| |
|
Rabu, 30 Mei 2007 @ 05:04 WIB - Musik, Film & Hiburan
Untuk semua wilayah atau mungkin beberapa wilayah, tidak terhitung lagi sudah ada berapa acara Underground dari berbagai genre yang sudah diadakan. Hampir setiap waktu mulai dari yang diadain di GOR, café, gedung sewaan, sampai dipinggir jalanan ada saja acara Underground dari berbagai genre yang digelar diberbagai penjuru Indonesia. Melihat seringnya acara yang sudah banyak itu dapat dibuktikan bahwa komunitas musik yang sering diremehkan ini bisa mempertahankan eksistensinya tanpa harus menghamba kepada orang-orang berduit. Dalam durasi beberapa jam setiap kali acara digelar kita sudah bisa menyalurkan hasrat kreatif kita sambil bersenang-senang, menambah pengalaman, atau seperti salah satu slogan rokok; "membuat hidup lebih hidup".
Pernah juga suatu waktu kita merasa tidak nyaman atau risih karena selalu dicemooh atas gaya bermusik dan pakaian kita yang tidak lazim itu. yeah! kita pernah merasakan itu. Tapi apa? kita masih tetap kesana kan? Kita masih saja menjelajah tempat-tempat yang jauh demi menonton acara Kita merasa tertantang, karena setiap kali mengunjungi tempat-tempat itu kita selalu saja berkenalan dengan hal-hal yang baru.
Ada masa-masanya dimana kita merasa bosan, capek, atau malas ketika acara-acara tersebut yang ada sudah semakin monoton, kaku, dan tidak menawarkan kita hal-hal yang baru. Kita merasa seperti sudah tahu hal-hal standar apa yang akan terjadi; ada beberapa anak yang ngumpul bareng dan ngomongin topik yang itu-itu saja, kontaminasi alkohol yang jadi amunisi wajib, ada juga band yang pentas dipanggung sementara yang lain mengelilingi dan ada beberapa yang lain berdansa-dansa mengikuti beat-beat lagu yang dibawakan, mungkin ada beberapa propaganda dari personil band, dan yang terakhir yang pasti setelah itu kita akan pulang kerumah kita masing-masing.Statis...
Biar begitu, kita masih saja tetap kesana bukan? Mungkin ada semacam rasa tuntutan untuk memenuhi kewajiban seperti support your local gigs, karena kita tidak lagi menemukan tantangan atau sesuatu yang baru. Mungkin juga itu sebabnya ada beberapa orang yang males, capek, bosan untuk datang ke acara-acara tersebut. Dalam hal ini kita bisa sepakat kalau acara-acara tersebut sudah kehilangan nilai-nilai uniknya dan tidak lagi menghibur, atau kita bisa melakukan sesuatu untuk mengubahnya.
Mungkin bisalah kita mencoba hal-hal yang belum pernah/jarang dilakukan sebagai interlude, seperti pemutaran film tentang underground dari semua genre, sambil diskusi, bikin lagu langsung diatas panggung jadi bisa minta pendapat langsung kepada penonton, sing a-long day ( semua band yang tampil minus vokalis dan yang nyanyi adalah semua yang ada didalam acara – jangan lupa bagiin lirik lagu sebelum acara dimulai ), dibuat dokumentasi dalam bentuk VCD dan dijual beberapa bulan kemudian, no black shirt for a day-free yourself for a lifetime ( kadang bosen juga ya ngeliat yang datang kebanyakan pake baju hitam), jam session gigs( sesuai namanya, ngga akan ada band yang tampil dengan formasi solidnya), acara reuni khusus band-band yang sudah bubar atau lama non-aktif, bikin acara khusus cover-version lagu-lagu mainstream, bikin acara distorsi vs electronic (penggabungan band metal dengan para DJ atau band - band techno), atau apa sajalah ide-ide gila lain yang belum pernah atau setidaknya jarang dilakukan tapi mungkin bisa.
