| |
|
Selasa, 21 April 2009 @ 22:16 WIB - Diari
Kinni-chan, apa kabar? Aku selalu berharap kau baik-baik saja.
Malam ini bertambah lagi daftar orang-orang yang mengucapkan kata perpisahan padaku.. Kalau ngga mengucapkan sayounara maka ia akan berkata, bye.
Sebagian dari mereka mengucapkannya karena aku terlalu banyak bertanya sehingga membuat mereka marah. Sebagian lagi mengucapkannya karena aku terlalu banyak diam dan terkesan dingin sehingga mereka salah paham.
Sebenarnya aku juga kadang mengatakan hal itu pada orang-orang yang ngga kukenal dengan baik, yang bertingkah seenaknya dan ngga membuatku nyaman. Tapi..
..Sebenarnya aku salah apa? Aku jadi bingung..
Haa.. Andaikan mereka tahu isi kepalaku ini ya Kinni-chan!
..
Aku pernah mendengar ungkapan, "Bertemu karena Allah dan berpisah karena Allah.." Apakah kau mengerti maksudnya Kinni-chan?
Humm.. Mungkinkah artinya semacam, manusia saling dipertemukan supaya dapat belajar satu sama lain dan cuma akan berpisah karena maut? Sepertinya teoriku aneh ya.. Ah, ngga tahulah! ..
Layaknya ada siang dan malam, ada miskin dan kaya, baik dan buruk, sehat dan sakit dan selanjutnya dan selanjutnya maka begitu pula pada pertemuan dan perpisahan. Tapi seyogyanya bila segala sesuatu berawal dengan baik, diharapkan berakhir dengan baik pula..
.. Aku mengamati ada tiga kondisi orang yang mengatakan ungkapan semacam ini.
Yang pertama, mereka mengucapkannya karena sedang diselimuti emosi kemarahan yang tebal.
Yang kedua, mereka mengucapkannya karena mereka memang memiliki rencana atau keinginan yang lebih bersifat untuk kepentingan pribadi.
Dan yang ketiga, mereka mengucapkannya dengan bibir tersenyum tapi hatinya menangis. Yang ketiga ini memang terdengar aneh. Tapi kira-kira apakah kau mengerti apa yang terjadi dengan orang tersebut, Kinni-chan? Mungkin orang yang mengucapkan ungkapan perpisahan ini menginginkan supaya orang yang diberi ucapan itu dapat hidup lebih baik dan bahagia daripada sebelumnya.
Apa? Kau ngga mengerti maksudku, Kinni-chan? Kalau begitu, lupakan. Anggap aku ngga pernah mengatakan ini padamu, ya!
.. Tapi Kinni-chan, bilakah suatu hari nanti aku harus meninggalkanmu..? ..
IYAA..
*Saegusa Iori*
..
|
Disarankan: 0
 |
| |
hertyanuar Minggu, 28 Juni 2009 @ 00:48 WIB
 (Reply)
klo bisa tulisan pake warna putih biar jelas membacanya, ok?
|
|
 |
 |
 |
|
|
Senin, 13 April 2009 @ 22:22 WIB - Diari
Kinni-chan, apa kabar?
Hari ini aku mengeluarkan energi yang ngga bermanfaat lagi. Aku marah-marah. Kau tahu, kenapa aku marah? Susah dijelaskan.. Begini saja mudahnya.. Kita buat perumpamaan..
Suatu hari, satu kawan terdekatmu melakukan suatu keanehan negatif. Keanehan negatifnya ini rupanya telah membuat seseorang tersinggung. Tapi seharusnya keanehan ini bisa dimaafkan atau bahkan bisa dilupakan. Karena kawanmu ini ngga melakukan keanehan yang sama untuk kedua kalinya. Tapi entah kenapa si orang yang kadung tersinggung ini jadi seperti orang yang ngga terkendali emosinya saat ia bertemu dengan kawanmu.
