| |
|
Sabtu, 12 January 2008 @ 21:41 WIB - Diari
Aku prihatiin banget dengan persinetronan Indonesia yang bisa dibilang ini lagi parah-parahnya. Bisa dibilang tahun 2006-2007 mungkin adalah tahun terparah sepanjang sejarah persinetronan Indonesia. *Nggak tau juga sebenernya karena nggak ngikutin sejarah sinetron.hehe*. Aku bilang begitu karena sampai saat ini kebanyakan yang beredar di Indonesia adalah film ADAPTASI, dan karya orisinil bisa dihitung dengan kedua tangan. Atau malah sebelah tangan? MAsih lebih baik kalo sinetron yang diadaptasi itu mencantumkan Credit Title drama aslinya. tapi, lagi-lagi sangat sedikit yang berjalan di jalur ini. Mayoritas PH lebih suka menayangkan tanpa memberi credit. Is it an appropiate attitude?
Aku sering bertanya-tanya, sebenernya WHAT HAPPEND WITH DUNIA PERSINETRONAN INDONESIA? Apa sih yang bikin mereka sampai segitunya mengejar rating dan PEMASUKAN yang banyak, sampai harus mengesampingkan komitmen dan idealisme?
Ada poin poin yang mengganjal banget di pikiranku, yaitu : 1. Apa sih yang mendasari sebuah team membuat sinetron? Itu pertanyaan awal yang sampe sekarang belum terjawab sama aku, mungkin karena aku sendiri nggak punya kenalan sutradara. hehe. Sinetron itu kalo menurut aku adalah sebuah KARYA SENI, yang dibuat berdasarkan keindahan dan idealisme yang tinggi, tentunya dengan proses yang berat dan menguras tenaga, karena baik otak maupun fisik sama-sama bekerja keras agar sinetron / film itu mencapai hasil yang optimal. Waduh, tapi sorry to say, aku nggak menemukan itu di sinetron-sinetron yang berkeliaran di layar kaca akhir-akhir ini. Sisi keindahannya sangat minim, dan aku nggak melihatnya sebagai suatu karya seni yang seharusnya bisa menarik perhatian orang. Aku ngeliatnya sinetron cuma suatu karya yang berfungsi sebagai ajang komersil buat narik banyak uang, dan akan diperpanjang masa tayangnya kalau rating melonjak dan disenangi masyarakat. Aku ngerti banget bahwa yang nomor satu dalam penayangan adalah PEMIRSA, tapi apakah itu harus menghilangkangkan komitmen untuk selalu menghargai karya orang lain, even itu bukan di negeri kita sendiri? i mean, kemana sih niat awal seorang penulis skenario, seorang sutradara, seorang PH untuk jadi seorang penulis handal dan meninggikan idealisme? pasti pada awalnya mereka yang pengen jadi penulis skenario pengen banget karya mereka dipake, dan menuaikan pujian bagus dari penonton,juga membuat karya-karya yang lainnya dengan hasil jerih payah sendiri? Itu bakal lebih memuaskan dibanding harus menjiplak karya orang dan menerima pujian yang sebenernya bukan milik mereka. 2. Kenapa tema cerita yang disuguhkan selalu menurut tema yang sedang booming? Hm, itu yang aku bingung. Pas jamannya sinetron religi membanjir, PH berlomba-lomba buat film yang ber-genre sama. waktu sinetron dengan genre kekerasan dipeloporin sama KISAH SEDIh di hari minggu, mulai muncul juga sinetron lain yang berwarna kekerasan, penindasan, dan lain-lainnya. Tiga tahun terakhir trend sinetron jiplakan mulai merajalela, dan herannya hampir semua PH ngikutin jejak itu. Waduh, jadi bingung, ada apa dengan para PH? Aneh banget menurutku. Orang-orang yang bekerja di perusahaan seelit Production House nggak bisa membedakan mana yang pantas dan mana yang nggak pantas Sekarang ini sih yang aku lihat lagi tren-trennya sinetron pembantu yang jadi kaya? Atou pembantu yang cinlok ama majikannya. Kisah cinta yang monoton dan diwaRNAI dengan kisah yang agak mustahil dan menimbulkan asumsi-asumsi dan ekspektasi yang berlebihan dari masyarakat. kayak contoh : Sinetron anak kecil macem