Pemirsa INDOSIAR Yang Budiman,
nantikan kunjungan SAFARI DAKWAH
oleh Da'i Sejuta Masjid
Al Ustadz Ahmad Tarmizi
" Jasmani Berfikir, Rohani Berzikir "
Di Kota Anda
PUNYA MASALAH DALAM BERIBADAH, KEPENGEN SHOLAT KHUSYUK ?, MENGINGINKAN KETENANGAN JIWA ?? AJUKAN PERTANYAAN ANDA KEPADA SANG DA'I .
HANYA DENGAN Rp. 50.000,- (termasuk ongkos kirim) ke Rek Bank Mandiri AN. AHMAD TARMIZI 111-00-0481325-5 PEMIRSA AKAN MENDAPATKAN PAKET BIMBINGAN 1. SHOLAT KHUSYUK 2. MERAIH KETENANGAN JIWA 3. TEKHNOLOGI AL QURAN....SEGERA...
SEGERA... KIRIM DATA ANDA (ALAMAT HARUS LENGKAP) KE EMAIL: indosiarchannel@yahoo.co.id / al_ustadz_tarmizi@sctvonline.com / sms ke 081266506555
Assalammualaikum w.w............ Pemirsa yang budiman, kita wajib bersyukur kehadiran ALLAH SWT atas nikmat-nikmat yang telah demikian banyak ALLAH berikan kepada kita, saya yakin ketika anda membaca tulisan ini anda sedang merasakan nikmat sehat, nikmat kesempatan serta nikmat hidup dari ALLAH SWT. Pemirsa....... pada kesempatan ini saya sedikit ingin berbagi cerita mengenai perjalanan yang sedang saya lalui, yang namanya hidup tentu kita senantiasa akan berhadapan dengan berbagai hal, diantaranya ada yang suka dan tentu ada juga yang duka, sebagaimana firman ALLAH : "Di Balik Kesusahan Disana Terbentang Kebahagiaan". .......SUKA...........Sepanjang perjalanan yang saya lalui saya sangat berbahagia sekali karena masyarakat selalu dapat menerima kehadiran saya ketika saya berada dilingkungan mereka. dari masing masing daerah seperti Aceh, Sumatera utara, Riau saya berhasil mengkoleksi +/- 270.000 masjid dan musholla,dan sekarang saya berada diprovinsi Sumatera Barat. Saya mulai memasuki Sumatera Barat Tanggal 10 Agustus 2008 Alhamdulillah segalanya berjalan dengan lancar, namun ada sedikit keanehan disumatera barat negeri yang dikenal dengan tingginya nilai Agama, saya mulai menemui rasa duka yang sedikit tergores dinaluri saya, hingga timbul pertanyaan dihati "Benarkah Sumatera Barat Daerah Yang Tinggi Nilai Islamnya ???????", Dari 3 daerah yang telah saya lalui, saya tidak pernah menemui adanya sapaan masyarakat jika ada yang berjalan kaki pakai sarung ditegur dengan istilah "JAMAAH TABLIGH" atau "USMAN BIN DEYEN LEWAT" dan bahkan yang sangat menyedihkan lagi adalah ketika saya mengajukan sapaan "ASSALAMMUALAIKUM" ke masyarakat malah saya lebih sering diberi jawaban " MAAF DULU YA PAAAK !!!", kejadian ini saya cerita kepada beberapa orang jamaah masjid yang saya temui ketika saya memberikan pengajian, dari pertemuan tersebut saya disarankan agar mengurus surat dukungan dari fihak terkait agar perjalanan saya ini resmi adanya, memang saya akui safari dakwah yang jalankan ini tidak ada izin sama sekali, hal itu saya lakukan karena saya yakin HHAL YANG BERHUBUNGAN DENGAN AGAMA TIDAK PERLU IZIN-IZINAN, HANYA SAJA IZIN ITU YANG SANGAT PENTING ADALAH DARI ALLAH, Setelah berbagai pertimbangan maka saya membuat keputusan untuk segera mengurus surat izin yang berguna bagi saya, semoga dengan adanya surat izin tersebut perjalanan saya lebih terasa lancar dari sebelumnya, namun