| |
|
|
:: Ketakutan di Rumahku :;
Minggu, 2 November 2008 @ 21:07 WIB - Diari
Hari ini ada kejadiang yang sangat menakutkan dan mencemaskanku. Awalnya dua hari yang lalu aku melihat Tini (perempuan tuna rungu yang sudah dua tahun ini tinggal bersamaku), terdiam di kursi sambil menyembunyikan sesuatu. Sorot matanya liar tapi tampak sedih dengan air mata berurai. Duduk di karpet nampak anakku tengah memainkan gitar dan bernyanyi kecil dengan teman sekampusnya dulu, Anggi. Mereka berdua seperti tidak mengacuhkan sekelilingnya, alias asyik.
Aku datangi Tini dan dengan bahasa tarzan kutanya mengapa dan ada apa. Ia tidak bicara apa-apa, aku hanya melihat kilatan matanya penuh kebencian kepada perempuan yang tengah memetik gitar. Aku membaca situasi yang tidak wajar ini. Segera kuminta anakku menjelaskan apa yang terjadi. Dan sungguh mengejutkanku bahwa Tini menampar mukanya sesaat Anggi datang dan duduk di karpet. Lalu Tini mengambil gunting sambil mengangkatnya tinggi-tinggi seperti akan ditusukan kepada anakku.
Jadi yang disembunyikan c Tini itu gunting ? , aku terhenyak. Kenapa iyang tidak merebutnya ? Bagaimana kalau gunting itu benar-benar ditusukan ke badanmu ?, suaraku hampir tak terdengar. Keringat dingin tiba-tiba merembes. Karena c Tini sering melakukan ancaman seperti itu, beberapa kali menggunakan pisau dapur, tapi sepanjang ini cuma mengancam aja , Gilang menatapku seakan minta pengertianku. Tapi Ma, kali ini aku hilang kesabaran, aku tempeleng mukanya. Aku balas. Malu ma mukaku dipukul depan c Anggi ?, Gilang nampak semakin terpuruk. Stoooooooooopp !!!! Ini bukan main-main, kenapa Iyang gak ngomong sama mama, ada kejadian seperti ini?
Lalu berceritalah anaku, itu bukan kejadian pertama kali. Setiap ia ada aktifitas yang melibatkan ceweq, dipastikan c Tini marah. Bentuk kemarahannya bisa dengan melempar muka anakku dengan benda apa saja yang ada di dekatnya. Pernah Gilang tengah chatting dan on cam dengan kawan perempuannya dan ketahuan oleh Tini, camnya dilempar oleh sebuah buku.
Ya ampun..kenapa semua itu tak pernah terlihat oleh mataku ? Aku menyesali apa yang tengah terjadi di rumah ini. Aku hanya melihat perlakuan Tini agak beda, lebih care. Dan aku pernah melihat anaku marah-marah ketika sedang kumpul dengan kawan-kawan sekolahnya, c Tini ikut nimbrung. Aku fikir anaku jengkel karena malu oleh kawan-kawannya yang ngeledekinnya abis-abisan. Ketika itu aku ajak Tini dan mengalihkan perhatiannya dengan mengerjakan aktifitas lain. Hanya itu yang selama ini kuketahui. Lagipula anaku tidak setiap hari ada di Garut.
Setelah kejadian itu fikiranku benar-benar tegang. Aku coba komunikasi dengan Tini tapi tidak menemukan jawaban apa-apa selain semakin bingung. Selama dua hari aku berusaha mencari tahu apa motivasi c Tini melakukan tindakan seagresif itu. Kondisi Tini nampak tegang terus, dia tidak banyak bertingkah, mukanya masih nampak keruh. Namun ia masih mengerjakan pekerjaan rumah yang biasa dia lakukan. Tadi pagi aku ajak ia ke pasar pagi-pagi sekali sambil jalan-jalan. Aku fikir ini untuk menetralisir situasi yang sudah dua hari ini, honesty, tensiku melonjak di angka yang tidak biasa. Kepalaku berdenyut.