Candy, Mutiara, dan lain sebagainya. Dan otomatis anak kecil atau bocah-bocah yang belum cukup umur bakal nonton. Maksudnya, TV itu kan sumber informasi dan hiburan, ketika anak kecil dihadapkan dengan sebuah tayangan yang tidak mendidik atau yang mengajarkan percintaan sebelum waktunya, takutnya akan berakibat tidak baik bagi mindset anak itu sendiri. Jadi dewasa sebelum waktunya. Kembali lagi ke topik tema yang lagi booming. apa nggak sebaiknya sang sutradara dan penulis skenario menciptakan terobosan baru yang melawan arus. Sebagai contoh, ketika PH2 lagi gencar nayangin kisah cinta pembantu dan majikan, ada satu PH yang menciptakan sinetron baru, kisah kehidupan anak SMA/kuliahan dari Desa yang bertahan dengan prinsipnya menjalani kehidupan hingar bingar kota yang menyilaukan. Banyak pesan moral yang bisa diambil. gimana sang tokoh bisa mempertahankan prinsip, gimana sang tokoh bisa bertahan sendiri walau semua orang mencemooh dia, atau bahkan kita bisa merubah lingkungan dengan prinsip sang tokoh utama. Buatlah sesuatu yang bisa menginspirasi seseorang hingga secara nggak langsung kita bisa merubah mindset orang Indonesia sedikit demi sedikit. Aku salut banget kalo misalnya ada seseorang yang berani bikin terobosan beda dengan bikin cerita yang ngelawan arus. Sekalian membuktikan bahwa PH tersebut adalah PH yang punya prinsip, dan enggak semudah itu terombang-ambing karena dipermainkan oleh rating. Sebenernya tentang inspired drama yang ngebuat aku pingiin banget buat cerita inspiring tuh GTO. Di sana banyak banget pesan moralnya dan nggak mengabaikan unsur komedi. Kita dapet banget apa yang mau disampaikan sang penulis. Yang sampai sekarang masih aku inget tuh katanya wakil kepala sekolah yang bilang : "Sudah saatnya hukum yang bobrok ini dihancurkan. Mari kita bangun jepang yang lebih sejahtera dengan hukum yang bersih" yah.. kurang lebih begitu. kata-kata itu bikin aku :"WOW". Pengeen banget ada sinetron yang kayak gitu. Yang nggak hanya berguna buat hiburan, tapi berguna juga buat menginspirasi bangsa Indonesia. Hmm...Who's gonna be the first to make it? Entahlah... aku bakal angkat empat jempol kalo ada PH yang berani bikin terobosan beda kayak gitu.
3. Bakat penulis skenario : Perlu dipertanyakan? Bakat penulis skenario di Indonesia nggak perlu dipertanyakan. semuanya berbakat banget dalam bikin plot cerita indah, menggugah, dan bikin penonton terharu. Itu terbukti dengan kemampuan penulis yang bisa melanjutkan sebuah cerita drama yang seharusnya "Versi aslinya" udah selesai, demi mendapat perpanjangan kontrak biar sinetronnya makin naik ratingnya. Hmm.. Bisa nggak sih ini disebut sebuah prestasi? Aku pernah baca di sebuah Blog Penulis Skenario SINEMART, mereka yang semangat menulis karya asli mereka, malah disuruh jiplak drama korea. Dan akhirnya idealisme mereka kalah dengan uang dan gaji yang bikin ngiler. Bayangin aja, satu episode bisa digaji 15 juta, dan bagi pemula bisa mendapat tiga juta per episode. Aku nggak heran komitmen mereka ancur kalau harus melawan sesuatu yang bernama UANG. Aku sih nggak terlalu peduli dengan idealisme masing-masing orang, karena idealisme itu tumbuh secara otomatis di hati masing-masing orang dan nggak bisa dipaksain, tapi yang aku sayangkan, bakat mereka hanya berakhir di sebuah sinetron jiplakan yang enggak mau ngasih credit buat yang berwenang? Mengenaskan kalo dibayangkan. Sebenernya kalo mau ditelaah lagi, seluruh uang yang mereka dapet juga bukan punya mereka sepenuhnya. Apa enak yah menikmati hasil uang bukan dari keringat dan kreativitas sendiri? Nggak puas rasanya. bener-bener nggak puas.
