| |
|
Minggu, 21 September 2008 @ 13:55 WIB - Diari

Satu keagungan, keistimewaan dan kemuliaan Ramadan ialah satu malam penuh berkat yang lebih baik daripada seribu bulan.
Malam yang hanya muncul pada 10 hari terakhir Ramadan itu lebih dikenali sebagai Lailatul Qadar.
Rasulullah (SAW) sendiri memohon kepada Allah agar malam bersejarah yang penuh hikmah itu menemuinya.
Dalam hal ini, Rasulullah (SAW) pernah bersabda bermaksud : Sesungguhnya bulan ini (Ramadan) datang kepada kamu, dalamnya ada malam di mana amalan ibadat yang dilakukan pada malam itu lebih baik dan lebih besar ganjarannya daripada amalan selama seribu bulan. Sesiapa yang kehilangan malam itu, sesungguhnya dia kehilangan semua kebaikan. Dan tidak akan kehilangan semua perkara itu, kecuali orang yang diharamkan (tidak mendapat petunjuk) daripada Allah. ? (Hadis riwayat Ibnu Majah)
Dalam satu hadis lain, Rasulullah (SAW) bersabda maksudnya: Sesiapa yang beribadah pada Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan pengharapan kepada keredaan Ilahi, nescaya dia akan diampuni segala dosanya yang lampau.? ? (Hadis riwayat Muslim )
Keistimewaan Lailatul Qadar diserikan lagi penurunan wahyu al-Quran untuk pertama kalinya kepada Rasulullah sewaktu baginda berada di Gua Hira. Selepas itu al-Quran mula diturunkan secara berperingkat peringkat dan beransur-ansur selama lebih kurang 23 tahun iaitu 13 tahun di Makkah dan 10 tahun lagi di Madinah al-Munawwarah. Peristiwa bersejarah penurunan al-Quran diabadikan Allah dalam helaian al-Quran.
Antaranya firman Allah bermaksud: ?Sesungguhnya Kami menurunkan (al-Quran) ini pada Lailatul Qadar. Dan apa jalannya kamu dapat mengetahui apa dia kebesaran Lailatul Qadar? Lailatul Qadar itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu, turun malaikat dan Jibril dengan izin Tuhan mereka kerana membawa segala perkara (yang ditakdirkan berlakunya pada tahun berikut). Sejahteralah malam (yang berkat itu) hingga terbit fajar.?
(Surah al-Qadr, ayat 1-5). Jelas daripada mafhum ayat suci di atas bahawa Lailatul Qadar akan muncul pada setiap Ramadan sebagai anugerah Ilahi dan rahmat Allah yang hanya dikhususkan kepada umat Nabi Muhammad saw.
Malam yang penuh bersejarah itu dinilai sebagai malam yang lebih baik dan lebih banyak ganjarannya daripada seribu bulan. Ulama bersepakat bahawa Lailatul Qadar berlaku pada Ramadan.
Begitu juga mereka bersepakat malam itu berlaku pada 10 malam terakhir Ramadan.
Namun mereka berselisih pendapat mengenai malam ke berapa daripada 10 malam terakhir itu. Pendapat yang masyhur menyatakan bahawa Lailatul Qadar berlaku pada malam ke-27 Ramadan. Sehubungan itu, Rasulullah pernah bersabda yang maksudnya: ?Barang siapa yang ingin mendapatkan Lailatul Qadar, dia hendaklah mencari pada malam ke-27 ? (Hadis riwayat Ahmad)
Ada juga riwayat lain yang mengatakan malam mulia itu berlaku pada malam-malam ganjil 10 hari terakhir.
Walau apapun harinya, yang pentingnya pada malam itu Allah menurunkan rahmat, limpahan kurnia dan keampunan-Nya kepada hamba-Nya yang melaksanakan ibadat puasa dengan penuh keimanan.
Kelebihan Lailatul Qadar tentu tidak akan dianugerahkan kepada sebarangan orang dan tidak pula diberikan kepada orang yang ibadahnya hanya pada malam tertentu saja dalam Ramadan.
Akan tetapi fadilat malam mulia itu akan menyinari orang yang benar-benar ikhlas, khusyuk dan istiqamah dalam mempertahankan nilai keIslaman dalam setiap tutur kata, peri laku, akhlak, ibadat dan kegiatan sehariannya.
Hadirnya malam penuh berkat itu akan dinantikan dan disambut dengan penuh keyakinan dan keimanannya, sekali gus melayakkan dirinya termasuk dalam kelompok orang yang dilimpahi kenikmatan syurga dan kebahagiaan abadi.
Menurut sejarah Islam, Lailatul Qadar pertama kali menemui Rasulullah (SAW) ketika baginda sedang khusyuk menyendiri di Gua Hira, bermuhasabah dan merenung diri sendiri dan masyarakat sekeliling. Tidak berapa lama kemudiannya, datang al-Ruh al-Amin iaitu malaikat Jibril membawa bersama wahyu Ilahi untuk membimbing baginda sehingga berlakulah perubahan secara menyeluruh dalam setiap detik dan perjalanan hidupnya.
Ia juga membawa perubahan kepada detik dan perjalanan hidup umat manusia sejagat.