Sekembalinya dari pasar aku sempat bikin nasi goreng dengan Tini untuk sarapan. Ketenangan ternyata tidak berlangsung lama. Aku yang tengah makan, tiba-tiba dikejutkan oleh teriakan anakku, Gilang. Dia berlari menuju ke atas, ke arahku, dia katakan Tini mengancamnya dengan pisau dapur, dan sempat menggoreskannya di punggungnya. Gilang cepat lari menyelamatkan diri.
Plasssssshhhh..jantungku rasanya mau copot. Astagfirullah....mengapa ada kejadian seperti ini, ucapku berkali kali. Melihat aku yang lemas, Icha segera turun ke bawah dan tak lama kemudian ada teriakan nyaring dari bawah. Mama, c Tini pegang pisau ditempelkan di perutnyaaaaaa...!!! .
Aku mengumpulkan keberanian untuk turun dan melihat situasi di dapur. Emosiku sudah tak tertahankan lagi, aku tanya mengapa Tini...ada apa Tini...? Aku berteriak teriak seperti orang gak waras. Padahal aku tahu, sekencang apapun aku teriak, Tini tetap diam dan tak mendengarnya. Hanya matanya saja yang berkilat-kilat. Secepatnya Icha mengamankan semua benda-benda tajam yang ada di rumah. Semua jenis pisau dapur diambil juga gunting, dibawa lari ke luar.
Aku segera menelepon ibu, dan menyampaikan semuanya ke beliau. Okky bikin laporan ke ketua RT bahwa ada kejadian ini, mama akan nyusul bapaknya c Tini, biar suruh dijemput , terdengar suara khawatir ibuku.
Dua jam kemudian bapaknya Tini sampai di rumahku. Dia benar-benar minta maaf atas kejadian ini. Aku hanya mampu menggeleng dan beristighfar saja. Sampai saat tulisan ini kubuat, Tini masih berada di tempatku. Bapaknya yang nampak seperempat hati mengajak Tini pulang, ternyata benar-benar tidak berhasil membawanya pulang. Yang lebih membuatku kaget, saat dia berani meminta upah Tini bulan ini. Aku betul-betul kaget dan mau pingsan rasanya melihat kejadian aneh ini. Perlu diketahui, Tini diserahkan oleh bapaknya dua tahun lalu dalam kondisi yang amat memprihatinkan. Perempuan tuna rungu yang maaf, tidak produktif sama sekali. Dan secara bertahap selama dua tahun ini tangan-tangan kami sekeluarga sudah merubahnya menjadi jauh lebih baik... Bahkan ternyata kedekatan kami kepadanya telah menjadi penyebab kejadian di luar dugaan ini.
Sampai saat ini, aku belum tau cara yang paling effektif untuk mengembalikan Tini kepada keluarganya. Atau mungkin gak, Tini akan mengerti ? Aku hanya khawatir ada jiwa yang akan melayang oleh karena keterbatasannya...? Naudzubillahimindzalik.....
Tolong bantu aku , saudaraku, apa yang harus kulakukan...?
|
Disarankan: 0
 |
| |
miayam Minggu, 2 November 2008 @ 21:14 WIB
 (Reply)
jangan takut... tetap maju ya kak... kok bisa ya bikin kata2 serumit begini?
 |
 |
| |
 |
sastrawiguna Minggu, 2 November 2008 @ 21:27 WIB
aduuuuuuuuhh..maju kemana ini teh ..?