4. Aktor dan Aktris yang "Innocent", jadi kena getah. aku prihatin banget sama aktor aktris yang main film jiplakan itu. Semua orang yang tahu pasti membandingkan mana yang lebih bagus dalam berakting, dan mayoritas bilang kalo versi aslinya jauuuh lebih bagus. PAdahal akting si oknum artis indo juga nggak kalah sama pemain luar itu, hanya kepentok masalah : "Yang asli lebih orisinil". Ehm.. tapi mungkin beda ya kasusnya BHN. Tau sendiri kan? Sempet kasian juga sih dia dituding jadi ratu Sinetron Jiplakan, tapi pas tau pernyataannya dia menyangkut Buku Harian Nayla, yuk mari kita buang dia ramai-ramai.  Banyak juga artis yang pamornya turun karena kebanyakan main sinetron. aku pribadi, pernah respeek banget sama Christian Sugiono. dia bagus aktingnya dan aku terkesan banget sama dia di Jomblo. Belom lagi, tampangnya ganteng, siapa juga yang nggak suka? Tapi seiring dia mule muncul di berbagai sinetron, kayak : "Pengantin remaja" (Which is jiplak film korea : Sweet Bride of 18, atau 18 of Sweet Bride? Ah, lupa saya. Hehe), trus dia muncul lagi di : "Ratu" (Lagi-lagi jiplak korean drama, SNOW QUEEN), dan yang terakhir maen di "Kasih" (aku udah mulai eneg ama dia). dah gitu dia mainin drama yang dialognya *Maaf* sok-sok romantis dan jadinya malah kayak film India, aku jadi mikir, oh, maafkan aku Tian, aku mengundurkan diri jadi fans kamu. Coba ya aku sebutin artis yang aktingnya bagus : Ringgo Agus (Udah mule main sinetron juga kan?), Dude Harlino, Naysilla Mirdad, emm... Chelsea Olivia? Akting mereka lumayan brilian, dan berakhir untuk sebuah sinetron jiplakan? Untuk yang satu ini aku sangat kasihan sama mereka!
5. Sinetron Stripping : Penting? itu beneran pertanyaanku. Apakah penting bikin sinetron stripping? Ato bahasa kasarnya : "PENTING YA?". enak memang, kalo sinetron dibikin stripping, sinetron-mania pasti nggak usah penasaran lama-lama karena besok lanjutan sinetron mereka udah ada di layar kaca. Tapi menurut aku INTI CERITA jadi kehilangan arah dan harus dipanjang-panjangin karena tuntutan episode yang banyak. Belum lagi setting yang nggak maksimal. Sangat aneh emang. COntoh sinet azizah : Waktu dia jadi satpam, dia kan kerja di mall, tapi itu sama sekali nggak keliatan seperti mall. Waktu sinetron Ratu, yang si pemeran utama menang olimpiade matematika, setting tempat tuh sama sekali nggak nunjukin kalo itu adalah ajang olimpiade. Pertanyaan gampang, dekorasi gabus, pake karton murah. Itu nggak ada gambaran olimpiade sama sekali. Hal-hal yang penting kayak gitu jadi nggak penting lagi kalo udah urusan kejar tayang. Sinetron yang TERJADWAL tampilnya *Maunya berapa episode* dan menciptakan setting maupun alur cerita yang kuat itu menurutku jauh lebih berharga dibanding episode yang banyak dan jadi nggak jelas arahnya. Akan lebih MEGAH kalo kita nonton sinetron yang sedikit banget episodenya, tapi kita bisa bertepuk keras tiap akhir episode dan tersenyum puas di episode terakhir. Sebenernya selain kekurangan2 itu banyak juga kok sinetron Indonesia yang berkualitas. Jomblo the series *Yang lagi-lagi kalah pamor akibat rating dan mentok budget*, Para Pencari Tuhan, Kiamat Sudah Dekat, Dunia Tanpa Koma, dan lain-lain (Ada yang mau nambahin nggak blogger?) semua yang aku sebutin itu Indonesia asli banget. nggak berlebihan dan sarat pesan moral juga komedi yang ala indonesia. *Soalnya kadang jiplakan drama asia joke-nya rada nggak nyambung sama style bangsa Indonesia.* Cuma sayangnya sinetron yang bagus masih bisa dihitung pake jari.
