CARI:  
   Cerita Hantu
   http://saksihantu.bloggaul.com
Login | Belum terdaftar? | Lupa password?  
 
           
   
PENGUMUMAN
 
Promosikan buku-buku Anda di Google - gratis
Blogger Peduli
Mind Mapping - cara baru untuk ngeBlog!
 
     
BLOG TERBARU
 
» my lollipop
» nurdin
» theklenger
» kerenblog
» live my soul
» tauruzzz_girl
» sudimampir_mln
» fery
» lowongan kerja
» vhia_manja
 
     
POSTING TERBARU
 
» aldo - ada apa kenapa ...
» saras dewi & coki (net...
» solitaire addict - seg...
» zettai kareshi
» free download mp3 grib...
» free download mp3 lall...
» nurani - sebelum terbu...
» free download mp3 cann...
» thedindamaniz - banci ...
» the master - senyuman ...
 
     
   
 
PENGUMUMAN:
Promosikan buku-buku Anda di Google - gratis
 
cerita hantu | cerita seram | true ghost stories 1
Jumat, 29 Agustus 2008 @ 06:30 WIB - Diari
  Bayangan Kematian

Song Phrai, 18, Bangkok

Aku takut pada cermin.

Terutama jika secara kebetulan aku melihat bayangan orang lain selain diriku sendiri di dalam cermin tersebut. Mungkin hal ini dianggap aneh bagi kebanyakan orang. Tetapi apa yang terjadi tiga tahun yang lalu benar-benar telah mengubah hidupku sepenuhnya.

Waktu itu aku baru saja merayakan ulang tahunku yang kelima belas. Siang itu aku menemani salah seorang bibiku ke salon langganannya. Sebenarnya aku agak malas menemani bibiku yang satu itu. karena jika ia sudah keasyikan mengobrol, gempa bumi yang super dahsyat atau hujan batu pun tak akan menghentikan ocehannya yang super lengkap, dari isu seputar kenaikan BBM, gosip artis, sampai si Chiko yang suka menguber-uber anjing betina tetangga sebelah kami.

Maka dengan berbekal komik, walkman, dan coklat, akhirnya dengan setengah hati aku pun menyetujui untuk ikut bibiku ke salon. Nggak apa-apalah, pikirku, siapa tahu bibiku bersedia mentraktirku pizza sepulangnya kami dari salon, sebagai upahku menemaninya hari itu.

Salon itu tidak sepenuh biasanya. Hanya ada beberapa pengunjung di ruangan dalam, dan akupun memarkirkan pantatku di kursi empuk di sudut ruangan. Sementara itu bibiku mulai ditangani oleh salah seorang staf salon tersebut.

Waktu berlalu dengan cepat. Kira-kira satu jam kemudian bibiku sudah hampir selesai. Ia sedang mematut-matut dirinya di cermin. Aku bangkit dari kursi dan menghampirinya. Sekilas aku melirik ke arah cermin. Pada saat itulah aku melihat sesuatu yang aneh.

Wajah penata rambut yang pada saat itu sedang menyemprotkan hair spray pada rambut bibiku terlihat menyeramkan. Pelipis sebelah kirinya terlihat mengucurkan darah dan membasahi kemeja putihnya. Aku tersentak kaget! Segera aku memalingkan wajah dari cermin dan memperhatikan sang penata rambut yang berdiri tepat di samping kananku. Tapi ia terlihat baik-baik saja! Tak ada luka sedikit pun pada wajahnya dan kemejanya putih bersih.

Aku mulai kebingungan. Aku kembali memandang cermin. Dan apa yang kulihat tetap sama dengan apa yang kulihat pertama kali. Wajah dan baju yang merah oleh ceceran darah yang mengucur semakin deras.

Aku tak tahan lagi! Aku segera mengubah posisi berdiriku agar aku tak dapat melihat bayangannya di cermin. Semua ini benar-benar membuatku gila! Apakah ada yang salah dengan penglihatanku? Ataukah imaginasiku yang berkembang terlalu liar?

Tak lama kemudian bibiku selesai dan kamipun pulang ke rumah. Sepanjang perjalanan aku mengunci bibirku rapat-rapat. Aku masih bingung dengan apa yang baru saja kualami.

Selang beberapa minggu kemudian, bibiku kembali ke salon itu untuk creambath. Pada saat itulah kami mendengar kabar bahwa salah seorang penata rambut salon tersebut telah meninggal dunia dua minggu sebelumnya karena kecelakaan mobil dan ia adalah penata rambut yang waktu itu melayani bibiku!

Aku tertegun. Mendadak aku teringat penglihatan yang kualami waktu itu. Apakah itu merupakan firasat akan terjadinya sesuatu? Aku berusaha melupakan peristiwa tersebut dan kuanggap hal itu sebagai suatu kebetulan saja. Sampai beberapa bulan kemudian....

