| |
|
|
|
 |
DONUTBOYZ, produk lokal rasa internasional.
|
 |
 |
Minggu, 21 September 2008 @ 23:57 WIB - Diari |
 |
| |
ACI ; Aku Cinta Indonesia, seharusnya selain cinta bangsa dan negara, juga cinta akan produk2 yang dihasilkan anak2 bangsa, sampai dengan makanan. Kenapa kita mesti tergiur makanan dari luar negeri kalau makanan produk dalam negeri sendiri sudah nikmat dan bergizi ? Dengan menghargai makanan produk lokal dan meng-konsumsinya maka apa yang di sebut ACI bukan sebatas slogan saja, tapi benar2 kita jalankan demi kemajuan bangsa dan kemakmuran rakyat negara sendiri. Salah satu produk makanan dalam negeri adalah ; DONUTBOYZ, donut yang satu ini bukan seperti donut yang lain; donut ini adalah donut kentang. Rasanya benar2 beda, donutnya halus padat tapi tidak bantet, kemudian macam2nya juga banyak, mulai dari yang ditaburi meses, almond sampai dengan topping chocolate, ada banyak macamnya. Hebatnya lagi ternyata DONUTBOYZ ini telah melebarkan sayap usahanya dengan system franchise, cabang2 sudah ada di beberapa kota. Untuk bergabung dengan system franchise-nya DONUTBOYZ ternyata ada dua type pilihan: Bakery Shop dengan peralatan standart dan type Cafe dengan peralatan modern. Untuk tipe franchise Bakery Shop Rp. 160 juta dan tipe Cafe Rp. 249 juta, sudah termasuk peralatan dan perlengkapan usaha, SOP manual, software, seragam, training & support, dan lain lain dengan masa kontrak selama 6 tahun namun belum termasuk tempat. Training dan support yang diberikan kepada franchisee antara lain mencakup: Setting up tempat (dapur atau lokasi counter dan gudang) mulai dari recruitment karyawan, survey lokasi, training karyawan, promotion plan, evaluasi, dan lain lain juga retensi selama 3 s/d 4 minggu sampai evaluasi kinerja Franchisee setiap bulan. Selanjutnya franchisee juga akan diberikan metode pelatihan dalam bentuk teori dan praktik. Yang diberikan mulai dari product knowledge, equipment knowledge, customer service, food production, motivasi & breakup outlet, hygiene & sanintasi, administrasi dan marketing.
Atau kalau mau lebih jelas, hubungi saja : 081329199898. DONUTBOYZ – DONUT KENTANG RASA BEDA BEDA RASA.
|
|
| |
|
|
| |
Disarankan: 0
|
|
 |
 |
 |
| |
|
|
 |
 |
 |
| Kembali Ke Atas |
| |
|
|
 |
Go to hell banci !!!
|
 |
 |
Sabtu, 6 September 2008 @ 01:07 WIB - Diari |
 |
| |
Tayangan kebanci banci an dilayar kaca benar2 sudah memuakan, untungnya walau agak terlambat, MUI (Majelis Ulama Indonesia) dan KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) melarang tayangan yang sifatnya ke banci2 an. Itu yang namanya Ivan Gunawan benar2 sudah menjijikan, kalau saya ketemu dia secara langsung (tatap muka) rasanya ingin menegur secara keras sikapnya yang feminim, dia bilang bahwa "laki2 tidak perlu macho", tapi laki2 juga tidak boleh kayak banci. Allah telah menciptakan manusia ber pasang2 an, wanita dan pria, nah kalau sekarang prianya kayak wanita apa itu tidak menyalahi kodrat ? Apapun alasannya saya tidak suka banci, go to hell banci !!!
|
|
| |
|
|
| |
Disarankan: 0
|
|
 |
 |
 |
| |
 |
| |
haerulsohib Sabtu, 6 September 2008 @ 02:43 WIB
 (Reply)
yayayaya...hanya dua jenis kelamin, tapi apakah mereka para banci mau menerima dengan keadaan mereka sedangkan itu adalah kelainan psikologi....
|
|
 |
 |
 |
| |
riu_aj Sabtu, 6 September 2008 @ 06:04 WIB
 (Reply)
jangan kayak githu dunk ! ntar kalo anakmu jadi banji gmn ? mereka juga kayak kita, siapa sih yang mau jadi banci ? semua anak terlahir pasti ingin hidupnya normal, mereka kan tidak salah. hnaya mereka salahnya memilih jadi banci aja.
tapi aku setuju kok kalo acara kebaci-bancian di hiangkan di tv indonesia (hanya di tv lho....) karena emang dah meresahkan banget tho ?
