| |
|
Jumat, 25 Agustus 2006 @ 18:15 WIB - Musik, Film & Hiburan
Tak bisakah kau menungguku, hingga nanti tetap menunggu. Itulah sepenggal lirik 'Tak Bisakah' milik Peterpan yang dijiplak menjadi lagu berbahasa India oleh seorang penyanyi bernama Kay Kay.
Lagu tersebut dijiplak oleh Kay Kay menjadi lagu berjudul 'Kya Mujhe Pyaar Hain'. Tanpa izin terlebih dahulu pada Peterpan ataupun pihak Musica Studio selaku perusahaan rekaman yang menaungi grup band asal Bandung itu, lagu 'Kya Mujhe Pyaar Hain' dirilis lewat album soundtrack film India 'Wom Lamhe'.
Adalah Marketing Manager Musica Studio, Febby yang pertamakali mengetahui soal penjiplakan tersebut. Febby dihubungi seorang temannya yang bekerja di MTV kalau ada seorang wartawan The Times of India yang ingin mewawancara Peterpan soal lagu 'Tak Bisakah'.
Dari wartawan tersebut, Febby kemudian tahu kalau 'Tak Bisakah' dijiplak menjadi 'Kya Mujhe Pyaar Hain'. Saat ini lagu tersebut cukup populer di India dan merajai posisi nomor satu tangga-tangga lagu radio.
Begitu tahu 'Tak Bisakah' yang menjadi soundtrack film 'Alexandria' dijiplak, Febby langsung menghubungi Ariel si pencipta lagu tersebut. "Waktu aku kasih tahu, dia cuma ketawa aja. Terus dia bilang, ya udah, urus aja, tuntutlah atau gimana," ujar Febby menirukan ucapan Ariel.
Sebenarnya dituturkan Febby, dalam pres release album 'Wom Lamhe', sempat disebutkan kalau lagu 'Kya Mujhe Pyaar Hain' diambil dari salah satu lagu populer di Indonesia yaitu 'Tak Bisakah' milik Peterpan. Namun, untuk pihak Musica maupun Peterpan sendiri, pernyataan melalui pres release tersebut tak cukup.
"Secara hukum internasional ada batasan sebuah lagu bisa dikatakan dijiplak atau tidak. Kalau sudah lebih dari tujuh bar, malah diambil semuanya, jelas itu penjiplakan," tukas Febby.
Saat ini pihak Musica tengah menyiapkan langkah hukum untuk segera mengajukan tuntutan pada Kay Kay dan orang-orang yang terkait akan penjiplakan lagu 'Tak Bisakah'. "Kita akan serahin ke pengacara dan juga ke ASIRI (Asosiasi Industri Rekaman Indonesia). Kenapa ke ASIRI? Karena ini kasusnya sudah antar negara," tutupnya.
(sumber : detik.com)
|
Disarankan: 0
 |
| |
rainbow27 Rabu, 6 September 2006 @ 16:09 WIB
 (Reply)
keren jg ariel...g sempet denger lagu indihe nya tuh, bener2 jeplak abizzz....
|
|
 |
 |
 |
| |
deesan Kamis, 21 September 2006 @ 12:27 WIB
 (Reply)
rosiiiiiii kemana aja hehehe, eh mau puasa neeh ros, maafkan ya jika ada kata2, tingkah laku aku yg ga berkenan, maafkan yaaa
|
|
 |
 |
 |
|
|
Jumat, 25 Agustus 2006 @ 18:07 WIB - Diari
Popularitas Sheila on 7 dianggap mulai menurun di Malaysia. Keempat konser yang digelar di negeri Jiran itu memang sepi penonton. Tiket yang dua kali lebih mahal dari harga konser biasanya menjadi kendala terbesar mereka.
RM65 atau sekitar Rp 161 ribu. Demikian harga yang ditetapkan oleh pihak promotor untuk satu tiket konser yang digelar di stadium setempat. Harga ini tentunya dirasa cukup mahal untuk sebuah konser tunggal band asal Indonesia. Sebelumnya ketika para musisi Indonesia boyongan menggelar konser dalam satu acara harga tiket pun ditetapkan sebesar RM80 atau sekitar Rp 198 ribu.
