CARI:  
   Hunt3r
   http://hunt3r.bloggaul.com
Login | Belum terdaftar? | Lupa password?  
 
           
   
PENGUMUMAN
 
Promosikan buku-buku Anda di Google - gratis
Blogger Peduli
Mind Mapping - cara baru untuk ngeBlog!
 
     
BLOG TERBARU
 
» slanker
» ovie chyndutz
» idealisme
» primadonna's stories
» samohung
» mawardi
» queenbubble
» red devil`s
» mckaye
» muhammad_bagus
 
     
POSTING TERBARU
 
» free download mp3 parc...
» free download mp3 supe...
» free download mp3 supe...
» free download mp3 moni...
» free download supernov...
» free the rain - untuk ...
» free download sinopsis...
» free download naffas -...
» free download monique ...
» free download the bran...
 
     
   
 
PENGUMUMAN:
Promosikan buku-buku Anda di Google - gratis
 
CAHAY AURAT
Selasa, 7 February 2006 @ 08:19 WIB - Diari
 
Ribuan jilbab berwajah cinta
Membungkus rambut, tubuh sampai ujung kakinya
Karena hakekat cahaya Allah
Ialah terbungkus di selubung rahasia
Siapa bisa menemukan cahaya?
Ialah suami, bukan asal manusia

Jika aurat dipamerkan dikoran dan dijalanan
Allah mengambil kembali cahaya-Nya
Tinggal paha mulus dan leher jenjang
Tinggal bentuk pinggul dan warna buah dada

Para lelaki yang melototkan mata
Hanya menemukan benda
Jika wanita bangga sebagai benda
Turun ke tingkat batu derajat kemakhlukannya
Jika lelaki terbius oleh kekayaan dunia
Luntur manusianya

 
     
  Disarankan: 0  
 
  Komentar: 1 (Lihat) | Beri Komentar    Recommen | Print
 
Kembali Ke Atas
     
MALAM KU TANPA MU
Selasa, 7 February 2006 @ 08:16 WIB - Diari
 
Tanpamu..
malam ini terasa sepi sekali.
hanya sesekali suara jangkrik memecah kebisuan.
Kadang nyaring. menyentak lamunanku.
Kadang pilu. menggugah sudut hatiku.
Mengusik segala diamku. Kembalikan kenangan waktu itu.
Saat-saat kau ada bersamaku.

Krik! Krik!
Suara-suara itu semakin lama makin membahana.
berirama di telingaku.
mengikuti detak-detak jantungku. terasa semakin bernada.
seakan mengajakku melangkah untuk berdansa.
satu... dua... satu.. dua...
aku berdansa. berputar. menari.
dalam irama ilusi. aku semakin asyik bermimpi.

Aku terus menari. terbang. melayang.
sampai menembus gumpalan awan. halus. lembut.
tersentuh oleh ujung-ujung jariku.
putih. biaskan cahaya indah di pelupuk mataku.

Aku terus menari. menghibur diri. mengisi sepi.
mengukir rasa pada hari-hari ini. tanpamu.
aku tenggelam dalam nadaku.
terlarut dalam rangkaian kata-kataku.

Aku terus menari. dan akan tetap menari.
sampai kau datang mengganti.
sampai kau kembali mengusir malam yang sepi.


 
     
  Disarankan: 0  
 
  Komentar: 0 | Beri Komentar    Recommen | Print
 
Kembali Ke Atas
     
lukisan langit
Selasa, 7 February 2006 @ 08:07 WIB - Diari
  Langit memang menggetarkan
Diantara dinding-dinding palsu berkelibat senyap di
serpihan sayap-sayap awan
Kau lukis sunyian lama
secerdas tiupan angin purba
dan menjabarkan gemetar mimpi-mimpi pagi dan senja hilang
Genap sesaat, setelah kau hentakkan guratan-guratan
syair ke dalam tungku-tungku nanarku,
menambun di hadapan silau embun,
memberkas semu keseluruhan jari-jari bunyi debum.
Dan akupun tetap ingin terbang
berlabuh di tepian karang bulan,
tertidur di selipan ufuk-ufuk galaksi
sampai aksara langit membukakan
derita yang jelas bagiku,dan
mengajari aku untuk -
menghitung bintang-bintang pudar.
Kala itu benar,
deru pepohonan bulan mengata-ngataiku, "pernah ada
langit beratap yang meniduri seluruh bumimu tak terucap,
mencabuti bulu-bulu kudukmu dan melemparkanmu ke dalam mulut asap-asap kering.
Nerakamu sendiri.
Gugusan yang harus kau singgahi!"
jakarta 31 januari 2006

 
     
  Disarankan: 0  
 
  Komentar: 0 | Beri Komentar    Recommen | Print
 
Kembali Ke Atas
     
uNTUKMU sAHABAT
Senin, 6 February 2006 @ 16:07 WIB - Diari
  Untukmu Sahabat
Oleh:tidak tertera
Disaat kita nikmati kebersamaan
Banyak hal terlewatkan begitu saja
Keceriaan, gelak-tawa serta canda
Semuanya mengalir begitu saja

Waktu yang tersedia
Seolah tak mampu untuk menampungnya
Begitu cepat berlalu
Berlari seolah tak mau berhenti

Kenangan-kenangan itu terasa tak kali kita pergi
Pergi meninggalkan semua kegembiraan yang melenakan
Satu persatu kenangan itu diputar kembali
Ada sederet senyum saat terlintas film-film yang lalu

Kenapa kegembiraan itu harus pergi?
Kenapa tak selalu mengikutiku kemana pergi?
Kapan ini semua akan terulang?
Akankah kita tetap seperti ini?

