| |
|
|
Surat yang tak terkirim
Minggu, 7 Oktober 2007 @ 19:12 WIB - Diari
Terus terang saja, aku punya surat yang tak terkirim sampai saat ini yaitu surat untuk sahabatku, Aprinita. Surat yang berisi suara hatiku yang sebenarnya. Surat yang sangat sedih. Surat ini tidak pernah sampai pada orangnya karena aku tidak memberikannya. Selain memang sudah saatnya berpisah, harus berangkat pergi ke tempat yang jauh dari Ketapang dan kuliah. Ia juga sekarang sudah menikah dan punya anak. Aku sendiri tahu di mata seorang sahabatku yang sangat mementingkan cinta itu, bagaimana pun juga pada akhirnya cinta atau kekasihlah yang paling penting. Itu adalah pilihannya termasuk juga ketidakhadirannya di pesta perpisahan demi sebuah kencan yang susah payah baru bisa didapatkannya. Sedangkan bagiku itu adalah pesta perpisahan yang sangat menyedihkan karena malam itu aku sendiri. Jika itu kamu, bagaimana? Pesta perpisahan yang harusnya menyenangkan dan mengharukan tapi kamu sendiri? Tidak ada yang salah dan aku tidak berniat menyalahkan siapa. Hanya saja aku sedikit menyesal, jika saja aku lebih kuat atau punya lebih banyak teman lain yang dekat mungkin tidak begitu ya? Mungkin sedikit menyesal juga karena surat itu tidak pernah dikirimkan karena dengan begitu ia tidak pernah tahu apa yang terjadi padaku. Atau aku mungkin merasa lega karena dia tidak pernah tahu karena siapa tahu ia juga tidak begitu perduli tentang hal itu sebenarnya.Makanya surat itu terus ada di tempatku sampai saat ini.
|
Disarankan: 0
|
|
Created on:
Selasa, 4 September 2007 @ 13:35 WIB |
|
|