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
koesplator Minggu, 2 November 2008 @ 21:42 WIB
 (Reply)
lapor ke rt aja bunda, ntar biar pihak ketua rt mebawa ke kantornya untuk diberi penjelasan pelan-pelan walau mungkin agak sulit, paling tidak ada penyelesaian drpd ada peristiwa lagi, kan bikin bunda was-was tidak tenang
 |
 |
| |
 |
sastrawiguna Minggu, 2 November 2008 @ 22:02 WIB
aku sudah bikin laporan ke rt. seharusnya bapaknya tadi yang membawa pulang... aku takut mas koes.... malam ini tidur rame2 dan dikunci dari dalam.... gak tau liat sampai besok aja
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
frank Minggu, 2 November 2008 @ 21:48 WIB
 (Reply)
astagfirullah.... bund uihkeun we attu bund.. bahaya pisan etmah di kukut ge.. usir we attu bund. dari pada ngabahayakeunmah.
 |
 |
| |
 |
sastrawiguna Minggu, 2 November 2008 @ 22:08 WIB
gak mau pulang c tininya.... masak mesti diusir, diculik, dibuang di tngah jalan..? kolotna bener geblekkkk...gak punya rasa kemanusiaan...
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
sheed Minggu, 2 November 2008 @ 21:54 WIB
 (Reply)
hm ... dilema juga neh. sebuah usaha mulia tapi juga berbahaya. saya saranin seh,utk keadaan sekarang, ceu tini di "ungsikan" dahulu sementara keluar untuk dirawat sama orang yg ahlinya, sampai kondisi psikologinya membaik dan bisa di rawat ama bunda kembali. saya pikir terlalu riskan saat ini untuk tetep menampungnya dgn kondisi seperti itu, terlalu berbahaya bagi keselamatan anggota keluarga bunda. insyaallah semua pada ngerti ... jangan sampai niat baik kita membantu orang lain berbuah keburukan bagi keluarga kita, utamakan keselematan keluarga dulu bunda. jangan sampai ngetop di acara "sergap" atau gak "buser" he .. he .. he .. sheed doain semoga masalahnya cepet beres dan allah memberikan perlindungannya buat keluarga bunda.
 |
 |
| |
 |
sastrawiguna Minggu, 2 November 2008 @ 22:12 WIB
dia bener2 dibuang oleh bapaknya...!! malam ini aku gak bisa mikir sheed, selain ngumpet aja di kamar rame2 ngunci pintu dan ngamankan benda2 tajam... gak tau besok aku mulai gerak lagi.. makasih.... doakan ya sheed
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
haerulsohib Senin, 3 November 2008 @ 00:53 WIB
 (Reply)
ngak ada jalan lain mesti melapor, rt atau ke pihak terkait seperti kepolisian dan depsos atau separtemen yang mengalami gangguan psikis....karena ini melibatlan orang yang tidak normal secara fisik, da perlu penanganan khusus...
 |
 |
| |
 |
bunda Senin, 3 November 2008 @ 04:41 WIB
ke rt udah. sampai tadi malam lom ada tindakan apa-apa selain menyarankan agar dikembalikan kepada ortunya...
rt nya jaaaaaaaahhh..gitu de..payaaaaaaahh
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
nia_bjm Senin, 3 November 2008 @ 07:41 WIB
 (Reply)
mbak .. bener banget, lapor ke polisi atau ketua rt setempat, karena itu keadaan yang bisa membahayakan .. jangan luap untuk terus memohon perlindungan hanya kepada allah semata, semoga mbak sekeluarga selalu dilindungi allah, amin
 |
 |
| |
 |
sastrawiguna Senin, 3 November 2008 @ 11:12 WIB
ya nia, tadi pagi udah ke rw ..mudah2an hari ini ada solusi tepat. terima kasih nia.
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
rawinaw Senin, 3 November 2008 @ 09:20 WIB
 (Reply)
kondisi kejiwaan seperti ini sangat membahayakan orang lain dan untuk ditangani seorang psykolog juga ngak mudah dengan keterbatasan ceu tini seperti saran temen yang there is no other ways kecuali mengembalikan 'sementara' ke keluarganya. insya allah dalam kalau sudah membaik ukhte bisa ajak dia lagi . . kalau memang dia minta upah lebih baik diberi daripada beresiko terhadap keluarga kita sendiri . . hugs sis ! insya allah ada jalan terbaik untuk okky sekeluarga
 |
 |
| |
 |
sastrawiguna Senin, 3 November 2008 @ 11:21 WIB
ya mbak, aku sudah memberikan "upahnya" dan diberikan kepada ayahnya. insya allah hari ini tini akan dikembalikan kepada orang tuanya.
hati kecilku sedih melihat tini nangis gak mau pulang, waktu kemaren diajak bapaknya.
tapi kalau ingat kejadian kemaren, no other choice selain tini harus pulang.
sedih ,..karena status sosial ekonomi keluarganya yang minim. dua tahun juga tini diserahkan padaku dengan alasan ketidakmampuannya.
insya allah ada jalan keluar nya..