Ide-ide tersebut mungkin sudah pernah diadakan atau pernah dipikirkan orang lain tapi itulah yang ada dikepala gw sekarang. "Maybe I’m not first but sure I’m not the only one and hope I’m not the last."
|
Disarankan: 0
 |
| |
indamz Rabu, 30 Mei 2007 @ 07:24 WIB
 (Reply)
sayang di ambon jarang bahkan ga pernah ada acara2 underground gitu. padahal uwi juga suka lo nonton live musicnya.
lam kenal ya. kamu udah lama disini tapi ko uwi baru ngeh ya
 |
 |
| |
 |
miserablemistress Rabu, 30 Mei 2007 @ 08:41 WIB
kenapa harus menunggu, kumpulkan beberapa orang, buat kepanitiaan, cari sponsor, lalu buat, ngga usah terlalu besar, yang penting ada, dan majukan band-band lokal, jangan dulu bawa band dari luar ambon
salam kenal juga saya blogger baru kok,wajar klo kamu baru ngeh
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
indamz Rabu, 30 Mei 2007 @ 09:57 WIB
 (Reply)
tapi keadaan ambon dan minat musik di ambon tuh beda dengan daerah lain, gimana dong? keep on ur good writing !!!
 |
 |
| |
 |
miserablemistress Rabu, 30 Mei 2007 @ 12:05 WIB
hehe...[:d] ,mau bagaimana lagi kalau begitu sih,selera musik memang engga bisa dipaksain,klo kultur musik disana lebih dipengaruhi musik-musik mainstream ya jangan dipaksakan...sayang ya,jadinya kamu engga bisa liat gigs-gigs underground disana.tapikan kalau kamu engga bisa nonton secara live,kenapa engga contact band-band indie yang kamu suka lewat friendsites seperti myspace,lalu kamu minta rekaman performance mereka,gimana?mungkin kalau beruntung kamu yang di undang ke daerah mereka untuk nyaksiin mereka manggung...
|
 |
 |
| |
 |
indamz Kamis, 31 Mei 2007 @ 07:23 WIB
duuuh jadi bingung nih uwi...  kalo ntar kamu ma temen2 kmu ke ambon, ngabar ya
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
indian Rabu, 30 Mei 2007 @ 13:43 WIB
 (Reply)
terlalu mengerikan...
|
|
 |
 |
 |
| |
bhebhe Rabu, 30 Mei 2007 @ 19:36 WIB
 (Reply)
woww,,,,, mengerikan.... bhe takut sama yang gituan... entah kenapa...  salam kenal yach...
 |
 |
| |
 |
miserablemistress Senin, 4 Juni 2007 @ 02:21 WIB
mengerikan mana sama fpi?
salam kenal juga
|
| |
|
|
 |
 |
 |
|
|
Selasa, 29 Mei 2007 @ 17:13 WIB - Diari
Silahkan kalian nilai gw dari apa yang kalian lihat
Silahkan kalian pikir kalau gw seperti yang kalian lihat
Silahkan kalian pandang gw seperti yang kalian lihat
Silahkan kalian hakimi gw seperti yang kalian lihat
Tapi apa yang kalian lihat, tidak seperti yang kalian tau!
"Just because you're better than me doesn't mean I'm lazy, Just because you're going forwards doesn't mean I'm going backwards, Just because I dress like this doesn't mean I'm a communist!"- Lars Frederiksen & The Bastards*
|
Disarankan: 0
 |
| |
mellon_enaq Selasa, 29 Mei 2007 @ 17:16 WIB
 (Reply)
"just because you're better than me doesn't mean i'm lazy, just because you're going forwards doesn't mean i'm going backwards, just because i dress like this doesn't mean i'm a communist!"
stuju bgt gw..
