CARI:  
   Januari11
   http://januari11.bloggaul.com
Login | Belum terdaftar? | Lupa password?  
 
           
   
PENGUMUMAN
 
Mind Mapping - cara baru untuk ngeBlog!
BlogGaul mau berubah ...
Punya siapa nih??
Lombanya Risa
Tebarkan Amalan, tebarkan Senyuman
 
     
BLOG TERBARU
 
» lovin asia
» alsa.want.a.blog. :)
» bisnisyahoo
» software pulsa
» qisthon
» acarkodok
» alsawanticecream
» alsaonline
» friendship
» soshi-taeyeon
 
     
POSTING TERBARU
 
» untuk ansera
» kerapuhan di balik ** ...
» 01.30 wib
» penjahat kemanusiaan
» kesetiaan sebuah beran...
» cryi'n heart
» little u p d a t e fro...
» elshinta tv
» fenomena facebook
» just ....
 
     
   
 
PENGUMUMAN:
Mind Mapping - cara baru untuk ngeBlog!
 
Qolbu Yang Kenal ALLAH
Rabu, 10 Desember 2008 @ 08:39 WIB - Diari
  Ada suatu kisah yang terjadi pada seorang ulama terkenal Abdullah bin Mubarak. Setelah selesai melakukan tawaf, Abdullah bin Mubarak tertidur. Dalam tidurnya dia bermimpi mendengarkan pembicaraan dua malaikat. Malaikat pertama mengatakan bahwa alangkah banyaknya orang yang menunaikan ibadah haji pada tahun itu.
Malaikat kedua menanggapi bahwa amat disayangkan semua amal yang dilakukan jemaah ini tidaklah sempurna sehingga tidak bernilai di hadapan Allah. Hanya saja, karena amal yang dilakukan oleh seorang tukang sepatu maka Allah berkenan menerima amal semua jemaah haji tahun itu.

Begitu selesai melakukan ibadah haji, Abdullah bin Mubarak pergi mencari tukang sepatu yang disebutkan malaikat dalam mimpinya. Setelah bertemu dengan tukang sepatu tersebut, Abdullah bin Mubarak bertanya, apa amalan yang telah dilakukan yang membuat Allah begitu menyukai dan menghargai amalan tersebut sehingga dapat menyempurnakan amalan dari ribuan jemaah haji waktu itu. Si tukang sepatu menceritakan bahwa semenjak tiga puluh tiga tahun lalu dia mempunyai keinginan untuk melaksanakan ibadah haji. Untuk itu, setiap hari dia menabung dan setelah dihitung maka dirasa cukup untuk melaksanakan ibadah haji pada tahun itu.

Beberapa hari sebelum berangkat, istrinya yang sedang hamil menciumi wangi masakan. Ternyata wangi masakan tersebut berasal dari rumah tetangga. Karena istrinya begitu menginginkan dan karena sayangnya melihat istri yang lagi hamil maka Abdullah menemui tetangganya untuk meminta sedikit dari masakan yang wangi tersebut. Si tetangga mengatakan bahwa demi Allah makanan ini tidak halal bagi keluarga Abdulllah karena yang dimasak adalah sisa bangkai binatang yang didapatkan. Si tetangga terpaksa memasak bangkai binatang ini karena sudah berapa hari dia dan anaknya tidak makan. Demi menghentikan tangis anaknya dan
demi mempertahankan hidup maka dia terpaksa memasak bangkai yang didapat tadi.

Rasulullah pernah mengatakan bahwa dalam keadaan darurat maka bangkai binatang dihalalkan untuk dimakan. Mendengar cerita dari tetangganya ini Abdullah berlinang air matanya dan memohon ampun kepada Allah karena dia telah lalai memberikan perhatian kepada tetangganya. Lalu dia bergegas pulang mengambil semua tabungannya dan menyerahkan kepada tetangganya. Dengan lembut dia berkata, "silahkan ambil uang tabungan ini, inilah hajiku."

Itulah suatu amalan yang lahir dari seorang hamba Allah yang memiliki qolbu (hati) yang baik. Suatu amalan yang sangat disukai oleh Allah. Bahkan suatu amalan yang dengannya membuat banyak amalan lainnya diterima. Mengapa begitu tingginya penghargaan yang diberikan oleh Allah? Karena inilah suatu amalan yang
lahir dengan dilandasi oleh keihlasan yang tinggi.

