| |
|
Jumat, 13 Maret 2009 @ 00:36 WIB - Diari
Jembatan gantung ini menghubungkan dua desa yaitu desa Selopamioro dan desa Sriharjo Imogiri Bantul Jogjakarta Indonesia. Nampak anak yang sedang mengangkat kayu bakar untuk dijual di desa tetangga dan seorang ibu setengah baya yang membawa daun untuk dijual. Jembatan gantung ini melintas di atas sungai oyo. Gambar diambil 1 Maret 2009 di Yogyakarta Indonesia.
This suspension bridge connects the two villages and rural villages Selopamioro Imogiri Sriharjo Bantul Jogjakarta Indonesia. Appears to raise children who are firewood for sale in neighboring villages and a half old mother who brought leaves for sale. This suspension bridge on the river drift oyo. Figure 1 was taken in March 2009 in Yogyakarta Indonesia.
|
Disarankan: 0
Selasa, 24 February 2009 @ 23:14 WIB - Diari
JAKARTA, SELASA — Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP Iptek) di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) akan menggelar Peneropongan Bersama Komet Lulin (C/2007 N3) pada Rabu (25/2) pukul 19.00-20.30 WIB. Kegiatan ini terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya.
PP Iptek akan menyediakan tiga teleskop gratis bagi pengunjung PP-IPTEK agar masyarakat bisa menyaksikan lebih jelas komet tersebut.
Menurut pakar astronomi dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Dr Thomas Djamaluddin, komet Lulin memiliki lintasan yang berbentuk parabola. Bisa dipastikan, komet ini hanya akan satu kali mendekati bumi kemudian akan menjauh dan tidak akan kembali lagi.
Dengan demikian, menjadi saksi peristiwa meluncurnya komet Lulin mendekati Bumi adalah suatu hal yang luar biasa. Sayangnya, Djamal mengatakan, hasil hitungan menyimpulkan magnitudo (kecerlangan) komet Lulin di atas enam, sementara limit mata manusia untuk melihat adalah enam magnitudo.
"Artinya komet yang sebelumnya diharapkan bisa dilihat dengan mata telanjang saat langit cerah itu ternyata, dalam perhitungan terakhir, tidak bisa disaksikan langsung, namun masih bisa disaksikan dengan menggunakan binocular yang biasa dijual di pasaran," katanya.
Komet Lulin berada pada jarak terdekat dengan Bumi pada Rabu (24/2). Namun, penampakannya bisa dilihat hingga 2 Maret. Posisinya saat ini di dekat rasi Leo dan hanya beberapa derajat dan Planet Saturnus. Pada malam hari, komet itu dapat dilihat di langit timur, dan pada dini hari dapat dilihat di langit bagian barat.
Pilihan PP Iptek pada hari Rabu (25/2) malam untuk menyaksikan komet, menurut dia, karena saat itu sedang terjadi bulan mati sehingga tak ada gangguan cahaya bulan.
Komet Lulin (C/2007 N3) merupakan satu dari 233 komet yang gambarnya dapat ditangkap oleh pengamat yang ada di Bumi pada tahun 2007. Lulin ditemukan pada tanggal 11 Juli 2007 oleh Quanzhi Ye, seorang mahasiswa berumur 19 tahun dari Sun Yat-sen University, China, sementara fotonya diambil oleh Chi Sheng Lin dari National Central University, Taiwan, dengan menggunakan teleskop berdiameter 16 inchi di Observatorium Lulin.
Komet ini tergolong sangat redup sehingga tak mudah mengamatinya. Namun, seiring dengan semakin mendekatnya komet ini ke Bumi, maka Lulin akan terlihat semakin terang. Lulin kemudian akan segera menjauh dan tak pernah kembali lagi. http://sains.kompas.com/read/xml/2009/02/24/2108201/Besok.Malam..PP.Iptek.TMII.Gelar.Peneropongan.Komet.Lulin
|
Disarankan: 0
 |
| |
biyan Rabu, 25 February 2009 @ 03:32 WIB
 (Reply)
sipp
|
|
 |
 |
 |
| |
harumi Rabu, 25 February 2009 @ 10:40 WIB
 (Reply)
q suka banget ma luar angkasa, sayang banget rumahku jauh
|
|
 |
 |
 |
|
|
Senin, 19 January 2009 @ 21:22 WIB - Diari
|
Disarankan: 0
S E L A N J U T N Y A »
|
|
Created on:
Senin, 28 November 2005 @ 23:44 WIB |
|
|