| |
|
Senin, 19 Oktober 2009 @ 17:45 WIB - Diari
HI ADMIN, SAYA COBA NGEBLOG LAGI KOK NGGAK BISA, PADAHAL ADA KETERANGAN "DATA BLOG SUDAH MASUK" SAAT SAYA MENCOBA POSTING. APAKAH YANG TELAH TERJADI ADMIN? JIKA SAYA DIBANNED, YA SUDAH, HAPUS SAJA AKUN SAYA INI!!!
Sebagai orang timur, manusia Indonesia memang memegang teguh tatanan dan adat ketimuran. Hal ini banyak didengung-dengungkan ke segenap penjuru sehingga siapa orangnya yang melakukan kejahatan tertentu, pelanggaran tertentu akan mendapat hukuman tertentu pula dari masyarakat.
Miyabi adalah sosok fenomenal yang telah menarik perhatian media terkait dengan rencana kedatangannya ke Indonesia yang akhirnya batal, dibatalkan secara sepihak. Sebegitu hinakah Miyabi? apakah Miyabi pernah menjadi seorang diktator atau jagal manusia yang menewaskan ribuan atau bahkan jutaan korban Jiwa?
Miyabi sosok remaja nyentrik yang sedang melakukan pencarian jatidiri dan manakala pencarian itu sudah sampai pada titik jenuh, ia tidak dap;at berbuat apa-apa. Ia tetap dituduh sebagai penyebar virus mematikan yang sosoknya saja begitu ditakuti atau (diremehkan?) Untuk sekedar menginjakkan kaki di Indonesia pun Ia tidak boleh, DILARANG!!! Orang-orang suci tetap menaruh curiga dan seolah miyyabi adalah seonggok tubuh hina yang Hak Azasi saja ia tidak punya.
Bila Miyabi tidak punya Hak Azasi Manusia, sungguh memilukan. Miyabi sekarang bukan Miyabi yang dulu. Ia sudah tidak mau lagi bermain film Porno, konon miyabi sekarang sudah Tobat!
Sedangkan anjing kudisan saja masih boleh berkeliaran di bumi ini, kenapa Miyabi terus dilarang? Kasihan Miyabi. Ia sudah terusir dari keluarganya, tidak diakui lagi oleh keluarga, teman-teman atau siapapun yang mungkin pernah disayanginya.
Pernahkah engkau membayangkan bila engkaulah Miyabi? Akankah kau akan menangis tersedu-sedu dengan kehidupan yang kau jalani seorang diri, tanpa teman, tanpa kawan... Bahkan suatu suatu negara melarang dan tidak mau kedatangan dirimu....
Miyabi tetap Miyabi, tetap manusia ciptaan Tuhan.. tetap Insan yang juga punya perasaan... perasaan sedih bahagia, perasaan kesal...
dan yang pasti, miyabi tetap memiliki Hak azasi
Dukaku bersamamu saudaraku di langit kelabu kudoakan seusai badai agar semua kembali padu.
|
Disarankan: 0
 |
| |
alfana Senin, 19 Oktober 2009 @ 18:55 WIB
 (Reply)
betul itu.... bagaimanapun miyabi itu juga manusia yang mencari nafkah dengan jadi bintang pinku eiga....
|
|
 |
 |
 |
| |
sasaya Senin, 19 Oktober 2009 @ 20:23 WIB
 (Reply)
saya setuju sama pendapat kmu, miyabi adalah miabi dia jga sama seperti kita hya bdanya dia bintang mimi dn kita penonton y''kenapa hrus d jauhi ,.....
|
|
 |
 |
 |
| |
indian Selasa, 20 Oktober 2009 @ 01:23 WIB
 (Reply)
well, ya.. miyabi's only human. sama aja kaya lo, gw dan orang" yg koar" di tv tentang betapa hina'nya miyabi (front apaan sih namanya? front pembela diri ya? whatever, lah..). jadi kalo ada yg berani judge ato 'mentah' malah jadi lebih hina dari miyabi yg 'katanya' hina. nge judge gak jelas kan kelakuan orang hina. hayoo.. jadi siapa yg hina sekarang? hahaha..
|
|
 |
 |
 |
| |
rianz Minggu, 25 Oktober 2009 @ 14:01 WIB
 (Reply)
syukur deh klo dia mau tobat... org mau tobat ga bole dihalangin
|
|
 |
 |
 |
| |
detective_girl Minggu, 13 Desember 2009 @ 05:37 WIB
 (Reply)
aku stuju banget.. miyabi juga manusia, sama seperti kita.. gag hanya miyabi saja yang pernah melakukan kesalahan, tentunya kita semua juga pernah! so, kenapa musti dibeda-bedain ya?? bukankah kita dianjurkan untuk memuliakan tamu??
btw, mampir kblogq yaw..
|
|
 |
 |
 |
| |
dreas Sabtu, 20 February 2010 @ 22:59 WIB
 (Reply)
ya bertobat setelah sudah jadi kaya dengan gaji yang melebihi rata-rata....tinggal di apartemen elit.......baru bertobat....
|
|
 |
 |
 |
|
|
Sabtu, 17 Oktober 2009 @ 17:22 WIB - Diari
Hallo apa kabar teman-teman di Indosiar, eh blog Indosiar..? Sakarang ganti ya jadi BLoggaul.com
Salut buat adminnya nih, meskipun nggak pernah mengupdate blog ini tapi Akun Saya di sini masih tetap ada, memang benar-benar profesional dan memanjakan para fans Blog Indosiar, Eh bloggaul.