Selanjutnya, Lailatul Qadar adalah satu kurniaan Ilahi yang dianugerahkan oleh Allah kepada Rasulullah (SAW) dan umatnya sebagai tanda kasih sayang-Nya
|
Disarankan: 0
 |
| |
sastrawiguna Minggu, 21 September 2008 @ 15:03 WIB
 (Reply)
ya allah...sinarilah aku oleh cahaya lailatul qadar kepunyaanmu....
engkau maha pengasih dan penyayang...
|
|
 |
 |
 |
| |
haerulsohib Minggu, 21 September 2008 @ 23:19 WIB
 (Reply)
ohh..rabbi..limpahkanlah rahmat dan hidayahmu serta berkahmu, ampunilah kami dalam setiap langkah, kata dan perbuatan kami yang khilaf, kami hanya manusia biasa.
oh laitul qadar yang indah, dimana malaikat turun pada malam itu dengan perintah tuhannya. naungilah bumi ini ya allah....aminnnn
ass w wb, salam kenal ahkwan...
|
|
 |
 |
 |
| |
sultan_haidir Senin, 22 September 2008 @ 00:06 WIB
 (Reply)
mari bersama-sama kita gapai malam itu
|
|
 |
 |
 |
| |
riu_aj Senin, 22 September 2008 @ 13:09 WIB
 (Reply)
semoga aku termasuk hambamu yang engkau beri petunjuk    
|
|
 |
 |
 |
| |
miftahmuhaemen Jumat, 10 Oktober 2008 @ 18:29 WIB
 (Reply)
semoga lailatul qadar menemui miftah
|
|
 |
 |
 |
|
|
Rabu, 23 Agustus 2006 @ 11:26 WIB - Diari
Kisah Wanita yang Selalu Berbicara dengan Al-Qur'an
Bismilahirrahmanirrahim Walhamdulillah Wassholatu Wassalamu 'Ala Rasulillah Wa'ala Aalihie Washohbihie Waman Walaah amma ba'du
Berkata Abdullah bin Mubarak Rahimahullahu Ta'ala :
Saya berangkat menunaikan Haji ke Baitullah Al-Haram, lalu berziarah ke makam Rasulullah sallAllahu''alayhi wasallam
Ketika saya berada disuatu sudut jalan, tiba-tiba saya melihat sesosok tubuh berpakaian yang dibuat dari bulu. Ia adalah seorang ibu yang sudah tua. Saya berhenti sejenak seraya mengucapkan salam untuknya. Terjadilah dialog dengannya beberapa saat.
Dalam dialog tersebut wanita tua itu , setiap kali menjawab pertanyaan Abdulah bin Mubarak, dijawab dengan menggunakan ayat-ayat Al-Qur'an. Walaupun jawabannya tidak tepat sekali, akan tetapi cukup memuaskan, karena tidak terlepas dari konteks pertanyaan yang diajukan kepadanya.
Abdullah : "Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh" Wanita tua : "Salaamun qoulan min robbi rohiim" (QS. Yaasin : 58) (Salam sebagai ucapan dari Tuhan maha kasih)
Abdullah : "Semoga Allah merahmati anda, mengapa anda berada di tempat ini ?" Wanita tua : "Wa man yudhlilillahu fa la hadiyalahu"(QS : Al-A'raf : 186 ) (Barang siapa disesatkan Allah, maka tiada petunjuk baginya)
Dengan jawaban ini, maka tahulah saya, bahwa ia tersesat jalan.
Abdullah : "Kemana anda hendak pergi ?" Wanita tua : "Subhanalladzi asra bi'abdihi lailan minal masjidil haraami ilal masjidil aqsa" (QS. Al-Isra' : 1) (Maha suci Allah yang telah menjalankan hambanya di waktu malam dari masjid haram ke masjid aqsa)
Dengan jawaban ini saya jadi mengerti bahwa ia sedang mengerjakan haji dan hendak menuju ke masjidil Aqsa.
Abdullah : "Sudah berapa lama anda berada di sini ?" Wanita tua : "Tsalatsa layaalin sawiyya" (QS. Maryam : 10) (Selama tiga malam dalam keadaan sehat)
Abdullah : "Apa yang anda makan selama dalam perjalanan ?" Wanita tua : "Huwa yut'imuni wa yasqiin" (QS. As-syu'ara' :79) (Dialah pemberi aku makan dan minum)
Abdullah : "Dengan apa anda melakukan wudhu ?" Wanita tua : "Fa in lam tajidu maa-an fatayammamu sha'idan thoyyiban" (QS. Al-Maidah : 6) (Bila tidak ada air bertayamum dengan tanah yang bersih)
Abdulah : "Saya mempunyai sedikit makanan, apakah anda mau menikmatinya ?" Wanita tua : "Tsumma atimmus shiyaama ilallaiil " (QS. Al-Baqarah : 187) (Kemudian sempurnakanlah puasamu sampai malam)
Abdullah : "Sekarang bukan bulan Ramadhan, mengapa anda berpuasa ?" Wanita tua : "Wa man tathawwa'a khairon fa innallaaha syaakirun 'aliim" (QS. Al-Baqarah : 158) (Barang siapa melakukan sunnah lebih baik)
Abdullah : "Bukankah diperbolehkan berbuka ketika musafir ?" Wanita tua : "Wa an tashuumuu khoirun lakum in kuntum ta'lamuun" (QS. Al-Baqarah : 184) (Dan jika kamu puasa itu lebih utama, jika kamu mengetahui)
Wanita tua : "Fab'tsu ahadaku bi warikikum hadzihi ilal madiinati falyandzur ayyuha azkaa tho'aman fal ya'ikum bi rizkin minhu "(QS. Al-Kahfi : 19) (Maka suruhlah salah seorang dari kamu pergi ke kota dengan membawa uang perak ini, dan carilah makanan yang lebih baik agar ia membawa makanan itu untukmu)
Maka salah seorang dari tiga anak ini pergi untuk membeli makanan, lalu menghidangkan di hadapanku, lalu perempuan tua itu berkata :
Wanita tua : "Kuluu wasyrobuu hanii'an bima aslaftum fil ayyamil kholiyah" (QS. Al-Haqqah : 24) (Makan dan minumlah kamu dengan sedap, sebab amal-amal yang telah kamu kerjakan di hari-hari yang telah lalu)
Abdullah : "Makanlah kalian semuanya makanan ini. Aku belum akan memakannya sebelum kalian mengatakan padaku siapakah perempuan ini sebenarnya"
Ketiga anak muda ini secara serempak berkata :
"Beliau adalah orang tua kami. Selama empat puluh tahun beliau hanya berbicara mempergunakan ayat-ayat Al-Qur'an, karena kuatir salah bicara"
Maha suci zat yang maha kuasa terhadap sesuatu yang dikehendakinya. Akhirnya saya pun berucap :
"Fadhluhu yu'tihi man yasyaa' Wallaahu dzul fadhlil adhiim" (QS. Al-Hadid :21) (Karunia Allah yang diberikan kepada orang yang dikehendakinya, Allah adalah pemberi karunia yang besar)
[Diambil dari kitab Misi Suci Para Sufi, Sayyid Abubakar bin Muhammad Syatha, hal. 161-168] dari Situs Al-Muhajir
|
Disarankan: 0
 |
| |
presiden Sabtu, 25 November 2006 @ 15:05 WIB
 (Reply)
yang lebih penting selalu gunakan al quran dan hadis sebagai pedoman dalam menjalani hidup
|
|
 |
 |
 |
| |
dita_imut Kamis, 19 Juli 2007 @ 15:14 WIB
 (Reply)
karena satu perkataan bisa membuat kita 70 hari di neraka oleh sebab itu kalau tidak bisa mengucapkan hal yang baik lebih baik diam.. aq pernah baca di sebuah buku, aq lupa judulnya
|
|
 |
 |
 |
| |
miayam Selasa, 7 Oktober 2008 @ 11:04 WIB
 (Reply)
bersyukur dengan apa yang ada http://www.bloggaul.com/miayam
|
|
 |
 |
 |
|
|
Jumat, 11 Agustus 2006 @ 10:57 WIB - Diari
Seorang Penjual Rokok yang SubhanaAllah terjaga akhlaknya merasa ketakutan setengah mati bertanya kepada seorang Ustads di Masjid dekat dimana dia berjualan .. betapa dia yang hanya berjualan rokok merasa takut lantas bagaimana dengan si perokok itu sendiri ??
