|
||
Catatan Melati Bagian 5
Rabu, 5 November 2008 @ 10:50 WIB - Diari
|
Koridor Rumah sakit nanpak disore hari ini, diluar hujan mulai reda, tinggal butiran-butiran gerimis namum belum bisa membuat orang-orang untuk beranjak keluar dari koridor ini. sebagian ada yang berdiri menatap keluar memandangi butiran-butiran gerimis hujan, sebagian lagi ada yang duduk di kursi, Aku kedingian bajuku basah akibat lari dari Mobil Bus tadi menuju koridor di tengah guyuran hujan, Kakiku kulangkahkan menuju kantin dimana Aku janjian dengan Helena untuk bertemu. eeemm Aku pikir akan lebih baik minum secankir kopi hangat buat menghangatkan tubuh ini mungkin akan terasa enak di sore ini sambil menunggu Helena.“ Gedubrak“...air mineral botolan jatuh kelantai setelah aku rasakan ada yang meyenggolku.“ Maaf mas enggak sengaja“ sambil memunguti botol mineral, seorang gadis dengan jilbab putih dan mata yang bundar tergesa-gesa bangkit lalu pergi. Aku hanya bengong melihat kejadian sesaat tadi. Kopi ini sedikit mengusir dingin dari tubuhku, belum ada tanda-tanda Helena datang sedangkan telepon gengamku batrenya habis tidak bisa menghubungi Helena, Selintas bayangan wanita tadi hadir didepanku. Mata yang indah dan paras yang ayu di balut jilbab. Siapa wanita itu apakah Aku terpikat ya.“Majalah Pak“ seorang laki-laki setengah baya menawarkan majalah dari tumpukan ditangannya, nampak terlihat salah satu majalah design yang penuh dengan gambar. Ini sangat menarik.“ berapa satu Pak“ lalu majalah diletakan didepanku di atas meja.“ yang mana Pak“ laki-laki itu balik bertanya kubuka lembar-demi lembar majalah tersebut banyak gambar dengan teknik grafis wood cut karya perupa Mansyur.Wood cut adalah teknik cukilan kayu yang digambar dengan cara memahat diatas kayu kemudian dioleskan dengan cat lalu letakan di atas kampas, sehingga hasil goresan pahatan tersebut berbentuk garis-garis yang membentuk gambar sesuai dengan goresan pahatan kayu tadi, karya ini dinamakan grafis murni. Dibenua eropa teknik cukilan kayu ini begitu dikenal sedangkan di Indonesia sendiri teknik membuat lukisan seperti ini jarang ditemukan. .“Saya beli yang ini Pak.“ .“Harganya 30 Ribu.“ Kagak bisa kurang pak.“ Aku balik bertanya dan menawar harga.“Bukankah Edisi majalah ini sudah lama.“ Bapak penjual itu senyum-senyum .“Ok deh 25 ribu ya Pak, soalnya majalah ini jarang di jumpai dan di beli orang, nah, Bapak begitu memahami majalah design ini jadi saya kasih diskon khusus hanya buat bapak.“Akupun senyum dan membayar uang itu kepada sang bapak penjual majalah. Bersambung |
Disarankan: 0
| Komentar: 1 (Lihat) | Beri Komentar | Recommen | Print |
|
rawinaw Rabu, 5 November 2008 @ 12:04 WIB
 (Reply)
wah wah ... nunggu deh sambungannya
|
|||||||||||
My Blog
- catatan melati bagian 6
- novel yin galema
- catatan melati bagian 5
- catatan melati bagian 4
- catatan melatih bagian 3
Pengunjung
Total Pengunjung: 209Favorites
Komentar
Created on:
Rabu, 30 Juni 2004 @ 12:26 WIB
Rabu, 30 Juni 2004 @ 12:26 WIB

