HOME BLOG
   
  Sastrawiguna
http://sastrawiguna.bloggaul.com
Login | Belum terdaftar? | Lupa password?  
   
   

PENGUMUMAN:
Mind Mapping - cara baru untuk ngeBlog!
 
:: Surat Tak Bernama ::
Sabtu, 15 November 2008 @ 20:56 WIB - Diari


Surat itu tak bernama. Di amplopnya hanya tertulis nama dan alamatku. Terpikir olehku bagaimana jika surat itu tidak sampai ke alamatku, lalu akan dikembalikan kemana atau kepada siapa ? Meski begitu aku tahu surat itu dari sebuah negara dimana kincir angin berputar pagi dan petang. Negeri dimana bunga tulip mekar dengan kecentilan yang mempesona. Pernah suatu waktu terpikir olehku aku akan mengunjunginya. Dan kami berandai-andai, jika waktu berpihak, jika keberuntungan mendukung, jika kesempatan mau sedikit saja berbaik hati. Namun surat itu bagai dikirim dari seorang yang bisu tuli. Tanpa identitas, tanpa kehendak.

Walau sedikit shock, aku buka juga amplop berwarna putih itu. Di dalamnya hanya berisi 3 lembar fotocopi. Bedebah !
Kuletakan kembali surat itu di atas meja. Aaaaaaaaaahh...menyebalkan sekali. Sama sekali tak ada rasa penghargaan. Hatiku mendadak sakit. Orang jawa bilang surat itu “ora nguwongko wong”. Kuambil mouse, membuka box e-mail. Sudah kubuat berarus-ratus kalimat, yang akhirnya aku timpa dengan tombol “delete”. Lalu yang lain ratusan e-mail darinya sengaja kusimpan untuk sebuah kata “penghargaan” kini mengalami hal serupa, terancam tombol “delete”. Aku tersenyum puas. Kepalaku disandarkan pada kursi , badan setengah melorot, hatiku kosong. Pun bundel e-mailku kosong melompong. Tapi paling tidak, aku bisa mentertawakan dia bahwa sekarang, dengan segala atributnya---titelnya, kebesaran namanya, timbunan prestasi akademisnya, di mataku menjadi tak berharga. Rasakan!
Kau sekarang tak mendapat tempat di hatiku. Kau tak akan bisa mengumpatku seperti kemaren...Kinasih...aku tidak suka kau merengek seperti itu. Masa sehari tanpa e-mail kau menginterogasiku seolah aku ini seortang recidivis. I don’t appreciate it.
Tahu tidak, aku tersinggung. Padahal aku hanya ingin bermanja-manja saja kepadamu. Dasar lelaki gak romantis !

Sebuah surat mestinya tidak dingin dan kaku. Surat itu hanya memancarkan kesombongan dan kesan angkuh. Bedebah ! Aku berteriak dalam hati. Surat itu berisi foto copy tiga buah tulisan sastra yang pernah dimuat di sebuah media cetak. Aku tahu itu tulisan kakaknya. Lalu apa tujuannya mengirimkannya padaku ? Pamer?Pembelajaran? Dengan enggan kubaca judulnya “ Titian Rumah Bambu”.
Judul cantik itu menggelitik rasa ingin tahuku. Perlu sedikit waktu untuk memaknai tulisan itu, dibanding membaca cerpen-cerpen picisan (cerpenku?) yang lain. Aku suka gaya penulisannya. Suka pada karakter tokohnya, suka kekayaan bahasanya. Pokoknya aku suka pada penulisnya. Siapa ini ? Abimanyoe Wicaksono. Di akhir tulisannya tercantum profile sang penulis dan sebuah foto. Hmmm...sangat mirip adiknya. Bedanya si kakak lebih tampan dan sorot matanya lebih teduh. Sementara adiknya sedikit pongah? Terlalu arogan? Dia pernah bilang padaku, kalau saja tubuhnya setinggi lebih dari 175 cm, tentu dia sudah menjadi seorang bintang film.
Hahaha...PD sekali dia. Semakin dekat waktunya wisuda S3, arogansinya makin mencuat sedikit demi sedikit. Gaya menulis e-mailnya pendek-pendek, seolah sibuk dan tak mau diganggu. Seolah tak punya waktu untuk mengungkapkan perasaan. Juga pembicaraan di telepon yang malas-malasan.

