| |
|
|
:: KEKAYAAN SEJATI ::
Jumat, 12 September 2008 @ 11:25 WIB - Diari
Guys... ada cerita kecil yang mungkin (dan semoga - itu harapan gua) bisa menggugah semangat (seperti kata Teh Okky... nuhun Teh, akhirnya nulis lagi nih...!!).
Here it is...
Pada pagi yang cerah, seorang saudagar kaya berjalan-jalan disekitar rumahnya yang megah. Seketika pandangannya tertuju pada seorang anak muda berbadan tegap dan berwajah tampan sedang dudukmurung termenung disudut pintu gerbang. Kemudian saudagar berjalan dan menghampiri pemuda tadi. Melihat saudagar kaya itu menghampirinya, pemuda tadi menundukkan kepalanya menahan malu, dan saudagar itu penasaran apa gerangan yang terjadi pada pemuda itu.
Kata saudagar itu, "Betapa indahnya dunia ini, di pagi yang cerah ini udara begitu segar, burung-burung berkicau, matahari seolah tersenyum, tapi mengapa engkau duduk termenung dan murung wahai anak muda."
Sambil menggelengkan kepala, pemuda itu berkata, "Tuanku, bagiku hari-hari terasa sama saja dan membosankan, menyedihkan. Bagaimana tidak ? Nasib saya jelek, tidak punya pekerjaan, miskin, makanpun saya sulit."
Mendengar jawaban pemuda tadi, sang saudagar tersenyum bijak dan berkata, "Hmmm... seharusnya kau tidak perlu bermuram durja dan sedih, karena menurut saya sebetulnya engkau itu kaya..."
Si pemuda terhenyak kaget dan seraya berkata, "Hah ??? Apa kata tuan? Anda tidak mempermainkan saya bukan, Wahai Tuanku? Katakan mengapa demikian?"
Kata saudagar itu, "Ha ha ha.... jangan marah dulu anak muda, akan aku buktikan bahwa sesungguhnya kau sangat kaya. Jawab pertanyaanku ini dan jujur katakan jika aku tukar kesehatanmu dengan uang 10 tael emas dan besok kamu sakit, maukah engkau?"
"Saya tidak mau...", jawab pemuda itu.
"Baik, aku tambah lagi, jika aku beri 20 tael emas untuk ditukar dengan keremajaanmu, dan besok wajahmu tua menjadi kakek-kakek sepertiku, bagaimana?"
"Gila... masak aku diminta jadi tua... aku tidak mau."
"Jika aku tambah lagi 30 tael emas, maukah kau menukar ketampananmu dan besoknya kau akan menjadi buruk dan menyeramkan...?"
"Aku tidak mau."
"Hebat... aku tambah lagi 40 tael emas! Nah, aku tukar kebijaksanaanmu dengan kebodohan dan idiot?"
"Tidak mau. Buat apa aku hidup jika aku bodoh dan tidak mampu berpikir. Aku tidak mau"
Sang saudagar makin tertantang, "Baiklah, ini penawaran terakhir dari semua jumlah yang telah aku tawarkan tadi, aku tambah 50 tael emas! Dan maukah kamu menukarnya dengan nuranimu, besoknya kamu menjadi seorang PENIPU dan PEMBUNUH?"
"Gila.... Tuanku, aku bukanlah orang seperti itu. Saya masih punya harga diri dan hati nurani, dan aku tidak akan menerima tawaran apapun dari Tuan...sekali lagi TIDAK....", pekik si pemuda tadi.
"Nah, anak muda... aku sudah menawarkan lebih dari 150 tael emas. Itu jumlah yang sangat besar tetapi tidak satupun yang bisa dan sanggup saya beli dari diri kamu. Itu berarti apa yang ada pada dirimu sudah barang tentulah sesuatu yang tidak ternilai dan sangat berharga. Kekayaan yang melekat pada dirimu lebih dari jumlah 150 tael emas. Wahai anak muda, aku sudah membuktikan betapa kayanya dirimu. Maka dari itu mulai sekarang BERHENTILAH MERATAPI NASIB, dan mulailah untuk berusaha dengan baik, " ujar saudagar tua tadi.
