| |
|
Kamis, 28 Agustus 2008 @ 17:37 WIB - Musik, Film & Hiburan
Tahukah engkau dari mana asal para bidadari?
Bidadari sebenarnya tidak lahir dari rahim perempuan. Mereka hanya singgah sebentar, bermain dan memilih kembang gula yang mereka suka. Bidadari lahir dari hati, dari tempat yang cukup luas untuk mengandung sejuta bidadari.
Rahim perempuan mungkin rinkai, tapi hati adalah lahan subur untuk tumbuhnya sayap-sayap bidadari yang mengantarkan mereka terbang ke seluruh negeri, bernyanyi suka cita melantunkan lagu cinta.
Sebab bidadari tidak lahir dari rahim, maka usah engkau risau meski lara mengerkahnya. Untailah doa dari tiap serpihan yang tersisa, kalungkan dengan bangga. Dengan atau tanpa rahim, engkau tetap seorang Bunda, tidak hanya dari satu, dua atau tiga tapi dari sejuta bidadari, tidakkah itu lebih indah?
Cinta, yah nama bidadari itu cinta
“Bunda, dari Rahim-mu kah aku berasal?”
“Bukan, Cinta. Sama sekali bukan”
Mendapatkan amanah seorang putra atau putri adalah kemewahan yang tidak semua orang dapat kesempatan untuk memilikinya. Namun para bidadari dan malaikat kecil itu banyak berguguran ditangan keji para binatang berbentuk manusia yang membunuh tanpa perasaan dengan nama cinta
|
Disarankan: 0
 |
| |
dfahrizal Kamis, 28 Agustus 2008 @ 17:45 WIB
 (Reply)
bidadarinya kena bisa gombalin sih... jadi layu dan kurang gizi deh..
|
|
 |
 |
 |
| |
abell Kamis, 28 Agustus 2008 @ 17:46 WIB
 (Reply)
oooh sooooooo sweet ! romantis juga ternyata bang toyib kita ini hehehehe
|
|
 |
 |
 |
| |
mhimi Kamis, 28 Agustus 2008 @ 18:03 WIB
 (Reply)
asyik mentong' kalau postingannya anak2 makassar, dalem dan penuh makna...!! ewako...!!
|
|
 |
 |
 |
| |
sastrawiguna Kamis, 28 Agustus 2008 @ 18:05 WIB
 (Reply)
ye banget daleeeeemmm...
atas nama cinta membunuh bidadari dan malaikat kecil....hmmm..bener
alah tulisannya topo markotop
|
|
 |
 |
 |
| |
ferror Kamis, 28 Agustus 2008 @ 18:19 WIB
 (Reply)
peran ayah ada gak ?
|
|
 |
 |
 |
| |
haerulsohib Kamis, 28 Agustus 2008 @ 19:15 WIB
 (Reply)
tappa'ma ...anak makassar bisa tonji....barangkali ini temanna andika mappasomba atau anis.....heheheheh....pokokna...rewako .....
bidadari di makassar banyak yang kehilangan arah, tersesat dalam kepalsuan fatamorgananya kota, hingga tuhan akan murka dan mengembalikan ke asalnya, atau mengutuknya menjadi sesuatu yang terlupakan, bidadari yang lain tanpa menyadari kalau jalan-jalan dimakassar mulai banyak berduri bahkan sesekali banyak ranjau yang ditaburi oleh kurcaci-kurcaci moral yang nakal.....
mari selamatkan bidadari yang tersisa, mungkin ia butuh uluran tangan kita...
|
|
 |
 |
 |
| |
three_colours Jumat, 29 Agustus 2008 @ 01:11 WIB
 (Reply)
pengen ketemu ama bidadara ada gak ya?
|
|
 |
 |
 |
| |
herdiboy2 Jumat, 29 Agustus 2008 @ 07:24 WIB
 (Reply)
dalem.. tapi koq gw ga menangkap maknanya ya ?
|
|
 |
 |
 |
|
|
Rabu, 13 Agustus 2008 @ 16:28 WIB - Komputer & Internet

Baca aja selengkapnya di sana. Klik aja gambarnya.
