| |
|
|
The Last Serenade
Senin, 28 Mei 2007 @ 05:37 WIB - Diari
"Kasihan...!!!" Kalimat pertama yang terucap ketika salah satu teman saya tereliminasi dari sebuah 'konspirasi' pemilihan vokalis sebuah band pengusung musik cadas ternama di kota saya(band ini juga mungkin terkenal dikota-kota lain). Tapi saya juga kagum terhadap kepintaran manajemen band tersebut(mungkin karena sempat tergabung di major label, jadi mereka belajar soal teknik-teknik manajemen dunia permusikan). Pintar? Ya, mereka(pihak manajemen) pintar dalam menyusun sebuah konspirasi dengan kamuflase pemilihan vokalis untuk mengganti kekosongan posisi front man di band mereka karena vokalis terdahulunya telah meninggal dunia. Mereka telah sukses mengangkat populeraritas nama band dengan trik-trik yang menjadikan teman saya sebagai tumbal.
Saya ingat ketika pertamakali mereka mengadakan audisi untuk memilih calon vokalis, mereka mempublikasikannya di berbagai media, termasuk beberapa friendsites, tapi kenyataannya itu hanya rekayasa, karena buktinya teman saya yang tidak pernah mendaftarkan diri, terpanggil untuk mengisi kesosongan sementara di posisi front man. Padahal sudah banyak pelamar-pelamar lain yang rela membuat demo kaset rekaman suara mereka.
Tak lama, mereka(pihak manajemen) mengumumkan di beberapa media bahwa mereka telah merekrut 3 orang calon vokalis, mereka semua lolos dengan cara yang 'tidak wajar', karena tidak melewati proses audisi resmi yang sebagaimana telah dipublikasikan oleh pihak manajemen(dengan mengisi formulir dan mengirim demo kaset). Mereka dipilih tanpa mendaftar, dan cenderung berdasarkan selera pihak manajemen, jadi buat apa ada audisi?
Diantara ketiga calon vokalis tersebut hanya satu orang yang selalu dibawa untuk mengisi gigs-gigs yang menampilkan band tersebut. Orang tersebut adalah teman saya, mungkin karena dia eks vokalis band ternama juga yang keluar dari bekas bandnya ketika popularitas eks bandnya itu sedang menanjak, makanya dia terpilih untuk sementara mengisi kekosongan vokalis, sedangkan 2 orang lainnya tidak pernah ditampilkan.
Banyak orang beranggapan teman sayalah yang bakal menjadi vokalis tetap di band tersebut, tapi kenyataan berbicara lain. Sampai beberapa jam yang lalu ketika teman saya itu mengatakan pada saya kalau dia tidak terpilih sebagai vokalis. Saya sempat bengong dan heran, ya disamping kasihan juga, bagaimana tidak kasihan, setiap manusia pasti puya obsesi, saya melihat obsesi teman saya begitu besar untuk menjadi vokalis di band tersebut. Bagaimana tidak, dia rela membuat tato, mengubah penampilan, dan terkadang dengan narsisnya selalu menyetel lagu-lagu band tersebut di tempat saya. Terlihat dia berharap banyak pada band tersebut, jelaslah dia berharap, dengan honor yang dia dapat dari jadwal manggung yang begitu padat sudah menjadi mimpi indah bagi dia, belum lagi ketenaran. Tapi apa mau dikata, kenyataan berkata lain, semua hanya menjadi kenangan,haha..kenangan yang dihargai oleh sebuah plakat.
Dalam pikiran saya terlintas, "tega bener nih band, udah ngasih harapan gede sama temen gw, eh ahirnya yang kepilih bukan dia,padahal yang kepilih engga pernah manggung samasekali sama tu band, baru tadi aja pas battle vokalis, mana temen gw pengorbanannya engga sedikit...kasian." Tapi mau bagaimana lagi, mereka(pihak manajemen) telah menyeting semuanya dengan rapih, teman saya dijadikan hanya dijadikan komoditi media, dan akhirnya harus tereliminasi oleh calon yang tidak pernah terprediksi sebelumnya.
Lucu, saya pikir hanya band-band mainstream saja yang menggunakan teori konspirasi untuk mengangkat populeraritas, tapi ternyata band underground pun begitu juga,haha..mungkin ketika nilai idealisme telah tergeser oleh materi, cara apapun jadi halal meskipun mengorbankan perasaan orang lain. Kini tinggal teman saya yang terlihat gundah dengan keputusan pihak manajemen yang tidak memilih dia sebagai vokalis...kasihan, dia cuma jadi tumbal! "Sabar bos, hidup memang selalu penuh intrik dan konspirasi..."
|
Disarankan: 0
 |
| |
kopitozie Senin, 28 Mei 2007 @ 07:19 WIB
 (Reply)
tenang aja bro ... usaha sudah maksimal niat sudah lurus ... seperti apapun hasilnya wajib disyukuri. sukses ya
|
|
 |
 |
 |
| |
herdiboy Senin, 28 Mei 2007 @ 10:12 WIB
 (Reply)
jgn patah semangat..
|
|
 |
 |
 |
| |
david Rabu, 13 Juni 2007 @ 23:53 WIB
 (Reply)
santai boss, semua kualitas yang menentukan.. dan lu harus liat dari sisi yang berbeda.. vocalist sekarang lebih edan dibanding kedua finalist lain.. sekarang bukan jaman impian, kenyataan...
|
|
 |
 |
 |
|
|
|
|
Created on:
Rabu, 2 Mei 2007 @ 19:21 WIB |
|
|