CARI:  
   eddysilo
   http://sultan_haidir.bloggaul.com
Login | Belum terdaftar? | Lupa password?  
 
           
   
PENGUMUMAN
 
Promosikan buku-buku Anda di Google - gratis
Blogger Peduli
Mind Mapping - cara baru untuk ngeBlog!
 
     
BLOG TERBARU
 
» slanker
» ovie chyndutz
» idealisme
» primadonna's stories
» samohung
» mawardi
» queenbubble
» red devil`s
» mckaye
» muhammad_bagus
 
     
POSTING TERBARU
 
» free download mp3 parc...
» free download mp3 supe...
» free download mp3 supe...
» free download mp3 moni...
» free download supernov...
» free the rain - untuk ...
» free download sinopsis...
» free download naffas -...
» free download monique ...
» free download the bran...
 
     
   
 
PENGUMUMAN:
Promosikan buku-buku Anda di Google - gratis
 
MENGAPA HARUS PAJAK ?
Jumat, 21 November 2008 @ 20:16 WIB - Komputer & Internet
  Beberapa waktu yang lalu saya mengikuti pertemuan mengenai Kewajiban Membayar Pajak bagi karyawan swasta. Disana dijelaskan secara gamblang apa-apa dan bagaimana seluk-beluk pajak tersebut, batas minimal pendapatan berapa yang harus dikenai pajak dan form-form jenis apa saja yang digunakan sesuai dengan nilai pendapatannya. Misalnya pendapatan pertahun s/d rp 48 juta pertahun memakai form 1770SS, pendapatan diatasnya lagi menggunakan form 1770S, dan seterusnya. Termasuk jika kita mempunyai usaha sampingan di rumah, ada form lain lagi yang harus kita isi (penghasilan sampingan kita di rumah juga dikenai pajak, dengan platform tertentu). Perusahaan tiap bulan selalu memotong pendapatan kita dengan pajak (setelah gaji dipotong Pendapatan Tidak Kena Pajak), dan selama setahun si karyawan mendapat rekapan laporan tahunan pajak. Yang menjadi keheranan saya, tiap bulan sudah dipotong pajak, diteruskan disetorkan ke kantor pajak oleh perusahaan secara periodik, tapi mengapa si karyawan (dengan NPWP) masih ”DIWAJIBKAN” melaporkan (via pos) ke kantor pajak selambatnya per 31 maret tiap tahun. Jika kita terlambat melaporkan, kita dikenakan denda rp 100 ribu (kalau tidak salah nilainya segitu). Tidak memenuhi rasa keadilan (menurut saya) dijaman yang serba canggih ini, kok tidak dibuat sistem otomatis, sewaktu perusahaan menyetor pajak, langsung terecord online tanpa harus mengisi form lagi sebagai bahan pelaporan. Saya rasa dinas terkait harus tanggap terhadap keluhan semacam ini.
Selalu menjadi pertanyaan besar dibenak saya, mengapa Indonesia dengan kekayaan alam yang begitu besar, gemah ripah loh jinawi, serasa kekurangan dana dalam mengelola negara tercinta ini, sampai-sampai harus memungut pajak dari masyarakat. Bukannya kita anti pajak, sebagai masyarakat tentu mengharap pungutan pajak yang seringan-ringannya, karena untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja kebanyakan masyarakat sudah ”gali lubang tutup lubang”.
Mudah-mudahan dengan gerakan pemberantasan anti korupsi yang gencar dilakukan akan efektif menuai hasil. Dengan begitu akan banyak uang rakyat (hasil pungutan pajak) yang tepat sasaran penggunaannya, betul-betul dipakai untuk pembangunan. Disisi lain yang lebih penting lagi, pemerintah harus sungguh-sungguh dalam mengelola kekayaan alam ini, terutama hasil kayu hutan yang kita tahu beberapa waktu lalu ”dihabiskan” oleh ”tikus-tikus liar”. Sedih rasanya melihat berita di TV, kayu-kayu beromzet miliaran bahkan mungkin triliunan mengalir ke kantong-kantong segelintir oknum, mungkin sudah bertahun-tahun hal itu terjadi. Andai itu semua tidak pernah terjadi, mungkin dari sektor hasil hutan ini saja negara akan punya dana yang cukup, sehingga pajak untuk rakyat bisa ditekan seminimal mungkin bahkan nol. Belum lagi dari sumber daya alam yang lain. Sebagai masyarakat kecil tentunya sangat mengharap semoga tahun-tahun kedepan kesejahteraan masyarakat kecil akan semakin meningkat, mudah-mudahan, amin.
 
