HOME BLOG
   
  the other foolblack
http://freeblack.bloggaul.com
Login | Belum terdaftar? | Lupa password?  
   
   

PENGUMUMAN:
Promosikan buku-buku Anda di Google - gratis
 
RST
Rabu, 14 Maret 2007 @ 11:02 WIB - Diari


Renungan Sebelum Tidur

Terdengar lagu Ebiet G Ade di temaram dan heningnya malam. Lagu yang di dengungkan oleh penjual rokok depan rumahku. Yang buka hingga larut malam. Radio kecilnya setia menemani kesunyian dalam pencaharian rizki yang terbagi dalam setiap asa.

“Perjalanan Ini …terasa sangat meletihkan…”


Pikiran ku melayang dalam ketegangan yang memuncak. Bencana akhir-akhir ini selalu hinggap di bumi pertiwi ini. Seakan kemarahan alam tak hentinya menyeruak masuk dalam ketenangan yang selalu dimiliki bangsa ini.

Cucuran air mata mulai mongering. Lalu basah kembali. Begitu berulang-ulang hingga hati ini lelah. Dan tak tahu harus berbuat apa.

Teringat betapa kejamnya manusia berhati setan.

Menggali lubang terdalam untuk menghisap cairan bumi. Dijadikannya aspal, bahan bakar minyak. Dan hasilnya ozone terlubangi. Bumi hancur, menganga.

Membabat hutan demi kayu-kayu. Penghasilan yang fantastis. Triliyunan rupiah berhasil di kantongi. Lalu banjir bandang datang. Dan rumah kami tersapu air bah.

Melembahkan gunung-gunung tinggi demi pasir logam. Emas, tembaga, perak, uranium dan semua logam yang menghiasi hidup. Kini hanya hamparan danau limbah yang mematikan yang dapat kami nikmati.

Lalu ketika ku berteriak-teriak lantang demi kedamaian dan keasrian bumi ini. Aku mungkin lupa. Aku memakai boot dari plastic yang tak bisa hancur oleh tanah hingga tiga ribu tahun. Kantong belanjaanku pun plastic, yang kubuang sembarangan di mana ku mau.

Rumahku sebagian besar adalah kayu. Kayu dari hutan yang ku larang untuk kutebang. Tapi sekarang bertebaran indah di lantai dan dinding rumahku yang bernuansa natural dan minimalis. Aku selalu di puji akan keindahan rumahku. Sedangkan pemilik rumah di pinggir hutan itu akan tertimpa banjir hingga rumahnya akan hilang di sapu air.

Untuk mengokohkan tembok rumahku kupakai pasir halus. Yang di hasilkan dari dalam tanah, yang disedot, yang di gali dari kedalaman lima puluh meter. Yang menyisakan danau buatan. Yang mengambil semua air tanah di sekitarnya. Hingga kemarau tiba mereka tak lagi memiliki air di sumurnya.

Lalu batu untuk menyangga bangunanku, kuhasilkan dari meledakan bukit-bukit penyerap air di dataran tinggi. Hingga air terjun yang biasa ku kunjungi lenyap tak berair. Salahkah aku?

Tapi aku masih ingin berteriak. TOLONG! Jangan rusak alam kami. Aku ingin berteriak berjuta kali. Aku rela mengorbankan nyawaku untuk idealisme ku “jangan rusak alam kami!!” padahal aku telah ikut serta dalam merusak alam ini. Salahkan aku!

Hidupku amat salah. Hidupmu juga. Dan kami akan saling menyalahkan satu sama lain. Siapa yang membayar kami untuk berteriak. Siapa yang mempengaruhi kami untuk saling memaki.

Padahal kami semua salah.

Lalu bagaimana kami harus hidup?
Apakah harus kembali ke zaman purba?

Suatu ketika di suatu masa. Zaman itu akan kembali. Ketika alam ini hancur bersama ilmu pengetahuan. Dan hanya orang-orang yang bodoh yang tersisa. Seperti aku, kamu, kamu, kamu khususnya kamu..


Terdengar lagu sayup lagu ebiet kembali kini lagu yang berbeda..

“Kepadamu aku pasrahkan seluruh jiwa dan ragaku…”

dan aku terlelap di tengah gerimis malam itu.


Disarankan: 0
  Komentar: 0 | Beri Komentar    Recommen | Print


 

hitam putih hitamnya kedukaan dan kesukaan kalbuku
JACP
 
    » Profile
    » Buku Tamu
kutukupret
answer me..
empty skin
jealous guy
c u on da blog, again
Arsip Blog 
CARI BLOG:
lim
upil
ochep
Bisot Area
bayan semun
hideous
akh_ahmadsyah
haerulsohib
rhey_maniezt
henceu
Total: 461 
lemes pasti uju[blue]...
kerja disini aja....b...
nice writting... mem...
gue penasaran sama to...
pertanyaannya seperti...
 
 
Created on:
Senin, 6 November 2006 @ 15:22 WIB
 
   
 
Promosikan buku-buku Anda di Google - gratis
Blogger Peduli
Mind Mapping - cara baru untuk ngeBlog!
[<blink>indonesia 7...
[<blink>lagu etnik ...
[<blink>indonesia 6...
[<blink>indonesia 6...
grrrr... kesel banget
bali skies
visual1
bengkel hp bajo
bisnis gratis 100%
all about korea
 
   
   
    Copyright © 2004 PT. INDOSIAR VISUAL MANDIRI