Ada dua pemicu arogansi itu. Pertama wajahnya yang tampan dan kedua sekolahnya yang lumayan tinggi. Bedebah (lagi). Kaupikir bisa merangkul dunia dengan wajah dan titel saja? Tanpa rasa empati, tanpa rasa senang menerima orang lain, tanpa rasa ingin mendengarkan, tanpa rasa menghargai, apa yang bisa kau peroleh dari dunia yang sarat dengan manusia seperti ini? Kau pikir semua wanita silau dengan dua hal ini? Paling tidak kau tahu, aku salah satu yang termasuk tidak silau. Kakakmu tampak lebih manusiawi, tidak sepertimu dengan rahang kokoh dan alis tebal. Kamu hanya mencitrakan orang yang keras kepala dan bila menghendaki sesuatu harus terpenuhi.
Serta merta kuambil hand set, mencari nama seseorang di Jakarta.

“ Di, tolong aku dong, carikan data si Abimanyu Wicaksono. Dia suka nongkrong di TIM, dosen di Universitas anu. Hari ini loh ya. Hahahaha..pasti kau bisa. Ada hadiah menantimu. Kalau tidak bisa, aku akan cari detektif lain. Tidak deh Di, kamu adalah detektif terbaik. Terbaik dalam ongkos maksudku..Hahahaha..Okay Di, thanks U. Aku tunggu. Bye “

Sore hari. Kruiing...kruing...tanda khusus ada e-mail masuk. Dan ternyata si detektif.
“ Abimanyu Wicaksono, lahir di Yogya, 27 Januari 1962. Lulusan FISIP UGM, 1986. Menjadi dosen di beberapa perguruan tinggi swasta di Jakarta. Menulis cerpen di beberapa media, Kompas, Horison dan beberapa majalah wanita. Tulisannya cenderung absurd. Memikat dan kental masalah sosial serta sarat misi kemanusiaan. Beberapa kali menjadi pembicara maupun peserta dalam seminar sastra di dalam negeri maupun di luar negeri “ Persis seperti yang kuminta ada nomor telepon rumahnya, di akhir catatan itu. Hmmm..mantabbbbzzz....

