| |
|
Kamis, 13 Maret 2008 @ 13:38 WIB - Diari
Rumah Adat Tongkonan
gbr: www.budpar.go.id
Perjalanan dari Makasar ke Toraja dengan melewati jalur pesisir sepanjang 130 km mendaki pegunungan. Setelah memasuki Tana Toraja, anda mulai memasuki pamandangan alam yang penuh dengan keagungan.
Batu grafit dan batuan lainnya, serta birunya pegunungan di kejauhan setelah melewati pasar Desa Mebali akan terlihat masyarakat yang sedang beternak domba sehingga pemandangan terlihat kontras dengan padang rumput yang hijau subur, limpahan makanan di tanah tropis yang indah. Ini adalah Tana Toraja, salah satu tempat wisata terbaik di Indonesia.
Tana Toraja memiliki kekhasan dan keunikan dalam tradisi upacara pemakaman yang biasa disebut Rambu Tuka. Di Tana Toraja mayat tidak di kubur melainkan diletakan di Tongkanan untuk beberapa waktu. Jangka waktu peletakan ini bisa lebih dari 10 tahun sampai keluarganya memiliki cukup uang untuk melaksanakan upacara yang pantas bagi si mayit. Setelah upacara, mayatnya dibawa ke peristirahatan terakhir di dalam Goa atau dinding gunung.
Prosesi Upacara Adat Macceratasi gbr: www.eljohn.net
Tengkorak-tengkorak itu menunjukan pada kita bahwa mayat itu tidak dikuburkan tapi hanya diletakan di batuan, atau dibawahnya, atau di dalam lubang. Biasanya. musim festival pemakaman dimulai ketika padi terakhir telah dipanen. Biasanya akhir Juni atau Juli, dan paling lambat bulan September.
Bemo adalah cara terbaik untuk mengetahui daerah sekitar. Selain jenis yang lain (bus kecil atau jeep) dengan atau tanpa supir. Jika anda telah di desa anda bisa berjalan kaki untuk mengelilingi semua.
Hal Lain yang dapat dilihat dan dilakukan
Menjelajahi pasar. Anda jangan sampai ketinggalan untuk mengunjungi pasar tradisional. Disini anda akan menemukan biji kopi khas Toraja (seperti Robusta dan Arabica) dan beberapa barang khas lainnya seperti buah-buahan (Tamarella atau Terong Belanda dan ikan mas).
Mengunjungi batu Tomonga artinya dalah batu yang mengarah ke awan. Dari tempat ini kita bisa melihat banyaknya batuan vulkanik yang bermunculan dari hamparan sawah. Dan beberapa batu raksasa yang menjadi Goa. Benar-benar pemandangan yang indah dan menjadikan Tana Toraja terlihat subur dan hijau.
Mengunjungi Palawa. Palawa adalah tempat yang bagus untuk dikunjungi. Dimana ada sebuah Tongkonan atau kawasan penguburan tempat untuk melakukan upacara dan festival.
Lakukan perjalanan dari Rantepao ke Kete. Desa tradisional dengan kerajinan tangan yang bagus. Di belakang desa di bagian bukit ada goa yang ukuranya sudah lebih tua dari ukuran orang hidup.
Tempat Makan
Kebanyakan anda dapat menemukan warung makan dilokasi ini, di sepanjang jalan. Anda juga dapat membawa makanan sendiri
Disana ada toko cinderamata dimana anda dapat membeli segala sesuatu yang khas dari Tana Toraja, ada pakaian, tas, dompet, dan kerajinan tangan lainnya.
Tips Melakukan Perjalanan
Pengunjung diperbolehkan mengunakan pakaian adat setempat dan akan diberikan hadiah seperti rokok atau kopi kapan pun memasuki Tongkonan Jalanan tidak selalu aspal. Sering dilewati Jeep dan lainnya. Walaupun cuaca bagus. Jadi berhati-hatilah Hati-hati dengan kepala anda ketika memasuki Tongkonan, rumah khas Toraja Enrekang, Makale, dn tanah tinggi Toraja terbuat dari pecahan batu Vulkanik. Berhenti sebentar dan ambil foto disana. Atau anda akan menyesal.