Aku nulis ini bukan pengen ngejatuhin persinetronan indonesia, malah pengen supaya persinetronan kita maju. Rasanya pengen banget suatu hari nanti aku nonton sebuah sinetron yang pas klimaks aku nahan napas, dan pas ending acara aku bener-bener tepuk tangan sepenuh hati dan bilang "Gila, keren banget!". Dan sinetron kita jadi maju di kalangan bangsa lain. Atau bahkan bisa well known di kawasan Asia. Kemungkinan selalu ada toh? Dan ngikutin pepatah jadul : "Kalo bukan kita, siapa lagi?" Cuma kita yang bisa ngerubah, dan kita harus bisa menunjukkan kalo kualitas cerita kita nggak kalah sama drama-drama Asia yang lainnya. Betul? Jadiii... mulailah berkarya dari sekarang. Siapa tahu Andalah yang bisa merubah dunia persinetronan Indonesia. *Jjjiee.. Sok diplomatis* Akhir kata... Assalamualaikum....
|
Disarankan: 0
Rabu, 9 January 2008 @ 08:48 WIB - Diari
Aaah.... daku capek banget kemaren.. emang bener ya yang namanya jakarta tuh panas banget! sebel deh. Dimana-mana macet, belum lagi ciputat yang lagi dibangung fly over. Sumpah, udah macet, polusinya kenceng, bener-bener nggak enak banget deh..
Udah gitu kemaren sih seneng karena gw dapet komik GTO di senen lumayan banyak, tapi tetep aja nggak lengkap. Dah gitu di senen yang jualan preman semuaa. Huaa, aku nggak tau kalo mereka tuh galak-galak. Aku akhirnya jadi beli sih, tapi ada yang nggak jadi beli, mereka jutek banget... huh, kan jadi nggak berani lagi pergi kesana.
hem hem... alhamdulillah kemaren dapet gaji pertama juga dari hasil nulis. haiks aku senang.. semangat!
Terus.. pulangnya aku bener-bener tepar. Nggak bangun-bangun abis shalat maghrib. Hiks, jadi nggak shalat isya. maafkan saia ya Allah! Hiks, kecapean daku...!
|
Disarankan: 0
 |
| |
yulianbjm Rabu, 9 January 2008 @ 09:22 WIB
 (Reply)
wah cair nih bagi-bagi conk...ke kita..
 |
 |
| |
 |
ndayuhuy Sabtu, 12 January 2008 @ 21:57 WIB
haha.. boleh yulian.. ntar aku kirim via tiki..
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
indian Rabu, 9 January 2008 @ 11:42 WIB
 (Reply)
wah.. penulis, ya? hihihi.. asik nih yg baru dpt honor
 |
 |
| |
 |
ndayuhuy Sabtu, 12 January 2008 @ 21:51 WIB
waah, nggak kok indi, aku juga bukan penulis stand sendiri. bisa dibilang asisten penulis. jadi aku bantuin penulis yang lebih senior gitcu..
|
| |
|
|
 |
 |
 |
|
|
Sabtu, 5 January 2008 @ 09:35 WIB - Diari
alt="Banner 1 BelajarMenulis.com" border="0" height="60" width="468" />
Selama ini gw sukaa banget sama yang namanya nulis. Entah itu nulis novel, nulis diary, nulis blog, atau bahkan nulis nama sendiri dengan hiasan di ukir-ukir di buku pelajaran. Banyak banget ide datang silih berganti (Ciee,, kayak musim) Abis nonton film ini, tiba-tiba muncul ide tak terduga, begitupun abis baca novel. Entah kenapa mungkin otak ini diciptakan untuk berkhayal kali yah... Pada saat pertama menulis, pasti menggebu-gebu banget nulis novelnya. Semua yang ada di otak pengen gue keluarkan, walau akhirnya nanti akan berakhir mengenaskan di tengah jalan tanpa tahu kalanjutan dari cerita gue itu. Setelah itu, akan muncul lagi ide baru, dan mulai nulis lagi. Mandek lagi, ada ide lagi, begitu seterusnya ampe gue eneg..