Rokok memang sesuatu yang tidak ditemukan di zaman Nabi akan tetapi agama Islam telah menurunkan nash nash yang universal semua hal yang membahayakan diri atau mencelakakan orang lain dan menghambur-hamburkan harta adalah hal yang haram
Berikut ini dalil-dalil yang menunjukkan keharaman rokok
1. Firman Allah : "Nabi tersebut menghalalkan untuk mereka semua hal yang baik dan mengharamkan untuk mereka semua hal yang jelek " (QS Al A'raf : 157)
Bukankah rokok termasuk barang yang jelek atau berbahaya dan berbau tidak enak
2. Firman Allah :"Janganlah kalian campakkan diri kalian dalam kehancuran" (QS Al Baqarah : 195)
Padahal rokok bisa menyebabkan orang terkena berbagai penyakit berbahaya seperti kanker dan TBC
3. Firman Allah : "Dan janganlah kalian melakukan perbuatan bunuh diri" (QS An Nisa : 29)
Padahal merokok merupakan usaha untuk membunuh diri secara pelan-pelan
4. Ketika menjelaskan tentang khamr dan judi, Allah berfirman : "Dan dosa keduanya (khamr dan judi) lebih besar daripada manfaat dua hal tersebut " (QS Al Baqarah : 219)
Demikian pula dengan rokok bahaya yang ditimbulkannya lebih besar daripada manfaatnya bahkan rokok sedikitpun tidak mengandung manfaat
5. Firman Allah : "Dan janganlah engkau bersikap boros sesungguhnya orang yang suka memboroskan hartanya merupakan saudara-saudara setan" (QS Al Isra : 26-27)
Telah jelas bahwa merokok merupakan perbuatan perbuatan boros dan menghambur-hamburkan harta benda
6. Allah berfirman tentang makanan penduduk neraka : "Tidak ada makanan mereka kecuali dari pohon yang berduri. Makanan tersebut tidak menyebabkan gemuk dan tidak pula bisa menghilangkan rasa lapar " (QS Al Ghasiyah : 6-7)
|
Disarankan: 0
 |
| |
oceph Jumat, 11 Agustus 2006 @ 11:06 WIB
 (Reply)
untung gw gak ngerokok..., sot sadar lo sot... kapan kaya nya lo ngerokok mulu, beras aza minta sama emak..., hehehehe...cicak2 di dinding...just kiddiiiiiiing...
|
|
 |
 |
 |
| |
masboi_69 Jumat, 11 Agustus 2006 @ 11:16 WIB
 (Reply)
, it's funny...rokok memang berbahaya bagi yg tidak merokok akan tetapi sangat baik bagi perokok, hidup didunia tidak boleh egois, semua harus saling mengerti satu dengan lainnya, tidakkah anda bisa membayangkan bagaimana para buruh rokok bisa menghidupi keluarganya apabila pabrik2 rokok di indonesia tutup..???, tidak bisakah anda membayangkan bagaimana nasib buruh tsb bersama keluarganya...??, kami para perokok yang membantu mereka menghidupi keluarganya agar bisa bertahan hidup..
 |
 |
| |
 |
kotak_suara Selasa, 15 Agustus 2006 @ 08:30 WIB
mas boi, bagi seorang muslim yg berpikir kreatif, yg perlu dipikirkan adalah bagaimana agar pabrik rokok punya itikad 'mengubah' inti bisnisnya (lihat pendapat, bagaimana seorang muslim berpikir di http://blog.indosiar.com/mujahidah_bercadar/?op=readblog&idblog=47536). jadi misalnya beralih menjadi pabrik produksi permen rasa rokok atau pabrik apa gitu. dengan demikian investor/pemilik tetap mempunyai bisnis usaha dan tidak merasa berdosa, karyawan/buruh dapat terus bekerja, masyarakat hidup sehat, calon-calon bayi (jika bapak atau ibunya merokok) tidak mengalami cacat organ. jangan mentang-mentang punya bisnis, tapi efek buruknya gak mau dikurangi. inikan 'bisa' sama dengan jualan narkoba, entah masyarakat tambah rusak ato nggak, egp-lah, yg penting duit-duit. ya, toh? lha, dinegara-negara macam usa aja industri rokok pada tutup karena kesadaran masyarakat dan pengelolanya. buat perokok, sebenernya udah ada loh obat yang mampu ngilangin kecanduan ngrokok kalo nggak salah dalam seminggu atau 2 minggu atau aktif berolahraga. coba cari-cari dan tanya di toko obat tradisional. atau mungkin perlu dibuat industri baru untuk membuat alat-alat peningkat motivasi sehingga orang tetap bersemangat meski gak ada rokok. lagian kalo dibilang egois, perokok mah lebih egois . coba liat, saat di dalam kendaraan, saat bertamu, saat duduk berdesak-desakan, tuh asapnya rokoknya masuk ke hidung gw (dalam hati gw jengkel juga lo, gw bisa nuntut ham gw nih)... intinya, banyak jalan untuk tidak merokok
|
 |
 |
| |
 |
iwan Selasa, 3 Oktober 2006 @ 12:03 WIB
masboi, kok alasan ekonomi yg dijadikan alasan? jadi sama dong kayak psk yg barusan kena razia sama satpol pp. tiap ditanya pasti alasan ekonomi sbg penyebabnya.
