| |
|
|
:. Surat Keterangan .:
Selasa, 25 November 2008 @ 07:49 WIB - Diari
Selalu harus ada pembelajaran yang diambil dari setiap tulisanku (maunya begitu) saya yakin banyak pembaca yang menilai tulisan saya rapuh, lembek, cengeng, picisan , terlalu ringan atau mudah ditebak. Seperti halnya buku pelajaran, saya ingin dalam setiap judul tulisan, ada proses pembelajaran. Pun dalam tulisanku kali ini. Tentang ...uhmmmm..... Sebelum lanjut, saya hanya ingin menyampaikan sedikit pertanyaan, mengapa harus ada orang yang sok moralis seperti tokoh Abimanyu ? Padahal dia sebetulnya ........ Bukankah dibutuhkan kejujuran dan keberanian untuk melihat sebuah cinta ? Ada pelajaran lain yang harus diakui laki-laki.
Cerita ini berawal dari sebuah cafe hotel berbintang di kawasan segitiga emas Surabaya pada suatu ketika, saat saya masih mengikuti perjalan dinas di sebuah Kantor. Pelakunya adalah dua warga metropolis, seorang wanita yang memesan fruit punch dan seorang pria memesan es telaga warna. Ac di cafe ini cukup dingin namun pria itu kegerahan, terlihat butiran keringatnya mengembun di sekitar dahinya. Pasti ada apa-apa. Tokoh wanita, sebut saja Sisca, ingin menyumbangkan suara peraknya, namun sebelum dia beranjak, Bim menarik tangan Sisca dan mengajak duduk kembali, karena ada sesuatu yang ingin dibicarakan.
Kita menikah yuk, Sis , Kata Bim dengan mimik serius Perempuan lain mungkin sudah girang namun tidak dengan Sisca, dia masih belum berani bilang : ya..ya..ya..! Tentu kita akan menikah Bim, tapi tidak terburu-buru toh. Wong aku tidak sedang hamil koq ! Kita kan sudah lama pacaran Tunggu waktu yang tepat, sayang ! Tunggu apa ? Aku masih belum yakin, ada sesuatu yang harus aku tahu sebelum aku dibelenggu oleh jabatan sebagai Nyonya Ir. Abimanyu.
Gelas berkaki ditempelkan ke pipi Sisca, matanya terpejam merasakan dingin. Bibirku saja yang menempel di situ, Sis Ternyata Bim punya selera humor juga. Tidak biasanya dia berkata seperti itu. Jangankan merayu, berkata biasa saja pelitnya bukan main, padahal untuk berkata-kata toh tidak perlu kulakan. Ayo kalau berani ! tantang Sisca, kita kan pernah tidur sekamar, tapi tidak terjadi apa-apa. Kukira kamu hombreng . Karena aku sayang kamu, maka aku menjagamu, Sis, Dan aku takut dosa. Untuk satu hal ini Sisca percaya. Dia sudah mengenal pria ini satu tahun lamanya. Minum bir saja tak pernah. Haram, katanya. Kalau bicara selalu menunduk, takut memandang mata Sisca. Aku takut nafsuku menggelegak dan aku tak kuasa menahannya jika memandang matamu. Bercinta lewat sms saja, kau tak bisa. Sms ku sering tak kau balas, padahal bermesraan lewat Sms kan asyik ? Itu karena aku tak mau melakukannya, Sis Aku memang bukan wanita yang menarik ! Hey....awalnya memang begitu. Kamu bukan type wanita yang bisa menyedot perhatian pada pandangan pertama, tapi ketiga keempat kali pertemuan, baru tampak bahwa kamu itu irresistable. Mengamati kamu, laki-laki akan terinspirasi oleh gaya bicaramu, senyum cerahmu, kerling matamu, bahkan desah nafasmu yang alami. Rasa sayang itu