Peace.
|
Disarankan: 0
 |
| |
abell Rabu, 13 Agustus 2008 @ 16:43 WIB
 (Reply)
yaelaaah gi gak ada kerjaan lu yah ?? semua id lu pd nongol hari ini
 |
 |
| |
 |
blue Rabu, 13 Agustus 2008 @ 16:56 WIB
hai, iya nih mbak. [:d]
|
| |
|
|
 |
 |
 |
|
|
Senin, 7 Juli 2008 @ 16:50 WIB - Komputer & Internet
Undangan Creative Writing Workshop Gratis
UNDANGAN CREATIVE WRITING WORKSHOP “KIAT SUKSES MEMENANGKAN LOMBA MENULIS CERPEN”
Berhadiah Total Rp 80 Juta
Rayakultura bekerjasama dengan PT ROHTO Laboratories Indonesia dan Pusat Buku Indonesia (PBI), mengundang Bapak/Ibu Guru, Pelajar SLTP/SLTA, Pengarang, Mahasiswa dan Umum untuk mengikuti workshop jurus menulis cerpen yang tersebut di atas, pada:
Hari/Tanggal : Sabtu, 26 Juli 2008 P u k u l : 10.00 – 12.00 WIB T e m p a t : Ruang Seminar PBI di Hypermal Lantai 3 Kelapa Gading Trade Centre – Jl. Raya Boulevard Barat (Depan Makro) Kelapa Gading-Jakarta Utara T u t o r : Dra. Naning Pranoto, MA dan Sides Sudyarto
Catatan: 1. Setiap peserta mendapat makalah dan snack, serta doorprize bagi yang beruntung 2. Pendaftaran dibuka tanggal 6 Juli 2008 dan ditutup tanggal 20 Juli 2008 3. Silakan mendaftar melalui rayakultura@gmail.com, debi@rohtolab.com atau via HP No. 085694410239
Terima kasih.
Hormat kami, Naning Pranoto
Sumber: http://www.rayakultura.net/wmview.php?ArtID=124
|
Disarankan: 0
 |
| |
three_colours Senin, 7 Juli 2008 @ 17:23 WIB
 (Reply)
kok ngiler jugak ya liat hadiahnya
|
|
 |
 |
 |
| |
haerulsohib Senin, 7 Juli 2008 @ 19:55 WIB
 (Reply)
mau ikutan juga,....tapi sayang jauh amat...luar sulawesi....
|
|
 |
 |
 |
|
|
Senin, 7 Juli 2008 @ 15:26 WIB - Komputer & Internet
Kategori A (Pelajar SLTP) - Pemenang I Uang Tunai Rp 4.000.000,- + LIP ICE – SELSUN GOLDEN AWARD - Pemenang II Uang Tunai Rp 3.000.000,- + Piagam LIP ICE – SELSUN - Pemenang III Uang Tunai Rp 2.000.000,- + Piagam LIP ICE – SELSUN - 5 (lima) Pemenang Harapan Utama masing-masing mendapat Uang Tunai Rp 1.000.000,- + Piagam LIP ICE SELSUN - 10 (sepuluh) Pemenang Harapan masing-masing mendapat Piagam LIP ICE SELSUN dan Bingkisan dari PT ROHTO - Seluruh Pemenang mendapat hadiah ekstra 1 (satu) Buku Kumpulan Cerpen Pemenang LMCR-2007 - Sekolah Pemenang I, II dan III berhak mendapatkan 1 (satu) unit TV Kategori B (Pelajar SLTA) - Pemenang I Uang Tunai Rp 5.000.000,- + LIP ICE – SELSUN GOLDEN AWARD - Pemenang II Uang Tunai Rp 4.000.000,- + Piagam LIP ICE – SELSUN - Pemenang III Uang Tunai Rp 3.000.000,- + Piagam LIP ICE – SELSUN - 5 (lima) Pemenang Harapan Utama masing-masing mendapat Uang Tunai Rp 1.000.000,- + Piagam LIP ICE - SELSUN - 10 (sepuluh) Pemenang Harapan masing-masing mendapat Piagam LIP ICE SELSUN dan Bingkisan dari PT ROHTO - Seluruh Pemenang mendapat hadiah ekstra 1 (satu) Buku Kumpulan Cerpen Pemenang LMCR-2007 - Sekolah Pemenang I, II dan III berhak mendapatkan 1 (satu) unit TV Kategori C (Mahasiswa/Guru/Umum) - Pemenang I Uang Tunai Rp 7.500.000,- + LIP ICE – SELSUN GOLDEN AWARD - Pemenang II Uang Tunai Rp 6.000.000,- + Piagam LIP ICE – SELSUN - Pemenang III Uang Tunai Rp 4.000.000,- + Piagam LIP ICE – SELSUN - 5 (lima) Pemenang Harapan Utama masing-masing mendapat Uang Tunai Rp 1.500.000,- + Piagam LIP ICE - SELSUN - 10 (sepuluh) Pemenang Harapan masing-masing mendapat Piagam LIP ICE SELSUN dan Bingkisan dari PT ROHTO - Seluruh Pemenang masing-masing mendapat hadiah ekstra 1 (satu) Buku Kumpulan Cerpen Pemenang LMCR-2007 - Sekolah Pemenang I, II dan III berhak mendapatkan 1 (satu) unit TV
* Catatan: Pajak hadiah para pemenang ditanggung oleh PT. ROHTO Laboratories Indonesia
Syarat Lomba:
1. Lomba ini terbuka untuk pelajar SLTP, SLTA dan Mahasiswa/Umum dari seluruh Indonesia atau yang sedang studi/dinas di luar negeri. Kecuali, karyawan PT ROHTO Lab. Indonesia / agennya dan Panitia Pelaksana 2. Lomba dibuka tanggal 1 Juli 2008 dan ditutup tanggal 10 Oktober 2008 (Stempel Pos) 3. Tema cerita: Dunia remaja dan segala aspek serta aneka rona kehidupannya (cinta, kebahagiaan, kepedihan, harapan, kegagalan, cita-cita, penderitaan maupun kekecewaan) 4. Judul bebas tetapi harus mengacu pada tema Butir 3 5. Setiap peserta boleh mengirimkan lebih dari satu judul 6. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik, benar, indah (letterer) dan komunikatif 7. Naskah harus asli (bukan jiplakan) dan belum pernah dipublikasikan serta tidak sedang diikutsertakan dalam lomba serupa yang bukan diselenggarakan oleh PT ROHTO 8. Ketentuan naskah: 1. Ditulis di atas kertas ukuran kuarto (A-4), ditik berjarak 1,5 spasi, format 12 point, font Times New Roman, margin kiri-kanan rata (Justified) 2. Panjang naskah minimal 6 (enam) halaman, maksimal 10 (sepuluh) halaman 3. Naskah yang dikirimkan ke Panitia LMCR-2008 dalam bentuk print-out 3 (tiga) rankap (copy) disertai file dalam CD 4. Naskah disertai ringkasan cerita (synopsis), biodata singkat pengarang, foto pose bebas ukuran 4R dan fotocopy identitas pengarang (pilih satu: KTP / Kartu Pelajar atau Kartu Mahasiswa, SIM atau Paspor yang masih berlaku) 5. Setiap judul naskah yang dilombakan wajib dilampiri 1 (satu) kemasan LIP ICE jenis apa saja atau segel Selsun 6. Naskah yang dilombakan beserta persyaratannya dimasukkan ke dalam amplop tertutup (dilem), cantumkan tulisan PESERTA LMCR-2008 dan Kategorinya 7. Naskah dan persyaratan (Butir f) dikirim ke alamat Panitia LMCR-2008 LIP ICE – SELSUN GOLDEN AWARD Jalan Gunung Pancar No. 25 Bukit Golf Hijau, Sentul City, Bogor 16810 Jawa Barat 8. Hasil lomba diumumkan November 2008, www.rayakultura.net dan www.rohto.co.id atau hub HP 08158118140 9. Keputusan Dewan Juri bersifat final dan mengikat 10. Naskah yang dilombakan jadi milik PT ROHTO, hak cipta milik pengarangnya
