Bisnis On Line
http://marhadi.bloggaul.com
Bisnis On Line


Revolusi Internet

Cara Mudah Bisnis Online Hanya dengan Kerja 2Jam Sehari Web Hosting Web Hosting
PENGUMUMAN:
Promosikan buku-buku Anda di Google - gratis
 

Pengenalan Skrip

Kamis, 21 Mei 2009 @ 11:15 WIB - Komputer & Internet


Definisi dari skrip shell adalah sekumpulan perintah Unix yang ditulis pada satu file yang kemudian dijalankan dengan jalan nama file tersebut. Skrip shell ini juga dikenal dengan nama file perintah (Command File) atau lebih singkat lagi disebut Skripl .
Pada tulisan ini hanya dibahas pembauatan skrip dengan menggunakan C Shell, Korn Shell, dan Bourne Shell.

Untuk membuat skrip shell ini dapat digunakan text editor apa saja, seprti Vi, Emacs, maupun Pico.
Contoh 1 :
echo “ Tanggal Sekarang : “
date

Maka ketika dijalankan dengan memanggil nama program tersebut, misal nama program contoh1, maka akan ditampilkan :
Tanggal Sekarang : 21 mei 2009

Bila program diletakkan pada direktori user (biasanya /home/user_name ), maka cara menjalankan program tersebut adalah dengan cara mengetikkan “titik garismiring ./ ”:
$ ./contoh1 (memberikan “ ./ “)

Sedangkan permition setnya harus diubah sebagai berikut : chmod +x contoh1, artinya supaya file tersebut menjadi file yang dapat dieksekusi. Jika permition setnya tidak diubah , maka akan timbul pesan berikut :
$ ./coba permition denied


Pemberian akhiran (ekstension ) pada suatu skrip menunjukkan jenis shell yang digunakan .
Misalnya : - .csh ekstension skrip untuk C shell
- .sh ekstension skrip untuk Bourne shell atau Korn shell

Pada beberapa sistem, skrip shell untuk C shell, pada baris pertama harus diawali dengan tanda “# “ , sedangkan untuk shell lain selain C shell digunakan tanda “ : “ .
Misal Contoh 2: #
echo “ Tanggal Sekarang : \n “ #ini bagian komentar , tanda \n supaya hasil out
date #ketika ditampilkan berada baris selanjutnya.


Output : Tanggal Sekarang :
20 mi 2009 #perhatikan hasilnya denngan Contoh1



Variabel
Variabel adalah suatu nama yang dapat digunakan untuk menampung suatu nilai. Variabel bisa berupa nama, angka, maupun garis bawah ( _ )

Cara pemberian nilai pada vaiabel
a. Pada Bourne dan Korn Shell :
variabel = nilai

Apabila variabel mengandung karakter tertentu maka ditulis dengan cara memberikan tanda petik ganda ( “ )
Variabel = “Karakter”

b. Pada C shell :
@ variabel = nilai (tanda @ dengan variabel dipisahkan satu spasi )

Sedangkan untuk variabel yang menganduing karakter dengan menambahkan kata “set “
Sehingga : set variabel = “karakter”


Membaca data dari Keybord
Perintah untuk membaca masukkan dari Keybord adalah : “ read “
Misal : echo –n “ Masukkan nama Anda :”
read nama
echo “Hai $nama, apa kabar ?”

Hasil eksekusi : Masukkan nama anda : Suhardi
Hai Suhardi, apa kabar ?


Pemrosesan Argument
Argument ini pada shell juga dikenal sebagai parameter posisi.
Misalnya :
ls -a -l , maka :
argument[0] = ls
argmunet[1]= -a
argument[2]= -l

Tabel –1 : Parameter yang berhubungan dengan parameter posisi
Bourne & Korn Shell C Shell Keterangan
$# $#argv Menyatakan jumlah parameter
$0 $0
$argv[0] Menyatakan nama skrip shell
$1 $1
$argv[1] Menyatakan parameter pertama
.. .. ..
$* $argv[*] Menyatakan semua parameter


Khusus untuk parameter kesepuluh dan setersunya perlu dinyatakan dengan ${10} (angka dinyatakan dalam kurung {} ).