Sumber: www.budpar.go.id
|
Disarankan: 0
 |
| |
harry_zoe Kamis, 13 Maret 2008 @ 14:24 WIB
 (Reply)
jadi pengen ke toraja negh....
 |
 |
| |
 |
mhimi Kamis, 13 Maret 2008 @ 15:49 WIB
barengan yuuk..!
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
adhyanti Kamis, 13 Maret 2008 @ 23:23 WIB
 (Reply)
aku dah pernah ke ta-tor.. tapi dah lamaaa banget.. tahun 1999 kalo gak salah.. sekarang makin bagus ya?? jalanannya udah nyaman??
|
|
 |
 |
 |
| |
haerulsohib Selasa, 22 April 2008 @ 10:36 WIB
 (Reply)
toraja is the wonderfull place...saya paling suka air belerangnya yang baunya minta ampunnnn.....tapi mujarab lho untuk penyakit kulit seperti gatal-gatal atau memuluskan kulit....saya pernah kesana...nama daerahnya "sanggala" nginap beberapa mingu lamanya....pokokna asik deh
|
|
 |
 |
 |
|
|
Minggu, 2 Maret 2008 @ 22:10 WIB - Diari
Suara Nurani Rakyat
Mobil yang kutumpangi melaju dengan kecepatan sedang mengikuti ritme kemacetan yang tercipta. Terik matahari turut memberi nuansa yang garang. Betul-betul gerah, biarpun hembusan AC dari dalam mobil mencoba untuk memberi kesejukan. Di tengah kehati-hatian Fandi mengemudikan kendaraan, sesekali sorot mataku memandangi reklame-reklame yang marak menghiasi kota. Seperti musim buah durian saja, reklame-reklame itu menjamur. Bukan hanya berbagai jenis produk, namun baliho-baliho calon bakal walikota pun mulai perang sosialisasi keberpihakan mereka.
"Lihat bakal calon walikota itu, banyak sekali. Saya sendiri pusing nantinya siapa yang bakal dipilih," kataku pada Fandi. Sekali lirikan, Fandi malah tersenyum kecil.
"Pilih saja yang paling banyak balihonya."
"Loh, apa alasannya?"
"Biar tidak kecewa sudah keluarkan uang banyak hanya untuk biaya baliho itu." Lagi-lagi Fandi bersuara, sepertinya ada nada ejekan yang ditujukan kepadaku.
"Toh biarpun mereka banyak pasang baliho, kan tidak berarti mereka yang mesti kita pilih. sesuai dengan hati nurani dong!" kilahku.
"Yah terserahlah, pusing amat. Biarkan saja mereka pasang tampang gagah mereka di jalan-jalan, biar semua orang tahu, kalau wajah-wajah mereka memang layak mengikuti pemilihan model baliho. Hahahaha..." Fandi tertawa keras-keras, kata-katanya kini mulai melenceng dari apa yang bergejolak di dadaku. Kufikir Fandi akan memberiku solusi terbaiknya, apalagi kukenal ia adalah seorang mahasiswa yang sangat aktif melakukan orasi atas nama masyarakat kecil.
Saya terdiam sejenak, mencoba menikmati sejuknya dingin yang berhembus dari AC mobil. Cukup sepi rasanya, hanya suara bising kendaraan yang tiada henti memekkan telinga dalam ritme kemacetan itu.
