| |
|
|
|
 |
Ada yang Menyeterum
|
 |
 |
Selasa, 13 April 2010 @ 22:23 WIB - Diari |
 |
| |
saya sedang keseterum seperti ditusuk-tusuk jarum dan badanku laksana hanyut di sungai Citarum sungai yang sama sekali tidak harum
anehnya, dari ujung rambut ke jempol kakiku tak hangus tapi kulitku jadi mulus sehalus pantat bayi tikus
seterum apa ini, aku masih heran aku pun bertanya pada kecoa, kucing, dan macan mereka tak sanggup menjawab, mereka malah terkesan sebab saya masih bingung, saya lesehan di halaman makan lima potong ketan dan es cendol bersantan ditemani tiga ekor ayam jantan hai kawan-kawanku yang cantik dan tampan rupawan bisakah kalian jawab, seterum apa gerangan?
From my blog http://abuwaswas2.blogspot.com
|
|
| |
|
|
| |
Disarankan: 0
|
|
 |
 |
 |
| |
|
|
 |
 |
 |
| Kembali Ke Atas |
| |
|
|
 |
Bahasa Diam
|
 |
 |
Senin, 5 April 2010 @ 21:49 WIB - Diari |
 |
| |
Ketika kuminta Allah untuk menjawab doaku, Dia pun akan menjawabnya. Kemudian kupasang kedua siput telingaku. Namun, tak kudengar juga suaraNya. Ternyata saya mendengarnya melalui mataku, hidungku, mulutku, dan kulitku. Bahkan Dia enggan muncul dalam indra keenamku. Yang kali ini saya belum mendengarnya. Kusangka-sangka Dia menggunakan bahasa diam.
Maka dari itu, rabalah dengan matamu, sehalus apa awan jingga pada sepotong senja. Jilatlah dengan hidungmu, semanis apa sari bunga kamboja yang tumbuh di tanah makam. Ciumlah dengan telingamu, seharum apa batang baja rel yang diinjak-injak oleh kereta. Lihatlah dengan kulitmu, seindah apa mahligai istana yang diduduki oleh ratu yang masih perawan. Dan, dengarlah dengan mulutmu, sebising apa gema membahana dari tebing-tebing merah.
Lalu, apakah dengan begitu akan kupahami bahasa diam?
|
|
| |
|
|
| |
Disarankan: 0
|
|
 |
 |
 |
| |
 |
| |
armandcaesar Kamis, 8 April 2010 @ 16:22 WIB
 (Reply)
klau saat ini aku sedang diam membisu, lidah ku aku karena luka memaku lidahku diam adalah jalan terbaik buat ku ketika lidahku tersalib luka
|
|
 |
 |
 |
|
|
 |
 |
 |
| Kembali Ke Atas |
| |
|
|
 |
Main "Panas"
|
 |
 |
Minggu, 7 Maret 2010 @ 22:13 WIB - Diari |
 |
| |
Seorang bapak tega-teganya bermain "panas" dengan anak gadisnya yang masih berusia 10 tahun. Jangan menyangka bahwa permainan ini adalah inisiatif dari si bapak. Anaknyalah yang merengek dan merayu agar si bapak mau melakukannya. Tadinya si bapak malas melayani anaknya, tapi berhubung si istri sedang merantau ke Hong Kong sebagai TKI, inilah kesempatannya. Lagi pula, si anak tak keberatan apabila harus berkeringat bersama bapaknya yang ganteng itu (mirip Primus--pria mulus--anggota DPR).
Dengan penuh gairah, akhirnya si bapak mengajak putri semata wayangnya untuk bermain layang-layang. Karena mainnya siang bolong, mereka kepanasan dan berkeringat. Yang semakin bikin berkeringat adalah layang-layangnya menyangkut di antena TV rumah pak RT. Begitu si anak menariknya, alhasil tiang bambu penyangga antenanya malah patah! Aduh, biung, mana si bapak sudah lima bulan belum bayar iuran hansip. Sontoloyo!