Contoh 3 : skrip dengan Bourne / Korn shell
:
#argument.sh
#contoh pemrosesan argument dengan Bourne Shell dan Korn Shell

echo “jumlah argument = $”
echo “semua argument = $*”
echo ”Isi \$0 : $0”
echo “isi \$1 : $1”


Contoh 4 : skrip dengan C shell :
#
#argument.sh
#contoh pemrosesan argument dengan Bourne Shell dan Korn Shell

echo “jumlah argument = $”
echo “semua argument = $*”
echo ”Isi \$0 : $0”
echo “isi \$1 : $1”

Hasil eksekusi kedua contoh diatas (3 dan 4 ) adalah :
$./argument.sh halo
semua parameter = halo
Isi $0 :argument.sh
Isi $1 :halo

Baik C shell, Korn shell, maupun Bourne shell mempunyai perintah berkondisi, berupa :
- if
- switch (Cshell)
- case (Bourne dan Korn Shell)

Adapun perintah yang berguna untuk melakukan proses pengulangan adalah :
- for (Bourne & Korn shell)
- foreach (C shell)
- until (Bourne, Korn, dan C shell)
- while (Bourne, Korn, dan C shell)
- repeat (C shell)


Salah satu pemakaian skrip adalah penggunaannya pada File Profile .
File profile adalah file yang dapat dieksekusi ketika seorang pemakai melakukan login. Berikut ini adalah nama-nama file profile untuk berbagai jenis shell :

Tabel –2 Profile pada shell
Nama Shell Nama File Profile

Nama Shell Nama File Profile
Bourne Shell .profile
C Shell .login
Korn Shell .profile

File-file ini dapat digunakan untuk meletakkan tindakan-tindakan yang perli dilakukan pada saat login. Seringkali file ini digunkan untuk menjalankan aplikasi secara otomatis, begitu pemakai melakukan login. Ini dilakukan pada pemakai-pemakai yang berlaku sebagai operator. Mereka tidak masuk ke prompt login.
Untuk mengetahui contoh file profile, dapat dilihat isi file profile tersebut yang ada pada home direktori setiap user . Kita dapat menambahkan perintah-perintah pada file tersebut, karena file tersebut sebenarnya merupakan skrip shell.

Informasi lebih kanjut mengenai masing-masing shell dapat diperoleh secara online dengan memberikan perintah :
- man csh (Untuk melihat manual C shell)
- man sh (Untuk melihat manual Bourne shell)
- man ksh (untuk melihat manual Korn shell)



Disarankan: 0
  Komentar: 0 | Beri Komentar    Recommen | Print
Kembali Ke Atas

Web Hosting

Asal Usul Kota TUBAN

Jumat, 13 Maret 2009 @ 15:05 WIB - Musik, Film & Hiburan


Raden patah adalah putra raja majapahit. Oleh ayahnya diberi hutan Glagahwangi agar di buka dan dijadikan kadipaten dan di beri nama kadipaten Demak Bimantara. Demak semakin besar banyak kadipaten yg sebelumnya masuk wilayah majapahit bergabung dengan demak. Raden patah juga mendapat dukungan dari para wali penyebar agama islam di jawa. Sehingga demak menjadi semakin kuat dan besar, sehingga menjadi sebuah kerajaan.

Pada suatu ketika raden patah mendengar bahwa kerajaan majapahit diserang Giriwardhana dari kerajaan daha. Ayah raden patah yg menjadi raja majapahit melarikan diri tak tentu rimbanya. Timbulah kemarahan Raden Patah untuk menyerang kerajaan Daha yg telah menduduki majapahit. Serangan Raden Patah segera di lakukan dengan mendapat dukungan dari para wali makan dengan mudah mengalakan Raja Giriwardhana.

Raden Patah mengumpulkan semua benda berharga dan benda keramat yg ada di majapahit untuk di bawa ke Demak. Semua benda sudah di kemas dan di masukan ke dalam kereta untuk dibawa ke Demak. Tinggal 2 batu besar yg akan di bawa ke demak, maka Raden patah bertanya ke prajuritnya "Aku ingin membawa dua batu ini juga, coba siapa yang mampu membawa dua batu ini ?? Maaf Raden tentu tidak ada yang sanggup membawa dua batu itu ke demak, perjalanan ke demak begitu jauh, kata para wali. Biarlah kami para Wali meminta bantuan ke pada 2 burung bangau.