Awal Januari 2008 Mata di balik kaca mata minus tebal itu lurus menatapku. Katanya, “ Anda datang jauh ke Jakarta cuma mau bertemu saya ? “
Aku mengangguk.
“Apakah saya istimewa? Saya kan cuma penulis ketengan. Belum pantas disebut penulis. Saya hanya menuangkan apa yang saya rasa. Jika ingin berkata jorok, saya tuangkan kejorokan itu tanpa ragu. Jika ingin mengumpat, saya mengumpat tanpa jengah. Anda mau berguru pada saya?”
“Semuanya,” kataku tak acuh.
“Kenapa memilih saya? Kenapa tidak Oemar Khayam, Goenawan Mohamad, atau yang lainnya ?”
“ Saya telah memilih Abimanyu Wicaksono, andakah orangnya?” Dia mengangguk pilon, semakin menggelitik saja.
“ Kalau begitu jangan banyak protes, terima saja saya sebagai murid”
“Kenapa harus laki-laki yang diperkosa wanita?” Teriaknya pura-pura marah, aku tahu ia suka. Tuh, ada senyum di sudut bibirnya.
“ Zaman sudah berubah, wanita sekarang punya gaya dan selera. Akan ada orgasme aktualisasi diri jika berhasil”
“Jika tidak?”
“Katakan itu nasib buruk. Bukan rasa malu, zaman sudah edan begini, apa masih ada tempat untuk rasa malu ?”
“Ok siapa namamu ?”
“Kinasih”
“Ok, Kinasih, mengapa aku harus menerimamu sebagai murid?
“Anda akan menyesal jika melewatkan moment langka ini. Apakah anda tidak ingin dituangkan dalam sejarah sastra sebagai orang yang paling berjasa menumbuhkan dan menyemaikan bakat menulis Kinasih, novelis Indonesia kenamaan di tahun 2009?” Tawanya meledak. Bahunya berguncang. Pipinya memerah dan matanya menyipit. Aku suka.
“Dimana kau belajar tinggi hati dan optimis seperti itu?”
“Seseorang yang memperkenalkan karya-karya Anda kepada saya”
“Siapa?”
“Tidak penting.” Dia tersenyum tipis..menatap di kejauhan.
“Makhluk apa kau ini?”
“Saya hanya orang yang gelisah. Tak mau berhenti berteman dengan gelisah. Saya hanya ingin mengalirkan magma yang meledak-ledak dalam diri saya. Tapi saya tidak tahu bagaimana caranya.” Pandangannya tajam menukik lebih dalam hingga jantungku seperti mau copot.
“Aku terima tantanganmu,” katanya mantap.
“ Jika Anda tidak keberatan, saya akan traktir minum dan ngemeal di cafe sebelah sana. “ Ia menoleh , lagi-lagi tergelak.
“Jenius sekali, belum pernah saya menerima tantangan segila ini dari seorang wanita. Ok, kau menang. Bagaimana perasaanmu ? Feel great? Mentraktir saya minum dan ngemil. Nah siapa yang bayar? Kau menjebak aku, kan ?”
Sekarang ganti aku yang tebahak. Kena kau !

Awal Nopember 2008. Seluruh keluarga besar H.Gumuruh Permadi berkumpul di ruangan berbentuk limas yang kokoh dan besar. Abim menggenggam tanganku menapaki tangga rumah limas yang telah dipenuhi keluarga besar dan tamu undangan. H.Gumuruh membuka suara, “ Telah hadir di antara kita, calon pasangan pengantin kita. Kinasih bukan dari kalangan suku kita, tapi dia adalah wanita baik.Zaman sudah berubah, tidak ada lagi batasan antarsuku. Terlebih Abim sangat mengagumi wanita ini. Mereka sepakat akan melanjutkan hubungan ini ke jenjang pernikahan. Apakah keluarga besar ada yang merasa keberatan dengan rencana pernikahan mereka?”
Suasana hening. Tiba-tiba keheningan terbelah oleh kedatangan sepasang suami istri yang terburu-buru menapaki tangga menuju ruang pertemuan. Seluruh mata tertuju ke arah mereka. Si lelaki tampak tegang menatapku dan Abim bergantian. Bibirnya bergerak-gerak hendak mengucapkan sesuatu. Beruntung si istri secepatnya menarik lengan suaminya dan berkata , “ Maaf, kami datang terlambat “
Mereka duduk bersila seperti yang lainnya. H. Gumuruh melanjutkan, “ Baiklah, jika tidak ada yang keberatan, maka 40 hari mendatang, mereka akan menghadap penghulu.” Seluruh hadirin bertepuk tangan seraya mengucapkan hamdallah.
Abimanyu memelukku, mencium kedua pipiku dengan lembut. Sementara sudut mataku menangkap kilatan sepasang mata dengan geraham tampak makin kuat menonjol, kedua alis tebalnya beradu.

Garut pada suatu ketika.


