| |
|
|
:: Pertaruhan ::
Sabtu, 18 April 2009 @ 08:25 WIB - Diari
Setelah berkali-kali menyusun rencana untuk menonton film ini di berbagai kesempatan tetapi selalu gagal, akhirnya pada kamis pagi (16/04/09) saya berkesempatan juga untuk menonton film ini di Ekalokasari 21, Bogor.
Pertaruhan adalah sebuah film antologi dokumenter yang menceritakan tentang perempuan dan tubuh perempuan. Film pertama menceritakan tentang seorang TKW di Hongkong yang memutuskan untuk menjadi seorang lesbian setelah mengalami kekecewaan dengan laki-laki. Pertanyaan muncul apakah keluarga mereka di Indonesia mau menerima kondisi ini. Film ke dua bercerita tentang fenomena sunat pada perempuan dengan alasan bahwa syahwat perempuan itu besar sehingga harus dikurangi dengan disunat. Padahal sunat perempuan ini tidak ada keuntungan medisnya dan diharamkan di dunia kedokteran Indonesia. Film ke tiga bertutur tentang hak seorang perempuan lajang untuk mendapatkan kesempatan yang sama dengan perempuan yang sudah menikah mengenai informasi dan pelayanan kesehatan reproduksinya. Hal ini diperlihatkan dengan banyak klinik-klinik ginekolog yang menolak permintaan perempuan yang belum menikah (nona) untuk melakukan papsmear kepada dirinya karena akan merusak selaput dara. Film terakhir bercerita mengenai kehidupan wanita malam di pemakaman cina, Gunung Bolo. Mendesaknya kebutuhan ekonomi terpaksa membuat mereka untuk menjajakan tubuhnya dengan tarif yang sangat murah ( 10rb) pada malam hari, dan menjadi pemecah batu pada siang harinya.
Setiap menonton film tentang perempuan memang membuat saya selalu duduk tidak nyaman. Berkali-kali pindah posisi duduk. Berkali-kali menutup muka. Berkali-kali mengalihkan pandangan dari layar. Menonton film perempuan memang sangat mengusik saya sebagai perempuan. Karena merasa bahwa apa yang mereka rasakan dapat saya rasakan betul. Mungkin karena kami sama-sama perempuan. Rasanya jadi ingin membuat film tentang perempuan lagi..
|
Disarankan: 0
|
|
Created on:
Rabu, 4 Oktober 2006 @ 13:15 WIB |
|
|