Hari sudah siang ketika aku dan Irene, teman sekelasku, pulang dari sekolah. Rumah kami berdekatan, sehingga hampir setiap hari kami pergi dan pulang sekolah bersama-sama. Dalam perjalanan pulang kami memutuskan untuk mampir ke mal terdekat untuk membeli beberapa perlengkapan sekolah.

Sewaktu kami melewati sebuah butik pakaian, secara kebetulan aku menoleh ke arah kaca etalase. Dan napasku tersentak. Aku dapat melihat bayanganku sendiri di kaca itu, tetapi di sampingku bukan bayangan Irene, melainkan ayahnya. Ia terlihat pucat dan sedih.

Jantungku berdegup keras. Aku teringat kembali peristiwa yang kualami beberapa bulan sebelumnya. Aku tak tahu apakah hal yang sama akan terulang lagi. Aku tak berani mengucapkan sepatah kata pun tentang hal itu padanya. Aku tak ingin ia sedih memikirkan hal-hal yang belum tentu akan terjadi.

Malam itu aku baru saja akan pergi tidur ketika tiba-tiba telepon berdering. Ketika kuangkat, terdengar suara Irene. Di sela isak tangisnya, ia berkata terbata-bata,

"Phrai, ayahku ..." ia tak dapat melanjutkan kalimatnya. Ia hanya terisak pelan.

"Ada apa dengan ayahmu? Apa yang terjadi?" Mendadak aku merasa gugup.

"Ayahku tak sadarkan diri. Beberapa saat yang lalu ia mendapat serangan jantung. Kini ia sedang dibawa ke rumah sakit."

Aku menjadi lemas. "Irene, kita berdoa saja, semoga beliau tidak apa-apa," kataku sambil menarik napas panjang.

"Suster yang merawat ayahku mengatakan bahwa ayahku dalam kondisi kritis karena ia terlambat diberikan pertolongan," Irene berkata lirih sambil terisak-isak.

Aku tak bisa mengatakan apa-apa lagi selain menghiburnya. Malam harinya aku berdoa semoga firasatku meleset dan segalanya akan baik-baik saja.

Keesokan harinya aku kembali mendapat kabar dari Irene. ia mengabarkan bahwa ayahnya telah meninggal dunia malam itu juga. Aku sangat sedih mendengarnya. Terlebih-lebih karena aku telah mendapat pertanda tentang hal itu sebelumnya namun tak ada yang dapat kulakukan untuk mencegah musibah itu.

Semenjak kedua peristiwa itu, aku masih mendapat penglihatan-penglihatan lain yang sering kali membuatku dibayangi perasaan bersalah, sedih, dan takut.

Aku hanya bertanya-tanya, kapan kiranya, suatu hari nanti, aku akan melihat bayangan kematianku sendiri.













 
     
  Disarankan: 3  
 
  Komentar: 3 (Lihat) | Beri Komentar    Recommen | Print
  herdiboy2   Jumat, 29 Agustus 2008 @ 07:35 WIB    (Reply)
males baca ahh.. serem..
  saksihantu   Jumat, 29 Agustus 2008 @ 08:01 WIB
ati2 lho.. di belakang kamu kayaknya dari tadi ada yg perhatiin lho...hehehe..
thank u ya udah mampir ke blog aku
 
 
  indera   Minggu, 8 Maret 2009 @ 10:59 WIB    (Reply)
wah seru juga kalo begitu...
 
  andro   Kamis, 14 Mei 2009 @ 14:14 WIB    (Reply)
hantu mana ada wujud..........
klau kamu tngk crita hantu,
syaitan akan mempengaruhi
fikiran kamu..............!!!!!!!!!!!!
bdh!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
 
 
Kembali Ke Atas
     
 
 
Cerita seram | true ghost stories | cerita hantu | cerita hantu Indonesia | Indonesia | Malaysia | true indonesian ghost stories | Malay Cerita Nyata (true story) tentang hantu yang membuat hidupmu semakin gulita
 
 
PROFILE
BUKU TAMU
 
     
 
BLOG  [v]
info beasiswa 2010lengkap
info beasiswa 2010lengkap
info beasiswa 2010lengkap
info beasiswa 2010 lengkap
::beasiswa itb utk umum::
Arsip Blog
 
 
CARI BLOG
 
     
 
BUKU
cerita hantu | cerita seram | saksi hantu
Arsip Buku
 
     
 
PENGUNJUNG  [v]
» ypnkita
» detective_girl
» rianz
» iqlimaramizafauzi
» evesungmin
Total: 121
 
     
 
KOMENTAR  [v]
» bknny ne crita dri as...
» ini beneran gak sih ....
» isi komentar kamu di ...
» makasih atas informas...
» hm.. kayaknya menarik...
 
  RSS Komentar Blog  

RSS Blog
Created:
Sabtu, 21 April 2007 @ 09:03 WIB
   
         
    Copyright © 2004, PT. INDOSIAR VISUAL MANDIRI