| |
|
Kamis, 28 February 2008 @ 11:27 WIB - Musik, Film & Hiburan
Masalah ini pernah terjadi pada zaman shahabat, di mana ada seorang laki-laki yang mengadu kepada shahabat Abu Musa Al-Asy'ari bahwa pada malam hari ia telah meminum air susu istrinya sendiri alias menetek pada istrinya.
Lalu kemudian Abu Musa Al-Asy'ari memberi fatwa bahwa ia dan istrinya telah haram atau telah menjadi mahram karena sudah menjadi ibu susunya. Maka dalam kasus ini Abu Musa Al-Asy'ari berpendapat bahwa suami tersebut telah tercerai dengan sendirinya karena ia telah meminum air susu istrinya sendiri.
Namun Abu Musa Al-Asy'ari menyuruh lelaki tersebut untuk bertanya kepada Ibnu Mash'ud karena dia dikenal lebih faqih. Lalu lelaki tersebut bertanya hal yang sama kepada Ibnu Mash'ud. Ibnu Mash'ud malah balik bertanya kepada Abu Musa Al-Asy'ari, "Apa ini -lelaki tersebut- (disebut) seorang anak yang menyusu?" Pertanyaan ini bermakna pengingkaran dari Ibnu Mash'ud, bahwa yang disebut "radhii'" atau yang menyusu (secara bahasa) adalah anak-anak yang masih bergantung kepada air susu dan bukan seorang pria dewasa.
Di sini Ibnu Mash'ud berpendapat bahwa seorang suami yang menetek kepada istrinya tidaklah termasuk dalam hukum ibu susu seperti yang dikenal dalam Islam, di mana seorang anak yang menyusu kepada perempuan (yang bukan ibunya), maka perempuan itu menjadi ibu susunya dan menjadi mahramnya sekaligus menetapkan bahwa seluruh anak dari perempuan tersebut menjadi saudaranya sesusu dan menjadi mahram.
Pendapat Ibnu Mash'ud ini juga didukung hadits-hadits Nabi yang menyatakan bahwa hukum sesusuan itu berlaku jika susu yang diminum adalah yang menumbuhkan daging -yang hal ini hanya terjadi pada balita- dan bukan pada pria dewasa yang dagingnya tidak tumbuh lagi.
Kesimpulannya, seorang suami yang meminum air susu istrinya tidaklah menjadi mahramnya dan tidak tercerai. Sekian, wallohu a'lam.
|
Disarankan: 0
Kamis, 28 February 2008 @ 11:24 WIB - Diari
Orang-orang berbaris seperti jaman Jepang. Dengan kejenuhan dan segala rasa lelah bercampur kesal karena hanya punggung yang menjadi pemandangan tetapnya selama beberapa jam. Yah. Antrian panjang. Mengantri minyak tanah. Setelah beberapa saat rakyat Indonesia sibuk mengantri minyak goreng, tapi antrian minyak tanah seakan tetap abadi. Menjadi pemandangan yang tidak aneh lagi, seperti lazimnya saat kita menyaksikan orang sedang berolah raga. Tidak aneh sama sekali. Inilah potret kita, Indonesia, Negara yang memiliki kandungan minyak bumi terbesar di dunia, tapi untuk mendapatkan minyak tanah saja serasa lebih sulit dari menulis di atas air.
Apa sebenarnya yang tengah menyelimuti Indonesia, Negara kepulauan yang termasyur dengan hasil bumi dan rempah-rempahnya, bahkan sebagai Negara tempat di mana ditemukannya makanan tradisional bernama tempe, tidak lagi sanggup memproduksi tempe karena tidak ada bahan bakunya. Apa bila Grup Muri mau memasukan Indonesia sebagai Negara yang paling aneh di dunia, mungkin sudah masuk criteria jika Negara kita memang aneh. Kemana dulu symbol khas gotong royong dan toleransi yang menjadi kebanggaan orang Indonesia saat gencar-gencarnya tahun kunjungan wisata dengan mengangkat Slogan “Senyum bagi warganya….?
Semakin banyak stasiun televise menjadikan semakin banyak kebobrokan yang langsung menjadi konsumsi seluruh dunia. Konflik di beberapa daerah, dan konflik sehari-hari yang hamper setiap hari pasti menghiasi layer kaca kita. Dan saya yakin orang-orang di luar Indonesia akan dengan sangat mudah menyaksikan berbagai tayangan anarkis dan kebrutalan massa beberapa menit setelah kejadian. Bukan karena bencana yang berturut-turut sambung menyambung menjadi satu nama…. Bencana nasional. Tapi lebih dari itu.
Sebenarnya siapa yang salah? Apakah karena kita telah kehilangan sosok yang berwibawa untuk menjadi sosok pemimpin yang sesungguhnya? Entahlah. Berkali-kali ganti pimpinan tetap saja seperti ini keadaannya. Apakah pendidikan nasional menjadi baik? Mudah-mudahan. Yang jelas banyaknya sosok preman yang menghiasi layer kaca kita bukan bagian dari program pembangunan yang sesungguhnya. Dan itu Naif sekali!
