CARI:  
   trainingcentre
   http://trainingcentre.bloggaul.com
Login | Belum terdaftar? | Lupa password?  
 
           
   
PENGUMUMAN
 
Drop Box
Yang diberikan Tuhan ....
Proviciat! HEBAT!
Lomba Cerpen 2008 ; deg-deg an!
Blogger bukan hacker
 
     
BLOG TERBARU
 
» yumi'z wave
» asmaras' blog
» impianku
» illuminati_navy
» i'm a nidjiholic
» perjuangan kita
» indonesiaku indah
» sandman
» dwiesukaharchie
» nata~chan
 
     
POSTING TERBARU
 
» pagi ini iblis bersama...
» rifqa, engkaulah wanit...
» nasionalisme
» editing
» ;; a emotional love so...
» thoughts on fi
» dari dalam hati
» 63lap!
» "adikku masuk sekolah...
» ketika sore telah tiba
 
     
   
 
PENGUMUMAN:
Drop Box
 
Sekilas Training Keluarga Sakinah
Selasa, 8 Juli 2008 @ 10:21 WIB - Diari
  TRAINING KELUARGA SAKINAH
PENDAHULUAN
Keluarga, ibarat bahtera dengan kemudi dan layarnya berupa kasih sayang dan saling pengertian. Sementara, samudera yang harus diarungi sangatlah luas dan dengan gelombang tak beraturan yang bahkan terkadang disertai badai yang sewaktu-waktu siap menghempaskan bahtera tersebut ke karang. Dengan demikian, sampainya bahtera ke dermaga yang dituju sangatlah bergantung pada kualitas bahan dan keserasian bentuk bahtera, kemudi dan layarnya. Namun, kemahiran nakhoda dan para kelasinya juga sangat menentukan keselamatan bahtera tersebut.
Motivasi awal yang benar merupakan pondasi untuk membangun kehidupan rumah tangga yang kokoh. Dalam hal ini, Islam menetapkan bahwa motivasi seseorang melangsungkan kehidupan suami-istri adalah untuk melaksanakan salah satu dari bentuk ibadah kita kepada Allah Swt.
Kehidupan pernikahan adalah kehidupan persahabatan antara seorang suami dan istrinya. Suami menjadi sahabat bagi istrinya dan istri menjadi sahabat bagi suaminya secara sempurna dalam seluruh aspek kehidupan.
Keluarga secara langsung ataupun tidak turut mempengaruhi jatidiri sebuah masyarakat. Dari keluargalah muncul generasi manusia yang bermartabat, memiliki rasa kasih sayang, dan saling tolong-menolong di antara mereka. Dengan begitu, akan terciptalah tatanan kehidupan masyarakat yang kuat, yang didukung keluarga-keluarga yang harmonis dan berkasih sayang. Terlebih lagi ketika mengingat apa yang dipersiapkan bagi hubungan ini misalnya; pendidikan anak dan jaminan kehidupan, yang tentu saja tak akan terbentuk kecuali dalam atmosfir keibuan yang lembut dan kebapakan yang semangat dan serius. Adakah di sana komunitas yang lebih bersih dari suasana hubungan yang mulia ini?
Dari sinilah maka diperlukan sebuah TRAINING KELUARGA SAKINAH untuk pasangan suami istri (pasutri), calon pengantin yang akan memunculkan rasa dan komitmen untuk mewujudkan keluarga sakinah mawwadah wa rahmah.
Kami berharap semoga Allah Swt senantiasa memberikan ridla atas upaya yang akan kita laksanakan. Wallahu ‘alam bi ash shawab.

TUJUAN
Membentuk keluarga muslim yang mampu menjawab, memahami dan melaksanakan:
Bagaimana bersikap yang terbaik kepada pasangan pada saat dan suasana apapun ?
Bagaimana supaya pasangan kita selalu memberikan respon positif ?
Bagaimana menjadi pasangan saling mencintai dan menerima apa adanya ?
Bagaimana menampilkan pesona hakiki suami sholih dan isteri sholihah ?
Bagaimana menjadi keluarga yang mencintai dan dicintai Allah SWT ?
Bagaimana menemukan rahasia Sakinah Mawaddah Warrahmah ?
Bagaimana menjadikan “Bulan Madu setiap hari” selalu hadir dalam hidup kita ?
Sehingga terwujud Keluarga “SAMARA” (Sakinah Mawaddah warRahmah).

METODE PENCERAHAN
Program “practical learning” yang dirancang khusus untuk keluarga professional muslim dalam meraih kebahagiaan dunia dan akhirat. Program ini dikembangkan dengan metoda Experiential Learning, Active Learning, Presentasi, Simulasi dan Multimedia. Menjadikan acara ini berbeda dengan acara yang telah berkembang selama ini baik di majelis taklim, radio maupun televisi yang sekedar berisi ceramah dan dialog.