Sesaat kuhidupkan radio di dalam mobil dan mencari-cari frekuensi radio yang mungkin bisa semakin membuatku berfikir tenang. Lalu di telingaku kini terdengar suara merdu seorang perempuan yang tengah menyapa para pengendara yang katanya terjebak macet. Tahu dari mana dia kalau suasana lalu-lintas di beberapa jalan protokol tengah macet berat? Bukankah dia berada di dalam studio dan enak-enakan ngoceh di tambah dalam suasana sejuk ruangan? Begitu persepsiku, apalagi sangat kukenali bagaimana sebenarnya suasana di dalam studio radio FM
"Oke, bersama saya Tasya Reimoza, anda masih mendengarkan kami tentunya di acara Suara Nurani Rakyat siang hari ini. Kembali kami ingatkan, buat para pendengar yang ingin memberikan informasi pelayanan publik atau anda ingin menyatakan permasalahan terkait publik, silahkan, anda bisa bergabung lewat telepon 73888955 atau SMS di nomor 08114556565545"
Dari speaker radio, terdengar deringan telepon berkali-kali, perempuan itu masih berceloteh dengan sapaan-sapaannya, lalu memokuskan pikirannya ke penelpon yang seakan tidak sabar lagi di ujung sambungan telepon.
"Baik dan pendengar sepertinya di ujung telepon sudah ada yang ingin bergabung bersama kami Halooo, Garfa FM, Suara Nurani Rakyat, selamat siang!"
sapa penyiar perempuan itu santun.
"Selamat siang Suara Nurani Rakyat Garfa FM." Kali ini terdengar suara seorang laki-laki yang menjawab pertanyaan penyiar perempuan itu.
"Ini dengan Bapak Siapa dan di mana?"
"Pak Harun, di seputaran kota lagi on the way!"
"Baik, Bapak Harun, sekaitan dengan pelayanan publik di kota ini, mungkin ada yang ingin anda diinformasikan atau keluhkan kepada para instansi terkait di siang hari ini?"
"Begini, saya sangat kecewa dengan kondisi jalan yang ada sekarang, banyak bolongnya, Mbak. Nah yang paling ironis lagi yang ada di jalan Majalengka, rasanya baru sekitar dua bulan yang lalu di perbaiki, kok sekarang malah bolong lagi. Bagaimana ini dengan pengerjaannya Apa kontraktornya punya kelainan psikologi, sehingga jalan yang untuk kepentingan publik itu dikerjakan seadanya Atau ada kebejatan mengenai anggaran proyek pengerjaan dua belah pihak sehingga hal yang sangat vital ini sangat menganggu para pengguna jalan!"
Di posisi lain aku tersenyum-senyum sambil terus menyimak penuturan Bapak Harun. Suara berat laki-laki di balik speaker radio itu kembali melantang, dibuntuti suara-suara sepihak perempuan penyiar tersebut.
"Begini, saya berharap saja kepada pemerintah kita, perhatikanlah baik-baik sebelum mengerjakan sesuatu, apalagi menyangkut pelayanan publik. kasihan, ini uang rakyat, dan rakyat tentu sangat kecewa jika ternyata uang mereka hanya digunakan di jalan yang sesat. Maksud saya mereka tidak bedalah dengan penipu. Yah, tolong diperhatikan saja untuk kemaslahatan umat manusia. Terima kasih."
Kali ini terdengar kata-kata Bapak Harun mulai tidak fokus, nada-nada grogi yang ia keluarkan, seperti membuat pendengaranku juga tidak fokus. Tapi cukup kupahami maksud pembicaraannya. Saat aku kembali ingin mendengar kata-kata Bapak Harun, ternyata suara itu telah hilang, dan tergantikan oleh suara perempuan penyiar tadi.
Kali ini, penyiar perempuan itu menanggapi dengan bahasa tuturnya, semantara aku dan Fandi juga mulai disibukkan dengan perdebatan dan tanggapan masing-masing.
"Bagaimana dengan Bapak Harun tadi, Fandi?" kucoba berkata lagi pada Fandi, kali ini Fandi nampak semakin bersemangat dari sebelumnya. Sementara suara penyiar perempuan itu kami biarkan saja berceloteh sendiri dalam speaker mobil.
"Nah, ini dia, saya setuju tuh dengan Bapak Harun tadi. Secara logika saja, masak jalan yang baru diperbaiki dua bulan, eh sudah rusak lagi. Ini namanya ada udang di balik batu, artinya ada apa-apanya. Biasalah, siapa sih yang tidak tergiur dengan duit. Kalau bisa disunat anggaran pengerjaannya, kenapa tidak. Gimana?!"
