|
||
Novel Yin Galema
Selasa, 16 Juni 2009 @ 16:29 WIB - Diari
Tahun 1630 Pada usia 9 tahun, Yin Galema diculik oleh ayahnya sendiri, Panglima Gu Shu,dari istana Manchu Peking, Setelah ibunya dihukum mati oleh Kaisar Ch’ing.Bersama ayahnya, Yin Galema mengikuti armada pelayaran pencari kayu garu dikepulauan seputar Asia Tenggara. setahun kemudian, berlabuhlah kapalnya di Kepulauan Belitong. Mulailah Yin Galema menjalani masa kanak-kanak mereka dilingkungan kerajaan Balok dibawah pimpinan Raja Balok Cakraningrat I (1616-1661) hingga beranjak dewasa.tradisi Balok pun telah mengubahnya menjadi sosok wanita Melayu sejati, meski dia tetaplah Putri Tiongkok yang keras kepala.Namun bersamaan dengan hadirnya armada-armada VOC diwilayah perairan Belitong, ketenangan kerajaan Balok pun terusik.Tak hanya stabilitas politik yang tengah terancam, kehidupan pribadi Yin Galema mengalami gonjang-ganjing.Ayahnya pergi meninggalkannya tanpa jejak sementara putra mahkota pangeran mending tiba-tiba melamar dirinya untuk menjadi permaisurinya. padahal sang Pangeran sudah bertunangan dengan Dayang Rindit, Sahabat Yin Galema sedari kecil. Yin Galema sendiri telah menjatuhkan hatinya pada Kanda Badau, Putra Selir Raja Balok yang dirahasiakan kehidupannya. Dan masalahnya kian rumit ketika Putri Bungsu Raja menuduh Yin Galema Merebut Tahta Raja. Akankah Yin Galema benci akan aroma kekuasaan kembali menggulang takdir naas ibunya, yang tewas ditangan Kaisar ? Akankah hubungan dengan Kanda Badau menjadi awal petaka bagi kehidupannya ? www.yingalema.com |
Disarankan: 0
| Komentar: 0 | Beri Komentar | Recommen | Print |
Catatan Melati bagian 6
Senin, 1 Desember 2008 @ 16:33 WIB - Diari
|
Lembar demi lembar Aku buka majalah design sambil sekali-kali menghirup kopi panas diluar dari balik jendela kaca orang-orang sudah lalu lalang mesti masih gerimis, tiba-tiba sepasang dekapan tangan lembut menutup mataku, Aku mengenal tangan ini.“ Hel kebiasaan mu menutup mataku secara diam-diam“ Helena tertawa sambil terus menutup mataku dengan tanganya .“Mas Rangga. Sudah berapa lama kita bersahabat.“ .“Delapan tahun, tapi kenapa kamu tanyakan itu.“ .Aku hanya ingin tahu aja dan tolong mas Rangga jawab Apakah mas Rangga suka sama Aku“ walau Helena melontarkan pertanyaan itu sambil tertawa, namun kalimat itu membuatku deg-degan di campur bingung. .“Hel bukanya kamu sudah punya Robi, dan tidak selayaknya kamu lontarkan kalimat itu, kamu tahukan Robi sahabatku Hel dan Aku tidak mau menjadi pagar makan tanaman.merampas dirimu dari sisi Robi“ .“Mas Robikan jauh di Kalimantan, mana tahu jika aku pacaran dengan Mas Rangga, Helena pun terus tertawa. Robi tunangan Helena sedang menjalankan ikatan dinas Sebagai dokter pagawai tidak tetap di salah satu desa terpencil di Kalimantan. .“Tetap tidak bisa Hel dan kamu sudah menjadi Adek ku dan tolong buka tanganmu ini biarkan aku melihat lagi“. .“Tapi mas harus janji dulu baru aku lepaskan tanganku ini.“ jawab helena dengan manja .“Ok Apa janjiku padamu Hel.“ .“Mas Rangga harus punya pacar.“ .“Iya tapi tidak denganmu Hel.“ Helena tertawa .“Mas Rangga didepan mas ini ada sahabat karibku, Mas harus kenalan dengan wanita cantik ini. siapa tahu bisa jadi pacar mas. .“Hel apaan sih .“ Sanggah wanita yang ada didepanku, kemudian Helena membuka mataku dari tanganya yang lembut. Mata indah dengan wajah yang bundar dibalut jilbab putih yang bersih sungguh wanita yang anggun, berada didepan pandanganku. .“Mas Rangga perkenalkan ini Melati kami dulu satu kelas waktu kuliah di Akbid kini melati bekerja di rumah sakit ini.“ Ya Allah, sosok wanita yang menabraku yang beberapa menit lalu aku bayangkan kini berada didepanku, Sungguh pemandangan yang sangat indah, tanganku gemetaran majalah yang ada didepanku tanpa terasa aku remes .“Mas itu majalahnya kok diremas“ sambil tertawa Helana memandangiku, Aku pun salah tingkah. Ya majalah design tadi remuk di tanganku hatiku deg-deg an bagai arus listrik mengalir ketanganku tampa terasa tanganku beraksi secara respek meremas majalah. Melati dan Helana tertawa, gigi Melati yang putihpun terlihat dengan indah. bersambung |