 |
 |
| |
 |
miserablemistress Rabu, 30 Mei 2007 @ 06:11 WIB
itu penggalan lirik lagu band proyekan gitarisnya rancid,lars frederiksen..
intinya sih gw cuma pengen ngomong "don’t judge the book by its cover"
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
kurajamban Selasa, 29 Mei 2007 @ 19:09 WIB
 (Reply)
iniemang kata2 yang sering banget di keluarin sama anak2 yang ngerasa kalo hati nya lagi gothic thinkin... tapi wa setuju banget sama yang di bilangin mellon..
|
|
 |
 |
 |
|
|
Senin, 28 Mei 2007 @ 05:37 WIB - Diari
"Kasihan...!!!" Kalimat pertama yang terucap ketika salah satu teman saya tereliminasi dari sebuah 'konspirasi' pemilihan vokalis sebuah band pengusung musik cadas ternama di kota saya(band ini juga mungkin terkenal dikota-kota lain). Tapi saya juga kagum terhadap kepintaran manajemen band tersebut(mungkin karena sempat tergabung di major label, jadi mereka belajar soal teknik-teknik manajemen dunia permusikan). Pintar? Ya, mereka(pihak manajemen) pintar dalam menyusun sebuah konspirasi dengan kamuflase pemilihan vokalis untuk mengganti kekosongan posisi front man di band mereka karena vokalis terdahulunya telah meninggal dunia. Mereka telah sukses mengangkat populeraritas nama band dengan trik-trik yang menjadikan teman saya sebagai tumbal.
Saya ingat ketika pertamakali mereka mengadakan audisi untuk memilih calon vokalis, mereka mempublikasikannya di berbagai media, termasuk beberapa friendsites, tapi kenyataannya itu hanya rekayasa, karena buktinya teman saya yang tidak pernah mendaftarkan diri, terpanggil untuk mengisi kesosongan sementara di posisi front man. Padahal sudah banyak pelamar-pelamar lain yang rela membuat demo kaset rekaman suara mereka.
Tak lama, mereka(pihak manajemen) mengumumkan di beberapa media bahwa mereka telah merekrut 3 orang calon vokalis, mereka semua lolos dengan cara yang 'tidak wajar', karena tidak melewati proses audisi resmi yang sebagaimana telah dipublikasikan oleh pihak manajemen(dengan mengisi formulir dan mengirim demo kaset). Mereka dipilih tanpa mendaftar, dan cenderung berdasarkan selera pihak manajemen, jadi buat apa ada audisi?
Diantara ketiga calon vokalis tersebut hanya satu orang yang selalu dibawa untuk mengisi gigs-gigs yang menampilkan band tersebut. Orang tersebut adalah teman saya, mungkin karena dia eks vokalis band ternama juga yang keluar dari bekas bandnya ketika popularitas eks bandnya itu sedang menanjak, makanya dia terpilih untuk sementara mengisi kekosongan vokalis, sedangkan 2 orang lainnya tidak pernah ditampilkan.
Banyak orang beranggapan teman sayalah yang bakal menjadi vokalis tetap di band tersebut, tapi kenyataan berbicara lain. Sampai beberapa jam yang lalu ketika teman saya itu mengatakan pada saya kalau dia tidak terpilih sebagai vokalis. Saya sempat bengong dan heran, ya disamping kasihan juga, bagaimana tidak kasihan, setiap manusia pasti puya obsesi, saya melihat obsesi teman saya begitu besar untuk menjadi vokalis di band tersebut. Bagaimana tidak, dia rela membuat tato, mengubah penampilan, dan terkadang dengan narsisnya selalu menyetel lagu-lagu band tersebut di tempat saya. Terlihat dia berharap banyak pada band tersebut, jelaslah dia berharap, dengan honor yang dia dapat dari jadwal manggung yang begitu padat sudah menjadi mimpi indah bagi dia, belum lagi ketenaran. Tapi apa mau dikata, kenyataan berkata lain, semua hanya menjadi kenangan,haha..kenangan yang dihargai oleh sebuah plakat.