Suatu amalan yang terjadi tanpa mengharapkan balasan apapun, termasuk pahala sekali pun. Suatu amalan yang muncul hanya sebagai bentuk syukur atas nikmat Allah yang begitu banyak yang telah dilimpahkan Allah kepada kita. Sebagai rasa syukur karena kita relatif lebih mudah untuk mendapatkan nikmat tersebut
dibandingkan dengan sebagian saudara kita yang lain. Inilah suatu kesadaran yang muncul dari qolbu (hati) yang baik bahwa kenikmatan yang telah dititipkan Allah ini tentunya harus didistribusikan juga bagi hamba-hamba- Nya yang lain.

Seseorang yang beramal dengan keikhlasan yang tinggi maka dia tidak dipusingkan dengan balasan yang akan diterima. Dia tidak mengharapkan pujian dan penghargaan bahkan balasan pahala sekalipun. Dia yakin bahwa Allah menyukai orang-orang yang
bersyukur. Karena itu, Dia hanya berusaha mengoptimalkan dan menyempurnakan akan kebaikan yang diberikan sebagai sarana untuk mensyukuri nikmat dan karunia Allah.

Dia begitu yakin bahwa Allah Maha Lembut, Maha Bijak, Maha Menatap dan Maha Mengetahui. Jadi, barometer dari perbuatannya adalah apakah Allah suka atau tidak. Jika Allah suka maka dia dengan senang melakukan. Sebaliknya jika Allah tidak suka maka dia berusaha sekuat tenaga menghentikan atau menjauhi perbuatan
itu. Ini bisa muncul jika didorong oleh qolbu (hati) yang baik.

Alangkah indahnya amalan yang dilakukan oleh hamba-hamba Allah yang memiliki qolbu yang baik. Qolbu (hati) yang kenal dengan Allah. Qolbu yang disukai oleh Allah. Semoga kita dikaruniai memiliki qolbu yang demikian oleh Allah, Amiin.

 
     
  Disarankan: 0  
 
  Komentar: 0 | Beri Komentar    Recommen | Print
 
Kembali Ke Atas
     
Kisah Perangkap Tikus
Rabu, 10 Desember 2008 @ 08:01 WIB - Diari
 
Sepasang suami dan istri petani pulang kerumah setelah berbelanja. Ketika mereka membuka barang belanjaan, seekor tikus memperhatikan dengan seksama sambil menggumam "hmmm...makanan apa lagi yang dibawa mereka dari pasar??"

Ternyata, salah satu yang dibeli oleh petani ini adalah Perangkap Tikus. Sang tikus kaget bukan kepalang.. Ia segera berlari menuju kandang dan berteriak " Ada Perangkap Tikus di rumah....di rumah sekarang ada perangkap tikus...." Ia mendatangi ayam dan berteriak " ada perangkap tikus"

Sang Ayam berkata " Tuan Tikus..., Aku turut bersedih, tapi itu tidak berpengaruh terhadap diriku"

Sang Tikus lalu pergi menemui seekor Kambing sambil berteriak.
Sang Kambing pun berkata " Aku turut ber simpati...tapi tidak ada yang bisa aku lakukan"

Tikus lalu menemui Sapi. Ia mendapat jawaban sama. " Maafkan aku. Tapi perangkap tikus tidak berbahaya buat aku sama sekali"

Ia lalu lari ke hutan dan bertemu Ular. Sang ular berkata "
Ahhh...Perangkap Tikus yang kecil tidak akan mencelakai aku"

Akhirnya Sang Tikus kembali kerumah dengan pasrah mengetahui kalau ia akan menghadapi bahaya sendiri.

Suatu malam, pemilik rumah terbangun mendengar suara keras perangkap tikusnya berbunyi menandakan telah memakan korban. Ketika melihat perangkap tikusnya, ternyata yang terperangkap adalah seekor ular berbisa. Buntut ular yang terperangkap membuat ular semakin ganas dan menyerang istri pemilik rumah.