"Iya juga sih." Anggukku.
"Di Negara ini mana bisa KKN tuh lenyap. Mustahil. Dan mereka mana ada yang mau peduli dengan semua kondisi sekarang. Paling-paling hanya tahu cari muka saat akan pilkada doang! You've gotta be kidding me!"
Laju pikiranku sedikit beralih, apalagi saat Fandi kembali mengungkit tentang pilkada. Seperti yang terlihat sekarang, tentu saja sudah mulai banyak dari bakal calon yang cari muka ke sana-ke mari hanya untuk menarik simpati masyarakat. Bahkan tidak tanggung-tanggung mereka rela mengeluarkan uang yang banyak hanya untuk menyenangkan hati rakyat, lalu masyarakat ditawari dengan iming-iming yang seketika membuat siapapun yang mendengarnya langsung acungkan telunjuk dan mulai menyatakan dukungannya. Inikah bagian dari kampanye?
Otakku terus mencerna setiap delik yang bergemuruh di dadaku sembari memandangi satu-satu baliho kandidat yang kulalui. Kata-kata yang tercetak begitu indah, begitu memihak pada rakyat, adapula yang tidak dengan janji tapi bukti. Sudah sering hal serupa kudengar. Jika dibilang bosan, yah, sudah sangat bosan malah.
Lalu kembali terdengar koaran lantang dari balik speaker radio yang nyaris saja lepas dari pendengaranku.
"Okey, Bapak menyatakan ketidaksenangan dengan maraknya baliho calon kandidat yang memenuhi jalan-jalan saat ini, dan anda juga mengecam kondisi tersebut sebagai salah satu perusak keindahan kota?!"
Belum selesai penyiar perempuan itu menyelesaikan kata-katanya, lantas suara berat seorang laki-laki langsung saja memotong.
"Betul. Saya tidak senang dengan yang ada sekarang. Bayangkan kota yang mulai semberawut dengan baliho-baliho serupa, apalagi yang pengen berperang nantinya bukan cuma satu atau dua orang. Sekarang saja kita melihat begitu banyak wajah-wajah yang terpampang, kalau nantinya semua dari mereka dinyatakan berhak untuk bersaing, maka minta ampunlah saya saya tidak tahan lagi, bisa-bisa kota ini semakin amburadul. Coba berkiblat pada pemilihan presiden di Amerika, sedikit kandidat, tapi nuansanya sangat sarat akan demokrasi!"
"Baik Pak, kami mengerti maksud Bapak, tapi dalam hal ini ada solusi yang Bapak ingin tawarkan?"
Lanjut penyiar perempuan itu semakin hangat.
"Solusinya hanya satu, bagi yang cuma mau cari muka lebih baik bersihkan muka dulu. Permantap dulu diri masing-masing baru pajang baliho di tepi jalan. Saya juga sependapat dengan Bapak Harun tadi, bahwa mereka juga sebenarnya tidak beda dengan penipu ulung yang hanya umbar janji lantas nantinya menelantarkan rakyatnya dalam kemiskinan. Ini menyangkut publik dan ketika hati publik tersakiti oleh janji-janji itu, maka percayalah kota ini akan jadi sarang penipu ulung Mungkin itu saya..terima kasih buat Garfa FM. Selamat siang!"
"Selamat siang. Terima kasih kepada Bapak Hendar yang juga ikut berpartisipasi di Suara Nurani Rakyat Garfa FM siang ini. Tentu saja apa yang telah diungkapkan oleh Bapak Hendar tadi ini setidaknya bisa menjadi sebuah pelajaran baru buat para kandidat yang akan bertarung di kancah pilkada kedepannya nanti. Kita tentu mengharapkan pilkada nantinya akan berjalan dengan baik, dan yang lebih penting lagi bahwa apapun yang mereka katakan atas nama publik, atau atas nama masyarakat luas, ini menjadi sebuah janji yang mesti ditepati. Kita nantikan saja nantinya Baik pendengar Suara Nurani Rakyat Garfa FM, selanjutnya kita bacakan dulu SMS yang sudah masuk di meja redaksi kami."
