| |
|
|
|
 |
PIKUN KARENA HP ?
|
 |
 |
Selasa, 2 Desember 2008 @ 20:34 WIB - Komputer & Internet |
 |
| |
Beberapa waktu yang lalu berbincang-bincang dengan teman-teman, dalam perbincangan tersebut kita banyak omong-omong tentang masalah kesehatan. Mengenai dampak polusi, pemakaian obat dan lain sebagainyalah. Saat tertentu sampailah pembicaraan kita pada dampak apa saja yang terjadi pada saat pemakaian HP bagi kesehatan. Kita saat ini tidak pernah lepas dari pemakaian HP. Apa lagi sekarang HP tambah lama semakin murah dan terjangkau oleh daya beli masyarakat kita. Jadi HP sudah merupakan kebutuhan sehari-hari kita, melebihi kebutuhan kita untuk makan (mungkin ?), coba kita amati berapa kali kita menerima panggilan hp dalam sehari, 1 kali, 2 kali, atau bahkan lebih diatas 10 kali sehari ? setiap kita menerima panggilan seketika itu juga hp menempel lekat di telinga kita. Seberapa besarkah pengaruh gelombang radiasi yang dipancarkan oleh hp sewaktu kita menerima panggilan (atau mengirim panggilan) ? memang pernah saya membaca sebuah artikel bahwa pengaruh gelombang radiasi yang ditimbulkan hp tidaklah seberbahaya radiasi radioaktif. Tapi perlu juga dipertimbangkan sekecil apapun kalau mengenai secara terus menerus akan mengakibatkan gangguan. Pernah suatu ketika saya membaca sebuah artikel, pengukuran menggunakan alat sederhana yakni survey meter (begitu nama alat itu disebut dalam artikel tsb). Mungkin alat ini tidak cocok dan tidak valid untuk pengukuran radiasi yang timbul dari HP. Tetapi setidak-tidaknya dapat kita jadikan acuan bagaimana cara meminimalkan radiasi yang akan kita terima saat HP tersebut kita pakai. Pada saat HP tersebut aktif menerima panggilan, HP tersebut ditempelkan di survey meter (seperti halnya kalau kita tempelkan di telinga kita). Disini survey meter mencatat adanya paparan radiasi antara 5 Mili rem per jam bahkan ada yang sampai 80 Mili rem per jam. Ambang batas yang bisa diterima oleh masyarakat secara umum adalah 0,125 Mili rem per jamnya. Kemudian diulangi lagi tetapi antara pesawat HP tersebut diberi jarak kurang lebih 5 cm dari alat survey meter. Semakin jauh dari alat, semakin menurun dampak paparan radiasinya. Dari paparan artikel tersebut setidaknya kita tahu bagaimana seharusnya kita waspada mengenai hal tersebut. Mungkin salah satu cara kita memakai handsfree. Rekan saya yang berbincang dengan saya tadi adalah seorang dokter di Jakarta. Dia menyebutkan bukan tidak mungkin salah satu dampak pemakaian HP tersebut berakibat pada daya ingat kita yang menurun. Saya sempat termenung beberapa saat mendengar hal tersebut. Akhir-akhir ini memang saya sendiri mengalami hal tersebut. Saya adalah pengguna aktip HP, mungkin saja saya adalah salah satu yang terkena dampak radiasi tersebut. Yah, lepas dari benar atau tidak berita tersebut, sudah selayaknyalah kita waspada terhadap segala kemungkinan. Lebih baik kita mencegah daripada semuanya terlambat. Terserah kita bagaimana cara kita menanggulangi tersebut, tentunya kita punya cara masing-masing yang terbaik untuk kita lakukan. Terlebih lagi bagi anak-anak kita di rumah, dengan mudahnya tat tit tut tat tit tut bermain-maian asyik degan HP. Bukannya kita anti terhadap kemapanan tapi alangkah baiknya juga kemapanan tehnologi kita imbangi dengan kewaspadaan kita. Jangan sampai kita menjadi korban dari sebuah kemapanan, disemua bidang. Mari sama-sama kita saling mengingatkan, dimulai dari hal-hal yang sepele yang mungkin juga berdampak negatif bagi kita semua.