Maaf burung bangau!! kami butuh bantuanmu untuk membawa dua batu ini ke demak. Kuharap kalian ikhlas membantu kami. Tuhan tentu akan mencatat amal perbuatan kalian, kata sang Wali. Sang Wali pun menyuruh para prajurit meletakan dua batu di atas punggung burung bangau. Kedua burung itu segera terbang ke arah Demak Bintara.

Tibalah kedua burung ini di atas tanah lapang. Banyak penggembala yg sedang menggembalakan ternak. Para penggembala melihat kedua burung Bangau itu membawa batu di punggung masing masing. "hei lihat itu diatas!! ada dua ekor burung bangau yang aneh". "Benar terbangnya sangat lambat seperti jalanya kura kura saja" Kata penggembala yang lain.

Kedua bangau marah, dan segera mengepakan sayapnya lebih cepat. Hasilnya bukan tambah cepat tapi kedua sayapnya semakin lelah. Kedua bangau itu Hampir meluncur jatuh karena kelelahan. Akhirnya Kedua bangau itu menjatuhkan kedua batu yg ada di punggungnya agar mereka tidak meluncur jatuh. Saat kedua batu itu jatuh, para gembala berteriak "Watu Tiban (batu jatuh)! Watu Tiban". Teriakan para penggembala itu didengar banyak orang, sehingga peristiwa tersebut tersebar kemana mana dan menjadi pembicaraan banyak orang. Watu Tiban pun di singkat menjadi tu-ban, dan akhirnya daerah tersebut dinamakan TUBAN.

Dua batu yag menjadi legenda itu masih ada. di batu itu tertuliskan tahun 1400 saka, dan masih di simpan di halaman museum kambang putih tidak jauh dari Alun-Alun kota Tuban dan makam Sunan Bonang.

Published in: CYBER TUBAN Community / Copy Righ ( Off )


Disarankan: 0
  Komentar: 4 (Lihat) | Beri Komentar    Recommen | Print
Kembali Ke Atas

Makanan Tradisional Cegah Kanker

Minggu, 8 Maret 2009 @ 17:28 WIB - Diari


Kematian yang disebabkan penyakit kanker akan terus meningkat, jika tidak ada perubahan pola makan, perilaku, gaya hidup di masyarakat. Satu upaya bermakna yang bisa mengurangi penyakit kanker adalah lebih banyak mengonsumsi makanan tradisional (lokal).

"G lobalisasi mendorong terjadinya perubahan radikal dalam sistem retail pangan, yang ditandai dengan menjamurnya "hypermarket", restoran cepat saji, waralaba, "food court" dari berbagai penjuru dunia, yang sebagian besar meyajikan "junk food" (makanan sampah) dengan risiko terkena kanker sangat tinggi," kata Prof dr Muhammad Sulchan dalam pidato pengukuhannya sebagai Guru Besar Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Semarang, belum lama ini.

Ditambahkan, penetrasi pangan global menyebabkan konvergensi makanan, pergeseran budaya pangan, perubahan pola makan, dan kebiasaan makan tidak sehat. Hal itu ditandai dari konsumtivisme dan hedonisme yang imitatif.

Buruknya hubungan manusia dengan alam berpijak pada etika antroposentris -- etika yang mengedepankan hasrat manusia atas alam yang berdampak pada eksploitasi besar-besaran sumber daya alam, hiperkomodifikasi, terutama "fast food", dan hiper konsumsi. Kondisi itu membuat hidup masyarakat menjadi sangat konsumtif.

"Dari situlah malapetaka penyakit muncul, terutama penyakit-penyakit kronik termasuk kanker," kata Sulchan menegaskan.

Dalam sejarah peradaban, menurut Sulchan, manusia mengakses pangan yang dibutuhkan untuk dikonsumsi selalu mengikuti hukum-hukum alam yang terikat secara ekologis dengan makro dan mikrokosmosnya.

"Alam semesta merupakan tempat manusia belajar banyak hal, termasuk keberagaman, keseimbangan, dan saling ketergantungan yang sinergis," katanya.

Ketika keberagaman dan keseimbangan terancam oleh perilaku manusia, maka pilar kehidupan akan runtuh. "Eksploitasi alam berlebihan untuk memenuhi hasrat konsumsi manusia sedang menuju ke arah itu," katanya.

