HOME BLOG
   
  ~DARI MIKA DISURGA~
http://sugarpie_punya_mika.bloggaul.com
Login | Belum terdaftar? | Lupa password?  
   
   

PENGUMUMAN:
BlogGaul mau berubah ...
 
Senin, 7 Juli 2008 @ 22:29 WIB - Diari


Ya, Mika... Tenang saja, aku baik-baik saja.
Dia menjagaku, dia tidak menyakitiku, dia mencintaiku...

Cincin darimu masih ada dijari manisku.
Dia yang memintanya.
Karena aku bukanlah aku tanpamu.

Kamu memberiku ketulusan.
Kamu memberiku kepercayaan.
Kamu memberiku... cinta...

Maka jadilah aku...

Dia mencintaiku dan menghormati masa laluku.
Dia menghormatimu, Mika...
Karena itulah aku mencintainya...

Aku yakin kamu sedang tersenyum disurga sana, Mika...
Karena apa lagi yang lebih baik dari seorang laki-laki yang mencintaiku dan menghormatimu?
Aku beruntung memilikinya...

Dan aku beruntung karena pernah memilikimu.

Terima kasih, Mika...

Terima kasih...
Ray...


Disarankan: 0
  Komentar: 14 (Lihat) | Beri Komentar    Recommen | Print



Selasa, 6 Mei 2008 @ 11:42 WIB - Diari


Aku merindukanmu, Mika.
Setiap hari...
Setiap jam...
Setiap menit...
Setiap detik...
Setiap saat...
Selalu...

Aku mencintaimu...
Bahkan ketika aku mengingat kenangan yang menyebalkan tentangmu...
"Kamu bolos lagi, Sugar... Aku tidak suka..."
"Berhenti mencoba melompat, Sugar... Aku tidak suka..."
"Jangan coba pakai lipstik, Sugar... Aku tidak suka..."

Ya, semua kenangan menyebalkan itu, Mika...
Tapi aku mencintaimu...
Sungguh...
Tidak pernah ragu...
Selalu...

Aku milikmu...
Setiap nafas yang kumiliki...
Setiap suara yang kumiliki...
Setiap senyuman yang kumiliki...
Setiap tawa yang kumiliki...
Setiap kebahagiaan yang kumiliki...
Itu milikmu juga, Mika...
Semuanya...
Selalu...

Kamu juga milikku...
Kesempurnaanmu...
Kekuranganmu yang jarang sekali tampak...
Itu milikku...
Dan aku bahagia memilikimu...
Selalu...

Selalu...
Selalu...
Bahkan hari ini...
Ketika aku mengatakan, "Aku cinta padamu" kepada laki-laki itu.
Ketika aku membiarkan laki-laki itu mengatakan, "Aku milikmu".
Ketika aku dan laki-laki itu mengatakan, "Kami berbahagia bersama".
Aku tetap merindukanmu, mencintaimu dan memilikimu, Mika...
Selalu...
Selalu...
Dan selalu...

Karena seperti yang dulu pernah kamu katakan kepadaku...
"Kamu memiliki hati yang sangat besar, Sugar..."
...
Dan ternyata aku memang memilikinya, Mika...
Aku bisa merindukan laki-laki itu...
Aku bisa mencintai laki-laki itu...
Tanpa mengabaikanmu, Mika...
Aku masih memiliki ruang yang luas dihatiku untuk mencintaimu...
Selalu...
Selalu...
Selalu...

Tapi aku juga masih memiliki ruang yang luas dihatiku untuk mencintai laki-laki itu secara utuh...
Selalu...
Seperti aku mencintaimu...
Seperti aku mencintaimu...
Seperti aku mencintaimu...
Selalu...

Aku bahagia, Mika...
Aku tahu kamu juga begitu...
Karena selalu ada ruang untukmu dihatiku... Selalu... Untuk mencintai secara utuh...
Selalu...

Walau inilah saatnya aku mengatakan kepada laki-laki itu...
...
...
"Aku mencintaimu dengan utuh... Ray..."
"Selalu..."



(Untuk Mika di surga yang selalu mencintaiku secara utuh... "Cintaku akan selalu utuh padamu, Mika... apapun yang terjadi. Tidak ada yang bisa mengurangi... Karena kamu berada ditempat yang khusus dihatiku... Selalu...")




Disarankan: 0
  Komentar: 23 (Lihat) | Beri Komentar    Recommen | Print



Rabu, 2 April 2008 @ 00:36 WIB - Diari


Mika...
Dulu kamu selalu peluk aku erat-erat, sampai-sampai penyangga tulang belakangku tekan dada aku keras-keras.
Aku jadi tidak bisa nafas...
Kadang aku marah lalu pukul dada kamu keras-keras supaya kamu juga ikut tidak bisa nafas...

