HOME BLOG
   
  Jalan lurus-Mu
http://nasboi_69.bloggaul.com
Login | Belum terdaftar? | Lupa password?  
   
   

PENGUMUMAN:
Mind Mapping - cara baru untuk ngeBlog!
 
Babak Baru Pemurtadan
Minggu, 2 Maret 2008 @ 19:18 WIB - Diari


Usaha memurtadkan umat kian hari kian canggih. Mulai dari menjanjikan pekerjaan, beasiswa, pemalsuan al Qur'an sampai dengan cara terselubung, mendirikan sekolah tinggi teologi.

Tak banyak yang mengerti aktivitas utama Yayasan Dian Kaki Mas (YDKM) yang belakangan ini sempat mengusik ketenangan masyarakat Bekasi Selatan. Warga sekitar hanya tahu YDKM adalah yayasan sosial. Ditambah lagi, kegiatan yayasan, selama ini memang terkesan tertutup. Mungkin sebab itu, kenapa selama ini masyarakat tidak menaruh curiga terhadap aktivitas yang dilakoni yayasan yang berlokasi di Kompleks Galaksi, Jl. Palem Raya F 844 itu.

Tiba-tiba, masyarakat dibuat heboh. Setelah menggrebek YDKM, aparat dan masyarakat menemukan sebuah gereja dan sejumlah pendatang di dalam yayasan yang pagarnya selalu ditutup seng setinggi dua meter itu.

Heryanto, salah seorang pendatang yang berhasil melarikan diri dari jebakan yayasan itu menuturkan, YDKM dijadikan ajang pemurtadan kaum Muslimin. Wajar saja kalau kemudian masyarakat geram karena merasa telah ditipu pihak YDKM, setelah mendengar laporan Heryanto.

Heryanto mengaku, kasus ini berawal saat ia bertemu Edi Sapto di Manado. Edi yang belakangan diketahui ternyata seorang pendeta, menawari Heryanto pekerjaan dan beasiswa untuk melanjutkan kuliah di Jakarta.

Terbayang akan masa depan yang lebih cerah, Heryanto yang sehari-hari mengajar ngaji anak-anak di masjid dekat rumahnya di Kelurahan Karombasan, Kodya Manado itu, tak kuasa menolak tawaran Edi. Singkat ceritra, ia pun diajak Edi Sapto ke Jakarta. Setiba di Jakarta, ia langsung "dijebloskan" ke lokasi penampungan di Kompleks Galaksi, Jl. Palem Raya F 844, Bekasi Selatan.

Saat pertama kali menginjakkan kaki di sana, perasaan was-was menyelimuti Heryanto. Sebuah pertanyaan melintas di kepalanya, kenapa ada sebuah gereja serta beberapa lokal ternak babi dan anjing di sini? Saat dia datang, di dalamnya sudah ada sekitar 50 orang warga pendatang yang berasal dari berbagai daerah seperti Gorontalo, Ambon dan Flores.

Kecurigaan Heryanto makin menjadi-jadi, apalagi saat mendengar Edi Sapto mewajibkan para pendatang menghadiri kebaktian setiap hari. Merasa tak biasa, Heryanto tak pernah mau mengindahkan perintah Edi. Namun, Edi mengancam memberi sanksi bagi yang menolak. "Kalau saya tak ikut kebaktian sekali saja, saya tak dikasih makan seminggu," ujar Heryanto. Segala gerak-gerik para pendatang, selalu diawasi Edi. Bahkan, untuk menjalankan shalat lima waktu saja, Heryanto sampai harus sembunyi-sembunyi.

Edi Sapto tampaknya tak habis akal. Berbagai cara ditempuh untuk meluluhkan hati Heryanto. Pertama, Edi meminta pendatang lainnya membujuk Heryanto agar mau menerima Yesus sebagai tuhan. "Mereka bilang, sudahlah terima saja Yesus. Kamu akan diberi berkat. Kenapa menolak," kata Heryanto. Cara ini ternyata tak membuat hati Heryanto luluh. Jebakan berikutnya, Edi mendatangkan seorang wanita Manado untuk menggoda hati Heryanto. Cara ini pun, Heryanto lolos.

