Salman Faris
http://salmanf.bloggaul.com
Salman Faris

SALMAN FARIS : Menulis is My Life. Selain Nulis, hobi nonton bulutangkis.... pada blog ini, ada kamar khusus untuk saling berbagi dan memahami yang aku sebut curhat online.... teman2 ikut yach berpartisipasi. terima kasih.

MySpace


Profile courtesy of MySpace Layouts MyspaceMyspaceMyspaceMyspaceMyspaceMyspace MyspaceMyspaceMyspaceMyspaceMyspaceMyspace
MySpace


Profile courtesy of MySpace Layouts

Forum Lomba Pesta


PENGUMUMAN:
BlogGaul mau berubah ...
 

Kembali ke Masa Lalu, Kembali Ke Semarang

Kamis, 24 April 2008 @ 17:27 WIB - Diari


Bila kita melihat kota lama di Semarang, sepintas kita melihat kekunoan dari bangunan di kota lama tersebut. bangunan yang di bangun pada masa penjajahan Belanda itu masih tampak kokoh menjulang. Indah, Mewah, Kokoh dan sangat artisitik, begitulah kata yang keluar dari mulut-mulut orang yang melihat bangunan tersebut.

Gereja Blenduk
Dibangun pada tahun 1750 dan dipugar pada tahun 1894 HPA de Wilde Westmas, gereja ini merupakan peninggalan Belanda. Disebut gereja Blenduk karena bentuk kubahnya yang seperti irisan bola,maka orang mengatakan ‘mblenduk’. Menempati areal seluas 400 m², bangunan ini berbentuk segi delapan beraturan (hexagonal) dengan penampil berupa bilik-bilik empat persegi panjang dan sisi sebelahnya berbentuk salib Yunani. Betuk ineriornya seluruhnya bercirikan Belanda yang dihiasi sulur tumbuhan yang tertata dari bahan sedangkan pada balkonnya mempunyai bentuk keindahan interior yang unik. Sebagai salah satu bangunan kuno di lingkungan Kota Lama, bangunan ini bisa dikunjungi setiap hari.
http://students.ukdw.ac.id/~22012749/blenduk.html

Lawang Sewu

Dari catatan sejarah, Lawang Sewu yang selalu dipadati wisatawan pada musim liburan tersebut, dibangun pertama kali pada tahun 1903 dan diresmikan pengunaannya pada 1 Juli 1907. Kekunoan Lawang Sewu kini tak kalah menarik dari Gereja Belenduk yang begitu fenomenal dan berdiri kokoh di kawasan Kota Lama Semarang.

Selain eksotisme bangunan-bangunan kuno seperti Lawang Sewu, Gereja Belenduk, dan sajian romantisme di kawasan Kota Lama, Semarang akhir-akhir ini mulai dibanjiri wisatawan mancanegara karena keamanan dan kenyamanannya. Pekan lalu, misalnya, ratusan turis asing turun dari "hotel terapung" MS Stantendam yang berlabuh di dermaga Pelabuhan Tanjung Emas.

Keceriaan terlihat jelas terpancar dari raut wajah Austin, Diana, maupun Jonathan, warga Amerika yang ikut program kapal pesiar MS Stantendam, begitu kaki mereka manapaki bumi Semarang. Para turis lebih terkagum-kagum lagi manakala kehadiran mereka disambut hangat dengan tarian kuda lumping. "Wow! Beautiful dance!" teriak Austin kepada 729 turis lainnya yang sama-sama menumpang MS Stantendam.
http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=169093

Kuil Sam Poo Kong

Kelenteng Gedung Batu Sam Po Kong adalah sebuah petilasan, yaitu bekas tempat persinggahan dan pendaratan pertama seorang Laksamana Tiongkok bernama Zheng He / Cheng Ho atau lebih lazim dikenal sebagai Sam Po Tay Djien. Terletak di daerah Simongan, sebelah barat daya Kota Semarang.

Disebut Gedung Batu karena bentuknya merupakan sebuah Gua Batu besar yang terletak pada sebuah bukit batu. Sekarang tempat tersebut dijadikan tempat peringatan dan tempat pemujaan atau bersembahyang serta tempat untuk berziarah. Untuk keperluan tersebut, di dalam gua batu itu diletakan sebuah altar, serta patung-patung Sam Po Tay Djien.

Menurut cerita, Laksamana Zheng He sedang mengadakan pelayaran menyusuri pantai laut Jawa dan sampai pada sebuah teluk atau semenanjung. Karena ada awak kapalnya yang sakit, ia memerintahkan membuang sauh. Kemudian ia menyusuri sungai yang sampai sekarang dikenal dengan sungai Kaligarang. Ia mendarat disebuah desa, Simongan. Setelah sampai di daratan, ia menemukan sebuah gua batu dan dipergunakan untuk tempat bersemedi dan bersembahyang. Karena ia tertarik dan merasa tenang ditempat itu, ia memutuskan untuk sementara waktu beristirahat dan menetap ditempat tersebut. Sedangkan awak kapalnya yang sakit dirawat dan diberi obat dari ramuan dedaunan yang ada disekitar tempat itu.
diambil dari http://id.wikipedia.org/wiki/Kuil_Sam_Po_Kong



Disarankan: 0
  Komentar: 2 (Lihat) | Beri Komentar    Recommen | Print
  harry_zoe   Kamis, 24 April 2008 @ 20:20 WIB    (Reply)
jadi pengen ke semarang
 
  asti   Jumat, 13 Juni 2008 @ 13:15 WIB    (Reply)
jadi kangen semarang kii
(khususnya tembalang)
 
Kembali Ke Atas