|
|
| |
|
|
| |
Disarankan: 0
|
|
 |
 |
 |
| |
 |
| |
harry_zoe Selasa, 2 Desember 2008 @ 22:17 WIB
 (Reply)
iya,,,,kan berhape bisa berdampak negatip...sebaiknya jangan pake hape...trus jangan lihat tipi jugak soalnya tipi juga beradiasi trus kendaraan tuh juga berdampak negatif karena ada polusinys....kembali ke jaman batu yuk
 |
 |
| |
 |
sultan_haidir Selasa, 2 Desember 2008 @ 22:34 WIB
setujuuu, sekalian kita pake koteka, he..he..he..
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
sastrawiguna Rabu, 3 Desember 2008 @ 07:13 WIB
 (Reply)
pasti lah....selalu ada dampak... positif dan atau negatif... tergantung kita nya ya mas sebagai user.....
 |
 |
| |
 |
sultan_haidir Rabu, 3 Desember 2008 @ 22:19 WIB
ya betul, tergantung kita, setuju.
|
| |
|
|
 |
 |
 |
|
|
 |
 |
 |
| Kembali Ke Atas |
| |
|
|
 |
MENGAPA HARUS PAJAK ?
|
 |
 |
Jumat, 21 November 2008 @ 20:16 WIB - Komputer & Internet |
 |
| |
Beberapa waktu yang lalu saya mengikuti pertemuan mengenai Kewajiban Membayar Pajak bagi karyawan swasta. Disana dijelaskan secara gamblang apa-apa dan bagaimana seluk-beluk pajak tersebut, batas minimal pendapatan berapa yang harus dikenai pajak dan form-form jenis apa saja yang digunakan sesuai dengan nilai pendapatannya. Misalnya pendapatan pertahun s/d rp 48 juta pertahun memakai form 1770SS, pendapatan diatasnya lagi menggunakan form 1770S, dan seterusnya. Termasuk jika kita mempunyai usaha sampingan di rumah, ada form lain lagi yang harus kita isi (penghasilan sampingan kita di rumah juga dikenai pajak, dengan platform tertentu). Perusahaan tiap bulan selalu memotong pendapatan kita dengan pajak (setelah gaji dipotong Pendapatan Tidak Kena Pajak), dan selama setahun si karyawan mendapat rekapan laporan tahunan pajak. Yang menjadi keheranan saya, tiap bulan sudah dipotong pajak, diteruskan disetorkan ke kantor pajak oleh perusahaan secara periodik, tapi mengapa si karyawan (dengan NPWP) masih ”DIWAJIBKAN” melaporkan (via pos) ke kantor pajak selambatnya per 31 maret tiap tahun. Jika kita terlambat melaporkan, kita dikenakan denda rp 100 ribu (kalau tidak salah nilainya segitu). Tidak memenuhi rasa keadilan (menurut saya) dijaman yang serba canggih ini, kok tidak dibuat sistem otomatis, sewaktu perusahaan menyetor pajak, langsung terecord online tanpa harus mengisi form lagi sebagai bahan pelaporan. Saya rasa dinas terkait harus tanggap terhadap keluhan semacam ini. Selalu menjadi pertanyaan besar dibenak saya, mengapa Indonesia dengan kekayaan alam yang begitu besar, gemah ripah loh jinawi, serasa kekurangan dana dalam mengelola negara tercinta ini, sampai-sampai harus memungut pajak dari masyarakat. Bukannya kita anti pajak, sebagai masyarakat tentu mengharap pungutan pajak yang seringan-ringannya, karena untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja kebanyakan masyarakat sudah ”gali lubang tutup lubang”. Mudah-mudahan dengan gerakan pemberantasan anti korupsi yang gencar dilakukan akan efektif menuai hasil. Dengan begitu akan banyak uang rakyat (hasil pungutan pajak) yang tepat sasaran penggunaannya, betul-betul dipakai untuk pembangunan. Disisi lain yang lebih penting lagi, pemerintah harus sungguh-sungguh dalam mengelola kekayaan alam ini, terutama hasil kayu hutan yang kita tahu beberapa waktu lalu ”dihabiskan” oleh ”tikus-tikus liar”. Sedih rasanya melihat berita di TV, kayu-kayu beromzet miliaran bahkan mungkin triliunan mengalir ke kantong-kantong segelintir oknum, mungkin sudah bertahun-tahun hal itu terjadi. Andai itu semua tidak pernah terjadi, mungkin dari sektor hasil hutan ini saja negara akan punya dana yang cukup, sehingga pajak untuk rakyat bisa ditekan seminimal mungkin bahkan nol. Belum lagi dari sumber daya alam yang lain. Sebagai masyarakat kecil tentunya sangat mengharap semoga tahun-tahun kedepan kesejahteraan masyarakat kecil akan semakin meningkat, mudah-mudahan, amin.