Mendengar nasehat dari saudagar tua tadi, seketika pemuda itu tersadar dan apa yang telah dilakukannya selama ini merupakan kekonyolan dan kebodohan semata. Kemudian ia berucap, "Terima kasih Tuan, terima kasih atas penawaran bijaksanamu. Saya sungguh malu dan menyesal telah menyia-nyiakan masa muda saya dan malas berusaha. Sekarang saya sadar ternyata saya bukanlah orang miskin, saya punya modal yang cukup untuk menjemput impian saya, sekali lagi terima kasih Tuan." Dan dengan langkah tegap pemuda itu melangkah untuk menyongsong lembaran barunya.
Seperti kata William James : "Manusia dapat mengubah semua kehidupannya dengan mengubah pola pikir dan sikap mentalnya." Firman Allah SWT : "Tidak akan mengubah nasib (takdir) suatu kaum, jika kaum tersebut tidak mau mengubahnya."
"Modal yang ada dalam diri kita itulah kekayaan yang sejati. Jika kita mengabaikan modal itu dan hidup kita terpuruk, maka salah besar jika kita salahkan nasib. Apalagi menganggap Tuhan itu tidak adil, perubahan nasib ada di tangan kita sendiri. Yang pasti, Tuhan akan memberikan jalan kepada mereka yang berjuang keras untuk memperbaiki kehidupannya."Sitter from Andrie Wongso "Wisdom and Success"
|
Disarankan: 0
 |
| |
bubu_okky Jumat, 12 September 2008 @ 12:40 WIB
 (Reply)
inspiratif......!!!!
well..jadi semangat 45 neh.....sampai icon icon penuh semangat ditampilkan.... nuhun geulis.....ini dia tulisan yang ditunggu-tunggu...
semoga menjadi pemicu semangat, pemicu bertasyakur, tafakur dan tadabur....amiin
jazzakumulloh neng ....
 |
 |
| |
 |
miladewi Jumat, 12 September 2008 @ 16:08 WIB
nuhun atuh teh.... semoga kekayaan sejati nggak lekang ya.... amin..amin... amin...
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
nia_bjm Jumat, 12 September 2008 @ 13:13 WIB
 (Reply)
mbak mila.. masih puasa kan mbak??? postingannya mantab .. ikutan jadi malu kek pemuda itu .. karena selama ini masih kurang bersyukur dengan apa yang udah allah berikan ke diri ..
 |
 |
| |
 |
miladewi Jumat, 12 September 2008 @ 16:10 WIB
niaaa.... masih tetep donk puasa... insyaallah tuntas sampe idul fitri nanti... amin.... salam buat temen2 di bjm ya...
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
herdiboy2 Jumat, 12 September 2008 @ 13:34 WIB
 (Reply)
ternyata kita kaya ya ? cuma kita ga sadar.. horee kita kaya!
 |
 |
| |
 |
miladewi Jumat, 12 September 2008 @ 16:11 WIB
iya mas... kita kaya... cuman kadang lupa ama diri sendiri...kalo berkah itu mahal ya...
|
 |
 |
| |
 |
herdiboy Jumat, 12 September 2008 @ 16:34 WIB
paling kalo ada masalah yang mengganjal.. yah lupa lagi nih mbak.. gimana dong ? berarti hati yang belum tegar ya ?
|
 |
 |
| |
 |
miladewi Selasa, 16 September 2008 @ 16:01 WIB
ah, asal kita tetep inget kalo tuhan sayang ma kita, pasti ngga' bakalan terjadi krisis spt itu...
|
| |
|
|
 |
 |
 |
|
|
|
|
Created on:
Jumat, 16 Mei 2008 @ 16:20 WIB |
|
|