| |
|
|
|
 |
cerita hantu | cerita seram | true ghost stories 1
|
 |
 |
Minggu, 31 Agustus 2008 @ 00:01 WIB - Diari |
 |
| |
Dark Zone (Daerah Kegelapan)
Merriane, 21, Singapura
Annie meneguk minumannya sedikit demi sedikit. Rasa dingin menyeriap membasahi tenggorokannya. Sementara itu musik berdentum keras menghentak setiap orang untuk menggoyangkan tubuh mereka. Tapi Annie hanya duduk diam tak bergeming. Tangan kanannya menggelayut di sofa empuk sambil memegang gelas sampanye yang isinya tinggal setengah. Awan mendung terlihat menggantung di wajahnya. Gurauan teman-temannya hanya ditanggapinya dengan senyuman ringan.
Ia masih kesal dengan apa yang selama ini dialaminya di kantor. Dan puncaknya terjadi tadi siang. Ia masih ingat bagaimana Caroline, si muka badak, menggunjingkan dirinya di telepon di hadapannya, mengira dirinya tak menyadarinya. Darahnya mendidih mengingat hal itu. Betapa ia ingin sekali meninju muka si brengsek itu, menendang tubuh gembrotnya, dan menginjak-injaknya sampai puas.
Tapi tentu saja ia tak dapat melakukan hal yang sudah sejak lama ingin dilakukannya itu. Teman-teman kantor pasti akan menyalahkannya dan memihak si brengsek Caroline.
Annie masih memikirkan cara bagaimana membalas perbuatannya itu ketika Ray, sahabatnya, mengajaknya turun ke lantai dansa.
"Turun yuk!" katanya sambil menggoyang-goyangkan tubuhnya. Jambulnya yang dicat pirang ikut terayun-ayun mengikuti irama tubuhnya.
"Ntar aja deh!" Annie berkata setengah berteriak melawan bisingnya musik trance yang berdentam semakin keras.
Ia belum lama tiba di tempat itu dan ia ingin menikmati kesendiriannya dulu sambil berusaha menenangkan amarah yang masih menggelora di dalam dirinya. Teman-temannya mulai turun ke lantai dansa di lantai bawah yang dipenuhi sesak oleh pengunjung. Annie meneguk minumannya perlahan sembari mengamati teman-temannya meliukkan tubuh diterangi cahaya temaram berkelap-kelip. Mereka tampak sangat menikmati suasana gembira malam itu.
Annie kembali meneguk minumannya hingga tetes terakhir membasahi kerongkongannya. Tak lama ia pun merasa bosan dan memutuskan untuk bergabung dengan teman-temannya melepaskan segala kepenatan hatinya.
Ia bangkit dari sofa empuknya dan berjalan ke arah tangga melewati kerumunan anak-anak muda yang berdiri di sepanjang jalan sambil menggoyangkan tubuh mengikuti irama musik.
Ia baru beberapa langkah menuruni tangga ketika antara sadar dan tak sadar, ia merasakan suatu sensasi yang aneh, yang membuatnya terhuyung beberapa saat. Annie menghentikan langkahnya. Sejenak ia berdiri mematung. Aku tidak mungkin mabuk, pikirnya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya sebelum kemudian kembali melanjutkan langkahnya.
Tak lama ia tiba di lantai dansa dan segera menerobos kerumunan sambil mencari teman-temannya. Lama ia mencari dan berkeliling, tetapi ia tak dapat menemukan mereka. Aneh, gumamnya.
Sementara itu musik semakin membahana di malam yang terasa panas itu, membuat orang-orang semakin larut dalam gempita mereka masing-masing. Di mana sih mereka? Annie masih mencari-cari. Apakah mereka telah meninggalkan lantai dansa tanpa sepengetahuanku? Annie memutuskan untuk mencari teman-temannya di lantai atas ketika tiba-tiba ia menyadari ia tidak mengenal sedikit pun kerumunan orang-orang ini.
Memang, selain kelompok teman-temannya, ia tidak begitu mengenal pengunjung lainnya. Tapi tiba-tiba saja suasana terasa asing di sekelilingnya. Seakan ia telah terhisap ke dalam dunia lain. Ia merasa orang-orang tak melihat dirinya dan mengacuhkannya.
Annie meneruskan langkah mengamati. Semakin ia melangkah, semakin ia merasa berada di lingkungan yang belum pernah ia datangi sebelumnya. Pengunjung yang lain masih asyik berpesta di tengah malam yang menggeliat semakin menggelora.
Ah, persetan! Ini pasti pengaruh minuman yang aku teguk barusan, pikirnya sambil menghempaskan tubuhnya ke atas sofa.
Dalam keremangan cahaya lampu, ia sekilas melihat Sofie yang duduk tidak jauh darinya sedang memandanginya lekat-lekat. Tatapannya aneh dan tajam. Tapi Annie tidak terlalu mengacuhkannya.
"Gue lagi sebel banget nih!" Annie berkata sambil beringsut mendekati Sofie sahabatnya. Sofie tidak berkata apa-apa.
"Gue kepingin banget ninju muka si Caroline dan mengoyak-ngoyak tubuhnya. Apa dia pikir gue ini orang bodoh yang bisa diperlakukan seenaknya?" Annie berkata dengan sewot.
Sofie masih menatapnya. Ia tak mengatakan sepatah kata pun. Kemudian ia tersenyum. Lama sekali. Annie memandangnya dengan heran. Ada apa sih? Tidak biasanya Sofie menjadi pendiam seperti sekarang ini!