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
damage Jumat, 11 Agustus 2006 @ 11:17 WIB
 (Reply)
baru kali ini oceph ngomong bener .. bener tuh sot...sadar sot..ngerokok aja masih malak pkd depan..
|
|
 |
 |
 |
| |
bisot Jumat, 11 Agustus 2006 @ 11:34 WIB
 (Reply)
buat ukhtee mujahidah: no comment [b)] buat sepasang o-d (oceph dan damage): pan kalo gue ngerokok elo juga pada ngerokok, elo perokok pasif weeeeee 
geu laporin emak gue lhooo
|
|
 |
 |
 |
| |
ade_mania Jumat, 11 Agustus 2006 @ 11:48 WIB
 (Reply)
emang lebih banyak ruginya dibanding manfaatnya, jadi kali ini gue setuju tuh
|
|
 |
 |
 |
| |
ary_planet Jumat, 11 Agustus 2006 @ 11:50 WIB
 (Reply)
hikz.... gw dah terlanjur nge-rokok lagi...gimana donk? [sambil lirik om bisot,masboi, roseheart, bulls_amator, sheed dkk] tapi ga semua perokok "berniat" untuk membunuh dirinya pelan2 tetapi karena merokok membuat orang mungkin pd, bisa ngelepasin suntuk, menghangatkan tubuh dan hal lainya...[plis ini hanya buat ngebela diri xixixixix :d]
|
|
 |
 |
 |
| |
harunjo Rabu, 1 November 2006 @ 08:38 WIB
 (Reply)
merokok memang berbahaya dan bikin polusi yah, tapi justru bahaya polusi kota yang di sebabkan asap kendaraan yang tiap hari kita nikmati itu lebih bahaya dari pada asap rokok, antisipasi polusi kendaraan ini simple, di mulai dari diri kita sendiri ajah, kita2 yang gak merokok justru penyumbang polusi terbesar lebih dari perokok yang sumbernya dari kendaraan yang kita gunakan. sudah saat nya kita bertanggung jawab
http://www.b2w-indonesia.or.id
|
|
 |
 |
 |
| |
kijoko3dan Selasa, 16 September 2008 @ 12:45 WIB
 (Reply)
masalah rokok aja ampe ribut kek gini.. masih banyak mas2/mbak2 masalah yg lebih penting dari rokok..
|
|
 |
 |
 |
|
|
Kamis, 10 Agustus 2006 @ 13:35 WIB - Diari
PK-Sejahtera Online: Aksi damai kembali digelar oleh puluhan ribu massa dari PKS dan ratusan Ormas yang tergabung dalam 'Aksi Sejuta Umat', Ahad (6/8). Massa yang berasal dari lintas agama, ormas dan masyarakat ini sudah berkumpul sejak siang tadi pukul 13.00 dan dilanjutkan dengan longmarch menuju depan gedung perwakilan PBB yang dilanjutkan ke Kedubes AS.
|
Disarankan: 0
 |
| |
bisot Kamis, 10 Agustus 2006 @ 13:43 WIB
 (Reply)
kamu kok gak koment apa gitu.[:d]
|
|
 |
 |
 |
| |
kotak_suara Kamis, 10 Agustus 2006 @ 23:01 WIB
 (Reply)
tips menghancurkan israel:
israel (tentara dan penduduk sipilnya) pantas dienyahkan dari muka bumi dengan alasan: 1. mereka telah merampok milik orang lain, yaitu tanah palestina, berusaha menghancurkan libanon untuk menegakkan hegemoninya (alasan untuk membebaskan tentaranya yang ditawan hanya dibuat-buat). kenapa rakyat sipilnya juga dienyahkan, ya karena mereka sama sekali tidak bereaktif untuk mendemo kebrutalan tentara dan pemerintahannya (=sekongkol).
membangun lobi tandingan israel, berdemo, rembugan oki atau pbb, atau mengirim pasukan jihad kesana sebenarnya tidaklah efektif, ada cara yg lebih efektif yaitu: 1. semua negara islam di dunia secara bersamaan meluncurkan misil kearah pemukiman israel yg penduduknya hanya 20 jutaan tsb. 'dijamin deh' tentara israel menghentikan agresinya. kelihatannya terlalu radikal? sebenarnya tidak juga, karena mereka kan telah mengukuhkan diri mereka (tentara+pemerintah+sipil) sebagai predator (=bersalah) secara berjamaah dan agresor brutalis pula. cuma sebaiknya misil diarahkan lebih dahulu kearah instansi pemerintah dan instalasi militer mereka sehingga tidak semena-mena membunuh rakyat sipil israel meski mereka juga andil salah. tapi tentu ini ada konsekuensinya yaitu reaksi keras dunia.
reaksi dunia: misal pbb dan united states akan bereaksi keras dengan mengatakan pelanggaran ham terhadap penduduk sipil atau tidak layak negara diluar libanon menghancurkan israel. kalau jawab saya sih, layak-layak aja (asal seluruh negara islam bersatu). makanya, pakai alasan diatas. ditambah alasan bahwa libanon adalah masih saudara dari negara-negara islam. saya kira mereka (pbb, usa, dll) tidak bisa berbuat apa-apa. karena yg salah memang israel koq dan wilayahnya udah kepalang lebur dihantam misil-misil dari seluruh negara islam. masalahnya, mau nggak negara-negara islam bersatu? atau mereka ketakutan terhadap balas dendam usa dan sekutunya. ya, kalau begini persoalan tidak bakalan selesai-selesai dan selamanya israel akan menjadi agresor dunia sampai akhir jaman. moga pemimpin negara-negara umat islam sadar dan bersatu. amien.