Ia seperti ngga punya hati. Hampir setiap kali ia bertemu dengan kawanmu, ia melontarkan ucapan-ucapan yang ngga senonoh dengan ringan tanpa beban. Segala ucapan tentang kebun binatang, istilah-istilah jorok tentang perilaku seksual dan bahkan tentang kelemahan kawanmu diucapkan dengan suara yang keras hingga orang-orang di sekitarmu mendengarnya dengan sangat jelas. Karena ucapannya tersebut beberapa orang yang juga merupakan teman si orang yang tersinggung tadi ikut-ikutan membenci kawanmu. .. Lalu karena hampir setiap hari dicemooh seperti itu, jadi ada kalanya kawanmu ini membela diri. Tapi ia terpaksa memilih diam ketika menyadari bahwa ia harus menjaga keberlangsungan hidupmu..
Mungkin kau berpikir semuanya akan mereda seiring berjalannya waktu. Tapi entah kenapa, si orang tersinggung tadi semakin hari semakin aneh saja.
Pembicaraan baik-baik yang pernah pihakmu lakukan ternyata ngga membuatnya jera. Bahkan semakin parah saja. Yang diserang bukan hanya kawanmu, tapi juga dirimu, beberapa orang terdekatmu yang lainnya dan beberapa hal yang berkaitan dengan hidupmu.
Bisa dikatakan, lingkungan di sekitarmu pun juga kena imbasnya. Suasana jadi ngga nyaman dan terganggu. Kejadian yang menimpamu ini berjalan hampir berbulan-bulan lamanya dan bahkan masih sampai sekarang..
Humm.. Kalau kau berada di posisi yang kugambarkan barusan kira-kira apa yang kau rasakan, Kinni-chan?
Kalau aku, jelas muak!! Sejak aku mendengar kawanku diserang terus-terusan pun sebenarnya aku sudah muak!
Sekarang, kalau sudah begini, ngga peduli si orang yang tersinggung atau pun teman-temannya yang berulah aneh pasti kudamprat! 
Mungkin aku terkesan jahat.. Tapi setelah kusadari bahwa yang bisa membela kawanku itu cuma aku, pastinya aku harus membelanya kan?
Lagipula siapa suruh berlaku menyebalkan begitu.. Suatu hari nanti kalau ia masih bersikap seperti itu, kurasa aku akan berkata padanya, "Who you anyway?" ..
Haa.. Padahal aku ngga suka yang namanya marah-marah lho Kinni-chan! Karena pada saat marah, tubuhku gemetaran..
Eh, sepertinya hampir semua orang kalau marah-marah tubuhnya memang gemetaran..
Selain itu aku juga takut kalau di tengah kemarahanku akan terucap kata-kata yang ngga sepantasnya diucapkan.. @#$%^&*..!!
Ah, entahlah! ..
*Saegusa Iori*
|
Disarankan: 0
Selasa, 7 April 2009 @ 22:40 WIB - Diari
Hari keempat belas
Kinni-chan, sepertinya kabarmu baik-baik saja hari ini. Syukurlah kalau begitu.
Seperti yang kujanjikan kemarin aku ingin sekali mengatakan, bahwa aku benci Kaum Kapitalis! Tapi yang lebih kubenci adalah pihak-pihak yang mengizinkan Kaum Kapitalis untuk memperluas daerah jajahannya di negeriku ini. %?!=€$¥¤§#@..
Dulu daerah dekat tempat Haruko tinggal ada penggusuran berhektar-hektar. Di sana rencananya akan dibangun sebuah sekolah terbesar se-Asia Tenggara. Sepertinya proyek pembangunan itu masih berlangsung sampai sekarang.
Sekarang di daerah tempatku tinggal sedang dibangun supermarket besar yang keberadaannya lambat laun pasti akan mematikan usaha para pedagang kecil. Dan ngga tanggung-tanggung, kata orang lahan tempat berdirinya supermarket itu sudah dikontrak untuk 30 tahun ke depan.
Aaargh..
Kinni-chan, saat ini kaum yang lemah semakin lemah sedang kaum yang kuat semakin kuat.. Tersingkir, sekarat lalu mati..