     
  Disarankan: 0  
 
  Komentar: 3 (Lihat) | Beri Komentar    Recommen | Print
  cupz   Minggu, 23 November 2008 @ 00:18 WIB    (Reply)
amiin.. tp kenyataanñya smpe skrg pajak jd penyumbang terbesar apbn.brrti emg dr sektor ini slm ini jalanya negara qt.smg ga ada yg bocor aja.smg jg sda yg ada bisa dikelola dgn baik spy bs nyumbang lbh byk lagi bwt memajukan bngsa ini.

soal spt tahunan yg msh hrs lapor tiap taun itu kan bukti kepercayaan pemerintah sama wajib pajakñya yg mempersilakan utk menghitung + menyetor sndiri pajakñya sesuai uu. jd ngga ada tekanan dr petugas pajak -ngehindarin 'permainan' petugas nakal- sesuai sistem pemungutan pajak indonesia yg disebut self assesmen.walopun utk karyawan pajakñya udah langsung dipotong sm bndhrwan kantor.

setidakñya qt jd tau brp pajak yg qt sumbang bwt negara sesuai penghasilan qt, dr ptkpnya sampai cara ngitungñya. semoga aja keikutsertaan qt mbangun negara lewat pajak ini tepat sasaran, bantu mensejahterakan rakyat...
  sultan_haidir   Minggu, 23 November 2008 @ 04:55 WIB
thx komentnya
 
 
  haerulsohib   Senin, 1 Desember 2008 @ 01:31 WIB    (Reply)
seandainya zakat diberlakukan dengan profesional dan menurut tatanan dan tatacara yang sudah digariskan oleh hukum islam, mungkin negara ini akan maju pesat sehingga pajak tidak usah ada di negri ini, bukannya aku pro dengan hukum islam, tapi memang itu sudah terbukti di negara timur tengah, pajak di negeri ini sungguh "pincang".
  sultan_haidir   Selasa, 2 Desember 2008 @ 20:33 WIB
setuju bang
 
 
  indriani   Minggu, 5 April 2009 @ 11:30 WIB    (Reply)
betul bung!apa yang tidak dikenai pajak dari apa saja kegiatan yang kita lakukan.bayar listrik,tlp,pbb,makan dll semua dikenai pajak ( apapun jenis pajaknya ) untuk kita sakit agar tidak dikenai biaya masih diangan - angan ( walaupun ada rs pemerintah yg sudah menerapkan bebas biaya tp masih untuk kelas iii..jauh dari keadaan ideal )padahal masalah yang berhubungan dengan kesehatan sangat penting! belum pendidikan, sarana dan prasarana umum yang amburadul..contoh terkini ambrolnya situ gintung menunjukkan lemahnya pengawasan atas sarana publik.kemana larinya pajak2 tersebut yang telah kita bayarkan dengan paksaan??
  edy   Selasa, 7 April 2009 @ 22:57 WIB
yahhh... mudah2an kedepan negara tercinta kita ini menjadi lebih baik
 
 
 
Kembali Ke Atas
     
 
 
Hidup(ku) diwarnai musik, tak terbayangkan bagiku jika dunia tanpa alunan musik. www.demolagu.com
 
 
PROFILE
BUKU TAMU
 
     
 
BLOG  [v]
nggak pake judul
jatuh cinta
bosan ngeblog, mengapa ?
fenomena dukun cilik
hobi nyleneh
Arsip Blog
 
 
CARI BLOG
 
     
 
PENGUNJUNG  [v]
» onghendry
» bocahbogeg
» stufen_edu
» lovely_12
» indian
Total: 176
 
     
 
KOMENTAR  [v]
» bolehlah....berpedoma...
» babi loo..........loo...
» waduh... cang ink taw...
» jangan munafik lho se...
» gak tau kenapa saya k...
 
  RSS Komentar Blog  

RSS Blog
Created:
Senin, 4 Agustus 2008 @ 10:46 WIB
   
         
    Copyright © 2004, PT. INDOSIAR VISUAL MANDIRI