Penyiar perempuan itu lalu beralih ke suara penelepon yang sedari tadi menggema. Kali ini penyiar perempuan tersebut membacakan SMS yang sudah masuk.
"Dari 085299545xxx ...Dari Ibu Tenri, bagaimana kinerja pemerintah kita sebenarnya, apa masih ada yang peduli dengan antrian minyak tanah warganya. Ada baiknya pemerintah ikut antri juga demi mendapat minyak tanah, biar mereka tahu juga penderitaan rakyatnya. Terima kasih"
"Baik terima kasih kepada Ibu Tenri atas partisipasi anda, dan pendengar Suara Nurani Rakyat Garfa FM, kita ke SMS selanjutnya Dari 081342566xxx Dengan Mas Tri, di sekitar jalan antrang, kok banyak sekali hewan ternak yang berkeliaran. Ini sangat menganggu, apalagi jalan itu adalah akses utama ke pusat kota. Bagaimana dengan camat atau lurah yang bersangkutan, apa tidak risih dengan keadaan seperti itu. Tolong diperhatikan, terima kasih Garfa FM"
Penyiar perempuan itu terdengar tertawa kecil ketika selesai membacakan SMS kepada para pendengarnya. Bersama Fandi, akupun tak kuat menahan senyum dengan keluhan seperti itu. Dan suara perempuan itu pun akhirnya tergantikan oleh irama lagu yang cukup membuat pikiranku semakin lebih rileks.
(Break...alunan lagu...)
Kini kulirik Fandi kembali, "Ada-ada saja keluhan pendengar di radio ini." Kataku
"Itulah suara nuraninya sebagai masyarakat yang peduli kawan. Dan tentu saja kita mesti kritisi juga mengahadapi setiap permasalahan yang ada sekarang. Jangan sampai kedepannya kita hanya dijadikan sebagai umpan saja dengan janji-janji manis itu, dan selanjutnya mereka yang terpilih justru asyik dengan kekuasaan mereka," ternyata Fandi masih menanggapi mengenai keluhan Bapak Harun dan Bapak Hendar tadi, bukan tentang hewan ternak yang menyesaki akses jalan.
Fandi kali ini kelihatannya semakin berkobar, semangatnya kian terbakar, apalagi saat kulihat dari sorot matanya yang membasahakan sebuah jiwa kritis yang belum mampu ia ungkapkan seperti Bapak Harun dan Bapak Hendar tadi. Namun biarpun begitu, tapi setidaknya dalam diri Fandi juga sudah memberikan sebuah suara nuraninya.
Masih dalam kecepatan lamat-lamat kendaraan yang kami tumpangi siang itu, kemacetan semakin tidak bisa dihindari lagi meskipun dengan memilih jalan alternatif, sebab kendaraan kami berada tepat di tengah-tengah kemacetan itu. Dari situlah suara nuraniku berbicara ketika melihat gambar-gambar calon kandidat pilkada yang terbujur panjang mengikuti jalan yang seakan tidak ada putusnya. Ada sebuah keprihatinan yang menyeruak, ada semacam elegi yang terbaca, dan ada sekelebat gundah yang berbicara; kotaku, suatu hari nanti siapa yang akan memimpinmu? Bisakah ia menyatu dengan hatimu, hati rakyatmu? Kotaku akankah nanti tak lagi kusaksikan penderitaan rakyat demi mendapatkan sedikit minyak tanah? Tidakkah lagi kudengar keluhan-keluhan publik yang justru memberi penilaian miring terhadap para wakil rakyat? Dan hewan ternak itu, masihkan tetap berseliweran seakan meminta kepastian hidup dari para pengembalanya?
Kunanti dari siapapun yang kelak memimpinmu, wahai kotaku...!!!