diluar dugaan saya apa yang terjadi ??????????????????, maklum saya manusia yang sama sekali tidak pernah mengenal berkaitan dengan birokrat dan nggak mengerti soal izin-izinan, malah ketika saya mencoba mengurus izin, saya bahkan menemui banyak masalah dan problem. awalnya saya coba urus kefihak kelurahan dalam hal ini lurah Tanjung Sabar Kec Lubuk begalung, dengan tegas Lurah bersangkutan menyatakan pada saya tidak mendukung syiar dakwah yang saya jalankan, saya tidak mundur ketika itu saya coba cari jalan lain yakni saya coba menemui Camat Lubuk Begalung, namun tanpa diduga sampai hari ini, ketika saya menulis goresan ini saya tidak dibenarkan untuk menemui Camat, Sementara itu saya tidak mau tinggal diam saya coba ke Dewan Masjid Sumatera Barat yang ada di Masjid Nurul Iman Padang, saya disarankan untuk menemui Gubernur Sumatera Barat Bapak Gumawan Fauzi, Maklum mungkin Gubernur lagi sibuk sampai sekarang saya belum bisa menemui beliau, namun sementara itu saya disarankan untuk membuat surat yang ditujukan kepada Gubernur Sumatera Barat, alkisah surat saya buat dan saya masukkan pada tanggal 27 Agustus 2008, tak disangka apa yang terjadi ?????????????, saya dijanjikan surat selesai dalam 1 (satu) minggu oleh bagian BIROSPORA, surat diterima yang oleh Bu Eti, atas perintah Pak Akmal Di ruangan BIROSPORA kemudian saya tunggu 1 minggu surat nggak juga keluar, beberapa hari kemudian saya kembali lagi ke Gubernuran saya temui pak Akmal, dengan rasa kecewa ketika saya mendengar jawaban pak Akmal: " BAPAK GUBERNUR TIDAK MAU MEMBERIKAN DUKUNGAN UNTUK SAFARI DAKWAH SEJUTA MASJID YANG ANDA JALANKAN ", Untuk selanjutnya saya disarankan menemui Asisten pribadi Gubernur, kemudian saya menemui pak Devi, disana saya berdialog sejenak walau dengan sambutan dingin oleh pak Devi, lalu kesimpulan akhir pak Devi "NANTI SAYA BICARAKAN KEMBALI SAMA PAK AKMAL".....tanpa ada batas waktu penantian......... Pemirsa yang berbahagia, akhir kisah ini saya bersyukur kehadiran ALLAH SWT karena saya diberikan kesempatan oleh ALLAH untuk merasakan bagaimana kalau masyarakat awam berurusan dengan fihak Birokrat / pemerintahan. kesimpulan yang saya buat adalah " WAJAR BILA RAKYAT TIDAK MAU BERURUSAN DENGAN FIHAK BERWEWENANG, KARENA KESULITAN DAN TETEK BENGEKNYA TERLALU BANYAK OVER SANA, OVER SINI BAHKAN RAKYAT YANG JELAS TIDAK MENGERTI DIJADIKAN BOLA YANG MANTUL SANA MANTUL SINI SEHINGGA SAYA BISA NGERTI KENAPA MASYARAKAT LEBIH SUKA BERPRINSIP LEBIH ENAK YANG ILLEGAL DARIPADA LEGAL......JAWABANNYA ADALAH "URUSANNYA RUUUUMIIIIIIT"........... Bersambung......................
hermanMinggu, 9 November 2008 @ 11:45 WIB
 (Reply)
saya simpati dengan usaha anda untuk berdakwah.. namun perlu anda pahami bahwa dibutuhkan keikhlasan dan kerendahan hati dalam menghadapi tantangan, karena setiap tantangan akan dibalas dengan pahala dari allah...
semoga anda tetap sehat...kembangkanlah dakwah dengan santun...dan jangan menyebar fitnah atas ketidaksabaran anda dalam mengurus izin ke pemerintah...semoga alla membukakan hati anda untuk berdakwah tidak dengan fitnah....
