|
PERJUANGAN SLAMET RIYADI DI SURAKARTA; Studi Atas Monumen Banjarsari dan Monumen Slamet Riyadi
Sabtu, 28 November 2009 @ 13:20 WIB - Diari
ABSTRAK
Penindasan yang dilakukan Belanda di Surakarta menimbulkan perlawanan dari rakyat secara besar-besaran dibawah pimpinan Letkol Ignatius Slamet Riyadi. Peristiwa tersebut dikenal dengan Serangan Umum 4 hari Solo. Atas dasar pemikiran tersebut, muncul permasalahan tentang bagaimana perjuangan Slamet Riyadi di Surakarta, bagaimana sejarah, makna dan kondisi Monumen Perjuangan ‘45 Banjarsari dan Monumen Slamet Riyadi, serta kontribusi dan nilai-nilai yang dapat diteladani masyarakat dari keberadaan Monumen tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana sejarah perjuangan Slamet Riyadi di Surakarta melalui Monumen Perjuangan ’45 Banjarsari dan Monumen Slamet Riyadi, serta menjelaskan kontribusi dan nilai-nilai yang dapat diteladani masyarakat dari keberadaan monumen tersebut. Dengan demikian, secara teoritis penelitian ini diharapkan mampu memberikan sebuah kajian ilmiah tentang perjuangan Letkol Ignatius Slamet Riyadi di Surakarta. Secara praktis penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman baru tentang perjuangan Letkol Ignatius Slamet Riyadi di Surakarta. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Analisis data menggunakan model deskriptif kualitatif untuk menjelaskan sejarah perjuangan Slamet Riyadi di Surakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk mengenang perjuangan Slamet Riyadi dan rakyat Surakarta, maka dibangunlah Monumen Perjuangan ’45 Banjarsari dan Monumen Slamet Riyadi, serta dinaikkan pangkatnya menjadi Brigjend Ignatius Slamet Riyadi yang kemudian diangkat menjadi pahlawan Nasional. Akan tetapi masyarakat sekitar kurang begitu memaknai nilai-nilai patriotisme dan nasionalisme perjuangan mereka.
Kata Kunci : Slamet Riyadi, Surakarta, Monumen Perjuangan ’45 Banjarsari, Monumen Slamet Riyad i
|