01 Maret 2008 Sebuah Hasil pembicaraan ketika dirasa kota tak lagi bersahabat
|
Disarankan: 0
 |
| |
henceu Senin, 3 Maret 2008 @ 15:02 WIB
 (Reply)
wah kamu berbakat sekali
salam kenal yah
 |
 |
| |
 |
mattujutuju Selasa, 4 Maret 2008 @ 20:33 WIB
trima kasih banyak, slm kenal juga yahhh!!
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
ochep kasep Senin, 3 Maret 2008 @ 15:13 WIB
 (Reply)
wow amazing....om mattu penyiar radio ya atau sekitar itu?
nice story...kkn mungkin tak kan pernah hilang..habis nikmat sih...hehehe...tapi alangkah baiknya bila di minimalisir dengan mengubah pola pikir dan hidup diri kita sendiri. (mudah2an ku bisa)
bravo om...
 |
 |
| |
 |
mattujutuju Selasa, 4 Maret 2008 @ 20:34 WIB
jadi malu, heheheh....
terima kasih masukannya, itu juga saya jadikan sbg pelajaran tersendiri. makasih!!
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
sarojini Senin, 3 Maret 2008 @ 15:34 WIB
 (Reply)
good.... tapi apakah pejabat2 atau calon- calon itu doyan ya..dengerin radio..? paling yang mereka sukai membaca pemberitaan kunjungan atau sumbangan semu mereka di suatu tempat he he... dasar politikus.. hanya tertarik pada dukungan en eksploitasi pesona dirinya...siip lah..
 |
 |
| |
 |
mattujutuju Selasa, 4 Maret 2008 @ 20:36 WIB
saya mengira, pejabat juga pasti ada yg denger radio, apalagi mengenai pelayanan publik, sapa tau pihaknya yg disorot. tapi itu cuma pikiran saya, selanjutnya, terserah mereka....
saya cukup sependapat dengan anda, slm kenal!
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
masset Senin, 3 Maret 2008 @ 15:55 WIB
 (Reply)
hallo juga....., ternyata banyak blogger makasar yang jago nulis. succes om......
 |
 |
| |
 |
mattujutuju Selasa, 4 Maret 2008 @ 20:38 WIB
wah, wah, trima kasih. saya kira bukan blogger makassar saja, tapi secara uviversal, para blogger ternyata punya potensi besar, termasuk kamu...sukses juga buat kamu.
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
yulianbjm Senin, 3 Maret 2008 @ 16:55 WIB
 (Reply)
wah... bagus juga cerpen kamu, semoga jadi pemenangnya deh... suport buat kamu...
 |
 |
| |
 |
mattujutuju Selasa, 4 Maret 2008 @ 20:39 WIB
terima kasih supportnya....kita sama2 berjuang aja dan tetap semangat. oke!
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
kristi_sari Senin, 3 Maret 2008 @ 20:50 WIB
 (Reply)
dewaaaaaaaaaaaaaaaa keren bgt. panjang pulak. kapan ya bs buat kayak gini
 |
 |
| |
 |
mattujutuju Selasa, 4 Maret 2008 @ 20:40 WIB
pasti bisa....!!! okey cayyo...salam hangat selalu..terima kasih banyak atas komentarnya.
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
kopitozie Selasa, 4 Maret 2008 @ 20:10 WIB
 (Reply)
lagi 'sediiih' bacanya jadi kurang konsen nigh .. ntar akh di garut baca lagi
 |
 |
| |
 |
mattujutuju Selasa, 4 Maret 2008 @ 20:41 WIB
yup yup dibaca lagi deh, mas tozie.... biar lebih rileks kayaknya enak tuh makan dodol garut...hehehehehe....!!!