Dalam pikiran saya terlintas, "tega bener nih band, udah ngasih harapan gede sama temen gw, eh ahirnya yang kepilih bukan dia,padahal yang kepilih engga pernah manggung samasekali sama tu band, baru tadi aja pas battle vokalis, mana temen gw pengorbanannya engga sedikit...kasian." Tapi mau bagaimana lagi, mereka(pihak manajemen) telah menyeting semuanya dengan rapih, teman saya dijadikan hanya dijadikan komoditi media, dan akhirnya harus tereliminasi oleh calon yang tidak pernah terprediksi sebelumnya.
Lucu, saya pikir hanya band-band mainstream saja yang menggunakan teori konspirasi untuk mengangkat populeraritas, tapi ternyata band underground pun begitu juga,haha..mungkin ketika nilai idealisme telah tergeser oleh materi, cara apapun jadi halal meskipun mengorbankan perasaan orang lain. Kini tinggal teman saya yang terlihat gundah dengan keputusan pihak manajemen yang tidak memilih dia sebagai vokalis...kasihan, dia cuma jadi tumbal! "Sabar bos, hidup memang selalu penuh intrik dan konspirasi..."
|
Disarankan: 0
 |
| |
kopitozie Senin, 28 Mei 2007 @ 07:19 WIB
 (Reply)
tenang aja bro ... usaha sudah maksimal niat sudah lurus ... seperti apapun hasilnya wajib disyukuri. sukses ya
|
|
 |
 |
 |
| |
herdiboy Senin, 28 Mei 2007 @ 10:12 WIB
 (Reply)
jgn patah semangat..
|
|
 |
 |
 |
| |
david Rabu, 13 Juni 2007 @ 23:53 WIB
 (Reply)
santai boss, semua kualitas yang menentukan.. dan lu harus liat dari sisi yang berbeda.. vocalist sekarang lebih edan dibanding kedua finalist lain.. sekarang bukan jaman impian, kenyataan...
|
|
 |
 |
 |
|
|
Jumat, 18 Mei 2007 @ 21:09 WIB - Diari
gw inget 1 tahun yang lalu,jam 3 subuh,ringtone hp gw bunyi,males-malesan gw angkat telpon,ternyata itu telpon dari elo,telpon yang bikin gw shock setengah mati,lo bilang,"sory gw kayanya bukan cewe yang sebaek elo kira,sory klo rasa sayang elo,gw mentahin sama hasrat gw untuk punya lelaki lain,sory klo gw selama ini banyak berbohong,sory klo gw jadi traitor,sory klo cinta gw ukur lewat materi.maafin gw..."..."huh,okey...gw maafin,seengganya lo jujur,karena gw sayang sama elo,gw maafin,emang gw mungkin bukan bener-bener cowo yang bisa bikin elo bahagia,mungkin semua pengorbanan gw ga pernah berarti buat elo,gw cuma sayang elo,sampe detik ini gw sayang sama elo,apapun yang sudah elo lakuin,gw maafin",gw jawab semua omongan elo,tapi elo cuman bilang "kayanya kita sudah ngga bisa kaya dulu lagi,gw terlalu malu buat jadi cewe elo,maafin gw"...gw cuma diem,sumpah,ngga ada rasa benci sedikitpun,tiba-tiba elo tutup telpon,gw diem,gw bingung sekaligus shock. besoknya gw telpon,tapi ngga lo angkat,setiap gw telpon lo reject,tapi sudahlah itu hak elo,gw cuma lelaki biasa,yang ga pernah punya kesempatan untuk memilih...