MENUJU JIWA YANG TENANG Dalam setiap langkah kaki menjalani hidup di bumi ALLAH manusia pasti menghadapi dua hal, yakni menerima nikmat dari ALLAH dan mendapat musibah atau cobaan dari ALLAH, dalam ini bagaimana manusia menyikapi kedua hal tersebut. Dalam ajaran islam seandainya bumi ini dibelah menjadi 2 bagian, maka belahan pertama merupakan nikmat dari ALLAH dan belahan yang kedua merupakan musibah atau cobaan dari ALLAH. 1. Nikmat dari ALLAH apakah seseorang bersyukur atas nikmat yang ALLAH berikan kepadanya, atau bahkan membuat dirinya lalai mengingat ALLAH. ketika ia menerima suatu hal yang membuat dirinya bahagia, puas dengan apa yang telah didapatkannya, baik itu berupa harta kekayaan, uang atau segala sesuatu yang berbentuk materi akankah ia sadar bahwa apa yang didapatinya adalah ujian dari ALLAH dalam artian mungkinkah ia lengah dengan apa yang ia dapat sehingga membuat dirinya lalai dan lupa untuk mendekatkan diri kepada ALLAH. Dalam hidup ini menerima rezeki juga merupakan ujian dari ALLAH, manusia diuji dengan kecukupan dan kepuasan, namun perlu diingat walau bagaimanapun yang namanya rezeki manusia hanya terdiri dari tiga (3) macam seperti apa yang telah ALLAH sampaikan dalam hadits Qudtsi “ Wahai manusia…..harta adalah harta Ku, sedangkah engkau adalah hamba-hamba Ku, engkau tidak akan mendapat apapun dari harta-harta Ku kecuali, yang engkau makan lalu engkau habiskan, yang engkau pakai lalu engkau lusuhkan dan yang engkau sedekahkan lalu engkau abadikan” dari hadits tersebut dapat diambil kesimpulan : pertama dari rezeki manusia adalah segala sesuatu yang dimakan lalu dihabiskan, seperti halnya uang yang ada didompet, tidak termasuk rezeki seseorang karena suatu saat uang itu bisa saja hilang atau sobek sehingga tidak dapat dipergunakan, atau persiapan belanja yang ada dirumah atau stok makanan yang ada dilemari, bahkan hidangan makanan yang ada diatas meja semua itu belum termasuk rezeki manusia, karena bisa saja makanan – makanan itu akan busuk sebelum dimakan, atau dimakan kucing dan tikus. Jadi yang mana rezeki manusia ?, tidak lain yang pertama adalah segala sesuatu apa yang telah dimakan lalu ditelan kemudian dihabiskan. kedua dari rezeki manusia adalah yang dipakai lalu dilusuhkan, seperti halnya pakaian, kendaraan, rumah, ruko, kantor serta mesjid sebagai tempat untuk beribadah. Itu semua merupakan rezeki bagi manusia selagi masih bisa dipakai dan dimanfaatkan, kendaraan adalah rezeki bagi seseorang apabila kendaraan tersebut masih bisa dipakai oleh sipemilik nya namun apabila suatu saat terjadi kerusakan atau malah tabrakan sehingga kendaraan tersebut tidak bisa dipakai lagi, itu berarti kendaraan tersebut tidak rezeki sipemiliknya lagi. Demikian juga dengan rumah selagi masih bisa ditempati rezeki manusia namun apabila terjadi kebakaran atau runtuh dihantam gempa bumi maka habislah kapasitas rezeki seseorang terhadap rumah tersebut. Juga mesjid, ruko dan kantor atau segala sesuatu yang berhubungan dengan yang masih bisa dipakai lalu dilusuhkan, selagi masih bisa dipakai itu merupakan rezeki manusia namun setelah itu apabila telah usang dan rusak maka habislah batas rezeki tersebut.ketiga dari rezeki manusia adalah yang disedekahkan lalu diabadikan, sedekah merupakan rezeki yang sangat luar biasa kapasitas keagungannya, ternyata ketika seseorang bersedekah sipemberi bukanlah mengurangi rezekinya malah ia akan menambah apa yang kini ia miliki, namun dalam hal bersedekah maka perlu adanya keikhlasan sehingga apa yang disedekahkan tersebut mendapat berkah dari ALLAH. Ikhlas dalam arti kata yang bagaimana ???, berbuat sesuatu