Usaha Edi, tak berhenti sampai di situ. Selang beberapa waktu kemudian, Heryanto diangkat Edi sebagai ketua kelas saat belajar teologi. Karena Heryanto mengetahui akal busuk Edi, ia menolak diangkat sebagai ketua kelas. Sampailah pada suatu kebaktian, saat seorang pendeta menjelek-jelekkan Islam, Heryanto melemparnya dengan kursi. Kontan, akibat ulah nekat Heryanto itu, Edi memarahi Heryanto.

Siksaan demi siksaan menimpa Heryanto. Saat berita soal pemurtadan Edi Sapto ini keluar di Tabloid Jum'at, Heryanto dipanggil dan disidang. Ia ditelanjangi, disiksa diambil pakaiannya dan dikunci di dalam kamar. Bahkan, selama beberapa hari, Edi tak memberinya makan dan minum.

Setelah itu, Edi membuat KTP palsu dengan mencantumkan agama Kristen di KTP Heryanto. "Saya tak mau mengakui agama Kristen," kata Heryanto. Merasa dilecehkan, Edi meneror Heryanto dan menakut-nakutinya dengan menyatakan bahwa ia adalah mantan preman dan pembunuh.

Yang paling menyakitkan, dalam setiap acara kebaktian yang digelar dari hotel ke hotel, Edi dengan bangganya memperkenalkan Heryanto kepada jemaat gereja sebagai seorang guru ngaji yang telah kembali masuk Kristen. Sampai suatu ketika, Heryanto berhasil melarikan diri dan bertemu dengan Ustadz Masri. Selanjutnya, Ust. Masri melaporkan kejadian ini ke Front Bersama Umat Islam (FBUI) di Bekasi. Sampai pada akhirnya, FBUI, aparat pemerintah dibantu warga sekitar mendatangi dan menggrebek YDKM.

Belum lagi selesai heboh pemurtadan di Bekasi Selatan, muncul heboh lainnya. Masih di daerah Bekasi, sejumlah pihak melaporkan ada kegiatan kristenisasi di Kampus Diakonia Modern (KDM), Ujung Aspal, Pondok Gede. KDM menampung anak-anak jalanan dari seluruh Indonesia. Setelah ditampung anak-anak jalanan ini diajak ke gereja, diajari agama Kristen kemudian dimurtadkan.

Menurut pengakuan Warno (nama samaran), warga yang tinggal tak jauh dari lokasi KDM, anak-anak jalanan itu tidak langsung dikristenkan. Mereka terlebih dulu didekati dengan penuh kekeluargaan agar tak merasa takut dan malu. Kemudian mereka disekolahkan di SD, SMP, SMA bahkan ada yang kuliah. Tapi, setiap ada kegiatan gereja dan kebaktian, mereka selalu diikutsertakan. KDM mewajibkan setiap anak jalanan mengikuti program kebaktian. Kalau ada yang tidak mau ikut, akan dikenakan sanksi. Selain itu, anak-anak terlantar ini diajak bertamasya ke gereja-gereja seperti gereja di Kampung Sawah. Di sana mereka diwajibkan mengikuti kebaktian kemudian diberi beras, mie instan, baju dan keperluan pokok lainnya.

Suatu ketika, Warno pernah menanyai salah seorang dari anak jalanan itu. Anak itu mengaku berasal dari Subang yang dipungut KDM dari proyek Senin. Saat Warno menanyai agamanya, ia menjawab Islam. Namun, saat Warno mengulanginya, anak itu terdiam. "Tapi saya lihat dia sudah pakai kalung salib," kata Warno.

Sasaran pemurtadan, tak hanya anak-anak jalanan, aktivis KDM juga menggarap warga sekitarnya. Mereka mendatangi rumah penduduk satu per satu. Secara halus, warga didekati dan diberikan ceramah agama serta penjelasan tentang agama Kristen. Kemudian, mereka mengajak warga pindah agama. Sebagai penunjang misinya, mereka membagikan berbagai buku Kristen seperti Injil dan buku yang menceritakan keagungan Yesus.

