.. ‘wala pacaranu inna pacaranu minassyayatiin’ atau ‘fapacaranu, inna pacaranu minattaqwa’ .�? Sebenarnya boleh tidak sih, pacaran itu?�? atau, “Ada tidak sih pacaran yang Islami itu?�? dan pertanyaan lain yang senada. Jawaban sang ustadz pun berbeda-beda. Ada yang dengan keras melarang dengan mengatakan “Pacaran itu haram!�? ada juga yang agak “remang-remang�? boleh lah asal tidak kebangetan. sekali lagi dalam Islam tidak pernah diatur, atau ada dalil yang melarang “pacaran�?. Yang ada dalam Islam adalah aturan-aturan dalam berinteraksi dengan manusia. Bagaimana kita berinteraksi dengan orang tua, dengan teman, guru, Nabi, semua ada aturannya dalam Islam. Interaksi yang sesuai dengan kaidah Islam berati Islami, sementara yang tidak sesuai adalah tidak Islami. bahwa mencintai seseorang lawan jenis adalah tidak terlarang dalam Islam Pacaran itu apa? kok bisa haram? yg haram itu sudah jelas, tidak perlu menarik2 asumsi yg sepihak dg alasan “menjaga hati” dan sebagainya yg absurd dan tidak sesuai ushul fiqh. dimana pengharaman itu harus jelas dan qath’i dalilnya.
jangan pernah menggunakan dalil larangan zina untuk pacaran, sangat tidak tepat..!! “Celakalah orang yang menulis kitab dengan tangan mereka sendiri kemudian mereka katakan bahwa buatan tangan mereka sendiri itu dari Allah.” (al-Baqarah [2]: 79)
tapi, apabila ada insan yang memanfaatkan kata pacaran dengan cara islam "karena mereka menganggap tidak adanya dalil yang menyatakan mengenai larangan pacaran" tapi mereka menjadikannya sebagai sarana untuk pemuas nafsu mereka…. Baru itulah yang dikatakan sebagai HARAM dan DOSA BESAR….
Bukan tentang pacaran. Tp bagaimana pun juga tiap2 kita harus bs membedakan mana yang benar dan mana yang tidak. Halal - haramnya sesuatu tidak bergantung pada namanya, tapi pada aktifitasnya.
apakah ada jaminan pacaran itu tidak melakukan hubungan zina?? tentu ada...CINTA SEJATI akan senantiasa lulus dari berbagai ujian, mencintai seseorang berarti akan menjaganya, Tidak mungkin, seseorang yang mencintai orang lain dengan sebenar-benar cinta akan ‘merusak’ sesuatu yang dicintainya, meskipun dia memiliki ‘kesempatan’ untuk itu.
Rasa cinta bisa menjadi anugerah jika luapkan sesuai dengan bingkai nilai-nilai ilahiyah.
|
Disarankan: 0
 |
| |
iestea Selasa, 4 November 2008 @ 11:56 WIB
awok temanya keren deh..  kl sepemahamanku yg namanya mencintai atau cinta itu sendiri tidaklah haram pacaran? haram si tidak, tp karena pacaran sering di asumsikan dengan berbuat maksiat/zina makanya kadang jadi di haramkan.
kan ada ayatnya tu "dan jgnlah km mendekati zina" pacaran sering di jadikan sebagai tameng dari bentuk perzinaan, entah zina tangan, zina hati, zina pikiran dll makanya jd haram
setauku si gitu, ya pinter2nya kita ajalah.. kan dah sama2 gede dan sama2 tau mana yg benar dan mana yang salah..
apun.. panjangnya 
 |
 |
| |
 |
awonk Selasa, 4 November 2008 @ 19:33 WIB
jangan lah kamu mendekati zina... mendingan mendekati awonk deh hohho kenapa eh kenapa yang haram itu enak?
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
merama Selasa, 4 November 2008 @ 13:08 WIB
tapi kalo pacaran lewat dumay gak haram dunk yah?
kan gak sentuh2an
 |
 |
| |
 |
awonk Selasa, 4 November 2008 @ 19:37 WIB
bisa aja haram, kalo mer ngasih cam lagi chat ma awonk trus mer nya ga pake baju..hayoo..
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
mellon_enaq Selasa, 4 November 2008 @ 14:21 WIB
sebagai orang yang pacaran gw setuju ama pendapat loe..hohoho...
 |
 |
| |
 |
awonk Selasa, 4 November 2008 @ 19:40 WIB
ooow hebad y sekarang lo dah mulei pacaran xixixixi awas ah kalo pacaran bikin enaaakk!!