|
|
| |
|
|
| |
Disarankan: 0
|
|
 |
 |
 |
| |
 |
| |
cupz Minggu, 23 November 2008 @ 00:18 WIB
 (Reply)
amiin.. tp kenyataanñya smpe skrg pajak jd penyumbang terbesar apbn.brrti emg dr sektor ini slm ini jalanya negara qt.smg ga ada yg bocor aja.smg jg sda yg ada bisa dikelola dgn baik spy bs nyumbang lbh byk lagi bwt memajukan bngsa ini.
soal spt tahunan yg msh hrs lapor tiap taun itu kan bukti kepercayaan pemerintah sama wajib pajakñya yg mempersilakan utk menghitung + menyetor sndiri pajakñya sesuai uu. jd ngga ada tekanan dr petugas pajak -ngehindarin 'permainan' petugas nakal- sesuai sistem pemungutan pajak indonesia yg disebut self assesmen.walopun utk karyawan pajakñya udah langsung dipotong sm bndhrwan kantor.
setidakñya qt jd tau brp pajak yg qt sumbang bwt negara sesuai penghasilan qt, dr ptkpnya sampai cara ngitungñya. semoga aja keikutsertaan qt mbangun negara lewat pajak ini tepat sasaran, bantu mensejahterakan rakyat...
|
|
 |
 |
 |
| |
haerulsohib Senin, 1 Desember 2008 @ 01:31 WIB
 (Reply)
seandainya zakat diberlakukan dengan profesional dan menurut tatanan dan tatacara yang sudah digariskan oleh hukum islam, mungkin negara ini akan maju pesat sehingga pajak tidak usah ada di negri ini, bukannya aku pro dengan hukum islam, tapi memang itu sudah terbukti di negara timur tengah, pajak di negeri ini sungguh "pincang".