sumbangsih pikiran dari rakyat biasa-biasa saja yang bukan pemimpin
|
|
 |
 |
 |
| |
supporter mujahid Jumat, 23 February 2007 @ 18:58 WIB
 (Reply)
assalamu'alaikum
baru lihat blog anti sekarang. well tidak seperti perkiraan saya sebelumnya, saya heran biasanya seorang akhwat bercadar tidak suka dengan hal2 yang berbau demonstrasi. tapi anti malah menayangkan berita tentang demonstrasi...
anyway, komentar saya: tidak cuma libanon dan palestina saja yang perlu diselamatkan, tapi juga afghanistan, iraq, chechnya, somalia, kashmir, pattani, dan seluruh bumi kaum muslimin yang seddang ditindas kaum kuffar la'natullah.
wal 'izzatu lillahi walirrosulihi walil mu'minin
|
|
 |
 |
 |
|
|
Kamis, 10 Agustus 2006 @ 11:54 WIB - Diari
 Pada zaman sekarang, jabat tangan antara laki-laki dengan perempuan hampir sudah menjadi tradisi. Tradisi yang telah membudaya dan mendarah daging itu mengalahkan akhlak Islami yang mestinya ditegakkan. Bahkan mereka menganggap kebiasaan itu lebih baik dan lebih tinggi nilainya dari pada syariat Allah yang mengharamkannya. Sehingga jika salah seorang dari mereka anda ajak dialog tentang hukum syariat dengan dalil-dalil yang kuat dan jelas, tentu serta merta ia akan menuduh anda sebagai orang kolot, ketinggalan zaman, kaku, sulit beradaptasi, ekstrim, hendak memutuskan tali silaturrahim, menggoyahkan niat baik dan sebagainya.
Sehingga dalam masyarakat kita berjabat tangan dengan anak (perempuan) paman atau bibi dengan istri saudara atau istri paman baik dari pihak ayah maupun ibu lebih mudah daripada minum air. Seandainya mereka melihat secara jernih dan penuh pengetahuan tentang bahaya persoalan tersebut menurut syara tentu mereka tidak akan melakukan hal tersebut. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda :
Artinya "Sungguh ditusuknya kepala salah seorang dari kalian dengan jarum dari besi lebih baik baginya daripada ia menyentuh wanita yang tidak halal baginya." (HR. Ath Thabrani dalam Shahihul Jami' hadits no.4921)
Kemudian tak diragukan lagi, hal ini termasuk zina tangan, sebagaimana disabdakan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam :
Artinya "Kedua mata berzina, kedua tangan berzina, kedua kaki berzina dan kedua kemaluan pun berzina." (HR Ahmad 1/412 : Shahihul Jami' hadits no.4126)
Dan, adakah orang yang hatinya lebih bersih dari hati Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam ?
Namun begitu, beliau mengatakan "Sesungguhnya aku tidak berjabat tangan dengan wanita." (HR Ahmad 6/357: Shahihul Jami' hadits no.2509)
Beliau juga bersabda "Sesungguhnya aku tidak menyentuh tangan wanita." (HR. Ath Thabrani dalam Al-Kabir, 24/342: Shahihul Jami' hadits no.70554, lihat Al-Ishabah, 4/354, cet Darul Kitab Al-Arabi)
Dan dari Aisyah radhiyallahu anha dia berkata "Demi Allah, sungguh tangan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tidak (pernah) menyentuh tangan perempuan sama sekali, tetapi beliau membai'at mereka dengan perkataan " (HR Muslim, 3/1489) Hendaknya takut kepada Allah, orang-orang yang mengancam cerai istrinya karena tidak mau berjabat tangan dengan kolega-koleganya. Perlu juga diketahui, berjabat tangan dengan lawan jenis, meski memakai alas (kaos tangan) hukumnya tetap HARAM.
|
Disarankan: 0
 |
| |
roseheart Kamis, 10 Agustus 2006 @ 11:57 WIB
 (Reply)
susah amat jadi orang islam
 |
 |
| |
 |
muchlis Jumat, 11 Agustus 2006 @ 11:43 WIB
h
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
bisot Kamis, 10 Agustus 2006 @ 12:04 WIB
 (Reply)
thx for postingannya [:d] nambah ilmu lg alhamdulillah
|
|
 |
 |
 |
| |
henceu Kamis, 10 Agustus 2006 @ 12:07 WIB
 (Reply)
gitu yah...  selama ini kita telah berdosa dunk
|
|
 |
 |
 |
| |
oceph Kamis, 10 Agustus 2006 @ 12:09 WIB
 (Reply)
setujuu...:d jadi org islam itu gampang, yg susah melaksanakan syariahnya :d:d sok tau amat gw ya
|
|
 |
 |
 |
| |
qorina Kamis, 10 Agustus 2006 @ 12:09 WIB
 (Reply)
wah tambah takut lagi bersalaman dengan orang lain... dulu takut virus... sekarang takut dosa... gimana?
|
|
 |
 |
 |
| |
lim_dan_lim Kamis, 10 Agustus 2006 @ 12:11 WIB
 (Reply)
waah. no comment deh. soalnya gw nggak tahu banyak..
|
|
 |
 |
 |
| |
oneng Kamis, 10 Agustus 2006 @ 12:16 WIB
 (Reply)
percayakah jabat tangan itu dilarang? dan turun dari allah? ato jgn-jgn ajaran manusia!
 |
 |
| |
 |
muchlis Jumat, 11 Agustus 2006 @ 11:39 WIB
percaya buangeeet, ya hadits nabi merupakan kelengkapan dari apa yang tidak dijabarkan secara panjang lebar dalam qur'an.