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
haerulsohib Selasa, 4 November 2008 @ 22:14 WIB
yang haram itu, berada dalam gelap-2 atau tempat sepi kemudian saling meraba, tanpa ada jalinan pernikahan yg sah.....[:d]
 |
 |
| |
 |
awonk Rabu, 5 November 2008 @ 15:25 WIB
itumah enak mas...wakzzzz
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
sastrawiguna Selasa, 4 November 2008 @ 22:58 WIB
untung aja bunda gak pernah pacaran ma awonk...budak baonk....
 |
 |
| |
 |
awonk Rabu, 5 November 2008 @ 15:27 WIB
piraku pacaran sama calon mertua ??? ( sabari luak lieuk sieun aya nu mabuk..) hahaha kaboooor
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
cupz Jumat, 7 November 2008 @ 11:11 WIB
mudah2an kita bisa menjaga diri dr yang bukan tempatnya.
ngomong naon yah saya teh [:d]
|
|
 |
 |
 |
|
|
Sabtu, 11 Oktober 2008 @ 13:20 WIB - Diari
musik sampah?Loh, masih ada toh anggapan kaya gitu? Setahu saya, musik sampah itu hanya ada di imajinasi saja. Lalu mengapa tudingan-tudingan dan semua celotehan tentang musik sampah itu selalu nongol setiap ada band yang dianggap tidak se-selera dengan orang kota? Apakah kemudian lirik, aransemen dan musikalitas mereka-mereka yang berteriak-teriak musik sampah itu jadi lebih keren dan langsung dianggap bagus karena lebih kota, lebih modern dan lebih fashionable?
Musik juga sangat memungkinkan pencipta dan pendengarnya menghadirkan sensasi dan ‘orgasme’ yang berbeda. Ketika pencipta terhanyut dalam proses penciptaan sebuah lagu, pendengar mungkin bisa terwakili dari kejadian-kejadian yang kental dengan lirik lagu itu. Malah lagu, lirik, pencipta dan pendengarnya, bisa “menemukan” sosok dan kepribadian yang utuh dan panjang lebar. Ibaratnya, mendengar lagunya saja, kita bisa membayangkan sedang apa si penciptanya.
Coba perhatikan lirik-lirik dari penyanyi era 60-an sampai 2000-an. Ada perubahan dalam ujud ungkapan, pernyataan, atau cara bertutur. Simpelnya, ketika bicara soal cinta, ada banyak “jalan” untuk mengungkapkannya. Dulu –zaman oma opa kita—mungkin lebih berbelit dan muter-mut Remaja sekarang, mana mau ‘banyak jalan menuju Roma’ untuk nembak cewek.. Langsung jedeeer...
Kehadiran radja di blantika musik Indonesia ternyata “mengacak-acak” peta musik Indonesia yang kemudian menjadi perdebatan, apakah selera musik orang Indonesia memang lagu-lagu seperti itu? Menurun atau jalan di tempat sih apresiasi orang terhadap musik Indonesia? Sampai akhirnya mengerucut pada satu asumsi, pop yang disukai harus seperti radja. Ada sentuhan melayunya, cara bernyanyinya juga pake ‘ngeleyot’ [mendayu].
Kalau kemudian ada anggapan, band itu selain skill musikalitas yang memadai, juga kudu punya tampilan fisik yang cukup menjual, tampaknya kini juga harus dibuang jauh-jauh. Fenomena kedua yang muncul lewat KANGEN Band, mematahkan asumsi itu. Dari semua personil band asal Lampung ini, nyaris tidak ada yang ganteng. Vokalisnya saja sering dicela-cela sebagai tidak punya aura star yang memadai.
Ini bersinergi dengan selera musik. Kaum urban, merasa kalau tidak mendengar musik ajep-ajep, hip-hop, pop alternative, jazz, tidak kereeeeen. Kemudian lahirlah “pengkotakkan kuping”. Ketika satu band muncul dengan album baru, serta merta langsung dipinggirkan dengan dalih, ‘musik loe cocok buat daerah pinggiran tuh’. Siapa yang berhak menentukan satu jenis musik cocok untuk daerah pinggiran, perkotaan atau kaum jet set?