Walaupun sang Suami sempat membunuh ular berbisa tersebut, sang istri terkena gigitan ular tersebut. Sang suami harus membawa istrinya kerumah sakit dan kemudian istrinya sudah boleh pulang namun beberapa hari kemudian istrinya tetap demam.
Ia lalu minta dibuatkan sop ceker ayam oleh suaminya. (kita semua tau, sop ceker ayam sangat bermanfaat buat mengurangi demam)

Suaminya dengan segera menyembelih ayamnya untuk dimasak cekernya. Beberapa hari kemudian sakitnya tidak kunjung reda. Seorang teman menyarankan untuk makan hati kambing. Ia lalu menyembelih kambingnya untuk mengambil hatinya.

Masih, istrinya tidak sembuh-sembuh dan akhirnya meninggal dunia.
Banyak sekali orang datang pada saat pemakaman. Sehingga sang Petani harus menyembelih sapinya untuk memberi makan orang-orang yang melayat.

Dari kejauhan...Sang Tikus menatap dengan penuh kesedihan. Beberapa hari kemudian ia melihat Perangkap Tikus tersebut sudah tidak digunakan lagi.

SUATU HARI..KETIKA ANDA MENDENGAR SESEORANG DALAM KESULITAN DAN MENGIRA ITU BUKAN URUSAN ANDA...PIKIRKANLAH SEKALI LAGI
 
     
  Disarankan: 0  
 
  Komentar: 2 (Lihat) | Beri Komentar    Recommen | Print
 
Kembali Ke Atas
     
Titip Ibuku Ya Allah
Kamis, 27 November 2008 @ 07:27 WIB - Diari
 
" Nak, bangun... udah adzan subuh. Sarapanmu udah ibu siapin di
meja..." Tradisi ini sudah berlangsung 20 tahun, sejak pertama kali aku bisa mengingat. Kini usiaku sudah kepala 3 dan aku jadi seorang karyawan di sebuah Perusahaan Tambang, tapi kebiasaan Ibu tak pernah berubah.

" Ibu sayang... ga usah repot-repot Bu, aku dan adik-adikku udah
dewasa" pintaku pada Ibu pada suatu pagi. Wajah tua itu langsung
berubah. Pun ketika Ibu mengajakku makan siang di sebuah restoran. Buru-buru kukeluarkan uang dan kubayar semuanya. Ingin kubalas jasa Ibu selama ini dengan hasil keringatku. Raut sedih itu tak bisa disembunyikan. Kenapa Ibu mudah sekali sedih ? Aku hanya bisa mereka-reka, mungkin sekarang fasenya aku mengalami kesulitan memahami Ibu karena dari sebuah artikel yang kubaca ... orang yang lanjut usia bisa sangat sensitive dan cenderung untuk bersikap kanak-kanak ..... tapi entahlah.... Niatku ingin membahagiakan malah membuat Ibu sedih. Seperti biasa, Ibu tidak akan pernah mengatakan apa-apa.

Suatu hari kuberanikan diri untuk bertanya,

" Bu, maafin aku kalau telah menyakiti perasaan Ibu. Apa yang bikin
Ibu sedih ? " Kutatap sudut-sudut mata Ibu, ada genangan air mata di sana . Terbata-bata Ibu berkata, " Tiba-tiba Ibu merasa kalian tidak lagi membutuhkan Ibu. Kalian sudah dewasa, sudah bisa menghidupi diri sendiri. Ibu tidak boleh lagi menyiapkan sarapan untuk kalian, Ibu tidak bisa lagi jajanin kalian. Semua sudah bisa kalian lakukan sendiri "

Ah, Ya Allah, ternyata buat seorang Ibu .. bersusah payah melayani
putra-putrinya adalah sebuah kebahagiaan.

Satu hal yang tak pernah kusadari sebelumnya. Niat membahagiakan bisa jadi malah membuat orang tua menjadi sedih karena kita tidak berusaha untuk saling membuka diri melihat arti kebahagiaan dari sudut pandang masing-masing. Diam-diam aku bermuhasabah. .. Apa yang telah kupersembahkan untuk Ibu dalam usiaku sekarang ? Adakah Ibu bahagia dan bangga pada putera putrinya ? Ketika itu kutanya pada Ibu, Ibu menjawab, " Banyak sekali nak kebahagiaan yang telah kalian berikan pada Ibu. Kalian tumbuh sehat dan lucu ketika bayi adalah kebahagiaan . Kalian berprestasi di sekolah adalah kebanggaan buat Ibu. Kalian berprestasi di pekerjaan adalah kebanggaan buat Ibu . Setelah dewasa, kalian berprilaku sebagaimana seharusnya seorang hamba, itu kebahagiaan buat Ibu. Setiap kali binar mata kalian mengisyaratkan kebahagiaan di situlah kebahagiaan orang tua." Lagi-lagi aku hanya bisa berucap,
" Ampunkan aku ya Allah kalau selama ini sedikit sekali ketulusan
yang kuberikan kepada Ibu. Masih banyak alasan ketika Ibu
menginginkan sesuatu. "