Disarankan: 0
  Komentar: 13 (Lihat) | Beri Komentar    Recommen | Print
  mhimi   Sabtu, 15 November 2008 @ 21:28 WIB    (Reply)
uh..bunda, aku copas dulu yah..entar dirumah dibacanya

untuk ibu jini, kalau lagi baca koment mhimi diblog bunda ini. " gw kedinginan dichat room nungguin bu jini,hiks..."
  sastrawiguna   Minggu, 16 November 2008 @ 08:18 WIB
ehehehe..udah disampain..bu jininya lagi bubuk..katanya.....
 
 
  koesplator   Sabtu, 15 November 2008 @ 23:03 WIB    (Reply)
kangen bunda ..... kemane aje .... bertapa cari inspirasi ya .....
smoga sehat-sehar saja dan tetap semangat seperti dulu
  sastrawiguna   Minggu, 16 November 2008 @ 08:20 WIB
miss u mas koes....
wehehehe...kemaren tiarap dulu...sekarang dah come back lagi deh mas koes....

mas koes pa kabar..? lama gak bersua....
 
 
  riu_aj   Minggu, 16 November 2008 @ 10:33 WIB    (Reply)
crt baru nih ...... asyik, da bacaan baru nih, aku simpen dulu ya, skrang blm sempat baca nih.....
  sastrawiguna   Minggu, 16 November 2008 @ 14:09 WIB
ok riu...
makasih ya.....moga menang lombanya....
  riu_aj   Minggu, 16 November 2008 @ 21:04 WIB
makasih mbak.......cerpen mbak jg bagus, oiya, stelah aku baca kok kayaknya aku g paham tho, di awal cerita ma di akhir crtnya gmn gthu......pertama kan menghujat orang, kok di akhirnya githu ya....
  sastrawiguna   Senin, 17 November 2008 @ 01:33 WIB
pacaran ma adiknya (yg dihujat lantaran bla..bla) , nikah malah ma kakaknya....
 
 
  icha   Minggu, 16 November 2008 @ 11:33 WIB    (Reply)
ciyaaaaa bundaa.. asyik cerpen nya..sumpah keren abis...cha sukkkaaa

bahasa nya top bunda

kapan yah..bisa nulis seindah tulisan bunda... pengen bangetttt...hahhaha belajar aahh

bunda,
  sastrawiguna   Minggu, 16 November 2008 @ 14:13 WIB
weeeww..achhhhh..
bunda malah seneng dengan bahasa icha yang sweaty..
seperti bunda waktu muda......kekekeke.....
  icha   Senin, 17 November 2008 @ 19:36 WIB
kaya bunda waktu muda ... amiiinnnn pingin belajar banyak aaahhhh biar bisa punya buku ya bunda jugaaa, hahahhaaaa [mimpiiiiiii]



bunda
 
 
  miayam   Minggu, 16 November 2008 @ 13:40 WIB    (Reply)
tak bertuan , namun banyak manfaat tho mbak?
  sastrawiguna   Minggu, 16 November 2008 @ 14:17 WIB
hehehe..ya manfaatnya bisa jadi bikin cerpen ini..diantaranya..
 
 
  harry_zoe   Minggu, 16 November 2008 @ 16:34 WIB    (Reply)
ihh......pasti asyik deh dicium ma abimanyu
  sastrawiguna   Senin, 17 November 2008 @ 01:34 WIB
lumayan beda dibanding dicium ma arjuna....
 
 
  ebramn   Minggu, 16 November 2008 @ 20:48 WIB    (Reply)
orgasme aktualisasi diri....hmm ..
  sastrawiguna   Senin, 17 November 2008 @ 01:36 WIB
ya..ya...ya...
 
 
  muslimah   Minggu, 16 November 2008 @ 22:39 WIB    (Reply)
lho ini cerpen ? kirain curhatnya okky . .
  sastrawiguna   Senin, 17 November 2008 @ 01:38 WIB
hahaha...ngayalnya terlalu jauh don mbak , kalau curhat...
 
 
  mer-majesty   Senin, 17 November 2008 @ 17:15 WIB    (Reply)
bagus bunda ceritanya....

