Laksmana Di Laut
http://smartkiagus.bloggaul.com
Laksmana Di Laut

Di erah Transisi memasuki komunikasi visual sekarang ini manusia nyaris tanpa ruang gerak...Diam tapi bebas menjelajah ke penjuru pelosok dunia laksana angin bergerak berhembus tanpa hambatan Itulah dunia Cyber...


PENGUMUMAN:
Mind Mapping - cara baru untuk ngeBlog!
 

Catatan Melatih bagian 3

Selasa, 26 Agustus 2008 @ 17:32 WIB - Diari


Mata ini terasa berat dan rasanya ingin segera tidur, banyak sekali tugas hari ini yang harus Aku kerjakan, seharian mendesign foster untuk persiapan ulang tahun perusahanku dan baru saja selesai Aku kerjakan itu juga setelah molor dari dead line, jika komputer ini bisa berbicara maka ia akan mengejekku, sebab atasanku, Ibu Jullay sedikit ngomel lantaran kerjaanku seperti terburu-buru tapi walau gimana dia senang dan mengangumi hasil karyaku, memang belakangan ini Aku tidak mud untuk mendesign sesuatu. Insprirasiku seakan tersumbat. Jika sudah begini seharusnya Aku mesti sejenak keluar kantor menikmati secankir kopi hangat dikantin,“Eh...Rangga termenung aja ..ada telepon buatmu tuh..“ Alvin teman satu kantor dan satu profesi denganku memanggilku sambil menepuk bahuku,“ dari siapa?,“
“Ya mungkin dari pacarmu,“
“Bercanda kamu Vin, Rangga mana punya pacar, paling-paling tagihan kartu keridit“ sanggah Lisa yang lagi asik mendesign dengan photoshop, namun kupingnya mendenger. Aku hanya tersenyum sambil meraih gagang telpon,“ hallo,“
“Rangga“ dari seberang telepon sepertinya suara wanita yang sangat Aku kenal
“ya, Saya Rangga, ini siapa?“
“Saya Helena bisa gak sore ini kita ketemu“ Helena adalah sahabat lamaku dia lagi menyelesaikan pendidikan spesialis dokter kandungan. Sebelumnya helena pernah bekerja di salah satu rumah sakit Diva ibu dan anak.
“ Kira-kira ada perlu apa Hel“
“Aku butuh masukan ide kreatifmu tentang design logo buat acara seminar sehari kesehatan ibu dan anak, plaese bantu aku dong“ suara Helena sangat manja, jika tidak kuat hati maka akan terhanyut terbuai oleh kemanjaan Helena.
“Udah, Rangga temuin aja siapa tahu nanti, bisa jadi pacarmu“ sanggah lusi rupanya dia tahu Aku sedang, bicara dengan seorang wanita, Aku hanya tersenyum nyigir kepada Lusi. Lalu aku lanjutkan omongan dengan Helena
“ Iya Hel, sehabis pulang kantor Aku ke kampusmu“
“ Jangan bohong ya,.Aku tunggu lho“
“ Mana bisa Aku menolak lagian Aku pasti kamu traktirkan“ Candaku pada Helena
“ Siap Pak Rangga Aku akan traktirmu, Aku tunggu jam 7 malam depan kantin kampusku ya“
“ Ok hel tapi jangan pangil Aku Bapak“, dari seberang seakan Helena tertawa, kemudian gagang telepon aku tutup, Alvin dan Lusi hanya tersenyum-senyum memandangku.
Pintu ruangan terbuka Ibu Jullay tergesa-gesa menghampiriku sambil membawa gulungan kertas, Alvin dan Lusi kembali menghadap komputer , mereka tahu apa yang bakalan terjadi,
“Rangga, ada sedikit yang harus kamu revisi tentang foster ini warna logo dengan beckground ini kelihatan tidak kontras, ketika dicetak maka warnanya berubah“ sambil bicara Ibu Jullay membentangkan gulungan kertas diatas meja, Aku melihat warna yang telah berubah tidak sama ketika berada di layar komputer, ini disebabkan oleh warna visual komputer terdiri dari tiga warna yaitu Red, Green, Blue, disingkat dengan RGB. sedangkan hasil printing atau cetak telah mengalami perubahan distorsi yang terdiri dari, Cran, Megeta, Yellow dan Black. Yang disingkat CMYK. Jadi warna kuning diposter yang sudah dicetak tidak akan sama dengan yang ada di visual komputer.“Sebaiknya warna kuning ini kita ganti dengan warna lain yang disesuikan tema ulang tahun perusahan kita“ sambil berkata demikan kening Ibu Jullay sedikit mengkerut, seakan sejenak berpikir menimbang warna apa yang cocok.
“bagaimana jika warna merah, bukankah sesuai dengan moto kita, yang kembali berjuang meningkatkan reting penonton menjadi perusahan televisi nomor satu ditanah air ini“
Sejenak ibu jullay diam sambil mengamati foster. “Ok Rangga, saya setuju dengan pilosofimu warna merah yaitu berarti berani untuk terus maju berjuang, dan sore ini, revisi foster sudah berada di meja ruangan Saya, sebab besok harus segera kita sebarkan untuk promo ulang tahun.“
“ Baik Ibu..“
Sesaat setelah itu, Ibu Jullay pergi, Alvin dan Lusi kembali lagi memandangku raut wajah mereka seakan senang melihat keadaanku untuk merevisi foster, Lusi pun menyindir
“ Kayaknya kagak jadi ketemu sama sang juita nih, gara-gara revisi foster.“
“ Untuk foster bukan halangan dong, buat ketemu wanita, bukankah begitu Pak Rangga“
“Atur aja Vin.“ Sambil tersenyum kulontarkan kata tersebut.
Mereka berdua sahabat dan teman kantor yang baik selalu menghibur dan memotifasiku sealagi aku dalam keadaan yang ruetdalam berpikir, lalu Aku coba untuk konsentrasi, lagi memacu otak kreatifku yang mulai beraksi lagi dan tanganku replek dengan mouse menjalankan program photoshop.

Bersambung


Disarankan: 0
  Komentar: 0 | Beri Komentar    Recommen | Print
Kembali Ke Atas