mengalahkan nafsu lho Sis. Jujur, sebetulnya aku ingin. Tapi . Tapi ? Sisca mencoba mendesak Oke, taruhlah kita melakukannya. Nah, setelah kejadian itu kita merasakan asyiknya seks, kita akan addicted. Bisakah kamu memprediksi berapa dosa yang akan kita lakukan ? Pasti banyak ! Dan kita pasti tak akan mau berhenti ! Jadi itu alasanmu. Ada lagi !. Bim begitu bersemangat. Jika kamu kehilangan keperawanan lalu terjadi sesuatu yang tidak diharapkan, misalnya aku meninggal. Bagaimana kau akan menjelaskan pada suamimu kelak ? Sisca mengerling jenaka memainkan moncong bibirnya sengaja membusungkan dadanya ke atas meja, lalu mendekati Bim. Gampang, aku akan bilang kalau aku diperkosa waktu kecil atau aku jatuh hingga keperawananku hilang. Beres kan ? Bim tersenyum. Perempuan cerdas walaupun jawabannya menampakan sisi keculasan nya. Tapi toh ia sudah jatuh cinta padanya. Kadung. Jadi itu ya alasanmu hingga kau tak pernah menyentuhku lebih dari sekedar kissing. Kau pikir ada alasan lain ? Bisa jadi. Misalnya ? Hmmmm misalnya impoten...mmmm...kau impoten ! Kau meragukan kejantananku ? Aku kan gak mau membeli kucing dalam karung, Bim. Sama seperti calon pengantin di negara maju, harus punya surat keterangan bebas penyakit menular, wajar lah kalau akupun minta surat keterangan tidak impoten dari kamu ! Bim diam. Wanita ini punya nyali besar, itu semua orang tahu. Namun tak pernah menduga kalau akan sekuat ini nyalinya. Ini emang jama modern. Jaman edan, yen ora edan ora kumanan. Begitulah kata Ronggowarsito dalam serat Kalatidha-nya.
Mari kita lakukan ! Bim menggamit lengan Sisca meninggalkan kafe. Dari tengah kota mereka meluncur menuju rumah Bim di kawasan selatan Surabaya. Mobil merekapun meluncur, mulai dari Jalan Raya Darmo lalu jalan A. Yani.
Baiklah kita sudah sampai Sis. Bisik Bim dengan suara bergetar ketika mereka sudah sampai di kamar. Sisca duduk dengan tenang memandang sekeliling kamar dan tersenyum simpul. Sementara Bim berdiri memandang Sisca, termangu. Lututnya gemetar. Benarkah ini yang kau inginkan, Sis ? Sisca tak menjawab, ia hanya tersenyum memandang kedua bola mata Bim yang grogi. Ia pasti diam-diam menghanyutkan, batinnya. Bagaimana jiga aku memintamu untuk ke luar kamar dulu, dan akan kupanggil ketika aku sudah siap ? Bukankah akan lebih indah jika aku tetap di sini ? Aku tak bisa, Sis. Ini yang pertama bagiku ! Sama, aku juga. Tapi aku tidak grogi Ayolah..ke luar sebentar ya...!! Dengan enggan Sisca melangkahkan kakinya ke luar kamar. Kepalanya sudah dipenuhi bayangan apa yang akan terjadi detik-detik selanjutnya. Pertama kali...ya..pertama kali.. Namu ia harus menunggu di luar pintu kamar. Lima menit, sepuluh, limabelas, setengah jam ! Ini sungguh waktu yang tak pantas. Lantas Sisca menerobos masuk ke kamar yang tak dikunci dengan rasa ingin tahu. Nampak Bim terduduk di pinggiran kasur dengan tubuh hanya dibalut segitiga putih. Lunglai ! Ia menatap hampa, kosong pada Sisca.
Aku ingin penjelasan Bim ! Suara Sisca begitu dingin. Lebih dingin dari udara kamar yang dipenuhi dingin Ac.