|
|
 |
 |
 |
|
|
 |
 |
 |
| Kembali Ke Atas |
| |
|
|
 |
LUASNYA NERAKA
|
 |
 |
Senin, 17 November 2008 @ 22:47 WIB - Komputer & Internet |
 |
| |
YA ALLAH YA RAHMAN YA RAHIM Sesungguhnya kami tidak layak untuk menduduki syurgaMu YA ALLAH, namun tidak pula kami sanggup untuk ke nerakaMu YA ALLAH. Ampunilah dosa-dosa kami, terimalah taubat kami dan terimalah segala ibadah dan amalan kami dengan RAHMATMU YA ALLAH......AMIN..... Yazid Arraqqasyi dari Anas bin Malik ra. berkata: Jibrail datang kepada Nabi saw pada waktu yg ia tidak biasa datang dalam keadaan berubah mukanya, maka ditanya oleh nabi s.a.w.: 'Mengapa aku melihat kau berubah muka?' Jawabnya: 'Ya Muhammad, aku datang kepadamu di saat Allah menyuruh supaya dikobarkan penyalaan api neraka, maka tidak layak bagi orang yg mengetahui bahawa neraka Jahannam itu benar, dan siksa kubur itu benar, dan siksa Allah itu terbesar untuk bersuka-suka sebelum ia merasa aman dari padanya.' Lalu nabi s.a.w. bersabda: 'Ya Jibrail, jelaskan padaku sifat Jahannam.' Jawabnya: 'Ya. Ketika Allah menjadikan Jahannam, maka dinyalakan selama seribu tahun, sehingga merah, kemudian dilanjutkan seribu tahun sehingga putih, kemudian seribu tahun sehingga hitam, maka ia hitam gelap, tidak pernah padam nyala dan baranya. Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan terbuka sebesar lubang jarum niscaya akan dapat membakar penduduk dunia semuanya karena panasnya. Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan satu baju ahli neraka itu digantung di antara langit dan bumi nescaya akan mati penduduk bumi keearena panas dan basinya. Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan satu pergelangan dari rantai yg disebut dalam Al-Quran itu diletakkan di atas bukit, niscaya akan cair sampai ke bawah bumi yg ke tujuh. Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan seorang di hujung barat tersiksa, niscaya akan terbakar orang-orang yang di hujung timur karena sangat panasnya, Jahanam itu sangat dalam dan perhiasannya besi dan minumannya air panas campur nanah dan pakaiannya potongan-potongan api. Api neraka itu ada tujuh pintu, tiap-tiap pintu ada bagiannya yang tertentu dari orang laki-laki dan perempuan.' Nabi s.a.w. bertanya: 'Apakah pintu-pintunya bagaikan pintu-pintu rumah kami?' Jawabnya: 'Tidak, tetapi selalu terbuka, setengahnya di bawah dari lainnya, dari pintu ke pintu jarak perjalanan 70,000 tahun, tiap pintu lebih panas dari yang lain 70 kali ganda.' (yaitu yg lebih bawah lebih panas) Tanya Rasulullah s.a.w.: 'Siapakah penduduk masing-masing pintu?' Jawab Jibrail: 'Pintu yg terbawah untuk orang-orang munafik, dan orang-orang yg kafir setelah diturunkan hidangan mukjizat nabi Isa a.s. serta keluarga Fir'aun sedang namanya Al-Hawiyah. Pintu kedua tempat orang-orang musyrikin bernama Jahim, Pintu ketiga tempat orang shobi'in bernama Saqar. Pintu ke empat tempat Iblis dan pengikutnya dari kaum majusi bernama Ladha, Pintu kelima orang yahudi bernama Huthomah. Pintu ke enam tempat orang nasara bernama Sa'eir.' Kemudian Jibrail diam segan pada Rasulullah s.a.w. sehingga ditanya: 'Mengapa tidak kau terangkan penduduk pintu ke tujuh?' Jawabnya: 'Di dalamnya orang-orang yg berdosa besar dari ummatmu yg sampai mati belum sempat bertaubat.' Maka nabi s.a.w. jatuh pingsan ketika mendengar keterangan itu, sehingga Jibrail meletakkan kepala nabi s.a.w. di pangkuannya sehingga sedar kembali dan sesudah sadar nabi saw bersabda: 'Ya Jibrail, sungguh besar kerisauanku dan sangat sedihku, apakah ada seorang dari ummat ku yang akan masuk ke dalam neraka?' Jawabnya: 'Ya, yaitu orang yg berdosa besar dari ummatmu.' Kemudian nabi s.a.w. menangis, Jibrail juga menangis, kemudian nabi s.a.w. masuk ke dalam rumahnya dan tidak keluar kecuali untuk sembahyang kemudian kembali dan tidak berbicara dengan orang dan bila sembahyang selalu menangis dan minta kepada Allah.