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
khoiri_se Senin, 3 November 2008 @ 09:52 WIB
 (Reply)
ini cerpen ato apa bun...???
sorry kalau salah...
 |
 |
| |
 |
sastrawiguna Senin, 3 November 2008 @ 11:22 WIB
ini kjadian asli di rumahku. gak pa pa.. makasih..
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
yulianbjm Senin, 3 November 2008 @ 09:58 WIB
 (Reply)
banyak berdo'a bund, mungkin allah akan kasih petunjuk, tapi menurut aku lebih baik, di pulangkan ke oarngtua deh bund dari pada berbahaya bagi keluarga bunda, mungkin juga jiwanya agak terganggu dan perlu dibawa ke psikiater....
 |
 |
| |
 |
sastrawiguna Senin, 3 November 2008 @ 11:25 WIB
ya abang...sebisanya tini akan dipulangkan. walau berat hati karena di rumahnya juga tidak lebih baik daripada di rumahku... dilematis....seperti mata pedang
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
riu_aj Senin, 3 November 2008 @ 14:10 WIB
 (Reply)
kalo bs dikmbalikan aja, soalnya dia dah sering kali mengancam, kalo dibiarkan terus, ancamannya akan bener2 dia lakukan. soalnya aku pernah kelakuin, pernah mengancam, hanya mengancam saja, tapi pas keadaan benar-benar tak berpihak padaku, akuy melakukan ancam,anku itu. hanya memukul sih, g sampe pake pisau
 |
 |
| |
 |
bunda gak boleh kebawa stres kayak tini Senin, 3 November 2008 @ 15:30 WIB
itu dia yang kuhawatirkan.... maunya c keluarganya mau nerima dia... ternyata enggak...???? dan tini nya juga gak mau pulang..??
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
mhimi baru ketemu warnet bunda,hehehe... Senin, 3 November 2008 @ 14:58 WIB
 (Reply)
dilema banget yah bunda,
hmm...menurut mhimi neh, jangan hadapi dengan kekerasaan atau paksaan.
karna kondisi tini dalam keadaan tidak labil, tahu sendiri bagaimana berhadapan dengan orang yg dalam keadaan seperti ini.
sumber masalahnya cuma satu, gilang tini menyukai gilang, atau tepatnya tini terobsesi sama gilang
biasanya orang seperti ini akan menurut sama orang yang ia suka.
coba minta gilang bujuk dia secara perlahan, emang sech butuh extra kesabaran. minta juga teman cewek gilang untuk sementara tidak kerumah dulu. sampai kondisi tini betul-betul bisa diatasi.
yah untuk sementara amankan benda-benda tajam. karna biasanya orang kayak gene, emosinya bisa meluap setiap saat.
kasih sayang dan perhatian yang ia peroleh dari bunda sekeluarga selama ini, khususnya gilangtentu hal yang paling berharga yang ia tak perna dapat dari keluarga sebelumnya.
tini tentu tak ingin kehilangan ini,segala cara pasti ia akan lakukan tak peduli apapun itu, salah atau benar. yang penting ia dapat apa yang ia mau.
kondisi ini yang terkadang membuat tini menjadi agresif, karna merasa terancam akan kehilangan apa yang ia miliki.
kalau bunda, memilih ingin mempertahankan tini dirumah bunda, karna alasan kemanusian. tentu bunda sekeluarga harus extra keras untuk meyakinkan tini bahwa tini tidak kehilangan kasih sayang bunda sekeluarga kepadanya.dan ini tidak gampang tapi bukan hal yang mustahil.