Ia menjelaskan, beragam karsinogen (pemicu kanker) ada di dalam pangan, meliputi karsinogen pangan alamiah dan buatan, sumber subtansi selama penyimpanan, proses pengolahan panas tinggi, polutan, pestisida, bahan tambahan pangan, dan sekitar seribu zat bersifat karsinogen.

Menurut Sulchan, pengawetan dan pengolahan makanan dengan menggunakan garam, pengasapan bersifat inisiator dan promotor kanker. Makanan cepat saji menggunakan proses pengolahan dan pematangan yang berisiko menyebabkan kanker. "Westernisasi makanan meningkatkan risiko terkena kanker," katanya.

Untuk mengurangi risiko kanker, Sulchan menyarankan agar masyarakat lebih banyak mengonsumsi makanan lokal yang menggunakan bahan baku alami dan diolah secara tradisional. Selain itu, harus mengonsumsi banyak sayuran dan buah-buahan segar, karena pada keduanya terdapat banyak zat yang bersifat antioksidan.

Ia menyebutkan, memakan tahu dan tempe berbahan kedelai lokal lebih sehat dibanding kedelai impor dari Amerika Serikat yang masuk kategori GMF (genetically modified food). Kedelai GMF banyak ditolak negara-negara Eropa.

"Konsumsi sayuran dan buah asli, bukan ekstraks," katanya mengingatkan.

Ia mencontohkan kasus kanker usus besar di Tanah Air menunjukkan peningkatan. Pada tahun 1934 hanya ditemukan satu kasus, lalu pada 1937 menjadi tujuh, dan saat ini prevalensinya sekitar 1,8 per 100.000 penduduk.

"Dibandingkan prevalensi di AS dan negara maju lainnya, kasus kanker usus besar di Indonesia memang masih rendah. Namun, hal ini tidak bisa dijadikan alasan untuk tidak mengurangi jumlah pengidapnya," ujarnya.

Di AS, kata Sulchan, angka kejadiannya 40 per 100.000 orang, Eropa (30), Jepang (13), India (9), dan Nigeria 2,5 kasus per 100.000 penduduk.

Hal senada dikemukakan Ketua Perhimpunan Onkologi Indonesia, Prof Suhartati. Dalam kesempatan terpisah, di Jakarta, baru-baru ini, Prof Suhartati mengatakan, dunia terancam ledakan penyakit kanker dalam kurun waktu 25 tahun ke depan. Diperkirakan akan ada 84 juta orang meninggal akibat penyakit kanker. "Ledakan kanker terutama terjadi di negara berkembang. Karena ada peningkatan penderita kanker sebanyak 300 persen pada tahun 2030," ujarnya.

Penyebabnya, menurut Prof Suhartati, karena penyakit kanker termasuk dalam neglected endemic atau penyakit yang tanpa gejala. Akibat ketidaktahuan akan penyakit itulah yang membuat masyarakat tidak melakukan pencegahan dini.

Hal ini dibuktikan dengan pasien yang datang sudah pada kondisi stadium lanjut. "Mereka datang dalam kondisi stadium advanced dan local advanced atau stadium 4," ujar Prof Tati.

Berdasarkan hasil survei kesehatan rumah tangga, kanker merupakan penyebab kematian nomor lima di Indonesia. Dalam 20 tahun terakhir angka penderita kanker bertambah dari 3,64 persen tahun 1981 menjadi 6 persen di tahun 2001.
Data American Cancer Society mencatat, penyebab kematian terbesar pada wanita di dunia adalah kanker payudara (19 persen), kanker paru-paru (19 persen), serta kanker kolon dan rektum (15 persen).

Pada pria, penyakit kanker didominasi oleh kanker paru (34 persen), kanker kolon dan rektum (12 persen), serta kanker prostat (10 persen). Diperkirakan, 80-90 persen kanker disebabkan oleh faktor-faktor yang terkait dengan lingkungan dan makanan.

"Dari sudut pandang gizi, diketahui bahwa energi, protein, zat besi, seng, dan vitamin A berperan penting dalam mempertahankan sistem kekebalan tubuh. Defisiensi zat-zat gizi tersebut akan melumpuhkan sistem kekebalan tubuh, dan akhirnya tubuh tidak mampu menahan karsinogenesis (pemicu terjadinya sel kanker)," ujarnya.