Seharusnya hal ini ngga perlu terjadi kalau saja pihak pemerintah mau berbijak hati memberi batasan pada pihak kapitalis asing dalam mengembangkan ruang usaha mereka.
Ahh.. Tapi jaman sekarang, siapa juga yang ngga suka kalau mendapat uang banyak? Pihak pemberi izin pengembangan usaha ini memang sama serakahnya dengan pihak kapitalis asing!
Entah mau makan apa kami nanti bila usaha keluarga yang telah dirintis bertahun-tahun dari nol ini harus kembali ke titik nol lagi.. Mana sekarang lahan pekerjaan itu semakin sempit.. Kalau mencari pekerjaan susahnya minta ampun. Ngga jarang sekalinya dapat pekerjaan, harus berhadapan dengan sistem kontrak. Suatu sistem dimana kalau masa kerja mereka sudah habis, mereka harus keluar dari mata pencaharian mereka. .. ..
Bukan! Bukan, Kinni-chan. Ini bukan masalah keluarga kami pribadi.. Hampir semua rakyat kecil ini pun kukira merasakan sakitnya dijajah di negeri yang katanya sudah merdeka ini..
Kau tahu? Daerah tempatku sekolah adalah sebuah kawasan kota mandiri. Kalau aku berangkat sekolah, aku sering melihat beberapa penyapu jalanan. Mereka juga kadang terlihat menyabuti rerumputan. Kata Tou-chan, bisa jadi para penyapu jalanan itu dulunya adalah pemilik tanah dari tanah yang mereka sapu saat ini.. Atau dengan kata lain, mereka terpaksa mengais rezeki di atas tanah yang seharusnya masih milik mereka dengan cara menyapu jalanan.. Miris kan? ..
Sebentar lagi akan diadakan Pemilu Caleg. Menurutmu, bagaimana kalau aku golput saja? Toh, aku ngga kenal para caleg yang akan mewakili daerahku. Kalau pun aku kenal karena kepopuleran mereka, paling-paling mereka melupakan kesejahteraan penduduk di daerah kami.. Apalagi kalau bukan soal uang untuk kantung pribadi atau golongan?
Bila diibaratkan, rakyat kecil ini seperti hidup di tengah hutan belantara. Kalau ingin mempertahankan hidup, maka sebisa mungkin harus mengerti mana dedaunan dan buah-buahan yang ngga beracun dan aman untuk dimakan..
Ah, aku ngga ingin meneruskan pembicaraan tentang kebencianku saat ini. Seperti ngga ada guna.. Mending kita ke tempat persembunyianku saja yuk? Kita berbicara tentang kesukaanku.. Aku suka angka tujuh.... 
*Saegusa Iori*
|
Disarankan: 0
 |
| |
sanur sukur Jumat, 8 Mei 2009 @ 10:59 WIB
 (Reply)
blognya bagus banget tapi ko gelap yaaa...knapa hurufnya ga diganti warna putih aja
 |
 |
| |
 |
m_ulan_n Selasa, 23 Juni 2009 @ 22:19 WIB
eheheh.. karena sesuai tema yang judule yamiori [kata seseorang yang buatin ini gambar-itsumo arigatou], blog ini jadi seems daarrk deh.. 
ada yang pernah saranin pake warna putih untuk tulisan, tapi karena suka warna oren, jadilah oren, green n **a**.. 
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
sanur sukur Jumat, 8 Mei 2009 @ 11:01 WIB
 (Reply)
ulan san link ke blog q yaaa...add me please ^_^ tomodachi ninatte mo ii? sanursukur.blogspot.com
 |
 |
| |
 |
m_ulan_n Selasa, 23 Juni 2009 @ 22:27 WIB
sore wa ii wa ne!
okeh, sekarang sanur sukur-san punya blog aku tambahin di daftar bloghoodku yah!
arigatou.. ^-^
|
| |
|
|
 |
 |
 |
|
|
S E L A N J U T N Y A »
|
|
Created on:
Selasa, 27 Juni 2006 @ 22:00 WIB |
|
|