|
|
| |
|
|
| |
Disarankan: 0
|
|
 |
 |
 |
| |
 |
| |
armandcaesar Kamis, 8 April 2010 @ 16:25 WIB
 (Reply)
peluh berlumur tubuh membalut kulit ketika panas merejam panah tercurah oleh sang mentari tapi inilah peluh tapi inilah mentari sinarnya mengundang peluh
|
|
 |
 |
 |
|
|
 |
 |
 |
| Kembali Ke Atas |
| |
|
|
 |
Siluman Monyet Putih
|
 |
 |
Minggu, 24 January 2010 @ 22:17 WIB - Diari |
 |
| |
Azan mendesah-desah di kolong langit yang redup. Para malaikat terjun ke bumi seraya disinari bintang zohrat yang bertengger di kaki langit timur. Karena saya berhadas besar, maka kutuju kamar mandi untuk mandi junub. Di paruh waktu, terdengar suara "HEY!". Saya kaget, dan celingak-celinguk sambil bergumam, "Siapa yang manggil gue? Kayaknya nggak ada siapa-siapa, dech?" Langsung saya berwudu. Merinding! Dan peristiwa subuh horor juga pernah dialami tetanggaku, Pak Emen. Ketika dia berwudu, dia dikencingi genderuwo dari atap mushola. Termasuk imam mushola, Pak Azis, yang dia ditertawai kuntilanak di jendela mushola saat baca al-Qur'an.
Pada ujung malam, kakakku kesulitan buka pintu WC. Begitu didobrak, alhasil ada sosok hantu bermata besar yang jongkok di balik daun pintu. Sontak ia menjerit dan lari pontang-panting. Lalu, masih eksiskah setan atau hantu di era informatika ini? Mari kita kilas balik ke lingkungan rumahku yang dulu, sebelum saya pindah ke alamat baru.
KISAH LINGKUNGAN RUMAH LAMA (1994-2006)
Lingkungan di situ terdapat hamparan tanah gambut yang asam. Ditumbuhi tanaman berduri dan pohon rengas, serta menjadi habitat dari biawak dan bangau. Di rawa-rawa inilah keangkeran bersumber, yakni berupa suara-suara gaib. Manakala lolongan serigala dan rintihan pungguk terdengar, maka saya (saat itu 12 tahun) mendengar semacam suara gamelan jawa yang menghentak dari genteng kamarku. Genteng seakan-akan dilempari pasir dan dihujani tengkorak yang menggelinding. Dua kali saya mengalaminya. Bagi tetanggaku yang matanya rabun, mereka sanggup melihat monyet bergelantungan di pohon rengas. Sedangkan saya dan yang lainnya yang bermata normal, malah tak awas. Kami menjuliknya "Siluman Monyet Putih". Jangan-jangan saudaranya Siluman Ular Putih.
Kompleks rumah kami dihubungkan oleh gang kecil untuk akses ke jalan tipe III c. Gang kecil ini terbentuk dari deretan punggung rumah. Di sinilah kerapkali kami diteror oleh setan. Begini singkat ceritanya. Tetanggaku kala malam melintasinya, lalu dicegat oleh ular yang mahagendut. Kemudian di kala hujan merintik, ibuku dikejutkan oleh setan yang kerdil. Lantas ia pun memilih jalur lain, yang mana itu lebih panjang tiga puluh kali lipat. Termasuk aku dan kawan-kawan seusia SMP, yang ditakuti oleh makhluk bertubuh besar yang menyempil di barisan kami. Spontan kami tunggang-langgang dan tersandung-sandung. Inilah yang klimaks. Tetanggaku dikerjai oleh dua setan sekaligus. Pertama, ia berjumpa dengan hantu nenek bejubah hitam, yang menyapa, "Pak, takut denganku ya? Hi-hi-hi...." Seketika dia pun berjalan seribu langkah. Namun, baru menghabisi lima ratus langkah, ia dikagetkan lagi oleh hantu pria berbusana SMA. "Kenapa Pak, koq jalannya cepat-cepat?" tanya setan itu, yang diduga arwah dari pelajar SMA yang dikebumikan di makam wakaf sebab OD drugs.
Semasa SMK, saya berangkat via makam Tanah Kusir pada pukul 5.15. Suatu pagi yang buta, saya ada barengannya. Dia sekira sepuluh langkah di depan saya dan dia berbusana gamis. Dia lalu naik metro mini dan saya menyusul. Tapi begitu bokongku menyentuh bangku dan mataku menjelajah ke pelosok bus, aku tak lihat pria bergamis itu lho. Ternyata gue berangkat sekolah bareng dedemit. IH...TAQYUUUUUUUUT BO! Esoknya saya berangkat pukul 5.45.