Besok-besok Saya akan update lagi deh blog ini biar ada nafas sedikit, tak terasa sudah lima tahunan...
Bravo teman-teman, bravo bloggaul.com!
|
Disarankan: 0
 |
| |
rianz Sabtu, 17 Oktober 2009 @ 19:37 WIB
 (Reply)
welcome back...
|
|
 |
 |
 |
| |
detective_girl Sabtu, 17 Oktober 2009 @ 20:59 WIB
 (Reply)
hallooo jg!! nah gtu dong.. ayo ramaikan bloggaul ini..!!  btw, mampir kblogq yaw..
|
|
 |
 |
 |
|
|
Kamis, 28 February 2008 @ 11:27 WIB - Musik, Film & Hiburan
Masalah ini pernah terjadi pada zaman shahabat, di mana ada seorang laki-laki yang mengadu kepada shahabat Abu Musa Al-Asy'ari bahwa pada malam hari ia telah meminum air susu istrinya sendiri alias menetek pada istrinya.
Lalu kemudian Abu Musa Al-Asy'ari memberi fatwa bahwa ia dan istrinya telah haram atau telah menjadi mahram karena sudah menjadi ibu susunya. Maka dalam kasus ini Abu Musa Al-Asy'ari berpendapat bahwa suami tersebut telah tercerai dengan sendirinya karena ia telah meminum air susu istrinya sendiri.
Namun Abu Musa Al-Asy'ari menyuruh lelaki tersebut untuk bertanya kepada Ibnu Mash'ud karena dia dikenal lebih faqih. Lalu lelaki tersebut bertanya hal yang sama kepada Ibnu Mash'ud. Ibnu Mash'ud malah balik bertanya kepada Abu Musa Al-Asy'ari, "Apa ini -lelaki tersebut- (disebut) seorang anak yang menyusu?" Pertanyaan ini bermakna pengingkaran dari Ibnu Mash'ud, bahwa yang disebut "radhii'" atau yang menyusu (secara bahasa) adalah anak-anak yang masih bergantung kepada air susu dan bukan seorang pria dewasa.
Di sini Ibnu Mash'ud berpendapat bahwa seorang suami yang menetek kepada istrinya tidaklah termasuk dalam hukum ibu susu seperti yang dikenal dalam Islam, di mana seorang anak yang menyusu kepada perempuan (yang bukan ibunya), maka perempuan itu menjadi ibu susunya dan menjadi mahramnya sekaligus menetapkan bahwa seluruh anak dari perempuan tersebut menjadi saudaranya sesusu dan menjadi mahram.
Pendapat Ibnu Mash'ud ini juga didukung hadits-hadits Nabi yang menyatakan bahwa hukum sesusuan itu berlaku jika susu yang diminum adalah yang menumbuhkan daging -yang hal ini hanya terjadi pada balita- dan bukan pada pria dewasa yang dagingnya tidak tumbuh lagi.
Kesimpulannya, seorang suami yang meminum air susu istrinya tidaklah menjadi mahramnya dan tidak tercerai. Sekian, wallohu a'lam.
|
Disarankan: 0
 |
| |
andreas Sabtu, 20 February 2010 @ 22:55 WIB
 (Reply)
hukum persusuan disini hanya berlaku untuk anak usia 2 tahun pertama dimana tidak ada makanan lain yang dapat mengenyangkan. sedangkan seorang suami bukan merupakan anak di bawah 2 tahun yang meminum air susu karena untuk mengenyangkan.
|
|
 |
 |
 |
|
|
Kamis, 28 February 2008 @ 11:24 WIB - Diari
Orang-orang berbaris seperti jaman Jepang. Dengan kejenuhan dan segala rasa lelah bercampur kesal karena hanya punggung yang menjadi pemandangan tetapnya selama beberapa jam. Yah. Antrian panjang. Mengantri minyak tanah. Setelah beberapa saat rakyat Indonesia sibuk mengantri minyak goreng, tapi antrian minyak tanah seakan tetap abadi. Menjadi pemandangan yang tidak aneh lagi, seperti lazimnya saat kita menyaksikan orang sedang berolah raga. Tidak aneh sama sekali. Inilah potret kita, Indonesia, Negara yang memiliki kandungan minyak bumi terbesar di dunia, tapi untuk mendapatkan minyak tanah saja serasa lebih sulit dari menulis di atas air.