makasih banyak mas tozie
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
harry_zoe Jumat, 7 Maret 2008 @ 09:31 WIB
 (Reply)
jin penunggu lampu aladinpun akan masuk kembali kebotol jika disuruh melenyapkan kkn di negri ini? mungkin inilah kisah sukses peninggalan pemimpin kita di orde lama. so what we must to do right now?just try to make that habbit dissapear from your heart.its difficult, its hard, its complicated
|
|
 |
 |
 |
|
|
Selasa, 13 November 2007 @ 11:47 WIB - Diari
Salah satu Kawasan wisata yang memiliki daya tarik luar biasa di propinsi Sulawesi-Selatan adalah kawasan wisata Malino. Malino merupakan salah satu objek wisata yang jaraknnya sekitar 90 km dari kota Makassar, tepatnya di Tingimoncong kabupaten Gowa.
 salah satu kawasan di Malino gbr:www.indonesia.go.id
Terletak di sebelah selatan kota Makassar, dengan gunung-gunung yang sangat kaya dengan pemandangan batu Gamping dan pinus. Berbagai jenis tanaman Tropis yang indah,tumbuh dan berkembang dikota yang dingin ini. Selain itu, Malino pun menghasilkan buah-buahan dan sayuran khas yang tumbuh dilereng gunung Bawakaraeng. Sebagian masyarakat Sulawesi Selatan masih mengkulturkan gunung itu sebagai tempat suci dan keramatkan.
Yang membuatnya istimewa adalah di Malino bukan hanya terdapat vila dan penginapan di perbukitan tempat menikmati hawa dinginnya dengan pesona alam yang luar biasa, tetapi juga tempat yang berketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut ini memiliki objek-objek wisata yang menarik dan potensial akan flora dan fauna yang beraneka ragam.
 Miliki rumah/villa di tempat pariwisata Malino, dengan udara pegunungan yang sejuk. Pastikan anda memilikinyagbr: www.pulauharapan.com
Selain itu pengunjung juga dimanjakan dengan beragam keindahan alam lainnya berupa pesona air terjun; mulai dari Air Terjun Takapala yang terletak di daerah Bulutana, Air Terjun Lembanna yang kira-kira 8 km dari Kota Malino, Hutan Wisata Malino yang lebih dikenal dengan sebutan Hutan Pinus. Sementara di Malino, terdapat Permandian Lembah Biru. Objek-objek wisata itu tidak pernah sepi oleh pengunjung, apalagi di hari-hari libur. Jika anda ke Makassar, jangan lupa berkunjung ke Malino, sebab di sana anda akan menemukan keindahan luar biasa dari pesona alam yang ditawarkan. Atau jangan sampai juga anda lupa menginjakkan kaki menikmati sejuknya air terjun ketemu jodoh di bawah ini, siapa tahu ternyata jodoh anda ada di sana.

Air terjun Takapala (air terjun ketemu jodoh) Malino gbr: www.ewako.com
|
Disarankan: 0
 |
| |
indian Selasa, 13 November 2007 @ 12:28 WIB
 (Reply)
hm.. kira" gw ketemu jodo'nya disana gak, ya? heuheuheu..
 |
 |
| |
 |
mattujutuju Selasa, 13 November 2007 @ 13:02 WIB
bisa jadi kalo kamu mo ke sana...katanya ada oranganeh nunggu di sana. hehehe....kamu tau kan blog barunya?
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
arix Selasa, 13 November 2007 @ 12:47 WIB
 (Reply)
jodoh..jodoh...
 |
 |
| |
 |
mattujutuju Selasa, 13 November 2007 @ 13:03 WIB
iya....iya.... makasih....makasih....
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
mattujutuju Selasa, 13 November 2007 @ 13:23 WIB
 (Reply)
iya ya...disana tuh keren bgt banyak cinta yg hadir setiap saat.....dan aku jg lagi nunggu disana,...datanglah... hahahaha.....
 |
 |
| |
 |
mattujutuju Selasa, 13 November 2007 @ 16:53 WIB
pasti ada yg jahil nih make blog aku tuk ngasih komen...gw tau nih orangnya....hmmmm
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
daeng_kuingintau Selasa, 13 November 2007 @ 13:31 WIB
 (Reply)
bener jg tuh datanglah dan disana tuh sejuk bgt ibaratnya km barada di puncak......!!!