Mengapa mereka bisa diterima oleh masyarakat? Usut punya usut, labelnya melihat adanya kekosongan pasar kelas bawah yang butuh lagu yang bisa dinikmat sesuai kuping mereka. Cirinya, tidak ribet, sederhana, gampang dihapal dan bisa genjrang-genjreng sambil nongkrong rame-rame.
Lalu, musik yang bagus itu kayak apa sih? Sebenarnya rada susah menentukannya. Karena gue, loe dan mereka Hal ini relatif bagi setiap orang terutama mereka yang memiliki selera yang berbeda dengan selera kebanyakan orang.
Kini, musik itu industri. Industri itu adalah alat untuk mencari uang. Idealis yang terlalu ekstrim juga kurang diterima. Misalnya saja, ada yang mau buat album reggae, kalau memang arah industrinya lagu bukan reggae, ya susah jualannya. Major label memberi kontrak ke musisi itu butuh modal yang besar sekali. Komersialisasi satu produk juga harus dilihat dari hasil yang bisa didapatkan. kalau bandnya enggak bisa ngejual ya jangan selalu disalahkan labelnya. Tapi kalau kemudian label mengambil band yang –katakanlah ecek-ecek—dan kemudian laku? Apakah itu bisa disebut label itu kacangan?
|
Disarankan: 1
 |
| |
sastrawiguna Sabtu, 11 Oktober 2008 @ 13:52 WIB
wah awonk derajad sekarang jadi pengamat musik....ckk...cckkk...ccckkkkk...
analisanya yahut hut juga tuh....
 |
 |
| |
 |
awonk Minggu, 12 Oktober 2008 @ 17:26 WIB
tadinya seh jadi pengamat cewek bund, tapi malah jadi belekan ah
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
kurajamban Minggu, 12 Oktober 2008 @ 17:37 WIB
wuikwiwkik.. telah lahir pengamat musik yang lain ! hahha !
 |
 |
| |
 |
awonk Minggu, 12 Oktober 2008 @ 20:34 WIB
swit wittttt... tunggu pengamatan berikutnya
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
vega_enz Senin, 13 Oktober 2008 @ 11:44 WIB
semua tergantung pada selera masing2
 |
 |
| |
 |
awonk Rabu, 15 Oktober 2008 @ 20:35 WIB
selera veg paan seh???
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
ferror Senin, 13 Oktober 2008 @ 14:51 WIB
kangen band emang layak masuk sampah wkwkwk sadis banget gue. tapi nidji gak jelek jelek amat
 |
 |
| |
 |
awonk Rabu, 15 Oktober 2008 @ 20:36 WIB
musik sampah sekarang lagi ngetrend ya? hahaha
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
umay_cools Rabu, 15 Oktober 2008 @ 20:56 WIB
entar albumnya umay, termasuk sampah gak ya..?
 |
 |
| |
 |
awonk Jumat, 17 Oktober 2008 @ 22:33 WIB
kita liat aja nanti... tapi saya yakin pasti bagus kok..
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
iestea Senin, 20 Oktober 2008 @ 16:09 WIB
kl aku si, sejauh enak di kupingku orang mau ngomong apa bodo amat
 |
 |
| |
 |
awonk Rabu, 22 Oktober 2008 @ 20:46 WIB
stuja banged...terserah kita dunk...ner gak?
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
inuya Selasa, 21 Oktober 2008 @ 17:37 WIB
musikadalah bahasa universal....dan bisa menyatukan kalangan yang berbeda.
nggakada yang sampah menurutku
 |
 |
| |
 |
awonk Rabu, 22 Oktober 2008 @ 20:49 WIB
iyalah mungkin hanya selera saja yang berbeda... ner gak?
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
merama Sabtu, 25 Oktober 2008 @ 20:33 WIB
musik sampah itu memangnya yang kayak gimana seh?
menurutku seh ga ada yang sampah, karena musik kan murni hasil karya manusia
|
|
 |
 |
 |
| |
herdiboy2 Senin, 27 Oktober 2008 @ 14:07 WIB
yg penting kan bisa untung .. apapun kata orang, kalo bisa jadi hit, terus rbt-nya laris manis.. kenapa enggak ? pokoke duit dah masuk kantong...
|
|
 |
 |
 |
| |
kolorku Kamis, 30 Oktober 2008 @ 12:21 WIB
walah ciah lebay pisan. ogah bacana. iraha uih yeuh tos berubah pan jadi baja hitam
|
|
 |
 |
 |
|
|
S E L A N J U T N Y A »
|
|
Created on:
Senin, 28 January 2008 @ 22:02 WIB |
|
|