Apakah kita lantas menjadi heran jika kemudian Negara tetangga berani merebut asset budaya kita? Jelas tidak. Karena kewibaan sebuah Negara dapat dilihat dari seberapa besar bersatuanya suatu Negara, bersatu dalam arti kekompakan dan kerja samanya, bukan bersatu untuk saling adu pukul dan jotos seperti yang nampak di layer kaca Televisi nasional kita beberapa waktu yang lalu. Dulu kita pernah merasa bangga dengan Elias Piccal yang tahan banting dalam adu pukul di ring tinju, sungguh kita bangga. Kalau kemudian yang saling adu pukul adalah para wakil rakyat di suatu DPRD suatu daerah, jelas tidak ada rasa bangga sama sekali kecuali Negara telah menetapkan kontingen tinju yang diwakili langsung oleh anggota DPR.
Hmmm itulah Indonesiaku, Indonesia kita. Semoga akan kembali ke masa kejayaan seperti dulu, yang ramah tamah dengan kebudayaan yang terjaga, Pulau-pulau yang terjaga, dan bersatu padu untuk cita-cita bersama. Kita sangat merindukan Indonesia dengan sosoknya yang dulu, yang dihormati oleh Negara manapun, termasuk tenaga kerjanya. Cukuplah beberapa kasus terakhir saja TKW kita diperlakuakan semena-mena, asset budaya kita dicaplok orang semaunya, dan beberapa… beberapa… beberapa lannya… karena terlalu banyak kita telah kehilangan, kehilangan identitas kita yang sesungguhnya.
|
Disarankan: 0
Jumat, 27 April 2007 @ 20:48 WIB - Diari
Setiap HP memiliki 15 digit serial number yang unique (IMEI), artinya : tidak mungkin sama dengan HP lainya. Untuk mencatat nomor ini, pencet di HP anda. X Pertama tekan : * # 0 6 # X Lalu tekan : tanda panah (arrow) / ok X Selanjutnya : Pada layar akan tampil 15 digit kode. X Catat nomor ini dan simpan di tempat yang aman. Jangan simpan di dompet,lebih baik ditinggalkan di rumah atau kantor yang kira2 menurut anda aman... Apabila HP anda dicuri, hubungi operator kartu SIM anda dan beritahukan kode ini. Mereka akan dapat melakukan blocking sehingga HP tersebut tidak dapat digunakan sama sekali walaupun ditukar kartunya karena yang di block adalah HP nya dan bukan nomor panggilan HP
|
Disarankan: 0
 |
| |
m iqbal Jumat, 27 April 2007 @ 23:02 WIB
 (Reply)
te op be ge te dah !!!!!!!!!
|
|
 |
 |
 |
| |
amy Senin, 7 Mei 2007 @ 20:46 WIB
 (Reply)
tooooooop beeeee geeeee teeeeee ..... keren
|
|
 |
 |
 |
| |
indian Rabu, 4 Juli 2007 @ 15:51 WIB
 (Reply)
telat postingannya. hp'nya dah keburu ilang
|
|
 |
 |
 |
|
|
Jumat, 27 April 2007 @ 20:35 WIB - Diari
sangat indahnya, sungguh bila aku mengenang masa kanak-kanak. tiada beban dan tiada duka. semua mengalir begitu saja, hidup indah tanpa beban. Dimanakah keindahan yang dulu pernah hinggap pada setiap orang. tanpa takut persaingan, tanpa takut kematian. tidak pula dikejar hutang. Pernahkah kau menjadi labil, menjadi malu atas ketidak berdayaanmu? pernahkah kau merasa hidupmu tidak lagi berarti? bila itu kau rasakan, niscaya hidup tak lagi punya makna. alampun tak lagi mampu memberi senyuman. yang tampak hanya kemunafikan, kebuasan. aku benci akan datangnya malam, karena pagiku menjadi hilang. aku benci akan kegelapan, karena matahariku tak lagi
|
Disarankan: 0
Rabu, 7 February 2007 @ 12:08 WIB - Diari
 Gambar ini saya ambil beberapa hari menjelang tahun baru kemarin, tepatnya , 27 Desember 2006. terpaksa saya potret mereka karena rasa penasaran saya. Salut bercampur bingung dengan beliau-beliau ini. padahal panas demikian teriknya, tapi mereka tetap teguh dan tegar, untuk tidak mau naik angkutan umum. ada apa dengan mereka? apakah pemahaman bahwa mereka tidak mau tersentuh teknologi tetap akan dipertahankan dan dapat bertahan?

kalau anda sempat mengikuti mereka, anda baru percaya bahwa mereka benar-benar jalan kaki. entah apa alasan yang pasti dari mereka, saudara kita yang memegang amanat dari (leluhur?)nya
|
Disarankan: 0
 |
| |
tanisa Rabu, 7 February 2007 @ 12:58 WIB
 (Reply)
wah.... nisa jadi penegn tau... cos nisa anaknya lemah... jalan dikit lgsg gempor...xixixi pengen dapat resep dari mereka.... lam knal ya.....
|
|
 |
 |
 |
| |
herdiboy3 Kamis, 8 February 2007 @ 09:32 WIB
 (Reply)
mungkin emang orang2 dari pedalaman kali mas.. jadi mereka belum tersentuh dengan teknologi..
|
|
 |
 |
 |
| |
miftahmuhaemen Sabtu, 10 February 2007 @ 05:29 WIB
 (Reply)
org dr mn tuh
|
|
 |
 |
 |
|
|
S E L A N J U T N Y A »
|
|
Created on:
Rabu, 9 Agustus 2006 @ 23:00 WIB |
|
|