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
kotak_surat Selasa, 15 Agustus 2006 @ 07:41 WIB
 (Reply)
testing
|
|
 |
 |
 |
| |
kotak_suara Selasa, 15 Agustus 2006 @ 08:26 WIB
 (Reply)
assalamualaikum wr. wb.
to semua, sedikit masukan tentang bagaimana seorang muslim memandang agamanya. saya tidak mempunyai ilmu luas tentang islam (alias = orang awam) maka mohon maaf jika ada khilaf. uraian ini sebenarnya adalah postingan baru sebagai komentar (jika memang di'approve' dan dirilis oleh adminnya) di http://pkswatch.blogspot.com/2006/02/pks-mesir-sebuah-sorotan.html. semoga tulisan ini dapat menambah referensi agar tiap muslim (termasuk saya) mempunyai wawasan dasar yg cukup dalam menghadapi arus modernisasi (yg merupakan suatu realitas) dan dari pemikiran yang menyesatkan. mungkin kali ini belum berguna, tapi suatu saat jika bermaksud melihat lagi dapat diakses secara langsung dengan alamat (silahkan di 'bookmarked' atau dicatat, maaf mbak mujahid numpang info):
http://blog.indosiar.com/mujahidah_bercadar/?op=readblog&idblog=47536
kutipan pandangan jil:
1. http://islamlib.com/id/index.php?page=article&id=1038
"dengan kata lain, negara tak mungkin menempuh dimensi spiritual guna mengurusi warganya. jil meneruskan pandangan ini dengan lebih rinci dan gamblang. mereka tunjukkan betapa tak maslahatnya negara-negara yang menerapkan syariat, dan betapa terbelakang mereka yang menolak demokrasi dan hak asasi manusia. sejarah hidup rasulullah yang sering dianggap teladan tertinggi oleh sebagian besar umat islam, bagi jil hanyalah salah satu cara menerjemahkan islam universal di muka bumi. maka, dengan cerdas anak-anak dusun yang kini menjadi manusia kosmopolit itu menolak idealisasi khilafah maupun negara islam yang sepanjang sejarah gagal menjadi sistem politik yang rasional. jelaslah, negara-bangsa yang memisahkan kuasa politik dari kuasa agama adalah pilihan yang tak tertawar lagi. buat jil, kaum muslimin harus melihat dirinya tak berbeda dari umat lain dan, lebih khusus lagi, tak memelihara minority complex-kompleks kaum yang merasa hak dan aspirasinya diabaikan setiap kali-sebab merekalah sang mayoritas."
"bagi jaringan islam liberal, kontekstualisme adalah metoda dan universalisme adalah tujuan."
2. http://islamlib.com/id/index.php?page=article&id=785
"untuk menjawab persoalan umat, yang dibutuhkan bukanlah sekadar re-interpretasi ajaran islam, melainkan transformasi ide-ide islam pada jaman yang sedang berjalan (ppi, 69). transformasi melepaskan kita dari kungkungan teks yang statis menuju sumber lain yang lebih dinamis, yakni kondisi sosial. lebih jauh, wahib membuat tesis, karena nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat itu berkembang, seharusnyalah hukum-hukum islam itu berkembang pula." "akhirul kalam, pergulatan wahib yang tanpa lelah mengingatkan kita akan satu prinsip hidup mahapenting: kejujuran, (meminjam pram dalam bumi manusia) sejak dalam pikiran. ia sendiri telah mengamalkannya secara konsisten lewat praktek berpikir bebas. ia emoh jadi orang munafik, sok suci dan semacamnya. ia benci pada pikiran-pikiran munafik, yaitu pikiran-pikiran yang tidak berani memikirkan yang timbul dalam pikirannya, atau pikiran-pikiran yang pura-pura tidak tahu akan pikirannya sendiri (ppi, 31). sebab hanya dengan kejujuran, dengan berpikir bebas, kita akan menemukan diri kita yang sebenarnya, menjadi sepenuh manusia, yang kreatif. otentik"
pendapat awal (counter liberalisme-sekularisme-rasionalistik):
mengutip perkataan bung reza, alquran adalah memimpin bukan mengikuti (berpikir deduktif). human never changes. kesukaan akan semisal bermaksiat atau berprilaku baik secara positif atau negatif tetap sama dari dulu sampai akhir jaman (mis. jaman dulu ada homoseks, sekarangpun ada). makanya alquran relevan sepanjang masa dan tidak menolak realita/perkembangan jaman. yang dimaksud dengan berpikir (kreatif) oleh alquran adalah seorang muslim dituntut mencari nilai-nilai hidup secara islami yang sesuai dengan konteks jaman (dengan cara mengeksplorasi alquran). sementara penganut paham 'liberal' sedikitnya berpikir bahwa apa yang tampak pada saat ini (the fact/the reality) itulah yang dinamakan 'kebenaran'/the fact/the reality/the truth/the real world (realitas adalah realitas itu sendiri yang disebut wujud keotentikan) dan nilai-nilainya dapat dicari yg berhubungan dengan fakta tsb (berpikir induktif menurut alquran atau larut dalam kenyataan). mereka mungkin 'lupa' bahwa menjaga kemurnian alquran adalah suatu realitas juga, adanya penghancuran nilai-nilai islami di dalam masyarakat adalah suatu realitas juga, dan masyarakat yang tidak memahami agamanya adalah realitas juga, bahkan ... naudzubillah... mungkin analogi yang diambil kelompok liberal, amrik yang free sex dan diktaktor aja jadi negara maju. tuh si fulan nggak pernah salat dan tukang judi saja faktanya bisa kaya (pernah lihat sinetron hidayah?). fakta (apalagi fakta sementara waktu) 'tidak akan mengubah' ketentuan alquran, akan tetapi kitalah yang dituntut untuk mencari nilai-nilai apa yg sesuai dengan keadaan saat ini dan tidak menyimpang dari garis alquran. pada dasarnya ajaran alquran sudah mencukupi kebutuhan seluruh manusia dan makhluk allah sampai akhir jaman.