Dan satu masalah gw yang paling mutlak yaitu : Gw selalu menggebu-gebu untuk mengeluarkan apa yang ada di pikiran gw, dengan maksud ngasih pesan moral biar pembaca ngerti maksud gue tuh kayak gimana. Dan itu juga yang ngebuat novel gue garing juga terlantar tanpa daya pada akhirnya. Terlantar itu karena gw sendiri yang bilang : "Kok jadi aneh ya?" dan gue jadi males untuk ngelanjutin karena bener-bener ANEH untuk dilanjutin. Padahal gue ngira yang namanya nulis itu gampang dan mengeluarkan apa aja yang ada di dalam pikiran tanpa harus mikir gono-gini-nya. Makanya sampe sekarang obsesi buat nerbitin novel belum kesampean juga. Haiks. sedihnya diriku...
Terus gw mulai tertarik dengan yang namanya nyari buku-buku petunjuk penulisan yang baik, atau apa aja yang bisa menuntun gw supaya bisa menjadi penulis yang baik. tapi entah kenapa sampai sekarang belum ada yang nyantol dan akhirnya gw pulang tanpa membeli apa-apa. Dan entah kenapa juga buku-buku yang gue temuin tuh nggak sesuai dengan writing style gw. Akhirnya daku pulang tanpa membeli apa-apa...HIKS
Sempet kepikiran juga sih tentang : Ada nggak sih yang ngadain kursus belajar menulis, tapi nggak keliatan tanda-tanda kehadiran belajar menulis ini. Apa memang gue yang nggak peka.. Sampe suatu hari gw nggak sengaja menemukan situs yang menurut gue sangat brilian buat para penulis pemula, yaitu situs www.belajarmenulis.com
Pertama dateng : Situs apaan nih. Oh mungkin situs yang isinya postingan2 berita2 orang yang nyelenggarain belajar menulis kali yah... Dan ternyata nggak terlalu meleset. ternyata belajarmenulis.com lagi membuka pendaftaran bagi siapa saja yang ingin ikut belajar menulis secara ONLINE! Woow asyik banget nih.Langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. Pengen banget ikut, apalagi katanya www.belajarmenulis.com udah pernah nyelenggarain belajar menulis perdana yang gw nyesel banget nggak ikut karena nggak tau. Kalo tau kan gue juga mau ikutan... Apalagi mentornya banyak banget dari pengarang buku terkenal, seperti : Kak O. Solihin (Pengarang buku Jangan Jadi Bebek, which is buku yang gw sukaaa banget karena sarat ilmu dan pesan moral. Jadi best seller lagi), Kak Jonru (Pengarang buku : Menerbitkan Buku Itu Gampang), dan masih banyak lagi yang lainnya, gw lupa. Hehe. Kalo mau kamu visit ke situs www.belajarmenulis.com aja yah.
Tapi seneng banget karena www.belajarmenulis.com bakal buka sesi kedua kursus belajar menulis. Tapi pas liat harganya. Hiks.. Hiks.. Ma.. Ma.. Mahalnya.. Duh, cuma gw nggak tau itu kategori mahal ato nggak karena gw belum nemuin situs belajar menulis yang lainnya di internet. Tapi kayaknya terlalu berharga untuk dilewatkan. Dan pas gw tanya ibuku tersayang ternyata gw boleh ikuut! Oyee.. yeaah! Makanya nih gw harus bisa menggunakan fasilitas www.belajarmenulis.com dengan baik biar duit nyokap nggak kebuang sia-sia. Apalagi musti nambah duit buat internetnya. It means gw harus serius. Oyee.. Semangat! Ganbarimasu!
Selain itu, entah bagaimana, sepertinya situs ini juga terhubung ke situs www.penulislepas.com. Pas nyebur ke sana juga, gw nemuin banyak artikel yang membantu dalam penulisan. Salah satunya yang waktu itu gw baca, mengenai cara penulisan biar nggak garing akibat ambisi penulis yang pengen banget masukin semua pesan moral biar pembaca ngerti apa maksudnya. waktu aku baca, aku ketawa ketiwi sendiri, soalnya selain pembahasannya itu top banget dan membantu, pihak www.penulislepas.com juga membahas dengan bahasa yang asyik dan lucu. Jadi nggak ngebosenin juga.