(dipetik dari kitab 'Peringatan Bagi Yg Lalai') Dari Hadith Qudsi: Bagaimana kamu masih boleh melakukan maksiat sedangkan kamu tak dapat bertahan dengan panasnya terik matahari Ku. Tahukah kamu bahawa neraka jahanamKu itu: 1. Neraka Jahanam itu mempunyai 7 tingkat 2. Setiap tingkat mempunyai 70,000 daerah 3. Setiap daerah mempunyai 70,000 kampung 4. Setiap kampung mempunyai 70,000 rumah 5. Setiap rumah mempunyai 70,000 bilik 6. Setiap bilik mempunyai 70,000 kotak 7. Setiap kotak mempunyai 70,000 batang pokok zarqum 8. Di bawah setiap pokok zarqum mempunyai 70,000 ekor ular 9.. Di dalam mulut setiap ular yang panjang 70 hasta mengandungi lautan racun yang hitam pekat. 10. Juga di bawah setiap pokok zarqum mempunyai 70,000 rantai 11. Setiap rantai diseret oleh 70,000 malaikat Mudah-mudahan ini dapat menimbulkan keinsyafan kepada kita semua.....Wallahua'lam. Al-Quran Surah Al- Baqarah Ayat 159 : ”Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan dari keterangan-keterangan dan petunjuk hidayat, sesudah Kami terangkannya kepada manusia di dalam Kitab Suci, mereka itu dilaknat oleh Allah dan dilaknat oleh sekalian makhluk.” Dari Abdullah bin 'Amr R.A, Rasulullah S.A.W bersabda:' Sampaikanlah pesanku biarpun satu ayat..
|
|
| |
|
|
| |
Disarankan: 0
|
|
 |
 |
 |
| |
|
|
 |
 |
 |
| Kembali Ke Atas |
| |
|
|
 |
APA YANG MEREKA DAPAT ?
|
 |
 |
Rabu, 12 November 2008 @ 10:27 WIB - Komputer & Internet |
 |
| |
Menyimak pemilihan kepala daerah yang marak akhir-akhir ini, begitu bersemangatnya masyarakat mengelu-elukan jago mereka sendiri-sendiri, bahkan belum genap 24 jam, hasil quick count diumumkan, ada para pendukung salah satu calon pilkada di Jawa Timur rame-rame pada menggunduli rambutnya padahal masih quick count dengan beda tipis 1% kemenangan jagonya dibanding saingannya dan belum tentu menang sungguhan, kalau merujuk toleransi kesalahan quick count yang “hanya 1 - 2 %”. Bahkan semua lembaga surveynya waktu itu belum berani memutus kemenangan salah satu kontestan tersebut. Akhirnya tanggal 11 Nopember KPU mengumumkan hasil perhitungan suara, ternyata pemenangnya bukan kontestan yang pada quick count lalu menang melainkan kebalikannya. Pertanyaan saya, apa kira-kira yang ada dibenak mereka (para pendukung calon) kok begitu all out bahkan berekspresi sedemikian rupa, bahkan ada yang sampai berani adu fisik ? Sebagai warga negara ada hak untuk menentukan pilihannya, menentukan pilihannya dengan sewajarnya. Kira-kira apa yang mereka dapat dengan full all outnya ? kalau mereka tim sukses atau berada dalam garis komando tim sukses sih wajarlah karena mereka akan mendapat fee atau ”lahan ?”. Tapi kalau hanya warga biasa ? apakah hanya kebanggaan ? yang nota bene belum tentu yang dibanggakan akan memperhatikan tuntutannya ? jangankan tuntutan pengharapannya, untuk dapat modal hutang untuk berusaha saja sulitnya minta ampun yang terbentur persyaratan tetek bengek ribet bet bet bet. Faktor-faktor apa saja ya yang bisa ”menghipnotis” mereka kira-kira ? Saya tidak menyarankan golput, tapi menurut hemat saya "bertindak sewajarnyalah".