Apa sebenarnya yang tengah menyelimuti Indonesia, Negara kepulauan yang termasyur dengan hasil bumi dan rempah-rempahnya, bahkan sebagai Negara tempat di mana ditemukannya makanan tradisional bernama tempe, tidak lagi sanggup memproduksi tempe karena tidak ada bahan bakunya. Apa bila Grup Muri mau memasukan Indonesia sebagai Negara yang paling aneh di dunia, mungkin sudah masuk criteria jika Negara kita memang aneh. Kemana dulu symbol khas gotong royong dan toleransi yang menjadi kebanggaan orang Indonesia saat gencar-gencarnya tahun kunjungan wisata dengan mengangkat Slogan “Senyum bagi warganya….?
Semakin banyak stasiun televise menjadikan semakin banyak kebobrokan yang langsung menjadi konsumsi seluruh dunia. Konflik di beberapa daerah, dan konflik sehari-hari yang hamper setiap hari pasti menghiasi layer kaca kita. Dan saya yakin orang-orang di luar Indonesia akan dengan sangat mudah menyaksikan berbagai tayangan anarkis dan kebrutalan massa beberapa menit setelah kejadian. Bukan karena bencana yang berturut-turut sambung menyambung menjadi satu nama…. Bencana nasional. Tapi lebih dari itu.
Sebenarnya siapa yang salah? Apakah karena kita telah kehilangan sosok yang berwibawa untuk menjadi sosok pemimpin yang sesungguhnya? Entahlah. Berkali-kali ganti pimpinan tetap saja seperti ini keadaannya. Apakah pendidikan nasional menjadi baik? Mudah-mudahan. Yang jelas banyaknya sosok preman yang menghiasi layer kaca kita bukan bagian dari program pembangunan yang sesungguhnya. Dan itu Naif sekali!
Apakah kita lantas menjadi heran jika kemudian Negara tetangga berani merebut asset budaya kita? Jelas tidak. Karena kewibaan sebuah Negara dapat dilihat dari seberapa besar bersatuanya suatu Negara, bersatu dalam arti kekompakan dan kerja samanya, bukan bersatu untuk saling adu pukul dan jotos seperti yang nampak di layer kaca Televisi nasional kita beberapa waktu yang lalu. Dulu kita pernah merasa bangga dengan Elias Piccal yang tahan banting dalam adu pukul di ring tinju, sungguh kita bangga. Kalau kemudian yang saling adu pukul adalah para wakil rakyat di suatu DPRD suatu daerah, jelas tidak ada rasa bangga sama sekali kecuali Negara telah menetapkan kontingen tinju yang diwakili langsung oleh anggota DPR.
Hmmm itulah Indonesiaku, Indonesia kita. Semoga akan kembali ke masa kejayaan seperti dulu, yang ramah tamah dengan kebudayaan yang terjaga, Pulau-pulau yang terjaga, dan bersatu padu untuk cita-cita bersama. Kita sangat merindukan Indonesia dengan sosoknya yang dulu, yang dihormati oleh Negara manapun, termasuk tenaga kerjanya. Cukuplah beberapa kasus terakhir saja TKW kita diperlakuakan semena-mena, asset budaya kita dicaplok orang semaunya, dan beberapa… beberapa… beberapa lannya… karena terlalu banyak kita telah kehilangan, kehilangan identitas kita yang sesungguhnya.
|
Disarankan: 0
Jumat, 27 April 2007 @ 20:48 WIB - Diari
Setiap HP memiliki 15 digit serial number yang unique (IMEI), artinya : tidak mungkin sama dengan HP lainya. Untuk mencatat nomor ini, pencet di HP anda. X Pertama tekan : * # 0 6 # X Lalu tekan : tanda panah (arrow) / ok X Selanjutnya : Pada layar akan tampil 15 digit kode. X Catat nomor ini dan simpan di tempat yang aman. Jangan simpan di dompet,lebih baik ditinggalkan di rumah atau kantor yang kira2 menurut anda aman... Apabila HP anda dicuri, hubungi operator kartu SIM anda dan beritahukan kode ini. Mereka akan dapat melakukan blocking sehingga HP tersebut tidak dapat digunakan sama sekali walaupun ditukar kartunya karena yang di block adalah HP nya dan bukan nomor panggilan HP
|
Disarankan: 0
 |
| |
m iqbal Jumat, 27 April 2007 @ 23:02 WIB
 (Reply)
te op be ge te dah !!!!!!!!!
|
|
 |
 |
 |
| |
amy Senin, 7 Mei 2007 @ 20:46 WIB
 (Reply)
tooooooop beeeee geeeee teeeeee ..... keren
|
|
 |
 |
 |
| |
indian Rabu, 4 Juli 2007 @ 15:51 WIB
 (Reply)
telat postingannya. hp'nya dah keburu ilang
|
|
 |
 |
 |
|
|
S E L A N J U T N Y A »
|
|
Created on:
Rabu, 9 Agustus 2006 @ 23:00 WIB |
|
|