|
||
Memberi makanan sebagai pembuka puasa
Kamis, 4 September 2008 @ 19:56 WIB - Diari
|
Salman al-Farisi ra. berkata : “Rasulullah berkhutbah pada hari terakhir bulan Sya’ban: "Telah datang kepada kalian bulan yang agung, bulan penuh berkah, didalamnya ada malam yang lebih baik dari seribu bulan. Allah menjadikan puasanya wajib, dan qiyamul lailnya sunnah. Siapa yang mendekatkan diri dengan kebaikan, maka seperti mendekatkan diri dengan kewajiban di bulan yang lain. Siapa yang melaksanakan kewajiban, maka seperti melaksanakan 70 kewajiban di bulan lain. Ramadhan adalah bulan kesabaran, dan kesabaran balasannya adalah surga. Bulan solidaritas, dan bulan ditambahkan rizki orang beriman. Siapa yang memberi makan orang yang berpuasa, maka diampuni dosanya dan dibebaskan dari api neraka dan mendapatkan pahala seperti orang orang yang berpuasa tersebut tanpa dikurangi pahalanya sedikitpun”. Kami bertanya: “Wahai Rasulullah saw. Tidak semua kita dapat memberi makan orang yang berpuasa?” Rasul Saw menjawab: “Allah memberi pahala kepada orang yang memberi buka puasa walaupun dengan satu biji kurma atau seteguk air atau susu. Ramadhan adalah bulan dimana awalnya rahmat, tengahnya maghfirah dan akhirnya pembebasan dari api neraka. Siapa yang meringankan orang yang dimilikinya, maka Allah mengampuninya dan dibebaskan dari api neraka. Perbanyaklah melakukan 4 hal; dua perkara membuat Allah ridha dan dua perkara Allah tidak butuh dengannya. 2 hal itu adalah Syahadat Laa ilaaha illallah dan beristighfar kepadaNya. Adapun 2 hal yang Allah tidak butuh adalah engkau meminta surga dan berlindung dari api neraka. Siapa yang membuat kenyang orang berpuasa, Allah akan memberikan minum dari telagaku (Rasul saw.) dipadang mahsyar, satu kali teguk tidak akan pernah haus sampai masuk surga”. (HR Al-Uqaili, Ibnu Huzaimah, al- Baihaqi, al-Khatib dan al-Asbahani) Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda : “Barangsiapa yang memberi makanan berbuka bagi orang yang berpuasa, maka baginya pahala yang semisal orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut sedikit pun.” (HR. At Tirmidzi, beliau berkata, “Hadits Hasan Shahih”) Yuk, bagi yang berpuasa, bisot traktir berbuka puasa. salam |
Disarankan: 0
| Komentar: 5 (Lihat) | Beri Komentar | Recommen | Print |
|
rawinaw Kamis, 4 September 2008 @ 20:02 WIB
 (Reply)
aku traktir bisot ... bsiot traktir mbak ajeng ya
|
|||||||||||
|
sastrawiguna Kamis, 4 September 2008 @ 20:02 WIB
 (Reply)
mauuuuu.....!!!
|
|||||||||||
|
koesplator Kamis, 4 September 2008 @ 20:15 WIB
 (Reply)
wah .... sayang di jakarta klo di malang mau deh di traktir bro bisot
|
|||||||||||
|
debz Jumat, 5 September 2008 @ 08:13 WIB
 (Reply)
wuih tumben icot postingan kek gini... icot traktir gw dunks... |
|||||||||||
|
haerulsohib Jumat, 5 September 2008 @ 10:59 WIB
 (Reply)
mau, mau, mau..mau dong... |
|||||||||||
My Blog
- eh ada foto gw hihihihi
- aku berduka
- nunukan as i see
- wp di kompi?, yess i get it now
- plurk apaan yak?
Bloghood
- Im in
- Elf Qrin's Web
- Arsipnya Bang Arman
- Agregator BlogFam
- Ayo bikin Blog di WP dan Blogger.com!!!
- Forum JHTC 1996
- Agregator Catatanku.com
- JHTC 1996
- >> OKE or id <<
Pengunjung
Total Pengunjung: 5778Favorites
Komentar
Created on:
Rabu, 31 Mei 2006 @ 17:11 WIB
Rabu, 31 Mei 2006 @ 17:11 WIB