|
|
| |
|
|
| |
Disarankan: 0
|
|
 |
 |
 |
| |
 |
| |
mer-majesty Rabu, 12 November 2008 @ 21:54 WIB
 (Reply)
yaaaaah begitulah negara kita, berbondong2 hebih saat pemilihan.... nanti ketika mereka merasa salah pilih, mereka pula yang berteriak sekeras mungkin minta yang terpilih turun jabatan.... hehehehe just my opinion
|
|
 |
 |
 |
|
|
 |
 |
 |
| Kembali Ke Atas |
| |
|
|
 |
Monyet pun Mengenal Prostitusi
|
 |
 |
Sabtu, 8 November 2008 @ 15:34 WIB - Komputer & Internet |
 |
| |
SINGAPURA - Prostitusi juga terjadi di dunia binatang, khususnya monyet. Paling tidak begitulah hasil penelitian ahli primata Universitas Teknologi Nanyang di Singapura, Dr Michael Gumert.
Dalam penelitian terbarunya, Gumert menemukan bahwa monyet macaque menjadikan seks sebagai komoditas. Tentu saja mereka tidak meminta uang sebagai bayaran, melainkan jasa mencarikan kutu di bulu-bulu mereka.
"Dalam komunitas primata, membersihkan badan dari kutu adalah kebutuhan pokok," kata Gumert. Mencarikan kutu, menurut Gumert, bisa menjadi lambang persahabatan, kekerabatan, dan ditukar dengan layanan seks.
Untuk mendapatkan kesimpulan tersebut, Gumert mengamati 50 ekor monyet itu di Kalimantan Tengah selama 20 bulan. Menurut dia, setelah si jantan membersihkan kutu dari tubuhnya, sang monyet betina cenderung bersedia berhubungan badan tiga kali lebih besar.
Sebagai komoditas, transaksi itu pun bergantung pada supply and demand. Kalau betinanya sedikit, sang jantan lebih lama membersihkan kutu di tubuh si betina. "Kalau banyak betinanya, sang jantan tidak terlalu lama melakukannya," tambah Gurmet. (sumber : jawa pos).
|
|
| |
|
|
| |
Disarankan: 0
|
|
 |
 |
 |
| |
 |
| |
funnisa Sabtu, 8 November 2008 @ 16:29 WIB
 (Reply)
walah... dasar monyet gaul juga ya... kalau anda?
 |
 |
| |
 |
sultan_haidir Sabtu, 8 November 2008 @ 16:56 WIB
iya monyet gaul, sayang nggak ikut bloggaul. kalau aq juga gaul tapi nggak monyet but monyet is nenek moyangku he..he..he..
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
harry_zoe Minggu, 9 November 2008 @ 12:45 WIB
 (Reply)
gue jadi bingung yang punya blog negh...pakarnya monyet ato pakar prostitusi ya?hehhehheeee....pissss
 |
 |
| |
 |
sultan_haidir Minggu, 9 November 2008 @ 18:06 WIB
yg bener gue pakar prostitusi permonyetan,monyet sekarang sedang naik daun lho, lihat iklan pro-xl tuh kan siapa bintangnya, makanya simonyet dg kekayaannya tingkahnya jadi macem-macem, he..he..
|
| |
|
|
 |
 |
 |
|
|
 |
 |
 |
| Kembali Ke Atas |
| |
|
|
S E L A N J U T N Y A »
|
|
 |
 |
 |
| |
| Hidup(ku) diwarnai musik, tak terbayangkan bagiku jika dunia tanpa alunan musik.
www.demolagu.com |
|
|
 |
 |
 |
| |
|
|
| |
|
|
| |
 |
BLOG [v] |
 |
Arsip Blog
|
|
| |
|
|
| |
 |
PENGUNJUNG [v] |
 |
Total: 127
|
|
| |
|
|
| |
 |
KOMENTAR [v] |
 |
|
|
| |
RSS Komentar Blog  |
|
 |
 |
 |
RSS Blog  |
| Created: |
| Senin, 4 Agustus 2008 @ 10:46 WIB |
|
|
|