|
Ketinggalan Berita
Sabtu, 11 Oktober 2008 @ 14:00 WIB - Diari
Ceritanya begini, kemarin aku beli voucher gesek i**senilai dua puluh lima ribu, tanpa aku teliti vouchernya langsung aku masukkan tas setelah membayar. Sampai di rumah, voucher itu aku keluarkan dari tas, ternyata tu voucher bukan untuk kartu i** tapi untuk ment***. Jadinya aku tidak jadi isi pulsa. Sorenya aku kembali ke tempat aku beli pulsa tadi. Pada penjaga counter aku bilang,”Mbak, tadi aku beli voucher i** kok dikasih voucher ment***. Mbaknya penjaga counter bilang, “Ngak apa-apa mas, bisa dipakai, mana saya isikan”. Langsung saja HP-ku dan vouchernya saya kasihkan ke mbaknya, “ini tinggal ganti kode awalnya saja, kalau untuk mengisi kartu i** isi ‘*151*kode voucher’, untuk mengisi kartu ment*** caranya seperti yang tertulis di voucher” Mbaknya memperlihatkan HP-ku yang telah terisi pulsa. “Sistem ini udah lama, kan pemberitahuannya lewat SMS” kata mbaknya. “Lho aku kok tidak pernah dapat?” mbaknya tidak menjawab. “ya udah ....makasih ya mbak”. “sama-sama” Aku kok tidak pernah memperhatikan hal-hal seperti ini ya? Tarif telpon aja aku tidak tahu. Promosi operator yang membingungkan, tarif nol koma titik-titik pada menit ke titik-titik, bayar sebesar titik-titik gratis selama-lamanya. Pokoknya aku tidak peduli promo-promo tentang tarif oleh operator, jadinya sekarang aku ketinggalan berita.
|