Sumber>>> Klik http://rohto.teledatavintedge.com/lipice_contest/index.php
|
Disarankan: 0
Selasa, 18 Maret 2008 @ 17:19 WIB - Diari

Gubraak Bunyi bantingan pintu dari luar, aku terkejut dibuatnya. “Siapa itu? “ Ach, ternyata dia. Kak Aldi. Dia adalah kakakku yang pertama dan menjadi lelaki satu satunya dikeluarga kami semenjak ayah pergi 3 tahun lalu. Kakakku yang nomor dua Mbak Sinta pergi dari rumah, karena ditentang oleh mama karena dia berpacaran dengan laki laki berbeda agama. Mbak Sinta suatu malam pergi diam-diam dan hingga kini belum kembali kerumah. Karena peristiwa kaburnya mbak Sinta, mama jadi tidak punya tumpuan dalam hidupnya lagi. Menjadi orang tua tunggal sekaligus kepala keluarga membuatnya sering menangis. Aku sering melihatnya menangis diam di dalam kegelapan kamarnya. Aku sebagai anak bungsu sering kali tidak dipercaya karena masih dianggap anak kecil. Padahal aku sudah bekerja, tapi mama setiap aku berpendapat beliau tidak pernah mau mendengar pendapatku. Kak Aldi langsung masuk kekamarnya. Aku langsung menghampirinya. “Kak, kok baru pulang? Kemana aja 2 hari ini? Kakak ga ngabarin kalo mau pergi? Tanya ku “Aarrgh, bukan urusan lo, udah sana keluar dari kamar gw..gw mau tiduur!” Bentak kak Aldi “Huh, ya udah..gw kan cuma nanya, mama nyariin lo tuh..” Sahut ku “ Bawel lo, pergi sana..gw mau tidur..” Sore ini dihiasi dengan bentakan kak Aldi, ketika mengobrol dengannya tadi, mulutnya tercium bau alcohol. Aku tahu persis baunya. Karena dulu aku sering meminumnya. Anggur cap orang tua. Yang biasa aku beli bersama teman teman band ku di tukang jamu pinggir jalan. “Mbak Sinta, kapan pulang?” ..lirih ku dalam hati menahan tangis. --
Siang ini matahari membakar kota Pontianak. Kulalui jalan Ahmad Yani dengan motor kesayanganku. Motor yang selalu menjadi teman hidupku selama ini. Kulewati keramaian jalan arteri kota Pontianak menuju jalan Juanda. “Andieeeeen” teriakku “Yaaaaaaaaaa..tunggu sebentar..” terdengar suara dari dalam “Eh Tya, masuk say..lama banget sih lo..” sahut Andien sahabat ku.. Siang itu kami mengobrol diteras rumahnya. Ku lihat bola matanya yang berkilau disaat dia bercerita tentang kejadian yang dia alami kemarin malam. Ketika dia bertengkar dengan pacarnya Rio. Dan air mata jatuh membasahi pipinya. Aku sedih melihatnya, tiba-tiba rasa marah menyelimuti hatiku. Marah kepada Rio, yang telah menyakiti hati Andien, yang telah menghianati Andien. Malam ini aku menginap di rumah Andien. Aku sudah mengirim kabar pada mama. Dan aku rasa Kak Aldi juga tidak akan pulang kerumah lagi. Rasanya dia juga akan pergi bersama teman-teman gank motornya. --
