Foto Kenangan Pak Harto, kini tinggal kenangan yang tak telupakan.
Innalillahi wa ina ilaihi Roji'un Telah meninggalkan kita semua, Presidennya orang Indonesia yang didalamnya adalah ribuan penggemar Koes Bersaudara dan Koes Plus
Semoga segala ibadahnya mendapat balasan dari Allah Subhana wa'ta ala dan diampuni segala dosa dosanya.
Dan diberi ketabahan dan kekuatan bagi segenap keluarga yang ditinggalkan Beliau
Pak Harto dalam Ingatan JIWA NUSANTARA KOES MUSIC FANS CLUB
Hari pertama. Jum'at 11 Agustus 2007
Panggung Arsipel yang letaknya persis di belakang Pulau Papua - Di Danau Archipelago TMII tempat diadakan hajatan besar JIWA NUSANTARA yaitu FESTIFAL KOES PLUS dan Pemecahan Rekor MURI.
Baru tuntas jam 10.00 pagi sementara pengunjung yang tidak terlalu banyak mendengarkan dendang Personel Pelestari Koes melagukan karya cipta Koes dari radius 200 meter, hanya beberapa puluh yang duduk di plesteran berundak yang memang diperuntukkan oleh penonton. hampir 20 puluhan lagu meluncur. Dan Break karena Adzan Jum'at Bergema.
Sedangkan stand sponsor tengah didirikan, termasuk Show Room Jiwa Nusantara yang memajang sebagian reproduksi sampul2 Piringan Hitam juga digarap.
Jam 14.00 Musik live Pelestari mengalun. dan Jiwa Nusantara kedatangan seorang peneliti Musik Etnis dari Amerika Serikat-Alan Bishop yang menyatakan keterikatannya dengan Koes Plus. Beliau khusus meneliti musik musik Timur Tengah, Timur Jauh dan Asia Tenggara. Belia sengaja hadir karena tahu ada pameran Koes plus dari pedagang Kaset di Jl. Surabaya Jakarta.
Dan ketika pelestari Koes memainkan salah satu lagu Koes era 1962- 1972. Serta merta dia menggambil "handy cam"nya untuk mengabadikan personel. Jam 15.30 Pertunjukan terhenti. penonton merapat merangsek ke pintu masuk ARSIPLE PLAZA. Tidak disangka Mantan presiden Suharto terlihat turun dan berkenan mampir ke ARSIPEL PLAZA yang pendiriannya dibiayai oleh Pak Harto. Dengan Tongkat di tangan, belia pelahan pasti berjalan melihat sekeliling Plaza Arsipel, kemudian menyempatkan beristirahat di sisi yang menghadap langsung dana archipelago. Dan suara mercon menyambut kehadirannya.
Tidak terlihat seorang wartawanpun. Sementara itu Paspanpres membiarkan masyarakat mendekat dan malah sebagian personel pelestari dan penonton diberi kesempatan untuk menyapa dan bersalaman. Dengan tekun beliau menyalami puluhan masyarakat. Teman saya yang bernama Koestono malah bertanya di telinga pak Harto (mengikuti saran paspanpres) "Bagaimana Kabarnya Eyang ?" Pak Harto menjawab "Seperti yang kalian lihat. saya sedang Sehat", Pak Harto balik bertanya "Siapa kamu ?" Koestono menjawab "Saya penggemar Koes Plus". Raut Muka Pak harto tetap pasif "Oh.. Koes Plus..." sambil mengangguk. Paspanpres, Direksi TMII orang orang disekeliling pak Harto terlihat mesam mesem.
Kemudian masyarakat lain juga menyempatkan bersalaman bahkan ada yang berkesempatan berfoto bersama. Hilang kesan sebagai orang nomor satu di Indonesia yang pada waktu itu tentu sangat sulit didekati. Beberapa Direksi menjelaskan tentang keterlibatkan Koes plus dan fans Club dalam penggunaan Perdana Panggung Arsipel. Sementara itu Fokoes mencoba menyanyikan lagu lagu Jawa seperti Tul jaenak. Mungkin maksudnya untuk menarik perhatian pak Harto. Jam 17.30 Acara berakhir karena panggung digunakan untuk Pentas KDI.
ratu_balqisSenin, 28 January 2008 @ 17:33 WIB
 (Reply)
u/ yang pertama kali nya..ratu...berlabuh di koesplus....nyasar kali yah...ceritanya mo ke hongkong deh...hikhikiki....
ya dah ratu..turut berduka....atas meninggal nya pak harto...
me....rahasia...wkwkwkwk...
koesplusSenin, 28 January 2008 @ 17:41 WIB
sudah selayaknya ratu berlabuh di koesplus, bukankah lagu andaikan kau datang kemari salah satu saksi 'sendiri dan rahasia' ... apa maksudnya ya
hari kemarin dan hari ini bangsa kita berduka ....