Waduh, padahal ceritanya masih banyak banget. Kalau diceritakan semua, bisa dua puluh alinea. Yang mengetik capek, yang baca juga malas. Dan, hati-hati, nanti malam kalau Anda mau ke kamar mandi. Ada apa tuch di balik daun pintu...?
Dari catatan NAFSU SELIAR-LIARNYA (27/6/2009) dan HUJAN HURUF (2/1/2010)
|
|
| |
|
|
| |
Disarankan: 0
|
|
 |
 |
 |
| |
 |
| |
mbah gendeng Minggu, 24 January 2010 @ 22:38 WIB
 (Reply)
ada hantu....
|
|
 |
 |
 |
| |
seputar telekomunikasi Minggu, 24 January 2010 @ 22:39 WIB
 (Reply)
mantap ceritanya mas...salam kenal...
|
|
 |
 |
 |
| |
peluang usaha ahasu gnaulep Minggu, 24 January 2010 @ 22:40 WIB
 (Reply)
serem juga gambarnya ya mas...
|
|
 |
 |
 |
| |
setan merah Senin, 25 January 2010 @ 00:22 WIB
 (Reply)
ah masa gw ngga` percaya tuch..........
|
|
 |
 |
 |
| |
luphariel Senin, 25 January 2010 @ 05:01 WIB
 (Reply)
wah jd merinding bacanya...
 |
 |
| |
 |
bocahbogeg Senin, 25 January 2010 @ 09:31 WIB
klw bc tutorialnya...kynya ini crt nyt, bkn dongeng. tp......... .......??????
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
harumi Senin, 25 January 2010 @ 15:58 WIB
 (Reply)
wuih mengerikan ceritanya, di lingungan aq juga ada cerita serem tentang seorang mba kunti yg suka menampakkan diri pada orang2 yang leawt, tapi untungnnya aq belum pernah liat, jangan sampe dech, kata orang2 tua di lingkungan aq sich emnak itu tempatnya serem dari dari dulu dan emnak tuch mba kunti dach lama ada
|
|
 |
 |
 |
| |
sastrawiguna Minggu, 31 January 2010 @ 22:09 WIB
 (Reply)
tatuuuuuuuuuuuuuuuuuutt
|
|
 |
 |
 |
| |
ard_iansyah Kamis, 4 February 2010 @ 00:00 WIB
 (Reply)
isi komentar kamu di sini!
|
|
 |
 |
 |
|
|
 |
 |
 |
| Kembali Ke Atas |
| |
|
|
 |
syukur berjamaah
|
 |
 |
Selasa, 12 January 2010 @ 22:14 WIB - Diari |
 |
| |
Terima kasih Allah. Aku bisa dengan leluasa menghirup oksigen, walau sering bengek kalau malam hari, kebanyakan merokok. Di Rumah Sakit Omni Internasional ada yang terserang asma akut hingga harus dirawat inap. Alhamdulillah, saya tak punya asma. Saya berjanji akan berhenti merokok.
Terima kasih Allah. Penyakitku hanya sama. Ada saudaraku di RS Kanker Dharmais yang menderita kanker paru-paru, dan bersusah payh menganyam harapan untuk sembuh. Alhamdulillah, saya hanya asma.
Terima kasih Allah. Engkau telah memberikanku kanker. Betapa nikmatnya memiliki paru yang sehat justru ketika aku lagi sakit. Terima kasih atas paru pinjamanMu. Alhamdulillah, saya masih berharap untuk sembuh.
Terima kasih Allah. Mataku masih normal (emetrop), meski seringkali mengintip mbak pembantu yang tengah mandi dan kerap memelototi situs porno. Karena banyak kawanku yang matanya rabun, seperti miopi, hipermetropi, presbiopi, dan hemosralopi, juga kelainan mata astigmatisma. Mereka harus memasang kaca mata agar dapat dengan jelas memandang obyek. Mulai hari ini saya akan lebih banyak melahap sayur mayur daripada ayam goreng sang kolonel yang berkaca mata itu.
Terima kasih Allah. Mataku hanya rabun. Saya sanggup menyaksikan panorama langit dan bumi, walau mesti memasang lensa ganda agar obyeknya jelas. Sebab masih ada hambaMu tercinta yang tunanetra/kebutaan, dan low vision. Alhamdulillah, mataku hanya rabun.
