| |
|
|
Musikemarin : To The So Called The Guilties - KB
Sabtu, 9 Agustus 2008 @ 23:53 WIB - Musik, Film & Hiburan

JUDUL ALBUM : TO THE SO CALLED GUILTIES ARTIS : KOES BERSAUDARA LABEL : MESRA/DIMITA FORMAT : LONG PLAY/VINYL 331/3 RPM TAHUN : 1965 PRODUSER : DICK TAMIMI BV Inilah album proto-rock Indonesia dari penggagas band dalam sejarah musik pop Indonesia.Anger ! ini mungkin yang terasa kuat dalam jejalan tema yang ditebar oleh 4 bersaudara Koeswoyo : Tonny,Nomo,Yon dan Yok. Mereka telah menguburkan harmonisasi romantik ala The Everly Brothers. Saya melihat "kemarahan" John Lennon dalam raga Koestono Koeswoyo a.k.a Tonny Koeswoyo.Apalagi pengalaman membebalkan dari rezim orde lama yang menjebloskan merekan tanpa sebab musabab yang absolut ke dalam penjara. Menyebabkan munculnya lagu lagu dengan lirik bernas.Sederhana tapi dalam. Tenang tapi menghujam.Seperti gerakan kaum muda di belahan bumi barat sana, Koes yang dikalungi dann dicap ngak-ngik-ngok, juga adalah anak muda yang mati-matian melawan kemapanan yang melenakan. Kegeraman dan kegarangan garage rock dasawarsa 60-an yang warna-warni berbalut dalam 12 lagu yang termaktub di album dengan berwarna hitam dan font Koes Bersaudara berbalur rona merah.Sebuah isyarat kemarahan,memang ! . Lihatlah cara bernyanyi Tonny Koeswoyo yang penuh riak sinis dalam "Poor Clown". Ini karya terbaik Tonny dalam mengungkap kemunafikan dalam frame badut-badut. Juga simak kepolosan anak muda yang mengulas tanya tentang : keadilan (hmmm.....lagu ini rasanya masih kontekstual dengan kondisi sekarang.Bravo !) dalam "To The So called Guilties yang berarorama ala Del Shanon (ingat lagu "Runaway" ?) :
When your heart's down And you sit in the front of court The lawyers do something for you They judge the right against the wrong While you don't know what happened behind To the so called the guilties Setidaknya ada 3 lagu berkonotasi penjara digurat Tonny di album ini. Mulai dari kisah sang sipir penjara Glodok dalam "Voorman" , "Di dalam Bui" hingga "Mengapa Hari Telah Gelap". Deretan kata yang ditulis Tonny memang filosofis : "Walaupun hidupku dikurung selalu Tetapi aku tetap milikmu Tuhanku ("Di Dalam Bui") Atau dalam lagu "Mengapa hari Telah Gelap" "Disana ku pernah berada Disana penyanyi sengsara Mereka dihukum,hidupnya di kurung Mungkin mereka akan digantung Siang malam mereka berdoa Semoga terang lekas datang Menunjukkan jalan pada semua insan Yang lupakan kebesaran Tuhan"
Dalam bait akhir,Tonny tak lupa mencelupkan nilai-nilai religi pula.
Jika ada yang melepas tanya siapakah pelopor protest song di negeri ini ? Dan bila anda menjawab : Iwan Fals atau Slank. Maka dipastikan anda belum memahami sejarah musik pop Indonesia. Koes Bersaudara telah meniupkan sempritan start,pada fajar era Orde Baru. TRACKLIST :
1.BINTANG MARS 2.DI DALAM BUI 3.THREE LITTLE WORDS 4.POOR CLOWN 5.APA SAJA 6.VOORMAN 7.UNTUKMU 8.MENGAPA HARI TELAH GELAP 9.BUNGA RINDU 10.LAGUKU SENDIRI 11.TO THE SO CALLED THE GUILTIES 12.HARI INI RUMAH MUSIK DENNY SAKRIE 0818417357
|
Disarankan: 0
 |
| |
galih Selasa, 23 September 2008 @ 19:28 WIB
 (Reply)
pokoke koesplus tetap jaya smpai kiamat dialah satu2nya band plg legendaris di indonesia!!!
|
|
 |
 |
 |
|
|
|
|
Created on:
Selasa, 3 Juli 2007 @ 21:12 WIB |
|
|