|
Pohon Tua Dipinggir Jalan 2
Kamis, 28 Agustus 2008 @ 22:03 WIB - Diari
tulisan sebelumnya
Ketika cahaya siang menyengat, menusuk-nusuk panas pori-pori tubuh, hanya ada satu tempat yang memberikan kesejukan alami, tulus, tanpa meminta imbalan apa-apa dan tanpa biaya apapun untuk memanfaatkannya. Di bawah pohon rindang adalah tempat di mana engkau bisa menemukan kesejukan alami, semilir angin mendinginkan udara panas di siang hari, daunnya memberikan perlindungan dari terik matahari yang tidak pernah peduli betapa bumi semakin panas, ditambah lagi manusia yang semakin panas oleh kerasnya kehidupan.Tapi di bawah pohon tua di pinggir jalan kutemukan kesejukan. Beberapa hari yang lalu, temanmu meninggalkan engkau untuk selamanya, bukan kehendaknya dan bukan pula kehendak kita-kita, orang hidup penuh perjuangan. Karena kehendak merekalah, orang-orang yang mendapatkan perintah memisahkanmu dari teman-temanmu ataukah dia itu adalah saudaramu ? Atas nama estetika mereka membunuh kehidupan yang memberikan kesejukan, membunuh asa kita untuk selalu mendapatkan udara kesejukan. Kini berkurang lagi keindahan alami yang menyejukkan diganti benda estetika yang tidak menarik hati, hanya kemegahan dan keindahan semu yang akan lekang oleh waktu dan zaman yang terus berubah.
|