"Kok diem aja sih? Ngomong dong!" Annie menepuknya keras.
Tubuh Sofie terasa dingin. Ia tetap tak bergeming. Senyum masih menghiasi bibirnya.
"Ah, sudahlah. Gue bosan!" Annie bangkit dan memutuskan untuk turun kembali ke lantai dansa, dengan atau tanpa sahabat-sahabatnya.
Tepat ketika ia menuruni tangga, ia kembali merasakan sensasi aneh seperti yang menerpanya beberapa menit yang lalu. Tapi Annie tak peduli. Ia meneruskan langkahnya menuruni tangga. Tak lama matanya menangkap sosok teman-temannya dan segera menggabungkan diri dengan mereka.
"Eh, lo ikut juga, Sof?" katanya ketika dilihatnya Sofie di situ bersama dengan gerombolannya yang lain.
"Lho? Dari tadi gue kan emang udah di sini. Elo ke mana aja sih? Kita-kita udah pada nungguin dari tadi nih!" Sofie membalas ucapannya.
Annie terdiam. Ia merasa bingung. Mungkin ia memang sudah kebanyakan minum! Tak lama ia segera melupakan hal itu.
Jam sudah menunjukkan hampir pukul empat pagi ketika Ray mengantarnya pulang ke rumah. Annie merasa sangat lelah, dan setelah membuka pintu apartemennya, ia pun bersiap-siap untuk masuk ke tempat tidur. Tiba-tiba telepon genggamnya berbunyi. Ia segera menyambar dan menjawabnya.
"Aduh, ngantuk banget nih! Besok aja ya, Dan!" Ia hampir mematikan teleponnya ketika Danny buru-buru mencegahnya.
"Eh, bentar dulu, An! Gue ada kabar buruk nih! Barusan gue dapat kabar kalo polisi baru aja mendapat laporan ada mayat tergeletak di Circuit Drive, di depan bioskop Plaza Avenue," Danny berkata terburu-buru.
"Terus kenapa?" Annie berkata sambil menguap. Ia mulai tak sabaran.
Danny melanjutkan,"Katanya itu mayat si Caroline! Ibunya bilang, tadi malam Caroline meninggalkan rumah untuk menemui pacarnya di bioskop. Tapi pacarnya tak pernah menemuinya. Kira-kira tiga jam yang lalu orang-orang menemukannya sudah menjadi mayat di bak sampah. Yang mengerikan, wajahnya biru lebam seperti habis dipukuli dan isi perutnya terburai keluar seperti dikoyak-koyak binatang buas! Orang-orang bahkan ...."
Annie tak lagi mendengar kata-kata selanjutnya. Lututnya terasa lemas. Pandangannya kabur.
Apa yang sebenarnya telah terjadi?
Tiba-tiba ingatannya melayang. Semua hal yang dialami beberapa jam sebelumnya terbayang kembali di matanya.
Tiga jam yang lalu .....
Saat-saat di mana tiba-tiba ia merasa asing dengan lingkungannya.... Sofie yang memandanginya dengan tatapan aneh dan misterius ketika ia berkata betapa ia membenci Caroline..... Sofie yang kemudian tiba-tiba sudah berada mendahuluinya di lantai dansa......
Apakah itu benar-benar Sofie yang ditemuinya sedang duduk di atas waktu itu? Ataukah seseorang yang mirip dengannya? Mengapa semua yang diucapkannya waktu itu menjadi kenyataan? Jika wanita itu bukan Sofie, siapakah ia sebenarnya?
|
|
| |
|
|
| |
Disarankan: 0
|
|
 |
 |
 |
| |
 |
| |
oka Minggu, 31 Agustus 2008 @ 00:31 WIB
 (Reply)
hmmm... wah ketemu arwahnya dunk...
haaaaa.... sereeeeemmmmmm......
ngeri deh jadi ga bisa tidur nyenyak nih gara2 km...
|
|
 |
 |
 |
| |
nesya Rabu, 24 September 2008 @ 13:48 WIB
 (Reply)
gila serem bget .. gw ampe takut bilang sumpah serapah,, klo ada di t4 asing
|
|
 |
 |
 |
| |
cheechee Jumat, 14 November 2008 @ 12:38 WIB
 (Reply)
wah itu secara ga langsung minta tolong ma setan dunk,, tapi setan itu ga bisa bunuh manusia... itu cuma kebetulan kalee
|
|
 |
 |
 |
|
|
 |
 |
 |
| Kembali Ke Atas |
| |
|
|
|
|
 |
 |
 |
| |
| Cerita seram | true ghost stories | cerita hantu | cerita hantu Indonesia | Indonesia | Malaysia | true indonesian ghost stories | Malay
Cerita Nyata (true story) tentang hantu yang membuat hidupmu semakin gulita |
|
|
 |
 |
 |
| |
|
|
| |
|
|
| |
 |
BLOG [v] |
 |
Arsip Blog
|
|
| |
|
|
| |
 |
BUKU |
 |
Arsip Buku
|
|
| |
|
|
| |
 |
PENGUNJUNG [v] |
 |
Total: 99
|
|
| |
|
|
| |
 |
KOMENTAR [v] |
 |
|
|
| |
RSS Komentar Blog  |
|
 |
 |
 |
RSS Blog  |
| Created: |
| Sabtu, 21 April 2007 @ 09:03 WIB |
|
|
|