Tapi sekarang, Mika...
Saat kamu sudah tidak ada...
Waktu aku bersedih...
Waktu aku dapat nilai yang jelek dikelas...
Waktu aku kebanyakan minum dan muntahi diri sendiri...
Waktu aku kelelahan sehabis latihan paduan suara...
Waktu aku mau es krim tapi tenggorokanku sakit...

Tidak ada yang lebih aku inginkan selain sebuah pelukan hangat yang membuatku tidak bisa nafas darimu, Mika...


Disarankan: 0
  Komentar: 7 (Lihat) | Beri Komentar    Recommen | Print



Jumat, 22 February 2008 @ 22:54 WIB - Diari


Mika...
Apa kabarmu malam ini?

Aku ingin bercerita... Lagi. Seperti biasanya.

Hari ini aku masuk kuliah. Untuk pertama kalinya.
Aku tidak bolos seperti yang kamu minta. Dan aku juga tidak takut.
Aku pakai baju merah. Masih baru. Dan baunya masih seperti toko.
Sepatuku juga merah, seperti milik Dorothy.
Iya... seperti Dorothy, Mika! Betul-betul mirip. Aku yakin, kamu akan mengira aku meminjam dari Dorothy jika melihatnya.

Aku tidak mengenal siapapun, Mika...
Tapi aku tetap tersenyum seperti yang kamu minta.

Aku suka bangunan sekolahnya... Maksudku, bangunan kampusnya...
Warnanya coklat muda dan pagarnya rendah. Aku senang bisa berdiri dibalik pagar, tapi tetap bisa melihat mobil-mobil yang melintas...
Beberapa ada yang berwarna hitam... Seperti mobil ayahmu.
Kamu ingat, kan mobil itu yang hampir menabrakku?
Itu lucu sekali, Mika... Aku selalu tertawa jika mengingatnya.

Ah, tapi bukan itu yang ingin kuceritakan padamu malam ini, Mika...
Aku suka bangunan kampusnya, seperti kubilang tadi.
Aku juga suka toiletnya. Warna temboknya coklat muda. Lantainya berwarna putih.
Dan yang paling hebat, ada cerminnya! Cerminnya besar, tidak ada bingkainya. Aku jadi suka lihat wajahku lama-lama.

Iya, Mika...
Aku suka wajahku...
Jangan tertawakan aku, ya? Karena belakangan ini aku mudah merasa malu...

Aku sudah lepas kaca mataku. Sekarang digantikan lensa kontak. Warnanya coklat, seperti warna mata asliku.
(Iya, tentu saja aku ingat. Warna matamu juga coklat. Betul, kan Mika?)

Hari ini aku sudah bercermin sebanyak 3 kali, Mika...
Seharusnya jadi 4 kali jika saja aku tidak bertemu 'dia'.
Ya... dia...
Dia kakak kelasku yang selalu benci aku.
Kamu ingat, kan? Dia adalah anak perempuan yang kamu bilang nakal karena pakai rok yang sangat ketat sampai celana dalamnya kelihatan?

Sebenarnya aku takut sekali padanya, Mika... Tapi kamu selalu bilang, "Jangan".
Jadi tadi aku menatap matanya. Menegakkan badanku. Lalu tersenyum...
Aku menunggunya membalas... Tapi dia tidak.
Dia menatapku dan bertanya apa mauku.
Aku bilang aku ingin pipis...
(Ya, aku tahu itu bohong, Mika... Tapi aku malu jika harus mengakui aku suka melihat wajahku lama-lama....)

Lalu dia bilang aku tidak boleh.
Harusnya aku menurut karena dia memiliki alasan.
Tapi aku tidak suka alasannya, Mika...
Dia bilang aku tidak boleh pipis karena aku pacar kamu...
Dia bilang aku sudah tertulari kamu dan aku bisa menulari semua orang jika aku pipis disini...

Aku ingin melawan, Mika...
Karena aku tahu dia tidak benar. Aku sangat tahu itu. Karena kamu selalu ajarkan aku tentang penyakitmu, iya kan?
Jadi aku bilang padanya, "Kamu salah!"
Tapi dia tertawa...
Tertawa...
Tertawa dan terus tertawa...

Hingga aku mulai berpikir untuk ikut tertawa...
Karena dia tidak mungkin mengatakan alasan bodoh itu, iya kan Mika?
Dia pasti bercanda...
Dia pasti sedang menggodaku...

Karena aku melihat ada tanda palang merah yang besar dikemejanya...


Ps:
Surat ini untuk menggantikan kehadiranmu dihari pertama kuliahku, Mika.
Aku harap kamu cukup sehat untuk membacanya. Seperti ketika kamu membaca semua suratku sebelumnya.
Oh, ya... aku tahu kemarin aku bilang aku benci kamu. Tapi aku bohong.
Kamu selalu jadi pahlawanku...
Petarung AIDS sejatiku!

xoxo,
22 September 2004,

Indi.


Disarankan: 0
  Komentar: 17 (Lihat) | Beri Komentar    Recommen | Print