| |
|
Minggu, 2 Mei 2010 @ 01:06 WIB - Diari
Meteor jatuh di Jakarta ! Berita itu menghentak. Sontak membangunkan imaji ku yang sedikit ngawur. Yang terbayang di mataku adalah tentang bintang jatuh yang tak ada kaitannya dengan peristiwa yang tengah ramai diperbincangkan.
Sangat tidak relevan. Mungkin karena dalam dua minggu ini aku lagi tergila gila dengan buku buku SIDNEY SHELDON.
Whindmills of The Gods, buku setebal 543 halaman, bercerita tentang seorang wanita Mary Ashley yang dijadikan target untuk dibunuh oleh sekelompok orang yang sangat berkuasa dari Barat dan dari balik Tirai Besi. Angel, seorang pembunuh bayaran yang paling kaliber telah disewa. Sendiri tanpa teman hidup di negeri asing, Mary harus menerima ancaman demi ancaman, teror pembunuhan yang tak terlihat. Dua pria menawarkan bantuan dan dua duanya amat menarik sekaligus penuh misteri. Keduanya mengacaukan hatinya yang kesepian. Mike Slides pria tampan dan kasar juga seenaknya, diplomat karier dan Deputy Chief of Misson Kedubes Amerika di Rumania ; dan Louis Desforges, dokter Perancis yang lembut dan hangat, yang telah menyelamatkannya dari usaha penculikan. Kenyataannya , satu diantara mereka berdua, ingin membunuh Mary.
Betul kan, tak ada hubungannya sama sekali dengan peristiwa meteor jatuh ? xixixi
Buku kedua yang sudah kulahap adalah The Sands Of Time. Yang ini juga seru. Kisah empat biarawati yang tiba-tiba terlempar ke luar lingkungan biara mereka terseret dalam perjuangan keras antara gerakan separatis Basque di bawah pimpinan Jaime Miro yang idealis dan penuh karisma. Dan Angkatan Darat Spanyol di bawah komando kolonel Ramon acoca yang bertekad menumpas mereka semua. Yang juga menarik dari kisah perjalanan mereka adalah latar belakang kehidupan mereka sebelum menjadi biarawati. Seru.
Buku yang tengah kubaca yakni Are You afraid of The dark. Baru beberapa halaman. Belum bisa bercerita tentang buku yang juga ditulis oleh Sidney Sheldon ini. Jujur saja aku ingin mendapatkan sedikitnya beberapa alinea atau beberapa penggalan kalimat dari buku ini yang bercerita tentang METEOR JATUH....xixixixi..ya saiapa tahu. Tahu siapa....
|
Disarankan: 0
 |
| |
rianz Minggu, 2 Mei 2010 @ 08:37 WIB
 (Reply)
yah... aku pikir bunda lg beraksi jd reporter... tnyata...
|
|
 |
 |
 |
|
|
Senin, 8 February 2010 @ 13:02 WIB - Diari
Empat Negara satu rasa satu jiwa. Sastrawan-sastrawan dari Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam tergabung dalam Group Pembuatan Buku-Buku Untuk Kemanusiaan telah melahirkan buku-buku untuk disumbangkan bagi kemanusiaan, dan ditujukan kepada setiap insan yang mengalami penderitaan akibat bencana dan tragedi kemanusiaan lainnya. Proyek ini dikoordinatori oleh bapak Leonowens SP, seorang sastrawan dunia.
Kita patut berbangga hati atas kepedulian dari penulis-penulis yang terlibat dalam proyek kemanusiaan ini; dan dihimpun dari berbagai suku, ras, agama, dan golongan yang berbeda.
Karya tulis serta kepedulian yang diawali dari bencana alam gempa di Sumatera Barat 30 September 2009 lalu, telah mempersatukan banyak orang untuk berbuat hal yang positif bagi sesamanya. Demikian juga dalam dunia sastra yang telah berbuat bagi sesama manusia di dunia.
Group Pembuatan Buku-Buku Untuk Kemanusiaan akan mengadakan sebuah acara launching buku, sebagai langkah awal dalam proyek besar bagi kemanusiaan ini:
- Padang 7,6 Skala Richter - Suara-Suara Nurani dan Kalbu - Suara-Suara Adam - Suara-Suara Hawa - Jejak Para Kaul I - Jejak Para Kaul II
Pada : Hari Sabtu, 13 Februari 2010 Tempat : Newseum Café, Jl. Veteran No. 33 Jakarta Pusat Waktu : Pukul 16:00 – 20:00 WIB
Pembicara : - Bapak Leonowens SP (Koordinator, Sastrawan & Esais)*** - Ibu Yoen Aulina Casym (Ketua Panitia) - Salbiah Sirat (Editor Tamu dari Singapura)
Moderator: Eris Adlin (Redaktur pada Harian Bisnis Indonesia)
Publikasi: Okky Sastrawiguna
Semoga segala niat baik dari sastrawan-sastrawan 4 negara bagi kemanusiaan ini akan semakin bermanfaat untuk hari-hari mendatang. Amin.
|
Disarankan: 0
Senin, 7 Desember 2009 @ 08:40 WIB - Diari
Dua Puluh Empat Agustus Dua Ribu Enam
"Bu, sekarang hari sabtu kan..?Aku mau ketemu ayah, kangen buuu..!!!” Itulah sepenggal kalimat yang diucapkan anak itu. Bocah laki laki, berusia 7 tahun.