Selain itu promosi yang terkesan dadakan membuat konser ini tidak semarak. Kurangnya baliho, spanduk atau pamflet juga sangat dirasakan oleh para personel Sheila on 7. Ditambah lagi jadwal konser yang berlangsung pada hari sibuk. Bahkan di kota terakhir yaitu Kuala Lumpur tiket sampai diturunkan menjadi RM30 atau sekitar Rp 74 ribu.
Setelah harga turun, konser pun mulai meriah dibandingkan dengan tiga kota lain, Johor, Kota Kinabalu dan Pulau Pinang. Konser penutup menjadi momen yang paling meriah bagi So7. Bahkan Duta, Eross, Adam dan Brian memberikan bonus penampilan kepada penonton sebanyak 3 lagu.
"Secara promosi kami menilai memang kurang, pemberitaan tidak seperti konser kita yang terdahulu. Kalau dulu konser di Kuala Lumpur promonya ramai sekali. Mungkin karena berbeda promotor jadi cara buat acaranya juga beda. Tiket juga kami nilai agak mahal, orang berpikir dua kali untuk membeli tiket. Itu juga jadi keluhan para penggemar dekat kami," ungkap Philos, Public Relation.
Kemerosotan jumlah penonton konser ini akhirnya berimbas pada pemberitaan turunnya pamor So7. Mengenai hal tersebut, So7 pun tak bisa menyalahkan orang lain ataupun diri sendiri.
"Boleh dikatakan So7 adalah band pembuka jalan dari Indonesia yang buat konser di Malaysia. Tapi sekarang sudah banyak band baru yang bermunculan. Ya, ada tingkat dimana orang itu berada di atas dan di bawah. Justru itu memberikan motivasi bagaimana kita bisa membuat karya lebih baik dan mengambil hati penggemar," tandas Philos.
Namun kendati demikian ini tak menjadi S07 kehilangan semangat untuk kembali ke Malaysia. Lain kali tentunya So7 akan memberikan persembahan yang lebih baik.
|
Disarankan: 0
Kamis, 13 Juli 2006 @ 15:24 WIB - Diari
...
|
Disarankan: 0
 |
| |
akh_ahmadsyah Rabu, 26 Juli 2006 @ 13:17 WIB
 (Reply)
jangan terpedaya dgn glamaour nya dunia..sejukan hati dengan selalu mensyukuri apa yang ada...jgn menunggu waktu..sesal hari tiada guna..semoga sukses selalu..salam kenal ya..
|
|
 |
 |
 |
| |
axrul Kamis, 22 February 2007 @ 07:41 WIB
 (Reply)
puisimu bagus sekali, ku jadi terharu, sekaligus terpukul setelah terbaca sebelumnya. aku kira semua kata-kata di puisimu itu untuk-nya ternyata untukmu nya(manusia), ku kecewa dan untuk selain-nya(alloh semata en karena dia)yup jika kau katakan alloh indah-kan kata-kata itu
|
|
 |
 |
 |
|
|
Kamis, 29 Juni 2006 @ 13:42 WIB - Diari
..........
|
Disarankan: 0
 |
| |
rossi_fumi Kamis, 29 Juni 2006 @ 14:29 WIB
 (Reply)
ooohhhhhhhhhhh
 |
 |
| |
 |
it-thie Kamis, 29 Juni 2006 @ 17:16 WIB
ini buat it-thie ya? aduuuh... makasiih makasiih...
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
agonk Senin, 14 Mei 2007 @ 08:31 WIB
 (Reply)
elekkkkk banget
|
|
 |
 |
 |
|
|
Senin, 15 Mei 2006 @ 13:37 WIB - Diari
Kasih sayang akan selalu hadir dalam hidup Cinta..." Kadang membuat mata hati buta Terucap dalam kebisuan Hening dalam keramaian Seakan tak berdaya dibuatnya
Telah sekian banyak yang mengucapkan Namun adakah kejujuran dan ketulusan.. Dalam setiap ucapan Bagi mereka REMBULAN hanyalah permainan
Saat Sang REMBULAN dimiliki Tiada yang mengerti dan memahami Apa yang disenangi dan tidak disenangi Oleh REMBULAN....
|
Disarankan: 0
 |
| |
sheed Selasa, 16 Mei 2006 @ 20:52 WIB
 (Reply)
puisi yang bagus!!
|
|
 |
 |
 |
|
|
S E L A N J U T N Y A »
|
|
Created on:
Sabtu, 9 Juli 2005 @ 12:54 WIB |
|
|