| |
|
Minggu, 17 Mei 2009 @ 12:08 WIB - Diari
Lama sudah waktu itu berdetak,mengikuti irama ketukan ambisi, Terkadang aku selalu merenung ,hidupku sudah sampai birama ke berapa ?. Apakah sudah cocok dengan irama yang ada dalam jiwaku ini, aku tak habis pikir, karena memang saat ini pikiranku seakan mau habis, habis karena desiran-desiran ego yang begitu liar, Liar menjalar seolah sudah sempurna yang berefek arogansi.
Aku terkadang bertanya lagi dalam jiwa yang pening. Tuhan, apakah Tuhan itu masih bersemayam dalam berbagai lini, ataukah ia sengaja serta pura-pura tidak diketahui seperti apa wujudnya, ataukah Tuhan itu berpihak kepada siapa ?, pertanyaan-pertanyaan bodoh pikirku, tapi itulah sifat dasar manusia, selalu saja begitu dan begini,Tapi sebaiknya aku belajar saja,
Belajar pada budha cara meditasi yang baik,agar jiwa ini bisa tenang, belajar pada pastor tentang kasih itu seperti apa, agar aku bisa mewujudkan sebentuk cinta yang sebenarnya, belajar pada bunda Theresa tentang pengorbanan yang tiada pamrih untuk kemanusian agar aku tidak menjadi egois malah peduli sesama, Belajar pada kaum barbar yang hancur agar aku tidak seperti mereka, Belajar pada Gandhi dan Nelson Mandela tentang perdamaian, agar aku bisa mewujudkan hidup yang harmonis. Belajar pada Gichin Funakoshi tentang keberanian menempuh hidup melalui jalan Bushido. Belajar pada Muhammad tentang Rahmatan lil alamin, agar aku mengenal baik dan menjalankan agama yang tertera pada KTPku. Belajar pada manusia yang sok suci agar aku tidak suka memvonis tentang suatu hal. Karena aku tahu aku hanyalah manusia biasa. bahkan Belajar pada peralatan komputer sekalipun, agar aku selalu UNDER MAINTANANCE, karena aku tahu aku adalah manusia yang selalu hang,itu semua kulalukan agar selalu refresh keesokan harinya.
|
Disarankan: 0
Selasa, 21 April 2009 @ 08:54 WIB - Diari
Hari ini aku masih ingat ketika helai rambutmu terkibas,menari-nari lembut seperti mengajak menerobos ruang kegelisahan, aku terpana bagai kehilangan kesadaran, namun beruntunglah aku karena kau menamparku dari kebegoan, menyadarkan aku dari sifat ketamakan, membekukan keegoisanku untuk bisa berbagi terhadap sesama. Bahkan yang terpenting, engkau memacu andrenalin cintaku dengan kasih yang hakiki, kasih yang tersirat dalam lubuk hati yang paling dalam,deep down inside seperti kata bule-bule itu.
Saat itu aku ingat betul dan masih hangat bersemayam dalam memoriku, kamu mendekat erat kepadaku, lebih dekat, dan bibirmu itu menyandar di telingaku sambil berbisik "Rul, bukankah lelaki ada karena wanita, bukankah wanita yang membuat hidup ini paling indah, perhiasan dunia dan bisa juga menjadi perhiasan akhirat yang menjelma menjadi bidadari, Karena wanita itu sesuatu yang sensitif, tak ada alasan untuk tidak menghargainya, bahkan seharga jiwamu itu sendiri, maka jagalah ia Rul "
Namun kini kau telah menghilang entah kemana, berangkali terseret angin selatan yang begitu kuat tiupannya. aku telah mencarimu kemana-mana namun nihil juga, kenapa engkau pergi begitu saja tanpa memberitahuku, mungkinkah kamu marah, jengkel, dongkol. Aduh...entahlah aku sendiri bingung. Namun aku tidak pernah melupakan ucapanmu itu saat kita selalu bersama dulu, dan kini masih terus terbayang, semoga ilmu pengetahuan yang ada mampu membuat cloning dirimu, menjadi wanita indonesia yang hakiki seperti Ibu kita KARTINI.
Selamat Hari Kartini, wahai para wanita indonesia karyamu untuk bangsa ini selalu dinantikan.
|
Disarankan: 0
 |
| |
riu_aj Selasa, 21 April 2009 @ 10:41 WIB
 (Reply)
selamat hari kartini ya..... ngumung-ngumung, udah dapat blm kartininya ?
|
|
 |
 |
 |
| |
haerulsohib Rabu, 22 April 2009 @ 21:27 WIB
 (Reply)
belum, masih berkeliaran tuh
|
|
 |
 |
 |
|
|
Kamis, 26 Maret 2009 @ 22:29 WIB - Diari
Menangis serasa mau pipis kucoba menepis Sampai hati menjadi bengis semua persoalan yang mengiris
Pedas sungguh pedas makian dari sang kekasih yang terus menerus memelas hingga nyaris lukanya membekas namun kuademkan hati ini dengan syair bagai dalam kulkas Karena kusadar, hidup ini adalah seni nan indah dan bebas
Gemuruh ombak losari menyambut kebekuanku Menampar sukmaku yang nyaris terpaku Dalam genangan noda hitam gemerlapnya yang memukau Aku bangkit dan berteriak seperti orang yang sakau saking gemetarnya peluh dadaku Berharap perubahan berarti mendatangiku
jauh sudah langkah yang tertoreh dalam bingkai kerisauan Bersama jiwa-jiwa Kehausan Mencoba memperbaiki diri dari titik nol kehidupan Hidup adalah konstinasi perbaikan Sebab manusia adalah ketidaksempurnaan
|
Disarankan: 0
 |
| |
yuzi Jumat, 27 Maret 2009 @ 03:03 WIB
 (Reply)
wuih . . .