"pada hari ini telah kusempurnakan untuk kamu agama kamu dan telah ku-cukupkan kepadamu nikmat-ku, dan telah ku-ridhai islam itu jadi agama untuk kamu." (qs. al-mâ`idah: 3)
"dan kami turunkan kepadamu adz-dzikr (al-qur’an), agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan." (qs. an-nahl, 16: 44)
"maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada kami?" (qs. al-mu’minuun, 23: 115)
"dan mengapa mereka tidak memikirkan tentang (kejadian) diri mereka?, allah tidak menjadikan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya melainkan dengan tujuan yang benar dan waktu yang ditentukan. dan sesungguhnya kebanyakan di antara manusia benar-benar ingkar akan pertemuan dengan tuhannya." (qs. ar-ruum, 30: 8)
"... dan janganlah engkau melakukan kerusakan di muka bumi sesungguhnya allah tidak suka kepada orang-orang yang berbuat kerusakan." (qs. al-qasas: 77)
penemuan-penemuan ilmiah didunia barat menunjukkan bahwa banyak hal tidak menyimpang dari alquran/islam (dan saya yakin akan selalu demikian). lha, barat maju karena mengikuti sunatullah secara aplikatif dan spiritif, sementara umat islam mundur karena tidak memahami agamanya (tidak memahami teori, semangat, sekaligus aplikasinya). yang aneh, para pemikir liberal justru mengikuti pemikiran-pemikiran/falsafah barat yang 'sedikitnya' menyimpang dari alquran (pemikiran ala sekularistik yang mana seks bebas justru membudaya di barat karena kegagalan demokrasi yang diagung-agungkan ). persoalannya, nilai-nilai kehidupan islami yg bagaimanakah yg seharusnya dicari, ditemukan, dipikirkan dan diperjuangkan yg tidak menyalahi kemurnian alquran?
adalah sangat susah kalau kita melulu menilai sesuatu dari perspektif manusia semata. karena tiap manusia akan selalu melihat sesuatu dari perspektif 'kemanusiaannya, egonya, emosinya, seleranya' yang berbeda-beda. akan lebih mudah kalau tidak terlalu mengandalkan nalar secara membabibuta (karena nalar/akal ada batasnya hanya dapat menjangkau hal-hal yang terindera (materialistik), sementara hakekat (hikmah) dibalik sesuatu tentu seringkali kita tidak dapat melihatnya, kecuali terkadang setelah beberapa kurun waktu setelah kejadian atau pada hari dibangkitkan, padahal peristiwanya sayangnya sudah terlanjur terjadi di masyarakat).
pertanyaan/komentar:
1. masalah dijadikan sebagai rujukan segala penafsiran. benarkah? 2. manakah yang seharusnya 'dipegang', berpikir induktif ataukah deduktif dalam perspektif kali ini? 3. kemanfaatan (utilitarianisme atau pragmatisme) semata telah digunakan sebagai standar bagi segala sesuatu. benarkah? 4. mana yang benar dari istilah/kaidah berikut, di mana ada penerapan syariat tuhan (kebenaran), maka di sana akan ada kebaikan/manfaat, ataukah dimana ada kebaikan/manfaat maka di sana ada hukum tuhan (kebenaran). atau dengan perspektif yang lain, yang baik belum tentu benar, akan tetapi yang benar pasti baik. iyakah? 5. suatu fakta bahwa barat menganggap kenyataan adalah sebagai faktor determinan yang menentukan suatu hukum syariat. dalam falsafah hukum barat, realitas sosial masyarakat dipandang sebagai ibu kandung yang melahirkan nilai dan norma hukum (undang-undang adalah anak kandung yang lahir dari situasi dan kondisi sosial masyarakat) dan teosentrisme diubah menjadi antroposentrisme. 6. menurut syariat, fakta masyarakat bukanlah sumber hukum, bukan pula faktor yang dapat mengubah hukum, seperti halnya dalam falsafah hukum barat. hukum syariat bersumberkan pada wahyu (yang merupakan hakekat suatu peristiwa, pen), bukan realitas. wahyu itu terwujud dalam kitab serta sumber hukum lain yang ditunjukkan keduanya.
namun dalam proses 'menyimpulkan' dasar hukum, pemahaman terhadap realitas empiris, memang diperlukan. setidaknya ada 3 (tiga) langkah yang harus ditempuh dalam menggali hukum:
pertama, memahami fakta/problem secara apa adanya.
kedua, memahami dalil-dalil syariat yang berkaitan dengan fakta tersebut,
ketiga, menetapkan hukum dari dalil, dan menerapkannya pada fakta.
jadi, dalam proses 'menyimpulkan' suatu dasar hukum, memang benar bahwa pemahaman terhadap fakta empiris sangat diperlukan bahkan mutlak. tapi, posisinya bukanlah sebagai penentu status hukum, melainkan sebagai langkah awal yang mutlak harus dilakukan untuk memahami fakta yang akan menjadi sasaran penerapan hukum. (diolah secara terbatas dari artikel "menyoroti draft khi dari perspektif ideologis dan metodologis", oleh m. shiddiq al-jawi, 24 desember 2004).
contoh faktual salah satu pemikiran islam yg sesuai dengan the fact/the reality:
"bisnis perbankan adalah suatu fakta dari perkembangan jaman. namun ada dua jenis bank, yaitu bank konvesional (berdasar riba) ciptaan dunia/masyarakat barat dan bank syariah (bagi hasil) yang 'sesuai' dengan nilai islam (meski harus diperbaiki lagi). inilah yg dinamakan bahwa alquran tidak menolak perkembangan jaman akan tetapi kitalah yang dituntut mencari dan berjuang nilai-nilai apa dari alquran (reinterpretasi) yg sesuai dengan perkembangan jaman."
sebenarnyalah ada uraian yang lebih bagus yang menyatakan bahwa bank syariah pun sebenarnya tidak perlu (karena esensi sebuah bank bukanlah suatu solusi dan mungkin 'tidak' islami). akan tetapi ini diluar konteks kali ini. namun saya pikir contoh kasus tentang bank ini tidak serta merta diapresiasikan dan diinterpretasikan sama seperti dengan alat-alat musik. ada perbedaan esensi.