tapi kondisi sudah sangat tidak memungkinkan dan mengancam keselamatan keluarga bunda. jalan terbaik mungkin bunda, harus minta tolong kepihak yang bisa menangani tini. karna dari postingan bunda, dan sms bunda. kayaknya tini perlu ditangani oleh orang yang betul-betul paham masalah kejiwaan seperti yang dialami oleh tini.
dan itu bukan orang tua tini karna orang tini sebenarnya tidak peduli dengan kondisi tini,terbuktikan dengan ia minta upah, dan tidak sepenuh hati ingin mengambil anaknya. dan tini tahu ini, makanya ia tidak ingin balik kerumah orang tuanya.
ah..bunda, mhimi juga strees baca postingan bunda..! ngga tahu dech mhimi mau ngasih pendapat apa! mungkin cuma ini masukkan dari mhimi.
mhimi doakan semoga bunda tetap sabar dalam menghadapi cobaan hidup ini. aminn..!!
 |
 |
| |
 |
bunda gak boleh kebawa stres kayak tini Senin, 3 November 2008 @ 15:50 WIB
abcd.......achhh boooo capek deeeeeeeeeech...
anak2 tetep minta tini dipulangkan ke ortunya. bukan tanpa alasan. bagaimanapun, bunda mesti dukung keinginan mereka.
keselamatan anak bunda di atas semuanya. mungkin bunda harus bisa mengesampingkan "ego" bunda untuk memepertahankan tini dakrena alasan kemanusiaan.
sekarang lagi dicari bagaimana cara yang paling etis untuk memulangkan tini ke ortunya. dan memberi pengertian pada ortunya. dan aku gak bisa gerak sendirian mhi.
nunggu rt...rw...huh...apriori banget dengan urusan seperti ini ya...sebel..deh..gak tau orang stres udah sampai ubun ubun...
teeeeee...weeeeeeeeee..mana c kalian....??
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
icha Senin, 3 November 2008 @ 18:17 WIB
 (Reply)
bunda.. icha setuju ma kak mimi..
tapi icha rasa, hal yang terbaik adalah tini ga tinggal dirumah lagi.. karna ini bakal jadi "ancaman" buat perasaan smua yg ada dirumah.
rumah kan tempat yang paling nyaman dan aman buat kita beristrihat, klo drumah udah ada perasaan was-was itu udah ga baik bunda..
mungkin bunda perlu minta bantuan ke orang lain bunda.. karna ini bukan masalah yg ringan klo udah bawa2 "benda" untuk menyakiti.
kak mimi bener, tini suka iyank.. dan dia takut kehilangan orang yg dia sayang..[perasaan lazim yg biasa kita rasakan kan bunda?] hanya saja mungkin masalah kejiwaannya yg buat dia jadi ga terkontrol bunda..
bunda.. icha tau masalah ini nyita pikiran bunda.. tapi inget kesehatan bunda.. ada mang iqiw, ada ebeng, ada teh icha, ada iyank.. ada si ibu, ada pak rt, ada kita smua.. jadi bunda jangan terlalu resah yah...
keamanan dirumah penting, tp kesehatan bunda jg ga kalah penting.. mudah2an smua cepet selese dgn baik, amin
icha sayang bunda
 |
 |
| |
 |
bundanya icha Senin, 3 November 2008 @ 18:45 WIB
sayang....bunda ngerti.... makasih ya..udah bersama bunda...tanpa kalian bunda mungkin udah gak bisa tegak berdiri lagi...
cha...doakan bunda selalu ya cha... bunda sebenarnya udah letiiiihhh banget cha
|
 |
 |
| |
 |
icha Selasa, 4 November 2008 @ 07:30 WIB
selalu bunda.. doa icha, doa temen2 disini.. selalu ada buat bunda.. yang icha mau.. bunda jaga kesehatannya..
icha ngerti, yg namanya orangtua itu selalu pengen ngelindungin anak2nya.. tapi bunda jgn lupa... mang iqiw, teh icha, ebeng, iyank.. mereka udah gede bunda.. kasi kepercayaan buat mereka.. mereka bisa nyelesein masalah ini dgn baik. cha yakin banget!
dengan kaya gt..insyaallah bunda bisa ngurangin tegang bunda, biar bisa rileks bunda...
mudah2an cepet selese smuanya amin ya rabbal'alamin...
jaga kesehatannya yah bund...