Tak cukup di situ. Kepada masyarakat tak mampu, KDM menawarkan jasa membantu problem penduduk seperti biaya sekolah, sewa rumah, dan bantuan materi lainnya. Bahkan, jika ada ibu-ibu yang akan melahirkan, mereka sregep mendatangi dan menawari pemeriksaan kehamilan, biaya obat sampai biaya persalinan secara gratis. Ujung-ujungnya, mereka mengajak warga masuk agama Kristen.

Meski faktanya sudah jelas, namun adanya misi pemurtadan dibantah pihak yayasan. "Tidak ada misi kristenisasi di sini. Kita tak pernah mengajarkan agama Kristen di sini," ujar Kristo salah seorang pengurus Yayasan KDM.

Kristo boleh saja membantah, namun, Ibu Aminah (nama samaran) berkata sebaliknya. Menurut Ibu yang giat mengkonter kegiatan kristenisasi KDM itu, kegiatan pemurtadan makin hari makin gencar. Ia mencontohkan, saat perayaan misa Isa al Masih lalu, DKM mendatangi warga sambil ceramah agama dan memberi sembako secara gratis. "Setelah itu ibu-ibu yang diberi sembako diminta untuk masuk agama Kristen," tutur Aminah. Yang jelas, hingga saat ini, KDM masih aktif menjalankan kegiatan kristenisasinya.

Ancaman pemurtadan ternyata tak hanya dialami penduduk sekitar KDM. Nasib serupa dialami warga sekitar Kampung Bandan, Jakarta Utara. Menurut keterangan sejumlah warga, akidah umat Islam terancam oleh misi kristenisasi yang dijalankan Yayasan Bina Mandiri (YBM). Kepala TK Al Jihad, Blok E, Kampung Bandan, Pak Cipto menuturkan para aktivis YBM kerap mendatangi warga dengan menawarkan beasiswa bagi anak-anak mereka.

Menurut pengakuan Pak Cipto, sedikitnya enam puluh anak-anak berhasil ditarik ke yayasan tersebut. Tapi setelah ada TK Al Jihad, sambung Pak Cipto yang juga pimpinan sekolah itu, sebagian dari anak-anak itu berhasil ditarik kembali. Pak Cipto menambahkan, selain pelajaran umum, di yayasan itu, anak-anak diajarkan juga doa-doa Kristen seperti doa bapak, anak dan roh kudus. Bahkan, menurut pengakuan Abdul Syukur AS, Ketua Masjid Attaubah, Blok E, Kampung Bandan, diantara anak itu ada yang sudah dibaptis. "Orang tua mereka, rata-rata tak mau ngaku," katanya.

Tak hanya kepada anak-anak, aktivis yayasan itu juga mendatangi warga face to face. Mereka memberikan warga barang-barang kebutuhan seperti TV, radio, tempat tidur dan lainnya. Mereka giat menceramahi warga dengan mengatakan semua agama sama. "Saat ditanya, beberapa warga yang anaknya sekolah di yayasan itu, rata-rata sungkan berterus terang karena sudah berhutang budi," kata Abdul Syukur. Bahkan, untuk menjamin agar setiap misi yang dilakukan tak terganggu, pihak yayasan konon menggandeng sejumlah preman sekitar untuk menjadi backing yayasan. "Imbalannya selain sejumlah uang, para preman direkomendasi untuk berobat di sebuah klinik dan pembayarannya ditanggung Yayasan Bina Mandiri," kata sumber SABILI.

Namun, adanya misi kristenisasi tersebut buru-buru dibantah Ketua YBM, Ir. Darwin BML Napitupulu. Darwin menyatakan yayasan tidak pernah melakukan kegiatan kristenisasi. "Kita pure bergerak di bidang sosial" ujar Darwin yang mengaku aktivis salah satu gereja di Jakarta.

Menurut Cipto, usaha kristenisasi kian gencar setelah ada dukungan global. Bahkan, lanjutnya, tak jarang orang-orang bule terjun langsung menjumpai masyarakat Kampung Bandan guna menjalankan misi kristenisasi. "Tapi, hal itu luput dari pantauan kami karena tak ada satu pun laporan yang masuk ketika kejadian. Setelah kejadian, baru ada yang ngomong, ada bantuan berupa alat elektronik TV, radio, CD dan lainnya" tutur Cipto.