Maafkan aku, Sis. Aku tak bisa ! Hanya itu. Lalu hening. Sisca membelai rambut Bim dengan senyum yang justru kian mengiris perasaan Bim. Diacaknya ramput pria gagah itu seperti ibu yang menjumpai anaknya mengutil uang di laci. Tak apa apa Bim. Ini adalah surat keterangan jantan yang kutunggu itu. Dengan demikian aku tak akan pernah menyesal.
Sisca melesat ke garasi. Mobil itu pun menderu meninggalkan Bim yang tetap saja terkapar untuk perang yang tak pernah terjadi.
Sby tengah malam, pada suatu ketika.
|
Disarankan: 0
 |
| |
iestea Selasa, 25 November 2008 @ 10:00 WIB
 (Reply)
bunda... orang seperti abimanyu saat ini sangat jarang sekali deh.. biasanya mereka pasti langsung sambar tanpa mikir dua atau tiga kali, bahkan ngga mikir sama sekali hehehe..  << sok tau
 |
 |
| |
 |
sastrawiguna Rabu, 26 November 2008 @ 06:12 WIB
ya ies.... kenapa abimanyu tidak begitu..?? karena dia impoten....xixixixixi.... tatiaaaaaan deh...
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
bisot abi-manyun Selasa, 25 November 2008 @ 10:48 WIB
 (Reply)
teteeep semangaat saat sebuah cerpen membuat pembacanya merasakan sebuah pengalaman baru, apapun itu, thats worthit for celebrate
gw ngomong apa sih??? huehehehe
lanjut teh
 |
 |
| |
 |
sastrawiguna Rabu, 26 November 2008 @ 06:15 WIB
bisot abi-manyun ? huwaaaaahahaha.....yang ini jantan...(sepertinya)
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
frank Selasa, 25 November 2008 @ 20:53 WIB
 (Reply)
subhanallah... sungguh....aku harus meniru hauahuahaua
 |
 |
| |
 |
sastrawiguna Rabu, 26 November 2008 @ 06:16 WIB
kalau betul2 niatnya tulus, boleh ditiru... tapi kalau lantaran sebetulnya dia impot ???
mau gitu frank...??
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
mhimi Selasa, 25 November 2008 @ 21:42 WIB
 (Reply)
abi manyu, kenapa ngga bisa ngelanjutin perangnya..? ngga jelas bunda, atau emang disengaja.?hehe... coba bayangin kalau semua cewek seperti sisca yang minta surat keterangan jantan sebelom merried, siapa yang untung dan diuntungin yah..
 |
 |
| |
 |
sastrawiguna Rabu, 26 November 2008 @ 06:18 WIB
emang enak mhi yang samar samar..itu.. pilih saja terserah mhimi : dia emang tidak mau atau tidak mampu...???
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
kidungjingga Rabu, 26 November 2008 @ 13:39 WIB
 (Reply)
jadi ini bund yang semalem ituuhhhh....? heheh... jadi gimana nih bund? serius musti di test dulu? hahah..
 |
 |
| |
 |
sastrawiguna Rabu, 26 November 2008 @ 15:35 WIB
perlu dunk.... gimana kalau pa dokter aja yang test...
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
riu_aj Rabu, 26 November 2008 @ 14:35 WIB
 (Reply)
gw pengen kesby nih...dah lama nggak maen ksn
 |
 |
| |
 |
sastrawiguna Kamis, 27 November 2008 @ 05:41 WIB
ayook ke surabaya....kan deket dari tempat kamu riu..?