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
edy Senin, 3 November 2008 @ 22:24 WIB
 (Reply)
aduh dunia ini macem" kisahnya, kelihatannya bapaknya c tini juga enggan menampungnya lagi ya, mungkin opsi lainnya adalah c tini dilimpahkan ke yayasan/panti anak/apalah namanya.
 |
 |
| |
 |
sastrawiguna Selasa, 4 November 2008 @ 05:44 WIB
untuk jangka panjang bisa dilakukan, mas edy terimakasih...
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
merama Senin, 3 November 2008 @ 23:08 WIB
 (Reply)
bunda.... 
untung ga ada yang kenapa-kenapa
mending deketin aja tini dengan perlahan bunda, kasih dia kasih sayang
dan jauhin sementara dari gilang 
bunda sabar yah
 |
 |
| |
 |
sastrawiguna Selasa, 4 November 2008 @ 05:47 WIB
ya mer... peristiwa ini cukup menyesakkan dada memberikan kasih sayang dan perhatian tetap akan bunda lakukan, insya allah. makasih mer sayang
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
masidan Selasa, 4 November 2008 @ 00:38 WIB
 (Reply)
numpang absen aja.... nyah bunda... belon bisa nyaur utang....
 |
 |
| |
 |
sastrawiguna Selasa, 4 November 2008 @ 05:48 WIB
xixixixi... mana jacketnya.....? tak tunggu
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
awonk Selasa, 4 November 2008 @ 11:39 WIB
 (Reply)
bund...c'iyang nya jangan dolo deket2 c'tini tuw, kalo rt ma rw masih gitu aja, "teu paruguh" laporkeun weh ka polisi. bila perlu laporkeun tah jeung bapakna teu daek ngurus budak kitu..!! kalo emang mau bantu masalah ekonominya ya... tidak selalu harus c'tini nya kerja di rumah bunda kan?
mun bandel keneh eta c'tini.. piraku kudu sayah mah ka garut!!
 |
 |
| |
 |
bunda Rabu, 5 November 2008 @ 05:05 WIB
kayaknya awonk yang mesti turun tangan ini mah...!! siap meluncur ke tkp wonk... makacih ..makacih
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
cupz Selasa, 4 November 2008 @ 13:55 WIB
 (Reply)
duh,, maaf bunda baru berkunjung! maklum jarak bandung-garut jauh :d
bunda hebat! gaya berceritanya enak banget,, sampe disangka cerpen  ini tho yg menyebabkan bunda ga jadi nonton lp! jujur kalo saya yg ngalamin pengen langsung pulangin aja ceu tini tanpa mikir yang lain! tapi salut buat bunda yg punya jiwa sosial dan udah berhati mulia menerima beliau selama dua taun ini walaupun ternyata ngga produktif.
baca ceritanya si kayanya emang ceu tini tuh ada something kali sama gilang bund! tp gimanapun ini udah menyangkut nyawa orang lain. kejahatan kan kata bang napi bukan krn niat, tp bisa krn ada kesempatan,, termasuk lg terdesak. simpelnya sih jangan kasih tinggal bareng bunda dan keluarga dulu. apalagi kondisi kejiwaannya yg sedang meledak-ledak ngga terduga begitu.
mudah2an bunda dapetin jalan terbaik ya bund! jangan ngeberatin beban pikiran bunda,, mudah2an pihak rt/rw yg bertanggungjawab menjaga kenyamanan warganya juga segera ngasih tindakan dan solusi yg tepat!