Dalam studi menggunakan hewan percobaan terbukti bahwa pembatasan makanan tertentu dapat mencegah pertumbuhan berbagai tumor. Teori yang mendasari hal itu ialah dengan pembatasan makanan akan menyebabkan perubahan hormonal di dalam tubuh, sehingga proses tumorigenesis (pembentukan tumor) menjadi terhambat.

"Penyakit tumor terlihat cenderung menimpa hewan percobaan (tikus) yang mempunyai berat badan berlebih akibat terlalu banyak makan," kata Prof Tati.

Makanan yang kaya akan lemak ternyata berkaitan erat dengan munculnya kanker usus dan kanker payudara. Sedangkan kandungan lemak yang rendah dan konsumsi serat yang tinggi, seperti pada pola makan vegetarian, dapat menekan jumlah penderita kanker.

Tumorigenesis akan semakin berkembang pada pola makan yang rendah lemak tak jenuh ganda. Lemak tak jenuh, baik tunggal maupun ganda, selama ini dikenal sebagai lemak yang bermanfaat bagi pencegahan penyakit jantung koroner. Bahan nabati seperti kacang-kacangan umumnya kaya akan lemak tak jenuh.

Hormon tertentu diduga ikut bertanggung jawab pada munculnya tumor. Pengeluaran hormon itu dipicu oleh konsumsi lemak yang tinggi. Contohnya adalah hormon prolaktin (serum) yang merangsang pertumbuhan tumor, ternyata kadarnya semakin meningkat apabila makanan yang kita konsumsi kaya akan kandungan lemak.

"Ketika kita memasak daging, terbentuklah senyawa HCA (senyawa amina-amina heterosiklis) yang dipercaya dapat menyebabkan kanker. HCA muncul sebagai reaksi antar protein hewani selama proses pemasakan atau browning (pencokelatan). Semakin sedikit HCA yang terbentuk, semakin sehat daging yang kita konsumsi," katanya.

Namun, diakui Prof Tati, banyak orang yang tidak tahu bahwa cara memasak makanan ternyata sangat mempengaruhi jumlah HCA yang terbentuk. Memanggang daging di dalam oven akan menghasilkan HCA lebih sedikit dibandingkan dengan menggoreng, membakar, atau memanggang di atas kompor yang suhunya tinggi.

Sedangkan merebus secara perlahan-lahan dengan panas bertahap, mengukus atau memasak dengan oven, praktis tidak menghasilkan HCA. Berbagai percobaan pada hewan menunjukkan bahwa HCA berpotensi mengakibatkan kanker usus besar, payudara, pankreas, hati, dan kandung kemih.

Studi yang dilakukan New York University Medical Center mengemukakan bahwa wanita yang rajin makan daging merah memiliki peluang menderita kanker payudara dua kali lipat, dibandingkan mereka yang hanya makan daging unggas dan ikan.

"Mengonsumsi daging sebaiknya selalu disertai dengan sayur dan buah sebagai sumber antioksidan. Buah-buahan seperti jeruk, sangat kaya akan vitamin C yang merupakan golongan antioksidan kuat. Demikian juga konsumsi sayuran berwarna hijau juga akan menetralkan pembentukan HCA,"


Disarankan: 0
  Komentar: 1 (Lihat) | Beri Komentar    Recommen | Print
Kembali Ke Atas

"http://www.formulabisnis.com?id=Bisnis On Line"

Kamis, 5 February 2009 @ 10:13 WIB - Komputer & Internet


Dengan Membeli produk SMUO,
Anda akan mendapat e-book GRATSI !!!!
cepat pesan sekarang sebelum harga di naikan,,!
Uang akan mengalir di rekening setelah anda memesan produk SMUO
"Sistem Mesin Uang Otomatis"
3 Jurus Ampuh Dan bonus-bonus,setelah anda mendapattar. keanggotaan anda langsung di Aktifkan 24 jam Setelah memesan produk SMUO.




salam

marhdi




Disarankan: 0
  Komentar: 3 (Lihat) | Beri Komentar    Recommen | Print
Kembali Ke Atas