Adanya misi global ini sebenarnya sudah tak aneh lagi. Lembaga-lembaga Kristen lokal dengan misi global jumlahnya tak sedikit. Mereka gencar menjalankan misi kristenisasi global seperti Yayasan Doulos (Doulos World Mission Indonesia). Yayasan kristenisasi dunia yang didirikan di tengah-tengah komunitas muslim Betawi, tepatnya di Cipayung Jakarta Selatan ini, bercita-cita mengkristenkan 125 suku terasing yang ada di seluruh Indonesia.

Agar cita-citanya pemurtadan suku-suku terasing itu sukses, Yayasan Doulos merancang berbagai proyek pemurtadan yang disesuaikan dengan kondisi agama dan kebudayaan suku terasing tersebut seperti; Proyek Yeriko 2000 di Jawa Barat, Proyek Karapan 2000 di Madura dan Jawa Timur, Proyek Andalas 2000 di Sumatera Barat, Proyek Mandau 2000 di Kalimantan , Proyek Bajau Bungku 2000 di Sulawesi Tenggara, Proyek Cenderawasih 2000 di Irian Jaya dan Proyek Sriwijaya 2000 di Riau.

Selain bercita-cita mengkristenkan 125 suku terasing di seluruh Indonesia, Doulos World Mission Indonesia, mendirikan juga pos-pos Pengabaran Injil (PI), gereja-gereja dan sekolah-sekolah tinggi teologi. Ditambah lagi, menyebarkan Injil atau Alkitab dalam bahasa daerah.

Dengan alasan misi kristenisasi global itu pula, tidak heran jika banyak trik dan strategi dilakukan kaum misionaris untuk mengaburkan dan menyesatkan kaum muslimin, terutama umat Islam di Indonesia. Beredarnya al Qur'an palsu yang sempat menghebohkan Jawa Timur, disinyalir sejumlah pihak bagian dari strategi global tersebut.

Sejumlah pihak menyatakan penyebaran al Qur'an palsu itu bertujuan untuk meragukan keyakinan umat Islam atas kebenaran al Qur'an. Lihat saja, berbagai surat dalam al Qur'an palsu itu dibuat mirip seperti al Qur'an sebenarnya seperti nama surah an Nur, al Fatihah dan lainnya, tapi isinya berbeda. Bismillah pada setiap surat al Qur'an diganti dengan Bismil Abi, Wal Inbi Waruuhil Qudus (dengan nama bapak, anak dan ruh kudus). Bahkan, disisipkan empat surat palsu yang tak dikenal dalam al Qur'an sebenarnya seperti Surat at Tajassud, Surat al Wasaya, Surat al Iman dan Surat Muslimun.

Kalau dikaji lebih jauh, bagi orang yang mengerti, al Qur'an palsu ini, isinya tak ada yang bermanfaat bahkan mengandung banyak kesesatan. Maka, tidak heran jika banyak pihak yang mengecam keberadaan al Qur'an palsu ini. Din Syamsuddin, Sekum MUI, menyatakan hal ini bagian dari skenario menyesatkan akidah umat Islam."Aparat keamanan harus segera menyelidikinya," tegasnya.

Menyesatkan umat adalah target mereka. Berbagai cara ditempuh agar target itu tercapai. Salah satunya adalah dengan mendirikan sebanyak-banyaknya sekolah-sekolah tinggi teologi seperti Sekolah Tinggi Teologi Apostolos (STT Apostolos). Menurut sejumlah pihak, ada upaya kristenisasi terselubung di setiap sekolah tinggi teologi, terutama STT Apostolos. Melalui proses belajar mengajar di STT Apostolos, mereka mau mencari berbagai kelemahan agama terutama Islam. Mereka berharap setelah keluar dari STT Apostolos, para mahasiswa mampu menjadi seorang pemimpin gereja masa depan yang mampu berdialog dengan dunia Islam.