|
|
 |
 |
 |
| |
niesya Jumat, 27 Maret 2009 @ 09:10 WIB
 (Reply)
ajibbb... mahakarya anak manusia yang okey pux... top bgt... bertapa berapa tahun tuch bisa dapat kata2 g2?btw maen ke blog gue yaw..
 |
 |
| |
 |
haerulsohib Selasa, 31 Maret 2009 @ 18:36 WIB
yap, thanks
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
kateaci Selasa, 31 Maret 2009 @ 10:53 WIB
 (Reply)
bagus puisina pst ud senior ngeblog lam kenal ya...
 |
 |
| |
 |
haerulsohib Selasa, 31 Maret 2009 @ 18:36 WIB
salam kenal juga, aku masih maba juga nih...hehehe
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
tabloidyess Rabu, 8 April 2009 @ 22:46 WIB
 (Reply)
salam kenal dari redaksi kami http://tabloidyess.bloggaul.com
|
|
 |
 |
 |
|
|
Minggu, 8 Maret 2009 @ 17:18 WIB - Diari
Terik mentari yang menggerahkan tak jua mengalahkan keinginan kami bertemu seseorang.Kelajuan roda dua bagai kesetanan, karena takut kehilangan kesempatan langka bagi kami. klakson-klakson meraung-raung seperti hendak memaki kami karena menyalib jalur mereka.Namun aku tak peduli. Daun-daun siang itu bertiup sepoi-sepoi saat kami sedang menunggu di pos gubernuran yang teduh. Ditemani alunan iklan tv" kesegaran kelapa muda" semakin menambah dahaga kami dalam pos penjagaan itu. Para penjaganya cukup ramah, mereka menemani kami mengobrol. Sembari menunggu instruksi dari dalam gubernuran. Namun alhamdullilah, puji syukur. setelah beberapa menit. kamipun diperkenangkan bertemu. langsung saja kami diantar oleh penjaga. seorang wanita mempersilahkan kami masuk, begitu pintu dibuka,pandanganku langsung tertuju oleh seseorang yang sedang berdiri dalam ruangan yang luas dan dihiasi karpet-karpet indah berjejer rapi. wow, baru kali ini aku masuk dalam ruangan yang sebesar ini, padahal setiap harinya aku hanya lewat di depannya. Aku langsung mencium tangannya seperti anak yang sudah lama merindukan orang tuanya.
Hati deg-degan, seolah-olah ini mimpi, baru pertama kali bertemu secara dekat dan kami diperlakukan seperti tamu khusus sampai-sampai disediakan minuman yang segar banget berwarna merah serta kue lapis yang aduhai, kami dipersilahkan minum, langsung saja kami menyambar gelas bening berlekuk apalagi siang tadi begitu panas.
Setelah mengobrol beberapa menit, kesempatan foto bareng plus bersama buku " GOOD LAWYER" akhirnya terlaksana juga. dan hasilnya bisa dilihat dari sertaan di bawah ini.
|
Disarankan: 0
 |
| |
edy Senin, 9 Maret 2009 @ 18:31 WIB
 (Reply)
fotonya keren ...
|
|
 |
 |
 |
| |
harry_zoe Sabtu, 14 Maret 2009 @ 10:05 WIB
 (Reply)
tuh potonya om wimar wotoelar pa potonya haerul sih?kek pinang dibelah-belah....[8d]
 |
 |
| |
 |
saya Selasa, 17 Maret 2009 @ 21:11 WIB
wkwkwkwkwkwkwkw...boleh aja nih bang harry
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
n t a n Rabu, 17 Juni 2009 @ 15:11 WIB
 (Reply)
selamat untuk bukunya ^^
|
|
 |
 |
 |
|
|
Jumat, 20 February 2009 @ 10:06 WIB - Musik, Film & Hiburan
Hai All, jangan lewat info berikut ini...simaka baik-baik ya....
|
Disarankan: 0
 |
| |
h.hanafi Kamis, 26 February 2009 @ 20:13 WIB
 (Reply)
terima kasih atas kunjungan anda mas,semoga sering kita bertukar infomasi yg lain.salam saya h.hanafi.
 |
 |
| |
 |
haerul Sabtu, 28 February 2009 @ 00:43 WIB
makasih juga, hanafi blognya yang mana ?
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
fany_mania Sabtu, 7 Maret 2009 @ 18:01 WIB
 (Reply)
prnh liat aq??
dmn???
km tgl dmn??
|
|
 |
 |
 |
|
|
S E L A N J U T N Y A »
|
|
Created on:
Jumat, 13 Juli 2007 @ 20:14 WIB |
|
|