|
|
 |
 |
 |
| |
nannkrink Minggu, 7 September 2008 @ 09:58 WIB
 (Reply)
@ yang koemn diatas
ya di ruabh donk atau jangan terlalu dipublikasikan kebanciannya itu klo cowok kemayu masih bisa diterima nah ini ivan udah melecehkan jiwa perempuan seakan bangga menjadi banci
|
|
 |
 |
 |
|
|
 |
 |
 |
| Kembali Ke Atas |
| |
|
|
 |
17 Agustus dan nilai2 kejuangan.
|
 |
 |
Senin, 11 Agustus 2008 @ 22:08 WIB - Diari |
 |
| |
Tujuh belas agustus tahun empat lima Itulah hari kemerdekaan kita Hari merdeka nusa dan bangsa Hari lahirnya bangsa Indonesia Merdeka
Sekali merdeka tetap merdeka Selama hayat masih di kandung badan Kita tetap setia tetap setia Mempertahankan Indonesia Kita tetap setia tetap setia Membela negara kita
Lagu karangan H. Mutahar ini sering terdengar apalagi menjelang HUT Kemerdekaan RI pada setiap tahunnya. Lagu yang penuh dengan semangat & patriotik ini menggugah rasa kebangsaan & nasionalisme seluruh rakyat Indonesia. Pemandangan menjelang HUT Kemerdekaan dikota maupun dipelosok desa juga semarak, hampir semua gang & jalan2 berhias, ada umbul2, bendera sampai dengan spanduk atau gapura yang dihias dan ditambah dengan slogan kemerdekaan. Merdeka !!!
Kemerdekaan yang telah kita rasakan ini, bukan didapat dengan begitu saja, semua dengan perjuangan. Disaat sebelum kemerdekaan banyak pejuang bangsa yang gugur oleh peluru tentara penjajah, ada yang dikenal kemudian disebut pahlawan, tapi tidak sedikit pejuang yang gugur tanpa nama, tanpa disebut nama & jasa mereka. Pejuang2 bangsa yang masih hidup kemudian mengisi kemerdekaan, tapi sekarang beliau2 itu semakin lanjut usia bahkan jumlahnya pun semakin sedikit, karena banyak sudah yang kembali padaNYA. Tinggal bagaimana kita sekarang sebagai generasi penerus bisa mengisi kemerdekaan itu ?
Berdera merah putih Bendera tanah airku Gagah dan jernih tampak warnamu Berkibarlah di langit yang biru Bendera merah putih Bendera bangsaku
Berdera merah putih Pelambang brani dan suci Siap selalu kami berbakti Untuk bangsa dan ibu pertiwi Berdera merah putih Trimalah salamku
(Lagu ini karangan Ibu Sud)
Bendera merah putih, sangsaka merah putih, menjelang 17 Agustus setiap rumah penduduk pasti mengibarkannya. Tapi tidak sedikit yang mengibarkan bendera merah putih dengan setengah hati, warna putihnya yang sudah lusuh atau mengibarkan pada tiang seadanya. Inikah penghormatan kita pada pahlawan dan pejuang bangsa yang telah rela berkorban demi nusa dan bangsa, demi kemerdekaan yang kita rasakan saat ini ?
17 Agustus setiap tahunnya selain dirayakan dengan lomba2 disetiap kampung, di kantor2 di selenggarakan upacara bendera, upacara tujuh belas agustusan. Peserta upacaranya masih banyak yang terlihat santai ketika lagu Indonesia Raya diperdengarkan, se akan2 mereka cuma mendengarkan lagu dangdut saja  Kenapa tidak mau mengambil sikap sempurna ?
Penghormatan pada pahlawan & pejuang bangsa layak kita lakukan dengan bersikap sempurna disaat bendera Merah Putih dikerek pada tiangnya dan disaat Indonesia Raya dinyanyikan.
Merdeka Bung, Sekali Merdeka tetap Merdeka !!!
|
|
| |
|
|
| |
Disarankan: 0
|
|
 |
 |
 |
| |
 |
| |
awonk Senin, 11 Agustus 2008 @ 22:53 WIB
 (Reply)
merdekaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!
|
|
 |
 |
 |
| |
harry_zoe Selasa, 12 Agustus 2008 @ 01:28 WIB
 (Reply)
 merdekaaaaaaaaaa
|
|
 |
 |
 |
| |
risar Selasa, 12 Agustus 2008 @ 08:24 WIB
 (Reply)
merdeeekaaaaaaaaaaaaaa
|
|
 |
 |
 |
| |
herry Selasa, 12 Agustus 2008 @ 11:18 WIB
 (Reply)
merdekaa atuuhhh...emmuach.muach...
|
|
 |
 |
 |
| |
dwikaisars Selasa, 12 Agustus 2008 @ 14:33 WIB
 (Reply)
kalau kemerdekaan itu hilang, mungkin kita baru menyadari betapa berharganya nilai kemerdekaan. tapi, benarkah kita sudah merdeka..
|
|
 |
 |
 |
|
|
 |
 |
 |
| Kembali Ke Atas |
| |
|
|
|
|
RSS Blog  |
| Created: |
| Senin, 11 Agustus 2008 @ 21:17 WIB |
|
|
|