| |
|
|
" Hanya Ada Tiga LAki-laki "
Rabu, 27 Agustus 2008 @ 09:39 WIB - Diari
Semenjak kaki ini berpijak pada bumi, aku diperkenalkan Tuhan pada tiga lelaki, yang padanya cinta ini kutaburkan. Di hati mereka ke”gilaanku” kusemaikan Inilah mencintai, dicintai lalu akhirnya bergeser seinci saja menjadi sirna?
Lelaki pertama itu mengabarkan suka, menebarkan aroma-aroma bunga. Lalu disimpannya benih hingga berkali aku meregang nyawa, untuk sebuah takdir yang sudah tertulis di tanganku Lalu sembilas belas musimpun berganti, lelaki itu memperkenalkanku pada seorang wanita yang kubayangkan berwajah lembut, seperti bunga. Perih. Karena ternyata ia lebih memilih perempuan itu. Aku cemburu. Bagaimana mungkin perempuan sepertiku mampu memberikan yang terbaik bagi lelaki yang kutahu merindukan perempuan sebagai tempat untuk pulang. Aku tidak siap menjadi rumah bagi laki-laki. Kuyakinkan bahwa benar-benar ia akan melupakanku, meski kutahu ia tak akan mencintai perempuan itu melebihi cintanya padaku. Maka kukatakan : “ Pergilah, berpikir saja tentang dirimu sendiri, sementara tetap saja aku perempuan yang ingin melewati musim dengan seribu mimpi “
Untuk terakhir kalinya, pagi itu, aku menyerah pada pelukannya yang hangat. Sekali itu saja. Kami tak pernah berjumpa kembali dalam cinta. Aku tersedu, bukan karena ada benih yang meringkuk dalam tempat yang paling hangat, namun aku harus kehilangan kesempatan . Ya, kesempatan emas sudah lewat.
Kemudian ada lelaki kedua. Ah...dia mendua juga. Empat tahun lamanya aku bersamanya. Mengais cinta melankolika. Aku amat cinta padanya, tak terhingga. Lelaki itu, matanya seperti elang, sering mengirimiku puisi. Tapi bagaimana mungkin menerjemahkannya sebagai bunga bila ia membisikkan nama perempuan yang mematahkan perasaanku. Ia melukaiku. Ia merontokkan sendi-sendi tulangku hingga...plassssss...! Hatiku berkeping-keping, cintaku luluh lantah. Kukatakan sekali itu dan untuk terakhir kalinya : “ Pergilah, bawalah dirimu, aku lebih berarti dan lebih menjadi manusia, saat sendiri “ Pagi itu, kuberikan pelukan paling hangat buatnya, lelaki kedua, didadanya pernah kusimpan cinta teramat indah.
Lelaki ketiga. Sulit untuk mengurai kata tentangnya. Karena ia hanya menemaniku di arasynya, dari jarak yang tak terpetakan. Bersitatap dengannya dalam bait-bait puisi yang tak pernah usai. Mengejawantahkan rasa yang tak pernah bisa kueja dengan kata-kata, sajak, puisi, prosa, cerpen, semua tak pernah usai. Bersijingkat ia masuk lewat koma, tanya, seru, tapi tak juga mencapai titik. Aku tidak tahu, lewat spasi mana dia masuk. Kapan, akupun tak tahu. Yang pasti matanya tak pernah terhenti menusuki. Aku berada pada dioramanya.Menggapai-gapai tanganku lelah menggapai. Tak terjangkau. Aku mencintainya dalam kubangan luka, duka , nyeri, perih dan mungkin sampai TITIK.
|
Disarankan: 0
 |
| |
henceu Rabu, 27 Agustus 2008 @ 10:05 WIB
 (Reply)
hmmmm.. kalau lebih asik berkutat dengan koma, tanya, petik, kutip dengan lelaki ke tiga ini mending gak sampai ke titik yah teh?hihiii
 |
 |
| |
 |
sastrawiguna Rabu, 27 Agustus 2008 @ 10:29 WIB
membayangkan "titik" seperti maut hinis....!!!
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
ini indi Rabu, 27 Agustus 2008 @ 10:33 WIB
 (Reply)
terakhir kali denger kata 'mengejawantah', cuma dari lirik kla project...
 |
 |
| |
 |
sastrawiguna Rabu, 27 Agustus 2008 @ 10:40 WIB
lagu apa yang neng..?
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
nia_bjm Rabu, 27 Agustus 2008 @ 12:18 WIB
 (Reply)
mbak .. lelaki ketiga ..  hanya bayang semu yg ga pernah tersentuh yaaaaaa
 |
 |
| |
 |
sastrawiguna Rabu, 27 Agustus 2008 @ 13:02 WIB
ya.... hehehe...
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
iestea Rabu, 27 Agustus 2008 @ 15:06 WIB
 (Reply)
bahasanya keren bangetttt... setelah baca 3colours, jadi tambah salut deh.. top banget 
 |
 |
| |
 |
sastrawiguna Rabu, 27 Agustus 2008 @ 16:29 WIB
hehehe,,,makaci neng is... muwach
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
icha Rabu, 27 Agustus 2008 @ 16:41 WIB
 (Reply)
hhmm asyik deh baca tulisan bunda..rasanya bs ikut larut dlm ceritanya..
keep like that bund..sll bs bawa pembaca terasa hadir dlm perasaan yg sesungguhnya ingin bunda sampaikan... seneng bgd bc tulisan bunda
 |
 |
| |
 |
bunda Rabu, 27 Agustus 2008 @ 19:04 WIB
thx u so much...cha bunda hanya menulis apa yang ada di hati aja..
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
mhimi Rabu, 27 Agustus 2008 @ 17:17 WIB
 (Reply)
bunda...............kangeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeennnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn
bundaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
tunggu aku digarutttttttttttttttttttttttttttt
 |
 |
| |
 |
bunda kangen mhimi Rabu, 27 Agustus 2008 @ 19:06 WIB
come here..mhimi... miss u so much.. big hug
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
awonk Rabu, 27 Agustus 2008 @ 17:17 WIB
 (Reply)
kalo sayah lelaki ka sabaraha nyak???
 |
 |
| |
 |
bunda Rabu, 27 Agustus 2008 @ 19:08 WIB
sssssssssttttt....jangan bilang" wonk.... nanti di pm an aja yak....
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
haerulsohib Kamis, 28 Agustus 2008 @ 09:11 WIB
 (Reply)
lelaki ketiga ?....who is there ..?... sorrry bunda baru koment untuk postingan ini....
 |
 |
| |
 |
sastrawiguna Kamis, 28 Agustus 2008 @ 09:29 WIB
hmmmmm,..perlu kujelaskan lagi...????
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
coffee tozie Kamis, 28 Agustus 2008 @ 16:56 WIB
 (Reply)
gak bisa komentar apa2 bunda ... cuma menerka2 .. dua diantaranya kemungkinan sich tahu ... tapi yang satu lagi gak kebayang ... keep writing bun
 |
 |
| |
 |
sastrawiguna Kamis, 28 Agustus 2008 @ 18:00 WIB
hi tozie, datang ke sini bukan pengen tahu laki" ke 3..khan..?
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
ani Selasa, 2 September 2008 @ 11:54 WIB
 (Reply)
boleh ikut nerka siapa lelaki ketiga nggak bund ?
 |
 |
| |
 |
bubu_okky Selasa, 2 September 2008 @ 15:30 WIB
hahahaha...boleh..boleh....
|
| |
|
|
 |
 |
 |
|
|
|
|
Created on:
Sabtu, 22 September 2007 @ 20:59 WIB |
|
|