selanjutnya mari kita kembali, coba saya ambil salah satu definisi agama menurut persepsi islam:
agama atau bahasa arabnya ad-din berasal dari asal kata da ya na. dain/ qardh bermakna hutang. dalam hal ini ia berkaitan rapat dengan kewujudan manusia yang merupakan suatu hutang yang perlu dibayar(lihat surah al-baqarah:245), manusia yang berasal dari tiada kemudian dicipta dan dihidupkan lalu diberi berbagai nikmat yang tak terhingga (wain tauddu). sebagai peminjam kita sebenarnya tidak memiliki apa-apa, akan tetapi pemilik sebenar adalah allah s.w.t manusia hanyalah diamanahkan untuk dipergunakan dalam ibadah. oleh karena tidak memiliki apa-apa, manusia tidak dapat membayar hutangnya maka satu-satunya jalan untuk membalas budi adalah dengan beribadah, dan menjadi hamba allah yang mana adalah tujuan daripada penciptaan manusia (al-dhariyat:56). definisi sederhana ini saya kutip dari situs web: http://www.angelfire.com/country/maridjan/agama.htm. silahkan di 'browsing' untuk melengkapi gambaran.
seperti yang pernah dikatakan oleh iqbal: carilah inti kehidupan dari mata pedang sendiri dan peliharalah kemurnian islam. silahkan dibaca (mohon dibaca) untuk melengkapi apa yang dipahami oleh m. iqbal di situs web: http://io.ppi-jepang.org/article.php?id=183
akhirnya, bagaimanapun juga konsep diatas mungkin terasa cukup berat untuk dapat melaksanakannya (ada keraguan dalam hati, karena bermaksud sedikit menafsirkan). akan tetapi mengetahui konsep dasar (yang menurut penafsiran saya) adalah lebih baik sehingga kita tidak semakin tersesat dalam hidup. sebagian ulama mengatakan bahwa jika memang berniat berdakwah pada suatu komunitas, maka harus mempunyai bekal ilmu yg memadai sehingga ketika kita nyemplung di laut kita tidak akan berubah menjadi ikan asin, tetapi tetap dengan karakteristik nilai yang kita bawa. apa yang pernah dilakukan oleh sunan kalijaga dengan wayangnya 'mungkin' relevan pada saat itu karena islam adalah baru dikenal (belum membaur)mungkin sesuai dengan perspektif bung erkan. akan tetapi pada jaman sekarang dimana umat muslim dipelosok sudah beragama islam, bisa-bisa lebih asyik 'berwayang-ria' daripada memahami makna islam jika berdakwah dengan metode wayang (atau bahkan islam justru dianggap sebagai pengancam budaya lokal) dan proses dakwah bisa kehilangan momentum yang sebenarnya. kegagalan dakwah yang pernah dialami aktivis muhammadiyah dengan metode membaurnya dengan 'budaya setempat' (apalagi jika sudah terjadi pentaklidan budaya, dimana budaya lokal (misal berjabat tangan dengan non muhrim, mengadakan sesajian) dianggap unsur kebenaran dari masyarakat tsb, padahal kebenaran adalah mutlak di tangan allah swt (yg dalam hal ini aturan mainnya sudah disuratkan dalam alquran)) dapat menjadi bukti bahwa metode membaur pun tidak dapat digebyah uyah dengan anggapan sebagai metode yang paling efektif begitu saja. salah-salah, mau memancing ikan asin malah tercebur kelaut (badan menjadi ikut keasinan). yang harus dieksplorasi saya pikir adalah bagaimana memahami kaidah-kaidah atau metode amar maruf nahi mungkar.
sesungguhnya abu idris al-khaulani mendengar hudzaifah bin yaman berkata: rasulullah saw. bersabda: "akan muncul para pengajak ke neraka jahannam. barangsiapa mengabulkan seruannya, akan terjerumus kedalamnya." saya bertanya: "wahai rasulullah, jelaskanlah cirinya kepada kami?" sabdanya: "mereka adalah kaum dari kalangan kita sendiri. mereka berbicara dengan bahasa kita." saya bertanya: "lalu apa yang tuan perintahkan kepada kami jika kami menemui hal semacam ini?" sabdanya: "hendaklah kamu tetap berada pada barisan umat islam dan imamnya. jika tidak ada lagi umat islam dan imamnya, tinggalkanlah semua firqah (golongan) itu sekalipun engkau harus menggigit akar pohon sampai mati dalam keadaan demikian." (hr. ibnu majah, hadis no. 3979)
dan yang terakhir, syaikh albani pernah berujar: "saya berkeyakinan bahwa jihad akbar dewasa ini adalah kewajiban jutaan anggota partai untuk sekedar melahirkan puluhan ulama islam ditengah mereka, sehingga orang yang jutaan ini kelak mendapat bimbingan untuk mengenal agama mereka dan mendidik mereka dengan ajaran islam..."
thanks mbak, maaf kepanjangan.
wasallamualaikum wr. wb.
 |
 |
| |
 |
mujahidah Jumat, 18 Agustus 2006 @ 19:53 WIB
jazakhumullahu khairan katsira atas tausiyahnya
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
mario Selasa, 10 Juli 2007 @ 14:32 WIB
 (Reply)
aslm. saya bukanlah siapa2,tapi sya yakin yang diajarkan oleh islam adalah untuk kebaikan kita semua,,saya adalah orang yang percaya pada tuhan,,oleh itu segala konsekuensinya saya harus menerimanya secara kaffah atau menyeluruh.. marilah kita sebagai orang islam menuruti syariah tidak berjabat tangan dengan yang bukan muhrim ini,,karena itu adalah sunnah rasul kita,dan muhammad adalah idola kita, karena dia adalah suri tauladan yang dipilih 4jj
|
|
 |
 |
 |
|
|
S E L A N J U T N Y A »
|
|
Created on:
Kamis, 5 January 2006 @ 10:35 WIB |
|
|