|
|
 |
 |
 |
| |
mhimi Rabu, 14 November 2007 @ 14:04 WIB
 (Reply)
hmm..nice posting!
|
|
 |
 |
 |
| |
mhimi Rabu, 14 November 2007 @ 14:04 WIB
 (Reply)
hmm..nice posting!
|
|
 |
 |
 |
| |
bugistoto Sabtu, 17 November 2007 @ 12:33 WIB
 (Reply)
saya pernah juga ke malino, memang enak sekali di sana...pemandangannya bagus2 kawan.
|
|
 |
 |
 |
| |
eel_roter Sabtu, 17 November 2007 @ 14:30 WIB
 (Reply)
masih marah yah boy???
 |
 |
| |
 |
bugistoto Sabtu, 17 November 2007 @ 14:35 WIB
wahh, nggak kok eel_roter, mungkin aku cuma sedikit salah paham aja waktu kamu coment di blognya bugistoto...mungkin aku saja yng terlalu ambisi dengan postingannya bang bugistoto itu, sampe akhirnya coment gitu sama kamu. tapi yang pasti aku baik2 aja dengan kamu....moga kamu juga sperti itu, jadi jangan tersinggung yah...
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
mhimi Sabtu, 17 November 2007 @ 16:55 WIB
 (Reply)
sudahmi saya sampekan undangan pertemuanta ama bugistoto..,ngga tahumi kalau ia mau respon apa ngga..!
liat aja!
|
|
 |
 |
 |
| |
bugistoto Minggu, 18 November 2007 @ 11:31 WIB
 (Reply)
katanya air terjun takapala atau air terjun ketemu jodoh itu, bener juga sih....walau mitos, tapi sapa tau emang ketemu jodoh di situ, bener gak mattujutuju?
|
|
 |
 |
 |
| |
elthmann Minggu, 18 November 2007 @ 13:47 WIB
 (Reply)
eiyh,kamu orang makassar yah???... petta ku dar sul-sel.lebaih tepatnya dari bone,aku pernah sekali kesana,tapi sama sekali ga ngerti bahasanya,hehehe,makasih dah main ke blog ku,mampir lagi yah...
|
|
 |
 |
 |
| |
herdiboy Selasa, 20 November 2007 @ 07:49 WIB
 (Reply)
bayarin tiketnya donkk..
|
|
 |
 |
 |
| |
herdiboy Rabu, 21 November 2007 @ 20:17 WIB
 (Reply)
gw lg nyari2 mana tuh foto jodohnya.. ga taunya cuma kolam jodoh..
|
|
 |
 |
 |
| |
reinkarnasioranganeh Kamis, 22 November 2007 @ 18:37 WIB
 (Reply)
kapan postingan terbarunya oranganeh ini dah bosan melihatnya kalo ga' aku hapus nanti itu keko'dalakan....... cepatko nah aku menunggumu....
 |
 |
| |
 |
mhimi Jumat, 23 November 2007 @ 12:57 WIB
mungkin tenggelamki mattujutuju disungai jodoh, atau ketemumi jodohnya...jadi nalupami posting..! maklum yg lagi fall in love..!!wakkk....(ssst...ini news up date gossip about mattujutuju..!)
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
lonely_girls Senin, 26 November 2007 @ 17:09 WIB
 (Reply)
wuiih seru ya k'lo bisa ketemu jodoh disana pasti gak bisa balik lagi ketempat asal posting yg laen dong misalnya ttg tana toraja kan banyak juga yang asyik2 disana
|
|
 |
 |
 |
| |
bisot Selasa, 27 November 2007 @ 20:34 WIB
 (Reply)
good job
|
|
 |
 |
 |
| |
atty_smile Jumat, 21 Desember 2007 @ 10:10 WIB
 (Reply)
t4 ya bagus ko aq juga pernah kesana tp dingin bgt coy
|
|
 |
 |
 |
|
|
S E L A N J U T N Y A »
|
|
Created on:
Rabu, 3 Oktober 2007 @ 18:23 WIB |
|
|