Ehm. secara garis besar situs ini bagus. Tapi akan lebih bagus lagi kali ditambah pesan dan kesan murid belajarmenulis.com angkatan pertama. Kan kita tahu gimana gambaran kegiatan belajar online yang pertama dan itu bagus banget buat promosi. Misalnya di sisi kanan situs ada kolom sendiri : "Apa kata mereka tentang www.belajarmenulis.com?"
Hem. Satu lagi. kenapa kesan gw pertama kali visited, nggak terlalu berkesan yah. Isinya bagus, cuma nggak didukung dengan layout yang menarik dan tata halaman yang rapi. Halaman pertama juga kurang mendeskripsikan isi situs. ketika suatu situs berjudul belajarmenulis, menurut gw sih seharusnya agak dijelaskan apa sih maksudnya belajar menulis itu sendiri. Apakah belajar menulis dengan menulis pertanyaan kemudian dijawab dengan pihak redaksi? Atau belajar menulis yang seperti apa? Kayaknya kalo dikasih kalimat pembuka seperti : Selamat datang para penulis yang ingin sekali mengasah kemampuan menulisnya namun terbentur waktu dan tempat yang tak terjangkau. Dengan situs ini kami hadir membantu Anda memecahkan solusinya dengan cara belajar menulis ONLINE!
Yeeey.. Plok-plok..
Yah pokoknya intinya begitu.
Hmm.. ya sudahlah. I hope dengan kehadiran situs ini bisa membantu gw dengan amat sangat, dan juga membantu Anda sekalian yang ingin belajar menulis juga tapi nggak tau harus belajar ke mana.
Hm. Akhir kata.. Assalamualaikum.. Salam belajar menulis!
|
Disarankan: 0
 |
| |
mhimi Sabtu, 5 January 2008 @ 10:20 WIB
 (Reply)
suka nulis juga yach..? hmmm sama dong..
gue masih belajar juga nich.. ya salah satunya dengan rajin posting yg ringan2 aja dulu, terus liat komentar yg masuk, dari satu gue bisa tahu sejauh mana mereka tahu apa yg gue maksud..., coz menurut gue itu udah jadi dasar kuat untuk memulai belajar nulis...
salam kenal yach..!
 |
 |
| |
 |
ndayuhuy Minggu, 6 January 2008 @ 10:18 WIB
iya kak mhimi, aku suka banget nulis,,, apapun pasti aku tulis. huehe.. kaka juga suka yah? kadang-kadang si aku juga suka ngirim cerpen ke beberapa situs, ada yang bilang suka, ada yang bilang ngga, susahnya nulis itu ya kak... ^^ oh iya, kakak tau nggak dimana biasanya situs buat nyalurin cerpen ato yang lainnya? setau aku sih baru www.kolomkita.com aja... hehe..
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
kang udin Selasa, 8 January 2008 @ 10:57 WIB
 (Reply)
suka jepang nih. saya termasuk pengagum negeri itu... dua anak saya bernama jepang..... salam kenal ya bos...
 |
 |
| |
 |
nday Rabu, 9 January 2008 @ 08:41 WIB
iyaa... salam kenal juga om! aku juga nanti kalo punya anak pengen kunamain jepang...
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
happy_hippie_hippo Sabtu, 12 January 2008 @ 22:57 WIB
 (Reply)
hooh.azizah kejertayang banged tuh. tv swasta yg kbanyakan sinetron=rcti sctv indosiar
|
|
 |
 |
 |
| |
abuyahya Senin, 21 January 2008 @ 01:43 WIB
 (Reply)
moshi-moshi...
blogwalking neh ... salam kenal aja
mampir juga ke blog, ku yaa....
domo arigato
|
|
 |
 |
 |
|
|
S E L A N J U T N Y A »
|
|
 |
Saya suka sekali dengan dorama jepang!!
Dan sebisa mungkin saya akan langsung share sama temen-temen dorama apa yang baru saya tonton, siapa tau bisa buat referensi. Korean drama juga suka, tapi akhir-akhir ini lagi nggak nonton, tapi aku usahain juga update korean drama. But for Taiwan Drama, Gomeeen, but i dun like taiwan drama!! |
 |
|
| |
| » Profile |
 |
 |
| » Buku
Tamu |
|
Arsip Blog
|
|
|
|
Total: 59 |
|
|
|
|
|
|
Created on:
Rabu, 26 September 2007 @ 09:19 WIB |
|
|