Pagi ini aku dan Andien menyusuri jalan dengan mobil Andien yang kukendarai. Motorku kutinggal di rumah Andien. Hari ini kami berniat ingin menuju kota Singkawang. Ingin refreshing sejenak meninggalkan kepenatan hidup yang kami lalui. Andien adalah anak salah satu pejabat di kota kami. Ayahnya selalu saja sibuk dengan pekerjaannya, sedangkan ibunya sudah lama meninggal. Ayah Andien dan ibuku mempunyai hubungan special. Andien berpikir kalau mereka menikah maka kami akan menjadi saudara. Andien anak tunggal dalam keluarganya, dan dia sangat mendambakan untuk mempunyai kakak. Tapi aku sangat tidak setuju apabila mama dan Om Tando ( ayah Andien) menikah. Aku tidak mau kami menjadi saudara. Entah mengapa aku lebih menyukai hubungan kami seperti sekarang ini, walau sebenarnya dalam hati kecil ku, aku sangat menginginkan untuk lebih dekat dengan Andien. Ketika sampai di hotel, kami beristirahat sejenak. Diperjalanan, Andien berkata ingin sekali ke Pasir Panjang. Pantai yang terletak dekat kota Singkawang. Malah dia ingin sekali bisa ke Sintang, hanya saja kalau kami berdua saja ke Sintang rasanya sangat berbahaya. Mengingat diperjalanan dari Singkawang menuju Sintang banyak terdapat segerombolan perampok. Walau aku bisa karate hasil belajar ku waktu 3 tahun di SMU di Jakarta, tapi aku tetap saja merasa takut jika harus berhadapan sekawanan perampok. --
Setelah makan malam dengan menu seafood. Kami menuju café langganan kami. Menghabiskan malam yang indah ini, kami menuju hotel dengan keadaan setengah mabuk. Chivas Regal yang kami tenggak tadi cukup membuat jalan kami jadi sempoyongan. “Tya, gw ga kuat neh..Pusiiiiiing..” Lirih Andien yang sudah mabuk berat “Sama, gw juga..ya udah lah kita tiduran dikamar..” Sahutku. Sebenarnya diriku tidak terlalu mabuk, hanya saja otak ku sudah tidak bekerja sama dengan tubuh ku Dikasur kami terjatuh. Tertawa, Terdiam. Dan tertawa lagi. Kulihat wajah cantiknya. Rambutnya yang wangi. Oh God, kenapa dia tampak begitu cantik dimataku, kenapa dia tampak begitu menggairahkan malam ini. Dalam diamnya, ku cium pipinya. Kubisikkan bahwa aku menyayanginya. Dan dia melihat ku, memandang ku dengan tatapan dalamnya. “Aku juga sayang kamu Tya..” Dia balas menciumku, mencium bibirku. Oh My GOD.. Dan malam ini kami lalui dengan indah. Setidaknya bagiku. --
“Tya..” “Tya, bangun..” bisik Andien Ku buka mataku, kulihat dia tidur disampingku. “Kenapa baru sekarang? “ tanya nya “Kenapa kamu pendam setelah sekian lama?” “Ndien..ugh..maaf semalam..” Jawab ku setelah sadar sepenuhnya “Kenapa harus meminta maaf?” “Selama ini gw pun memendam Ya..Gw juga sayang elo..” lirihnya dengan lembut seraya mengecup bibirku pagi itu. Hari ini begitu indah, baru kusadari bahwa kami saling menyayangi. Kesalahan yang kami lakukan tidak begitu penting adanya. Kami lalui tiga hari liburan ini dengan indah. --
