| |
|
|
minyi minyi
Jumat, 9 Mei 2008 @ 08:42 WIB - Diari
Terkadang pujian dapat melayangkan kita pada dimensi keangkuhan. Kita akan lahir dan menjelma menjadi seorang mahluk yang adigung. Menepiskan segala yang ada dilingkungan kita. Menjadikan semuanya adalah kecil dan tak berguna.
Sesungguhnya mengapa kita butuh kepada pujian? Kita adalah manusia, yang memerlukan suatu populasi interaksi. Yang terbentuk dari system social. Pujian mengukuhkan kita akan pengakuan dari suatu komunitas tertentu bahwa kita ‘ada” sebagai salah satu dari anggota populasi komunitas tersebut.
Sesungguhnya salahkah kita dipuji? Tentu saja tidak. Pujian adalah suatu bentuk penghormatan akan prestasi yang telah kita buat. Hingga rasa senang orang lain akan prestasi kita diekspresikan dengan pujian dan kata-kata yang manis.
Lalu ketika kita puas dipuji. Siapkah kita dicela, dikritik atau pun diberi nasehat oleh orang lain?
Ketika ego kita telah melambung, menjadi jati diri yang superior. Tiba-tiba, deg! Kita merasa jatuh oleh satu kritikan dari orang yang mungkin tidak kita duga akan berkata demikian sesuatu yang mampu meledakan ego kita dalam bentuk amarah.
Bagaimana kita akan menanggapi hal itu? Marah, membalikan kata dengan serangan balik, membela diri, atau diam tersenyum dengan bingung atau mungkin tinggalkan saja buat apa sih di pikirin? Kita dapat menerima itu semua tapi jangan melupakan kata hati terdalam.
Sesungguhnya kebaikan, kepintaran, prestasi adalah sebuah titipan dari Sang Maha Pencipta.Sang Pembuay Hidup. Kita sebagai manusia diberi ilham dan pengajaran untuk melakukan hal dengan baik. Oleh karena itu yang patut di puji hanyalah DIA Sang Pencipta dari segala buah pikiran dan inti kehidupan yang tercipta di dunia ini.
Segala puji bagi Allah. Tuhan Yang Esa.
|
Disarankan: 0
 |
| |
ibnun Jumat, 9 Mei 2008 @ 09:11 WIB
 (Reply)
justeru pabila kita terima pujian jangan kita lupa mengucapkan kalimah alhamdulillah yang mana kita kembalikan pujian itu padanya.dan takala kita dihina kita telah pun bersedia bahawa yang hanya layak dipuji hanyalah dia.
|
|
 |
 |
 |
| |
roseheart Jumat, 9 Mei 2008 @ 09:50 WIB
 (Reply)
pujian membangkitkan motivasi, tapi juga melemahkan kewaspadaan. jadi, kalau ada orang memuji berlebihan jangan mudah percaya.
kritik, celaan, dan cercaan adalah latihan mental. tidak ada salahnya juga membela diri, karena tidak semua kritik dan celaan itu fair.
so, apapun itu, terimalah dengan kewaspadaan
|
|
 |
 |
 |
| |
hideous Jumat, 9 Mei 2008 @ 10:03 WIB
 (Reply)
kritik atopun pujian tergantung yang memberi dan nerimanya ceph
*btw, aa oceph meni bijak pisan in the morning euyy
|
|
 |
 |
 |
| |
debz Jumat, 9 Mei 2008 @ 12:38 WIB
 (Reply)
oceph, apa kabaar? sehat? keluarga gimana? baik2 aja kan? huehehehehhee...
|
|
 |
 |
 |
| |
henceu Senin, 12 Mei 2008 @ 13:55 WIB
 (Reply)
|
|
 |
 |
 |
| |
sarojini Jumat, 16 Mei 2008 @ 09:58 WIB
 (Reply)
wah chep..untung aku diciptakan menjadi orang biasa saja jadi ngak dikasih kesempatan untuk angkuh, ya kr memang tidak ada yg bisa buat angkuhin diri ha ha.. aku senang muji orang kr aku tahu orang senang dipuji, apalagi setelah mereka bekerja keras untuk mencapai prestasinya.. dan itu bisa membuat mereka bahagia dan merasa puas..ya itung2 beramal lagipula memang pantas... dan ketika ada orang yg memuji aku, kuyakini kr mereka ingin membuat hatiku senang, shg aku ingin membalasnya dg kesenangan juga.. kritik, cela dan perdebatan? itu dunia ku, semua itu untuk menguatkan argumentasi kita dalam mempertahankan penemuan/pendapat..dan mendorong kita utk menyempurnakan hasil.. siip good posting chep..ngak sia-sia cuti lama nih he hee...
|
|
 |
 |
 |
| |
teteh Sabtu, 17 Mei 2008 @ 22:37 WIB
 (Reply)
baik pujian atau kritikan, semuanya ada caranya dan ada tempatnya. selagi ditempatkan pada posisi yang tepat, pujian dan kritikan akan memberikan dampak positif.
buat saya pribadi, belum dikatakan kawan sejati, bila hanya memuji tapi tak pernah mengkritisi.
sambil tetep berharap, tidak gede sirah karena dipuji dan tidak peot hulu lantaran dikritik....
cag ah....!!!
|
|
 |
 |
 |
|
|
|
|
Created on:
Kamis, 20 Juli 2006 @ 11:32 WIB |
|
|