tetep tenang ya bund! mudah2an cepet beres n bisa nonton di bandung,, hehe =)
 |
 |
| |
 |
bunda Rabu, 5 November 2008 @ 05:08 WIB
euuuuuhh..yang paling deket malah yang muncul belakangan..cup...cup.... wokeh cup....insya allah ada jalan terbaik yang bisa ditempuh..... hatur thank u
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
cupz Selasa, 4 November 2008 @ 13:57 WIB
 (Reply)
duh,, maaf bunda baru berkunjung! maklum jarak bandung-garut jauh :d
bunda hebat! gaya berceritanya enak banget,, sampe disangka cerpen  ini tho yg menyebabkan bunda ga jadi nonton lp! jujur kalo saya yg ngalamin pengen langsung pulangin aja ceu tini tanpa mikir yang lain! tapi salut buat bunda yg punya jiwa sosial dan udah berhati mulia menerima beliau selama dua taun ini walaupun ternyata ngga produktif.
baca ceritanya si kayanya emang ceu tini tuh ada something kali sama gilang bund! tp gimanapun ini udah menyangkut nyawa orang lain. kejahatan kan kata bang napi bukan krn niat, tp bisa krn ada kesempatan,, termasuk lg terdesak. simpelnya sih jangan kasih tinggal bareng bunda dan keluarga dulu. apalagi kondisi kejiwaannya yg sedang meledak-ledak ngga terduga begitu.
mudah2an bunda dapetin jalan terbaik ya bund! jangan ngeberatin beban pikiran bunda,, mudah2an pihak rt/rw yg bertanggungjawab menjaga kenyamanan warganya juga segera ngasih tindakan dan solusi yg tepat!
tetep tenang ya bund! mudah2an cepet beres n bisa nonton di bandung,, hehe =)
|
|
 |
 |
 |
| |
aci Selasa, 4 November 2008 @ 19:34 WIB
 (Reply)
ya ampuunn teh...kok bisa kejadian kayak begitu. maaf banget ya aku baru baca. kadi baru tau kejadian ini. tapi beneran ini di luar dugaan. perasaan teh c tini mah biasa aja tapi da kurang tau juga, soale aku kan jarang di rumah teteh. jujur...bingung juga. tapi mungkin bisa dilaporin sama yang berwajib teh. wish u all the best ya teh. love u
 |
 |
| |
 |
teh okky Rabu, 5 November 2008 @ 05:10 WIB
hai aci.... thx 4 ur advice...ci
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
abell Rabu, 5 November 2008 @ 12:41 WIB
 (Reply)
teh oky pha kabar... udah lama gak mampir ke blognya gak login pula heheheh
bener kata komentar yg di atas tuh... si tini kayanya jatuh cinta sama gilang n cemburu, makanya dia gak terima qlo gilang merhatiin ce lain, lebih baik gilang di jauhin dulu deh sama tini. tapi qlo gilang berbuat baik atau ngambil hati tini takutnya si tini malah berharap byk yah sama gilang nanti kesononya urusan makin repot.
buktinya dia sama anak2 bunda yg lain baik2 aja tuuuh..... semoga niat baik teh okky di balas allah dengan kebaikan yang banyak. amin
 |
 |
| |
 |
teh oky Rabu, 5 November 2008 @ 18:02 WIB
abel...alhamdulillah sehat bel. gimana kabar abel kecil dan c kakak, sehat jugakah?
ya nih bel, mohon doa dari semuanya. terima kasih juga atas advise nya....
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
harry_zoe Rabu, 5 November 2008 @ 19:32 WIB
 (Reply)
aduh lama gak jalan-jalan diblog gak tahu ada banyak kejadian dirumah bunda...ya gimana ya,ngomong aja terus terang bund...terus terang insyaallah hasilnya pasti lebih melegakan semua pihak
 |
 |
| |
 |
sastrawiguna Rabu, 5 November 2008 @ 21:44 WIB
haiiiiiiiiii.....
hehehehehe.....yupz...dah
|
| |
|
|
 |
 |
 |
|
|
|
|
Created on:
Sabtu, 22 September 2007 @ 20:59 WIB |
|
|