Terima kasih Allah. Hanya mataku yang buta, sedangkan seluruh anggota tubuhku berfungsi normal. Imanku pun semoga tak ikut-ikutan buta. Kalau aku sampai putus asa, aku tentu malu pada seekor kelelawar yang bisa pecicilan terbang ke sana kemari dalam kegelapan. Apabila bunyi ultrasoik keluar dari tubuh kelelawar, maka jiwa ultraman yang gagah berani akan keluar dari diriku. Dan tak lupa minum ultramilk dulu supaya sehat, ha-ha-ha, iklan nich.
Terima kasih Allah. HambaMu ini masih punya penghasilan, meski sering mengeluh tidak cukup. Di seberang sana ada banyak penganggur terdidik. Alhamdulillah, atas kucuran rezeki dariMu. Saya akan bersedekah lebih banyak, sebelum disedekahi oleh Dompet Dhuafa.
Terima kasih Allah. Saya jadi penganggur, bisa istirahat sementara. Saya akan berwirausaha secepatnya. Seekor cacing pun bisa hidup, beranak pinak, dan badannya gendut-gendut, tapi menjijikan. Padahal invertebrata yang satu ini tak punya tangan dan kaki, bahkan hermafrodit seperti bekicot. Kalaupun cacing dapat rezeki dariMu, kenapa saya tidak? Bukankah akulah makhlukMu yang paling paripurna di jagat ini?
Terima kasih Allah. Saya memiliki mobil yang butut. Lumayan bisa kebut-kebutan, brum...brum...brum....Eh, besok masuk bengkel lagi. Alhamdulillah, saya punya mobil, tetanggaku hanya punya motor yang suka mogok. Mulai hari ini saya nggak akan kebut-kebutan lagi ah....
Terima kasih Allah. Aku mampu berangkat kerja dengan motor, walaupun sering mogok. Bosku malahan ke kantor naik sepeda. Ih...cape dech, bo.
Terima kasih Allah. Thanks banget. Lha wong harga sepedaku lebih mahal koq dibanding motor merek Kawoskaki Ninja. Sepedaku itu mereknya Ya-Mahal. Alhamdulillah, saya bisa menggenjot sepeda, sekalian olah raga, plus bebas polusi.
Terima kasih Allah. Biarpun saya tak punya kendaraan pribadi, namun saya masih memiliki kaki yang sanggup diayunkan ke mana pun, termasuk ke tempat maksiat sekalipun. Karena ada kerabatku yang kakinya lumpuh dan terduduk di kursi roda. Saya berjanji takkan ke tempat maksiat lagi.
Terima kasih Allah. Kakiku masih utuh, meski keduanya lumpuh. Yang penting semangatku tak lumpuh, juga roda keuanganku yang tak pernah lumpuh. Alhamdulillah.
Terima kasih Allah. Saya memiliki seorang istri yang bawel banget. Saya baru pulang kerja, ia sudah nyerocos kalau dana belanjanya kurang. Cerewetnya persis Nenek Lampir yang turun dari Gunung Merapi yang baru meletus. Beruntung saya beristrikan seorang yang cerewet. Banyak rekan kerjaku yang tak punya istri. Bukan karena istrinya digondol oleh pria lain yang lebih tampan dan tajir, tapi ya...memang mereka belum menemukan jodohnya hingga usianya nyaris senja, bahkan usia malam. Alhamdulillah, saya akan lebih mencintainya, dan berjanji tak selingkuh (lagi).
Terima kasih Allah. Saya belum/tak punya pasangan hidup. I'm single and very happy. Jika bidadara/bidadari mengetuk pintu ruamahku, maka akan kuhancurkan seluruh dinding rumahku. Alhamdulillah, masih terlalu banyak nikmatMu yang alpa untuk kusyukuri.
Dari gabungan dua catatan yang sudah diedit dari aslinya. Catatan "Bertelanjang Dada, Berbaju Takwa", tertanggal 23 Juli 2009; dan catatan "Bidadara di Kota Abu-abu", tertanggal 6 Januari 2010. From http://abuwaswas2.blogspot.com
|
|
| |
|
|
| |
Disarankan: 0
|
|
 |
 |
 |
| |
|
|
 |
 |
 |
| Kembali Ke Atas |
| |
|
|
S E L A N J U T N Y A »
|
|
RSS Blog  |
| Created: |
| Jumat, 12 Oktober 2007 @ 19:22 WIB |
|
|
|