***
Entah sudah berapa puluh kali aku tak sempat menghitungnya, ungkapan itu terlontar menjadi menu sarapan di hampir setiap Sabtu pagi. Bergegas kumandikan dia, sejenak kemudian sudah siap dengan baju kebanggaannya setelan Spider Man. ”Huuuupp....siap bu, cepetaaaannn " ,celotehnya. Tidak berapa lama, seorang laki laki sudah menyongsongnya. Tidak turun dari mobil, cukup hanya dengan satu pijitan di klakson nya, bocah yang wajahnya ceria itu, secepat kilat sudah berada di samping kemudi.
***
Tak ada kata yang terucap dari bibir lelaki itu, sedikit ujung bibirnya terangkat, matanya yang bulat, memberikan sejuta isyarat.Ahh betapa sulit memaknai nya. Dan membiarkanku terpana, tapi tidak, masih terlampau banyak pekerjaanku hari ini.
** Siang berganti petang. Senja merah terlukis indah. Awanpun berarak pulang lalu malampun datang. Suara yang sudah tidak asing dari telepon selulerku sedikit mengejutkanku. "Kami mau nginap di luar..!!” Mulutku masih ternganga untuk mengucapkan sepatah kata, namun hp itu sudah terlanjur ditutup. Aku terpana dalam diam.
**
Seharusnya aku tidak perlu khawatir ketika anak itu bersamanya toh lelaki itu sudah faham, apa yang harus dilakukan dan apa saja yang dibutuhkan oleh bocah itu serta,,,dengan siapa ia bersamanya. Namun selalu saja ada sesuatu yang mengiris. Rasa sakit yang belum mampu terobati. Dan khawatirku selalu hinggap.
** Keesokan harinya, Minggu pukul empat sore, aku dikejutkan oleh teriakan anak itu. ”Bu, aku pulang, ini bantuin dong bu, berat", katanya. Kusongsong dia lalu kuciumi tengkuknya. Ah, wangi tubuh itu telah beralih. Perasaanku kian terperosok jauh. “Duuuuuhh anak ibu, koq perginya lama lama, pake nginap segala?”. Anak itu tidak mengacuhkan pertanyaanku, malahan asyik dengan mainan barunya. Kutoleh lelaki tadi barangkali masih berada di balik pintu. Namun suara mobilnya pun sudah tak terdengar. Tak sepatah katapun terucap dari mulutnya, entah apapun itu. Dan aku sudah sangat terbiasa..
***
Kurapikan tas yang barusan kubawa, lalu kubuka satu persatu, satu stel baju tidur bekas dipakai semalam, alat alat mandi, tiga stel pakaian semuanya serba baru, beberapa batang coklat dan makanan ringan lainnya.. Kubuka dan kukeluarkan semua isi tasnya, dan tiba tiba aku terhenyak, ada sebuah amplop putih, pasti ini surat, tumben. “Maafkan aku, ini adalah hari terahir aku bisa bersamanya. Aku tidak bisa katakan apakah aku akan kembali atau tidak, biarlah waktu yang akan menjawab.Besok pagi jam 10 aku sudah take off.....” Kubaca berulang kali tulisan itu, tapi isinya masih tetap sama. Tiba tiba ada rasa sakit yang teramat sangat mencabiku Kusapu air mata yang tiba tiba merembes membasahi kelopak mata, membasahi hampir seluruh permukaan wajahku. Apakah aku harus meneleponnya dan cukup berkata : “Please Don’t Go..!!” Lalu dia akan tersenyum bangga karena keinginannya sudah terpenuhi...atau... akan kubiarkan keangkuhan ini tetap tertimbun hingga menjadi bebatuan yang makin keras dan kaku ?
*** Setahunpun berlalu. Suatu hari, Sepucuk surat kembali mengejutkanku. “ Besok aku akan pulang ke Jakarta, sudah ada pengganti mu di sana, dan kami akan menikah minggu depan.Aku akan memulai kehidupan baruku, titip dia. Dan jangan katakan padanya bahwa aku kembali, sudah cukup dia tersakiti selama ini”
** Aku terpana, sejenak kemudian kupandangi ticket penerbangan besok jam 10 Kupandangi tas pakaian yang sudah berjejer. Kupandangi anak itu dari kejauhan. Tanpa rasa sakit dan tanpa air mata. Kupandangi semuanya... Aku terdiam dan terpaku
** Samar-samar dii ruangan depan terdengar celotehannya. Ia tengah bermain dengan temannya “ Besok aku akan bertemu ayah, mau terbang naik pesawat”
****
Special just for my inspiration, Ragam Raihan. " U R My life..."
|
Disarankan: 0
 |
| |
ja_ro_ni_pon Senin, 7 Desember 2009 @ 15:11 WIB
 (Reply)
tetap tegar dan semangat jadi seorang bunda bund . percayalah kalau allah akan menguatkan bunda,, dan memberi yg terbaik tentunya...
 |
 |
| |
 |
ja_ro_ni_pon Senin, 7 Desember 2009 @ 15:15 WIB
eh ada yg ketinggalan,, awalnya sy baca di notes fb kirain ini cerpen bunda,, makin dibaca-makin dibaca,, sy nemu dek agam habis disunat di bawahnya,, hehe. ternyata ini curhatan bunda beneran :d
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
rianz Selasa, 8 Desember 2009 @ 10:15 WIB
 (Reply)
halo bunda. tetap semangat ya... selalu ada hikmah di balik sesuatu
|
|
 |
 |
 |
| |
lifestyle on the net Selasa, 15 Desember 2009 @ 11:18 WIB
 (Reply)
speechless
 |
 |
| |
 |
t'ok ok Kamis, 17 Desember 2009 @ 17:30 WIB
|
| |
|
|
 |
 |
 |
|
|
S E L A N J U T N Y A »
|
|
Created on:
Jumat, 30 Mei 2008 @ 18:46 WIB |
|
|