cuma kalo dipikir koq....kinasih emang mau bales dendam yah?
  sastrawiguna   Rabu, 26 November 2008 @ 06:04 WIB
ya mer...koq seperti ada bau bau balas dendam....???
tapi sebetulnya tidak juga.
maksudnya tulisan bunda tidak bermaksud demikian..cuma sedikit mengarah ke sana...
 
 
  iestea   Rabu, 19 November 2008 @ 11:38 WIB    (Reply)
bunda ceritanya bagus banget...
kata2nya keren banget, ringan tp ngena deh ^^
  sastrawiguna   Rabu, 26 November 2008 @ 06:06 WIB
makasih iestea....
seneng deh kalau iestea bisa baca tulisan bunda...dan iesteanya suka...
 
 
  faizone   Rabu, 19 November 2008 @ 13:21 WIB    (Reply)
dukung blog faizan di ajang pemilihan blog angingmammiri awards klik di http://www.angingmammiri.org/portal/content/view/419/1/

tinggal 5 vote lagi yang ku butuhkan
please...........
  sastrawiguna   Rabu, 26 November 2008 @ 06:08 WIB
waaaaaaaksss...udah kelewat waktunya ya faiz...
maafkan dakuuhhh...huhuhuhu..baru aktif lagi....
 
 
  aku   Sabtu, 22 November 2008 @ 06:39 WIB    (Reply)
cerita cinta sang penulis, konon, menurut ramalan (bisa ya bisa tidak) tahun 2009, banyak penulis yang melangsungkan pernikahan, dan berduet menulis kaya sastra hebat...hehehe...semoga ya....ini benar...

bunda...lama juga ngak posting nih....dari mana aja ?
  sastrawiguna   Rabu, 26 November 2008 @ 06:09 WIB
nah loh..ramalan herul ya....?

bunda abis tiarap dulu...sekarang dah balik lagi neh rul...
 
 
  cupz   Jumat, 28 November 2008 @ 07:44 WIB    (Reply)
waaw,, tulisan jenius..
saya baru ngeh siapa yang "gerahamnya menonjol dan alisnya beradu" beberapa saat kemudian. hihi...
:d sakit rasanya ya jadi cowo itu
  sastrawiguna   Sabtu, 6 Desember 2008 @ 06:26 WIB
waaw...komentar jenius ...

gimana bandung....maung bandung..?
kangen pulang ke bandung....
tapi hujan wae cup....(alasan..emang hujan2an jalan kaki dari grt-bd...)

ok cup..nuhun pisan....
 
 


 

website
translate

Free shoutbox @ ShoutMix

bunda okky

------------------------------------------------- ------------------------------------------------- ------------------------------------------------- Photobucket

Koesplator
 
    » Profile
    » Buku Tamu
"" singgah ""
:: road show 2008-2009 ::
"" h-1 kopdar blogger garut ""
"" berita duka ""
:: menulis karena ingin bersama ::
Arsip Blog 
CARI BLOG:
Ragam Raihan
harry_zoe
Three Colours
Email
abell
lovedago
harumi
lovedago
bilqist
Total: 2030 
DE ZIN VAN HET LEVEN
CUPz_BLOG
ochep return
Risa Rahmawati
biSot area
hiks... gi membiru ya...
betah nyak ketemu ma ...
btw bund, laen kali k...
persis pisan teh heuh...
sibuk sekali si teteh...
 

Berapa pasangan anda saat ini ?

satu
dua
tiga
empat

Lihat Hasil

 
Created on:
Sabtu, 22 September 2007 @ 20:59 WIB
 
   
 
Mind Mapping - cara baru untuk ngeBlog!
BlogGaul mau berubah ...
Punya siapa nih??
Lombanya Risa
Tebarkan Amalan, tebarkan Senyuman
caleg
"" singgah ""
teman akrab tu yg kek gim...
again n again
me is the etoile..o yea
phasya31
ruliansyah
ida1441
inigo garces
blog@indosiar.com
 
   
   
    Copyright © 2004 PT. INDOSIAR VISUAL MANDIRI