tanpa pamrih, melakukan sesuatu dengan tidak mengharapkan balasan, tulus atau rela berbuat dan bahkan sangat banyak pengertian ikhlas yang bisa kita fahami, namun dalam hal ini salah satu gambaran ikhlas adalah :“Bagaikan seekor semut hitam, diatas batu hitam, ditengah malam yang sangat kelam” semut hidup dan bergerak tapi tidak kelihatan, disitu ada kehidupan. Demikian juga dengan ikhlas, berbuat sesuatu tapi tidak ada seorangpun tahu.2. Cobaan dari ALLAH Pada masa sekarang ini sangat banyak musibah yang terjadi, silih berganti tiada henti seperti banjir, gempa bumi, tanah longsor, kabut asap, kebakaran dan lain sebagainya, apabila manusia mau berfikir apa sesungguhnya yang telah terjadi ???, maka dapat disimpulkan bahwa semua kejadian dan gejala alam tersebut bukan lagi peringatan dari ALLAH, tetapi semua itu adalah azab dari ALLAH, selama ini ALLAH telah sangat begitu banyak memberikan peringatan kepada manusia tetapi manusia tidak menyadari dan bahkan tidak mau peduli dengan apa yang telah terjadi, bagaimana harus menyikapi hal-hal yang terjadi selama ini ???. Lalu apa bentuk peringatan yang telah ALLAH tunjukkan kepada manusia.?? Contoh yang dapat diambil adalah diangkatnya seorang pemimpin, disuatu daerah misalnya diangkat seorang pemimpin yang cacat misalnya buta atau lumpuh, ini jelas merupakan peringatan dari ALLAH yang tanpa disadari oleh berbagai fihak, dalam hal ini ALLAH memperingatkan bahwa semua yang ada didaerah tersebut telah cacat etikanya dan telah buta mata hatinya, dinampakkan dengan pemimpinnya saja sudah buta apalagi dengan dengan rakyat yang telah memilihnya, kemudian sebagai contoh peringatan ALLAH yang lain adalah diangkatnya seorang pemimpin wanita, sesungguhnya ALLAH memperingatkan bahwa didaerah tersebut tidak ada laki-laki, dalam Al-quran jelas menyatakan bahwa wanita tidak boleh menjadi pemimpin. Dalam hal ini perlu koreksi dan instropeksi dari manusianya bagaimana menyadari bahwa selama ini ALLAH telah banyak memberikan peringatan kepada semua namun sayang manusianya tidak sadar dengan apa yang telah diperingatkan ALLAH. Bila mau memperhatikan coba kita telaah bagaimana kehidupan yang sekarang sedang kita jalani, aneka kehidupan yang sedang berjalan sekarang tidak ubahnya disaat kita berada di simpang empat yang ada lampu lalu lintasnya, disimpang tersebut apabila kita mau lurus tentu harus berhenti dahulu karena disana ada lampu merah yang memperingatkan kita untuk berhenti, namun bagaimana kalau kita mau kekiri tentu silakan melanjutkan perjalanan karena disana belok kiri silakan jalan terus, demikian yang kita jalani sekarang apabila mau lurus harus berhenti dahulu karena ada peringatan, namun apabila mau kekiri kiri pekerjaan kita silakan terus, nyatanya segala bentuk kemaksiatan dan kebathilan yang sedang maraknya terjadi dibiarkan saja tanpa ada satu fihakpun mau bertindak, seperti judi dan prostitusi bahkan disediakan tempatnya oleh fihak terkait dengan alasan supaya tidak mengganggu ketertiban umum, yang anehnya lagi sudah jelas-jelas menyediakan tempat untuk berbuat maksiat malah disahkan dan diresmikan, tanpa ada merasa salah dan dosa, ini merupakan hal yang sangat perlu dipertimbangkan dan difikirkan sampai kapankah negeri ini akan larut dengan corak kehidupan yang tidak bisa membedakan mana yang haq serta mana yang bathil. Dan bahkan jangan hanya sebatas difikirkan mesti ada tindakan tegas yang harus berani ditindak lanjuti agar kebathilan dan kemaksiatan bisa dibasmikan dari negeri ini. Pengaruh barat, eropa serta westernisasi sangat marak menguliti kehidupan generasi islam pada masa sekarang ini, hal