Sahabat...
Semua yang pernah kita jalani
Hari demi hari, waktu demi waktu
Tak kala kita lalui semuanya bersama

Banyak hal yang pernah terjadi
Semua kita lalui dengan segala kekurangan yang kita miliki
Kadang benci, kesal dan kecewa
Juga senang, hormat dan sayang

Sungguh luar biasa apa yang telah kita lalui bersama
Inikah pemberian tak ternilai dari Sang Kuasa?
Yang sering kali tak pernah kita syukuri

Ya, Allah.. Lindungilah mereka yang ku-cinta

NB:
'tuk sahabat-sahabatku yang pernah bersama-sama dalam mengisi sepenggal perjalanan 'Hijjau'.

 
     
  Disarankan: 0  
 
  Komentar: 1 (Lihat) | Beri Komentar    Recommen | Print
 
Kembali Ke Atas
     
FRIEND IS SURPRISE
Senin, 6 February 2006 @ 16:05 WIB - Diari
  Teman adalah Hadiah
Oleh: tidak tertera
Teman adalah hadiah dari yang di atas buat kita.

Seperti hadiah, ada yang bungkusnya bagus dan ada yang bungkusnya jelek. Yang bungkusnya bagus punya wajah rupawan, atau kepribadian yang menarik. Yang bungkusnya jelek punya wajah biasa saja, atau kepribadian yang biasa saja, atau malah menjengkelkan.

Seperti hadiah, ada yang isinya bagus dan ada yang isinya jelek. Yang isinya bagus punya jiwa yang begitu indah sehingga kita terpukau ketika berbagi rasa dengannya, ketika kita tahan menghabiskan waktu berjam-jam, saling bercerita dan menghibur, menangis bersama, dan tertawa bersama. Kita mencintai dia dan dia mencintai kita.

Yang isinya buruk punya jiwa yang terluka. Begitu dalam luka-lukanya sehingga jiwanya tidak mampu lagi mencintai, justru karena ia tidak merasakan cinta dalam hidupnya. Sayangnya yang kita tangkap darinya seringkali justru sikap penolakan, dendam, kebencian, iri hati, kesombongan, amarah, dll.

Kita tidak suka dengan jiwa-jiwa semacam ini dan mencoba menghindar dari mereka. Kita tidak tahu bahwa itu semua BUKAN-lah karena mereka pada dasarnya buruk, tetapi ketidakmampuan jiwanya memberikan cinta karena justru ia membutuhkan cinta kita, membutuhkan empati kita, kesabaran dan keberanian kita untuk mendengarkan luka-luka terdalam yang memasung jiwanya.

Bagaimana bisa kita mengharapkan seseorang yang terluka lututnya berlari bersama kita? Bagaimana bisa kita mengajak seseorang yang takut air berenang bersama? Luka di lututnya dan ketakutan terhadap airlah yang mesti disembuhkan, bukan mencaci mereka karena mereka tidak mau berlari atau berenang bersama kita. Mereka tidak akan bilang bahwa "lutut" mereka luka atau mereka "takut air", mereka akan bilang bahwa mereka tidak suka berlari atau mereka akan bilang berenang itu membosankan dll. Itulah cara mereka mempertahankan diri.

Mereka akan bilang:
"Menari itu tidak menarik"
"Tidak ada yang cocok denganku"
"Teman-temanku sudah lulus semua"
"Aku ini buruk siapa yang bakal tahan denganku"
"Kisah hidupku membosankan"

Mereka tidak akan bilang:
"Aku tidak bisa menari"
"Aku membutuhkan kamu denganku"
"Aku kesepian"
"Aku butuh diterima"
"Aku ingin didengarkan"

Mereka semua hadiah buat kita, entah bungkusnya bagus atau jelek, entah isinya bagus atau jelek. Dan jangan tertipu oleh kemasan. Hanya ketika kita bertemu jiwa dengan jiwa, kita tahu hadiah sesungguhnya yang sudah disiapkanNya buat kita.

 
     
  Disarankan: 0  
 
  Komentar: 3 (Lihat) | Beri Komentar    Recommen | Print
 
Kembali Ke Atas
     

S E L A N J U T N Y A »

 
 
.............................................?
 
 
PROFILE
BUKU TAMU
 
     
 
BLOG  [v]
cahay aurat
malam ku tanpa mu
lukisan langit
untukmu sahabat
friend is surprise
Arsip Blog
 
 
CARI BLOG
 
     
 
PENGUNJUNG  [v]
» mastery
» hunter_swandi
» hunter_swandi
» agnes_keren
» abee_raf
Total: 17
 
     
 
KOMENTAR  [v]
» yup betul ! allah aka...
» kayaknya kenal ama 2 ...
» kayaknya ni postingan...
» lagi-lagi puisi ini b...
» waaah ngblognya genca...
 
  RSS Komentar Blog  

RSS Blog
Created:
Senin, 6 February 2006 @ 06:22 WIB
   
         
    Copyright © 2004, PT. INDOSIAR VISUAL MANDIRI