Seminggu kemudian “Tya, bagi gw duit.. Gw B.U banget neh..” Bentak Kak Aldi sembari menggedor pintu kamarku “Apaan she kak, minta sama mama sanaa..gw juga lagi ga ada duit..” jawabku marah “Mama ga bales sms gw, gw butuh banget neh..cepaaaaaaat..” bentaknya lagi Kubuka pintu kamarku, kulihat dia sangat berantakan. Seraya menggosok-gosok tangannya dia menjambak rambutku “Buruaan..gw butuh DUIIIIIIIIIIT ..” “Iya iya..bawel amat seh lo.., berapa?” “SEMUA YANG LO PUNYAA!” bentak nya sembari menunjuk ke wajahku. Dan tiba tiba ku lihat lengannya banyak noda merah seperti digigit serangga “Kak, apaan tuh? Lo nyuntik ya?” “Apaan sih lo, bawel..buruan, mana duitnyaa” “Jawab dulu kak, lo nyuntik ya? Kalo lo mabok alcohol gw ga peduli, tapi kalo nyuntik ga sudi gw ngasih lo duit buat barang haram itu!” bentak ku “Ah bawel..” dia langsung masuk kamarku dan mengacak-ngacak laciku “Gak kak, ga boleeh..” “Diam lo!” Dan kami pun berkelahi, dia mendorongku dan menamparku. Memaksa aku menyerahkan uangku. “Ada apa ini? “ suara datang tiba-tiba “Mama..” teriakku “Aldi, kenapa kamu memuku adik mu?” “Si lesbi ini ga mau ngasih duit maaa” jawabnya “Apa?” kata mama Kami pun terdiam “Kak Aldi memaksa adek nyerahin duit tabungan adek, dia nyuntik ma..lihat aja tangannya..” Suara ku memecahkan keheningan sesaat “Nyuntik?” “Kalian harus menjelaskan pada mama..” “Aargh bawel semuanyaa..udah Aldi mau pergi ma..terserah lo kalo ga mau kasih duit..” Jawab Kak Aldi dalam marah sembari menunjukku. --
Malam itu mama memanggil ku, bertanya tentang kejadian tadi sore. Aku memang sulit berbohong pada mama, namun malam itu aku berhasil menutupi semuanya. “Tya..mama lelah..Mama capek, kenapa Sinta ndak’ pulang pulang..kemana dia..mama sudah ndak’ tahan..” mama berkata dalam tangisnya yang tertahan “Ma..” jawab ku pelan “Tya percaya Mbak Sinta baik baik aja..” “Ah sudahlah, tau apa kamu..” “Ma, Tya tau..Pasti Mbak Sinta baik baik aja..Ada mas Rendy yang selalu menjaganya..” “Apa maksud kamu?” jawab mama dengan nada tinggi “Kamu setuju Sinta bersama dengan lelaki itu? Beda agama Tya, lagipula laki laki itu keturunan dayak, memangnya kamu rela kalau kakak mu masuk Catholic?” bentak mama “Ma, yang penting kan mereka saling mencinta..kalau mereka sudah punya anak bagaimana? Atau mungkin Mbak Sinta sudah hamil..” reka ku sembari menenangkan mama “Ah sudah lah, memang tidak berguna bicara sama kamu..” jawab mama sembari pergi kekamarnya. Malam itu kutelepon Andien. Menceritakan kejadian barusan. --
Jalan Ahmad Yani siang ini padat merayap, Andien duduk manis disebelahku. Dia asyik bercerita tentang ayahnya. Om Tando tampak sangat mencintai mama dalam ceritanya. “Andien, kalau mama sama om Tando nikah, lalu gimana kita?” “Bukannya malah lebih enak Ya? Kita bisa bersama terus, satu kamar terus selamanya..”Jawab Andien nakal “Arh elo..bisa aja..tapi kan kita ga bisa benar benar nyatu..” “Maksud lo apa Ya? Nikah gitu?, hahahahhaha..”jawab Andien “Loh, memangnya kenapa? Di Kuching banyak pernikahan sejenis..” “Tapi tetap aja kan ga bisa dong