Lihat saja muatan pelajaran di STT apostolos. Selain mengkonsentrasikan pada studi islamologi dengan muatan sebanyak 36 SKS, mata pelajaran yang diberikan di STT Apostolos juga cukup fundamental. Beberapa di antaranya seperti, mata kuliah bahasa Arab, Pengantar Studi Islam, Studi al Hadits, Studi al Qur'an, Kristologi, mistisme dalam al Qur'an, dialog antara Qur'an dan Bibel, studi Islam dan orientalisme, filsafat Islam dan banyak lagi. Selanjutnya, tujuan, STT Apostolos makin lancar manakala mereka berhasil mengundang berbagai dosen agama Islam seperti dosen-dosen IAIN di seluruh Indonesia untuk mengajar di STT Apostolos.

Hanya saja dalam setiap brosur-brosur yang disebarkan, pihak STT Apostolos tidak mengakui adanya kegiatan kristenisasi terselubung itu. Bahkan, STT Apostolos mengklaim sebagai sekolah tinggi yang mengembangkan kemajemukan dan komunikasi antar agama yang disebut "Dialog Paralelisme".

Melihat fakta-fakta di atas, umat Islam semestinya membekali diri dengan pemahaman agama yang benar dan mendalam. Setidaknya hal ini dibenarkan Sekjen Forum Antisipasi Kegiatan Pemurtadan (FAKTA), Abu Deedat Syihabuddin. "Pemahaman umat terhadap Islam harus benar, tinggi dan mendalam," katanya.

Masih kata Abu Deedat, setiap muslim harus peduli keselamatan saudara seakidahnya dengan mengajarkan agama kepada mereka. "Mereka wajib diajarkan Islam," tuturnya. Sebab, jika tidak, musuh-musuh akan dengan mudah menghancurkan umat Islam.


Disarankan: 0
  Komentar: 3 (Lihat) | Beri Komentar    Recommen | Print
  okkykeren   Minggu, 2 Maret 2008 @ 22:11 WIB    (Reply)
ihh,,dsr gila tu yg melakukan kristenisasi,,
jgn mudh prcya ma gtuan,,islam ttp yg bnr,,g akn prnh slh,,i believe that
 
  mak_erot   Senin, 3 Maret 2008 @ 12:52 WIB    (Reply)
anjiinnggg....bangsaaatttt....kunyyuuukkkk..!!!!
anjiinnggg....bangsaaatttt....kunyyuuukkkk..!!!!
anjiinnggg....bangsaaatttt....kunyyuuukkkk..!!!!
anjiinnggg....bangsaaatttt....kunyyuuukkkk..!!!!

 
  dirgom   Sabtu, 3 January 2009 @ 13:15 WIB    (Reply)
kristen tolol & goblok, udah jelas yesus sendiri ngakunya utusan tuhan tapi kenapa yesus dianggap tuhan...ga punya otak kali ya? hati2 juga sama si dani ahmad & gus dur, mereka freemasonry zionis israel laknatullah!
 


 

Pencarian jalan panjang menuju-Mu, dari seorang hina berkubang dosa yang mencoba menghambur mengharap keridloan-Mu
 
    » Profile
    » Buku Tamu
kejujuran cinta
lagi, tentang anak angkat
hukum anak angkat / adopsi
nikah mut'ah dan keutamaannya
intisari semua agama sama, ditolak oleh allah
Arsip Blog 
CARI BLOG:
asal mula garam sepang
My Books 
miftahmuhaemen
nanda_imut
yulianbjm
cool_forever
mastery
Total: 132 
kristen tolol & goblo...
nikah mut’ah dalam ti...
hak-hak perempuan dal...
tidak ada satupun aya...
makasi skale oom penj...
 
 
Created on:
Jumat, 12 January 2007 @ 11:04 WIB
 
   
 
Mind Mapping - cara baru untuk ngeBlog!
BlogGaul mau berubah ...
Punya siapa nih??
Lombanya Risa
Tebarkan Amalan, tebarkan Senyuman
| menyetel selera |
s3kilas info mubitv
ga tau mau judul apa...?
asian lovers
...semakin parah...
seputar blog
phasya31
ruliansyah
ida1441
inigo garces
 
   
   
    Copyright © 2004 PT. INDOSIAR VISUAL MANDIRI