| |
|
|
Being a hero
Minggu, 7 Oktober 2007 @ 19:06 WIB - Diari
Setiap orang pasti pernah bermimpi ingin menjadi seorang hero atau pahlawan dalam hidupnya. Dalam hal sekecil apa pun, ingin jadi berguna bagi orang lain dan kalau pun tidak perasaan seakan sudah melakukan hal yang sangat hebat layaknya seorang hero. Begitu juga yang pernah aku alami waktu SMP (kalau tidak salah). Saat itu aku sebelum berangkat ke sekolah disuruh mama untuk mengantarkan topi dan dasi Apen ke sekolahnya (waktu itu masih SD). SD Usaba itu ada di depan SMP St. Albertus di antaranya ada lapangan sepak bola dan basket. Jadi karena merasa kalau topi dan dasi itu tidak disampaikan ke orangnya sebelum upacara bendera di mulai, adikku itu akan dihukum berdiri saat upacara bendera makanya aku segera berlari dari SMP ke SD. Saat itu aku merasa seperti seorang hero yang sedang bertarung dengan waktu. Apakah sempat karena sudah mau masuk? Sedangkan aku sendiri juga takut telat dan dihukum. Saat berlari itu tak takut Lumpur atau apa pun seakan semuanya bisa dilewati demi mengantarkan benda yang dititipkan sampai ke SD. Sayangnya hal ini berakhir dengan kekonyolan yang tidak sebanding dengan pengorbananku (Ha ha ha sebenarnya juga bukan pengorbanan yang gimana ya?) karena ternyata tidak ada upacara bendera jadi tidak mengantarkan juga tidak apa-apa karena tidak dipakai. Baka desu ne? Berpikir jadi hero tapi ternyata tidak begitu. Hal ini teringat dengan jelas karena…. Apa ya?Aku juga tidak mengerti tapi ingat begitu saja dengan jelas. Ha ha ha saking merasa sangat hero ya? Kalau diingat kembali,aku tidak menyesal melakukannya.
|
Disarankan: 0
|
|
Created on:
Selasa, 4 September 2007 @ 13:35 WIB |
|
|