Betapa sabarnya Ibuku melalui liku-liku kehidupan. Sebagai seorang
wanita karier seharusnya banyak alasan yang bisa dilontarkan Ibuku
untuk "cuti" dari pekerjaan rumah atau menyerahkan tugas itu kepada
pembantu. Tapi tidak! Ibuku seorang yang idealis. Menata keluarga, merawat dan mendidik anak-anak adalah hak prerogatif seorang ibu yang takkan bisa dilimpahkan kepada siapapun. Pukul 3 dinihari Ibu bangun dan membangunkan kami untuk tahajud. Menunggu subuh Ibu ke dapur menyiapkan sarapan sementara aku dan adik-adik sering tertidur lagi...
Ah, maafin kami Ibu ... 18 jam sehari sebagai "pekerja" seakan tak
pernah membuat Ibu lelah.. Sanggupkah aku ya Allah ?

" Nak... bangun nak, udah azan subuh .. sarapannya udah Ibu siapin
dimeja.. " Kali ini aku lompat segera.. kubuka pintu kamar dan kurangkul Ibu sehangat mungkin, kuciumi pipinya yang mulai keriput, kutatap matanya lekat-lekat dan kuucapkan, " Terimakasih Ibu, aku beruntung sekali memiliki Ibu yang baik hati, ijinkan aku membahagiakan Ibu...". Kulihat binar itu memancarkan kebahagiaan. .. Cintaku ini milikmu, Ibu... Aku masih sangat membutuhkanmu. .. Maafkan aku yang belum bisa
menjabarkan arti kebahagiaan buat dirimu..

Sahabat.. tidak selamanya kata sayang harus diungkapkan dengan
kalimat "aku sayang padamu... ", namun begitu, Rasulullah menyuruh kita untuk menyampaikan rasa cinta
yang kita punya kepada orang yang kita cintai karena Allah.

Ayo kita mulai dari orang terdekat yang sangat mencintai kita ... Ibu
dan ayah walau mereka tak pernah meminta dan mungkin telah tiada.
Percayalah.. . kata-kata itu akan membuat mereka sangat berarti dan
bahagia.

Wallaahua'lam

"Ya Allah, cintai Ibuku, beri aku kesempatan untuk bisa membahagiakan Ibu..., dan jika saatnya nanti Ibu Kau panggil, panggillah dalam keadaan khusnul khatimah. Ampunilah segala dosa-dosanya dan sayangilah ia sebagaimana ia menyayangi aku selagi aku kecil "

"Titip Ibuku ya Allah"


 
     
  Disarankan: 0  
 
  Komentar: 1 (Lihat) | Beri Komentar    Recommen | Print
 
Kembali Ke Atas
     

S E L A N J U T N Y A »

 
 
Puisi itu indah
 
 
PROFILE
BUKU TAMU
 
     
 
MULTIMEDIA
 
     
 
BLOG  [v]
qolbu yang kenal allah
kisah perangkap tikus
titip ibuku ya allah
jangan jadi trouble maker
antara kekayaan, kesuksesan dan kasih sayang
Arsip Blog
 
 
CARI BLOG
 
     
 
PENGUNJUNG  [v]
» lovely_12
» jie_nugros
» bilqist
» lovely_12
» jurnalistikbebas
Total: 47
 
     
 
KOMENTAR  [v]
» oke bgt ne kata2 nya ...
» ceritanya sangat berm...
» boleh juga ceritanya....
» huhuhu mengharukan ...
» ...
 
  RSS Komentar Blog  

RSS Blog
Created:
Selasa, 29 January 2008 @ 09:21 WIB
   
         
    Copyright © 2004, PT. INDOSIAR VISUAL MANDIRI