selama 1 tahun lebih kita lost contact,kemaren tiba-tiba ada sms yang bikin gw kaget,sms dari elo,lo bilang pengen ketemu,ahirnya kita ketemuan,harusnya pertemuan itu bukan ajang untuk ngebahas masa lalu,ngebahas kejadian yang sudah-sudah,tapi kenapa elo harus bahas?kenapa elo harus minta maaf,padahal gw emang sudah lupa,dan yang paling ngagegtin,kenapa elo harus minta jadi cewe gw lagi,tanpa perduli gw sekarang punya cewe lagi atau engga,sory...perasan gw sudah flat...terlalu lama buat gw nunggu elo,nunggu jawaban telpon dari elo,nunggu elo angkat telpon,meskipun gw sadar,gw engga pernah berani untuk datengin kampus lo,rumah lo,gw cuman telpon,cuman sebatas telpon... tiba-tiba,lo bilang elo pengen jadi cewe gw lagi...gw kaget...elo bilang elo nyesel,elo bilang sekarang materi bukan segalanya,elo bilang mantan lo brengsek gw engga,sory...emang gw sekarang butuh seseorang untuk berbagi cinta dan kasih sayang,tapi untuk jadi cowo elo lagi kayanya engga mungkin,bukan pantang buat gw jadi cowo elo lagi,tapi gw sekarang jadi penggemar berat seseorang,meskipun gw bukan siapa-siapanya dia,mungkin terdengar goblok,tolol,dan mempertegas klo gw pecundang!tapi itu memang jujur,gw ngga bisa bohongin hati gw sendiri,gw ngga suka lagi,ngga sayang lagi sama elo,bukan berarti gw benci juga,cuman gw lebih memilih jadi penggemar berat seseorang,bukan jadi cowo lo lagi...sory klo rasa sayang gw buat elo sudah mati,semua rasa yang gw rasain dulu sudah mati juga,sory...
|
Disarankan: 0
Sabtu, 12 Mei 2007 @ 02:08 WIB - Diari
takkan pernah ada harapan lebih dari ini, cukup dekat saja..
meskipun hanya memandang dan mengagumi,tak perlu lebih..cukup itu saja
cukup melihat tawa,mendengar cerita
cukup hanya kenal,tak perlu lebih
cukup hanya sebagai pemuja,tak mampu lebih
mekipun setiap harapan selalu ada,tapi cukup,cukup begini saja
buat apa berhayal terlalu tinggi,buat apa berharap terlalu lebih,kalau begini saja sudah cukup
cukup untuk dekat saja,setiap detik jadi berharga,hidup seakan jadi berirama,cukup itu saja,tak berani lebih
siapapun kamu,apapun kamu,kamu sudah cukup jadi detonator buat perasaan yang sempat hilang
terima kasih untuk mau mengenal,terima kasih untuk berbagi cerita,terima kasih untuk bertanya,terima kasih buat banyak hal
terima kasih juga buat ada dalam mimpi,tak perlu harus jadi kenyataan
semuanya sudah cukup,takkan ada permintaan yang lebih.. tak perlu harus lebih
cukup saja jadi penggemar berat kamu..
"maaf bila terlalu banyak kamuflase selama ini,maaf.."
karena saya hanya penggemar berat kamu,yang tak berani untuk meminta lebih!
|
Disarankan: 0
 |
| |
delovaholic Sabtu, 12 Mei 2007 @ 08:59 WIB
 (Reply)
yah..... bila itu cukup membuat kamu merasa bahagia dekat dengan nya ya.... just jalani aja......
 |
 |
| |
 |
miserablemistress Sabtu, 12 Mei 2007 @ 16:15 WIB
bukan hanya bahagia,tapi juga bangga bisa dekat dengan dia ,meskipun cuman sebagai penggemar berat saja
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
mellon_enaq Sabtu, 12 Mei 2007 @ 10:12 WIB
 (Reply)
|
|
 |
 |
 |
|
|
S E L A N J U T N Y A »
|
|
Created on:
Rabu, 2 Mei 2007 @ 19:21 WIB |
|
|