Disarankan: 0
| Komentar: 2 (Lihat) | Beri Komentar | Recommen | Print |
Catatan Melati Bagian 5
Rabu, 5 November 2008 @ 10:50 WIB - Diari
|
Koridor Rumah sakit nanpak disore hari ini, diluar hujan mulai reda, tinggal butiran-butiran gerimis namum belum bisa membuat orang-orang untuk beranjak keluar dari koridor ini. sebagian ada yang berdiri menatap keluar memandangi butiran-butiran gerimis hujan, sebagian lagi ada yang duduk di kursi, Aku kedingian bajuku basah akibat lari dari Mobil Bus tadi menuju koridor di tengah guyuran hujan, Kakiku kulangkahkan menuju kantin dimana Aku janjian dengan Helena untuk bertemu. eeemm Aku pikir akan lebih baik minum secankir kopi hangat buat menghangatkan tubuh ini mungkin akan terasa enak di sore ini sambil menunggu Helena.“ Gedubrak“...air mineral botolan jatuh kelantai setelah aku rasakan ada yang meyenggolku.“ Maaf mas enggak sengaja“ sambil memunguti botol mineral, seorang gadis dengan jilbab putih dan mata yang bundar tergesa-gesa bangkit lalu pergi. Aku hanya bengong melihat kejadian sesaat tadi. Kopi ini sedikit mengusir dingin dari tubuhku, belum ada tanda-tanda Helena datang sedangkan telepon gengamku batrenya habis tidak bisa menghubungi Helena, Selintas bayangan wanita tadi hadir didepanku. Mata yang indah dan paras yang ayu di balut jilbab. Siapa wanita itu apakah Aku terpikat ya.“Majalah Pak“ seorang laki-laki setengah baya menawarkan majalah dari tumpukan ditangannya, nampak terlihat salah satu majalah design yang penuh dengan gambar. Ini sangat menarik.“ berapa satu Pak“ lalu majalah diletakan didepanku di atas meja.“ yang mana Pak“ laki-laki itu balik bertanya kubuka lembar-demi lembar majalah tersebut banyak gambar dengan teknik grafis wood cut karya perupa Mansyur.Wood cut adalah teknik cukilan kayu yang digambar dengan cara memahat diatas kayu kemudian dioleskan dengan cat lalu letakan di atas kampas, sehingga hasil goresan pahatan tersebut berbentuk garis-garis yang membentuk gambar sesuai dengan goresan pahatan kayu tadi, karya ini dinamakan grafis murni. Dibenua eropa teknik cukilan kayu ini begitu dikenal sedangkan di Indonesia sendiri teknik membuat lukisan seperti ini jarang ditemukan. .“Saya beli yang ini Pak.“ .“Harganya 30 Ribu.“ Kagak bisa kurang pak.“ Aku balik bertanya dan menawar harga.“Bukankah Edisi majalah ini sudah lama.“ Bapak penjual itu senyum-senyum .“Ok deh 25 ribu ya Pak, soalnya majalah ini jarang di jumpai dan di beli orang, nah, Bapak begitu memahami majalah design ini jadi saya kasih diskon khusus hanya buat bapak.“Akupun senyum dan membayar uang itu kepada sang bapak penjual majalah. Bersambung |
Disarankan: 0
| Komentar: 1 (Lihat) | Beri Komentar | Recommen | Print |
My Blog
- novel yin galema
- catatan melati bagian 6
- catatan melati bagian 5
- catatan melati bagian 4
- catatan melatih bagian 3
Pengunjung
Total Pengunjung: 213Favorites
Komentar
Created on:
Rabu, 30 Juni 2004 @ 12:26 WIB
Rabu, 30 Juni 2004 @ 12:26 WIB


Tahun 1630 Pada usia 9 tahun, Yin Galema diculik oleh ayahnya sendiri, Panglima Gu Shu,dari istana Manchu Peking, Setelah ibunya dihukum mati oleh Kaisar Ch’ing.Bersama ayahnya, Yin Galema mengikuti armada pelayaran pencari kayu garu dikepulauan seputar Asia Tenggara. setahun kemudian, berlabuhlah kapalnya di Kepulauan Belitong. Mulailah Yin Galema menjalani masa kanak-kanak mereka dilingkungan kerajaan Balok dibawah pimpinan Raja Balok Cakraningrat I (1616-1661) hingga beranjak dewasa.tradisi Balok pun telah mengubahnya menjadi sosok wanita Melayu sejati, meski dia tetaplah Putri Tiongkok yang keras kepala.