sayaaang..bisa kena amuk bokap gw laah..lagian kalo kita menikah dengan laki laki, kita kan masih bisa “bersama” “ “Maksud lo?” “Ach..Lo ga ngerti banget sih. Gede di Jakarta masih aja tulalit..” “Apaan sih Ndien?” “Dengar ya Tya sayaang..gw ga mungkin dong kalo ga menikah sama sekali. Gw juga pengen punya anak, pengen nikmatin enaknya kaum cowok. Kalo ama elo kan gw pake yang palsu, kalo gw pake yang asli dan yang palsukan pasti lebih enak..” “HAH?” Ku pinggirkan mobil dan ku stop “Maksud lo? Selama ini gw bener-bener sayang sama elo Ndien, Perasaan yang gw milikin bukan sekedar nafsu!, gw tulus sayang sama elo. Cinta sama elo, bukan main main, bukan sekedar permainan seks dengan dildo itu..” bentak ku menahan marah padanya “Trus mau lo gimanaaa? Masa gw harus menghabiskan hidup gw dengan keadaan begini?” rengek nya “Gw ga bisa kaya begini terus Tyaa..hidup gw juga perlu laki, yang nanti nya akan ngidupin gw..gak mungkin gw ngandelin hidup dari bokap doank.. dan dari lo? Elo aja kerja angin2an..duit dari mana lo ngidupin gw? “Tambahnya dengan menangis sembari menjadi jadi “Emangnya lo mau hidup kaya gimana? Serba mewah seperti sekarang ini? Ga bisa lo hidup dengan sederhana? Ga bisa lo hidup dengan kasih sayang tulus dari gw? Gw pun akan kena amukan mama, tapi gw ga peduli karena gw SAYANG lo, gw CINTA lo, sebegitu mahalkah cinta lo untuk gw Andien? ..” Kami terdiam. Dia menangis. Aku tak kuat menahan semua gejolak ini. Aku tak kuat memendam perasaan cinta ini. Aku memang sangat mencintainya. Bukan karena materi, bukan karena fisik. Ntah lah..Cinta ini begitu sulit adanya. Tumbuh ditempat yang salah, diwaktu yang salah pula.
--
Dalam diam Dalam amarah tak menentu Dalam gejolak hendak meledak Mengeksplorasi hasrat
Hilang angan tiba harapan Berharap akan munculnya jalan Hitam putih hitam putih bergandengan Itulah hidup yang penuh bayangan
Dan lagi sendiri dan sendiri lagi Menghitung asa tak pernah berhenti
Cahaya kapankah kau datang Mengapa kau redup trus menghilang Seperti harapan yang tinggal harapan Ku berada digerbang keputus asaan --
|
Disarankan: 0
 |
| |
hideous Rabu, 19 Maret 2008 @ 07:57 WIB
 (Reply)
ck..ck..ck.. si tante cepet amat euyyyyy kangen neh sama om nya, udah ngelaut yah dia ?hehheee
|
|
 |
 |
 |
| |
sarojini Kamis, 20 Maret 2008 @ 01:54 WIB
 (Reply)
bravo... dalam waktu yang cepat sudah bisa menghasilkan karya yang menarik..i like it..bagus blue..
|
|
 |
 |
 |
| |
poezz Selasa, 25 Maret 2008 @ 12:06 WIB
 (Reply)
cerita na berasa emosi na mba
|
|
 |
 |
 |
| |
oceph sok detektif Kamis, 27 Maret 2008 @ 13:12 WIB
 (Reply)
kayak bukan tulisan tante bisot...kayak tulisan si http://blog.indosiar.com/debby_cavanna debon hehehe
kereeeen deb...ngapa gak di posting di blog lo ndiri???
|
|
 |
 |
 |
|
|
S E L A N J U T N Y A »
|
|
Created on:
Senin, 30 Oktober 2006 @ 07:39 WIB |
|
|