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
ja_ro_ni_pon Kamis, 27 November 2008 @ 15:53 WIB
 (Reply)
ihihi.. samar-samar,, jadi tidak mau atau tidak mampu nih bund^^
wikikiik,, jd malu[:i] lho?
 |
 |
| |
 |
bunda Rabu, 3 Desember 2008 @ 06:26 WIB
nah itu dia...cup..!! tergantung ncup aja .... bisa tidak mau..lantaran bla bla...? bisa juga tidak mampu lantaran bla bla bla..? masing2 ada alasana cup....mangga wilujeng..ngadamel serat keterangan mampu ...xixixixi
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
haerulsohib Minggu, 30 November 2008 @ 13:56 WIB
 (Reply)
abimanyu mesti berguru ama "makerot", atau menjalankan terapi dari dr. boyke...heheheheheh...
 |
 |
| |
 |
bunda Rabu, 3 Desember 2008 @ 06:28 WIB
boleh juga rul.... saya rekomendasikan....tapi masa ya sech...orang sekaliber abimanyoe gak tau makerot atau dr boyke..?
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
harry_zoe Minggu, 30 November 2008 @ 16:06 WIB
 (Reply)
hmm.......meski begitu dunia kan belum berakhir bim.... pernikahan gak harus dibuktikan dengan seks...tapi kasih sayang, pengertian dan saling mendukung each other. salam buat bim,meski itu sulit tapi perlu jiwa besar sisca untuk memahami dan mendampinginya.sanggup?
 |
 |
| |
 |
sohib nya bim Rabu, 3 Desember 2008 @ 06:33 WIB
sepakat harry..!!
jadi gimana sis...sanggupkah...?
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
edy Senin, 1 Desember 2008 @ 01:20 WIB
 (Reply)
wah, cerpen 17 thn ke atas ya .... yang balita dilarang baca. gimana kabarnya mbak ? sehat-sehat saja kan ? amin.
 |
 |
| |
 |
sastrawiguna Rabu, 3 Desember 2008 @ 06:35 WIB
alhamdulillah....saya sehat mas... semoga mas edy sekeluarga juga sehat dan bahagia..amiin
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
hebdra Senin, 1 Desember 2008 @ 09:31 WIB
 (Reply)
whehehehe baru sempat baca neh teh, whihihihi, abdi mah teu gaduh surat keterangan, tapi pada suatu waktu yang pernah ditentukan aku pernah dimintai tanggung janab wxixixixi, jaman kuli d bdg upsssss..
 |
 |
| |
 |
teteh Rabu, 3 Desember 2008 @ 06:37 WIB
gubraaaaaaaxxxx..... sharing euy.....kayaknya cerita menarik....diminta pertanggungjawaban...? wakakakaksss....
jadi ya ke garut ....?
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
iestea Senin, 1 Desember 2008 @ 14:29 WIB
 (Reply)
ups.. aku salah mengartikan bunda
 |
 |
| |
 |
bunda Rabu, 3 Desember 2008 @ 06:39 WIB
xixixi....kita kan masih belum ngerti yang beginian ies....ini mah urusan orang ddewasa....
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
biyan Selasa, 2 Desember 2008 @ 14:14 WIB
 (Reply)
lama gak ketemu . . . . .. . . . . . . [:d]
 |
 |
| |
 |
bunda Rabu, 3 Desember 2008 @ 06:41 WIB
ya...long time no c... gimana kabar biyan..?
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
lieverd Rabu, 3 Desember 2008 @ 00:31 WIB
 (Reply)
ups aku gak tau harus berawal dari mana ?? asing kah aku ??
lieverd [:i] kalo sisca minta keterangan dari aku  gak nolak lagi tuh pasti wakakakakaka
ada yah yg gitu??? aah gak tau aaah jadi mau ...waaaak aka ak ak eh malu deh 
ik miss je lieverd
 |
 |
| |
 |
ich Rabu, 3 Desember 2008 @ 06:54 WIB
ich vermisse dich..sweetie.... wird, wenn ich sehe, sie...? so weit weg von mir.... sie ist alles ich wurde alles tun fur sie gluck, ..einschlieblich ihr schutzengel.....wakkkkss...bukan gombal...??
|
| |
|
|
 |
 |
 |
|
|
|
|
Created on:
Sabtu, 22 September 2007 @ 20:59 WIB |
|
|