tersebut jelas tampak dari gaya hidup generasi dilingkungan kita sekarang ini, dengan alasan mode dan trendy. Tanpa disadari mode dan trendy itulah yang menghancurkan generasi, bisa kita perhatikan dengan cara berpakaian, mode potongan rambut bahkan yang lebih menyedihkan lagi adalah pola fikir dan cara hidup mereka yang sama sekali tidak menggambarkan cara dan adab hidup pola islam, yang muda tidak santun pada yang lebih tua, yang kecil tidak hormat dengan yang lebih besar, serta hilang sifat harga menghargai antar sesama. Seperti halnya corak beribadah yang pada zaman milenium sekarang ini sangat jauh berbeda dengan corak ibadah pada zaman abad 19 dan sebelumnya. Dahulu musholla, surau dan mesjid terbuat dari kayu tetapi hati jamaah nya terbuat dari batu, berbeda dengan sekarang surau, musholla dan mesjid terbuat dari batu tetapi hati jamaah nya terbuat dari kayu, pada masa lalu tidak ada yang namanya kelompok remaja mesjid, namun remaja masa lalu senantiasa berada dimesjid bahkan selalu meramaikan mesjid, surau dan musholla, berbeda dengan sekarang dimana mana senaniasa ada yang namanya kelompok remaja mesjid, tapi aneh yang namanya remaja tidak pernah ada dimesjid, bahkan yang lebih parahnya lagi ketika pada waktu sholat-sholat fardhu lima waktu, yang hadir berjamaah hanyalah 5 atau 6 orang saja. Dan bahkan ada juga yang berjamaah hanya 2 atau 3 orang saja, hal seperti ini bukanlah rahasia umum lagi, hampir semua mesjid yang ada diberbagai daerah keadaannya tidak jauh berbeda, mesjid dibuat dengan megah dan gagah nya namun sayang tidak dimanfaatkan sebagaimana mestinya. Bagaimana hal nya dengan meramaikan mesjid, sholat dimesjid yang diharapkan bukan hanya pahala yang dijanjikan ALLAH 27 derajat dari sholat sendirian dirumah, ada makna lain yang dapat kita raih dengan senantiasa meramaikan mesjid. Seperti sebuah kisah seorang murid dengan wali kelas, ada seorang murid yang bila ditinjau dari segi IQ nya, murid tersebut hanyalah mempunyai kemampuan berfikir menengah kebawah, tapi sang murid tersebut setiap hari ia selalu datang kerumah wali kelasnya. Apa saja yang dapat dikerjakannya dirumah wali kelas nya itu selalu dilakukannya, seperti menyapu halaman, membersihkan kamar mandi dan yang lain sebagainya, sang murid selalu datang meramaikan suasana dirumah wali kelasnya itu, suatu hari ketika ujian kenaikan kelas datang, ternyata hasil ujian diatas kertas nilai sang murid ini jatuh dan sangat mengkwatirkan, secara manusiawi karena rajinnya murid tersebut datang kerumah wali kelasnya dan tiap hari membantu segala pekerjaan yang ada dirumah wali kelasnya, apakah tega wali kelasnya itu membiarkan murid tersebut tidak naik kelas, alhasil sang wali kelas tentu berusaha untuk memperjuangkan murid tersebut untuk naik kelas atas dasar kerajinannya tersebut, demikian juga dengan manusia apabila rajin dan seantiasa ikhlas meramaikan mesjid, surau atau musholla tentu merupakan nilai tersendiri dari ALLAH agar hambanya tersebut bisa tergolong orang – orang yang beruntung. dalam salah satu surat Alquran ALLAH bersumpah demi masa terhadap manusia, bahwa sesungguhnya manusia itu senantiasa dalam keadaan merugi, apabila mau mendapatkan keuntungan atau ingin tergolong menjadi orang-orang yang beruntung maka manusia harus memenuhi empat syarat yang mana dalam hal ini tidak boleh satu syarat pun dari keempat syarat tersebut ditinggalkan, maka apabila mau beruntung maka harus memeuhi 4 syarat yakni:1. Beriman : bagaimana dengan beriman ???, sering kita mendengar adanya istilah iman dan taqwa. namun pernahkan kita tahu bagaimana bentuk iman dan taqwa itu ???, iman dan taqwa tidaklah berbentuk namun dari iman dan taqwa ada gejalanya, seperti halnya dengan lampu dan kipas angin, mengeluarkan cahaya pada lampu merupakan gejala adanya listrik, serta bergerak berputar pada kipas angin juga merupakan gejala adanya listrik, apabila tidak ada listrik pada lampu dan kipas angin sudah pasti lampu tidak akan menyala dan kipas angin tidak akan berputar, bagaimana dengan bentuk listrik apakah ada yang tahu ???, ternyata tidak ada seorangpun yang tahu bagaimana bentuk listrik, listrik ada lampu tidak menyala maka lampunya yang korslet, listrik nya ada kipas angin tidak berputar maka kipas angin nya rusak, ngakunya islam, beriman dan taqwa tapi tidak sholat berarti manusianya yang korslet, ngakunya islam, beriman dan bertaqwa tapi tidak mau bersedekah, tidak mau puasa dan tidak mau mengeluarkan zakat berarti manusianya yang rusak. Tingkat iman pada makhluk ciptaan ALLAH ada 4:1. la yazid wa la yan qushuk : tidak pernah bertambah dan tidak pernah bekurang. 2. yazid wa la yan qushuk : terus bertambah tapi tidak pernah berkurang.3. yazid wa yan qushuk : kadang-kadang bertambah dan kadang-kadang berkurang.4. la yazid wa la yan qushuk : tidak pernah bertambah tapi terus berkurang.Dari keempat tingkatan tersebut, manusia ternyata berada pada tingkat yang ketiga. Tingkatan yang pertama merupakan tingkatan para malaikat, iman para malaikat senantiasa tetap dan konstan tidak pernah berubah. Sedangkan tingkatan yang kedua adalah tingkatan para nabi dan rosul, iman para nabi dan rosul tidak pernah berkurang bahkan terus bertambah. Bagaimana halnya dengan tingkatan ketiga ???, ini merupakan tingkatan manusia yang imannya kadang kadang bertambah dan bahkan kadang kadang berkurang. Kapan imannya bertambah ??? ketika ada masalah, ketika ada musibah, dan ketika keadaan hidup sedang payah, dalam keadaan ini biasanya manusia selalu taat untuk beribadah dan selalu mendekatkan diri kepada ALLAH, bisa kita perhatikan ketika seseorang sedang sakit maka ia selalu berzikir menyebut nyebut nama ALLAH, walaupun kita tahu sebelumnya ketika masa sehatnya, ia bahkan sangat jauh dari ALLAH, demikian juga ketika adanya bencana seperti gempa, longsor dan lain sebagainya tentu pekikan serta teriakan kalam ilahi senantiasa berkumandang, dan selalu kedengaran karena pada saat itu mereka merasakan ketakutan yang sangat mencekam dan mendalam,
Manusia tidak perlu hidup dimasa lalu tapi dimasa sekarang, dan dimasa yang akan datang lupakan segala duka dan memori pahit yang mungkin terpatri di otak buang semua itu dan tatap masa depan dengan tatapan yang baru apabila kemarin berjalan tanpa melibatkan ALLAH sekarang saatnya untuk berjalan bersama ALLAH dengan mengingatnya ALLAH senang melibatkan diri di kehidupan orang-orang yang mengundang dan mengingatnya bila ALLAH sudah mau terlibat tidak ada hutang yang tidak bakal terbayar tidak ada penyakit yang bakal tidak tersembuhkan tidak ada pasangan yang tidak beroleh keturunan tidak ada resah, gundah dan gelisah dihati kecuali ALLAH menghendaki suatu hikmah kehidupan yang layak
HEY SAHABAT SETIA INDOSIAR, MARI KITA BERIKAN DUKUNGAN AMA SANG DA'I YANG LAGI MENJELAJAH RI NICH, PERJALANAN SAFARI DA'WAH SANG DA'I KE SEJUTA MASJID YANG ADA DI SELURUH INDONESIA DAN DUNIA, DAN AKAN MEMBERIKAN SANTAPAN ROHANI BUAT KITA-KITA SEMUA, SANG DA'I AKAN MENGKOLEKSI FHOTO-FHOTO MASJID DAN MUSHOLLA YANG ADA DI SELURUH INDONESIA LHOOOO, DENGAN DEMIKIAN KITA BISA LEBIH TAHU BAGAIMANA PERKEMBANGAN ISLAM DINEGERI KITA
Segera Dapatkan kaset dan CD .......
Jasmani Berfikir, Rohani Berzikir ..............
Al Ustadz Ahmad Tarmizi.....