MATERI PENCERAHAN
1.Visi Hidup Seorang Muslim
2.Menuju Keluarga Sakinah
3.Pesona Suami Sholih & Isteri Sholihah
4.Menjadi & Mencetak Anak Sholih/Sholihah
5.Sinergi Suami & Isteri
6.Tekad Samara

TRAINER
MUHAMMAD AINUL YAQIEN (Trainer MABDA Institute)

PESERTA
Training ditujukan bagi pasangan suami-istri beserta putra-putrinya, calon pengantin, perseorangan.

FORMAT TRAINING
Training dikemas secara interaktif, educatif, praktis dan aplikatif. Acara dilaksanakan pada pukul 08.00 – 16.30 WIB. Peserta harus mengikuti kegiatan ini secara penuh.

WAKTU & TEMPAT PELAKSANAAN
RABU, 30 Juli 2008. Jam 08.00 – 16.30 WIB.
Hotel GRASIA – Jl. S. Parman No. 29 Gajahmungkur Semarang.


INVESTASI PESERTA
Investasi Pasangan suami-istri/pasangan calon pengantin (300.000), perseorangan (200.000). (Sudah termasuk materi, fasilitator, Id card, Konsumsi 1x makan siang & 2x coffee break).


Organizer Center

Mabda Institute, 2 nd Floor Setiabudi Square No. 12
Jl. Setiabudi No. 147 Srondol Semarang 50263
Telp. (024) 746 5620, Fax. (024) 746 5621
E-Mail: mabdaku_smg@yahoo.com
Informasi & Pendaftaran :
Rohmadi (024) 7030 1924, 081 729 1925

Rekening Bank Muamalat a.n CA. Muhammad Ainul Yaqin q.q. Mabda Institute No.rek : 9133891799
 
     
  Disarankan: 0  
 
  Komentar: 4 (Lihat) | Beri Komentar    Recommen | Print
 
Kembali Ke Atas
     
Training Keluarga Sakinah
Sabtu, 5 Juli 2008 @ 10:19 WIB - Diari
  Melihat banyak fenomena perceraian suami-istri, hubungan laki-laki dan perempuan yang belum terikat pernikahan, dan juga untuk membentengi dan membekali bagi para calon pengantin, serta bagi pemuda dan pemudi pada umumnya, maka MABDA INSTITUTE akan mengadakan TRAINING KELUARGA SAKINAH, pada : RABU, 30 Juli 2008, Pukul 08.00 – 16.30 WIB di Hotel Grasia – Jl. S. Parman No. 29 Semarang, Peserta : Suami-Istri, Calon Pengantin, Perseorangan. Informasi & Pendaftaran (Rohmadi : 70301924 / 0817291925)  
     
  Disarankan: 0  
 
  Komentar: 0 | Beri Komentar    Recommen | Print
 
Kembali Ke Atas
     
Beberapa wujud Syakhshiyyah Islamiyyah :
Minggu, 11 Maret 2007 @ 00:06 WIB - Diari
  Memahami arti hidup dan kehidupan ini dengan sebenar-benarnya (QS. Al-Qashash : 77).
Meraih kekuasan dunia dengan hak dan senantiasa bersusah payah menggapai akhirat (QS. Al-A’la : 17).
Zuhud dari harta yang haram dan subhat, tetapi tidak menolak menikmati rizqi yang baik-baik tanpa lupa bahwa dunia bukan segalanya. Sadar bahwa perhiasan dunia adalah cobaan (QS. Al-Kahfi :46)
Ramah terhadap sesama Muslim dan keras terhadap segala bentuk kekafiran.
Mampu menjadi pemimpin, sekaligus siap sebagai rakyat
Lembut, sekaligus bisa keras dan tegas
Zuhud, namun jugamenikmati hidup
Mampu menguasai dunia, dan sukses di akhirat
Tidak rakus dunia, namun tidak menyengsarakan diri
Gagah dan perkasa di medan tempur, namun rendah hati di saat damai
Seorang ‘abid (hamba Allah) yang khusyu dalam sholat, menjauhi perkataan yang tiada berguna, membayar zakat, menundukkan pandangan, memelihara amanat, memenuhi kesepakatan dalam perjanjian, memenuhi janji yang diucapkan, dan berjihad fi sabilillah
Giat mencari nafkah, sekaligus dermawan dan aktif berdakwah
Tekun beribadah, tangkas berpolitik dan giat berjuang
 
     
  Disarankan: 0  
 
  Komentar: 1 (Lihat) | Beri Komentar    Recommen | Print
 
Kembali Ke Atas
     
Isteri Shalihah
Sabtu, 10 Maret 2007 @ 23:17 WIB - Diari
  Sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah. Dunia ini adalah perhiasan. Dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah (HR. Muslim no. 2668)
Pertama, taat pada Allah dan suami. Andai aku dibolehkan menyuruh seseorang sujud pada orang lain niscaya akan aku perintahkan wanita sujud kepada suaminya (HR. Turmudzi, no. 1079). Perempuan manapun yang meninggal dalam keadaan suaminya ridlo kepadanya niscaya ia akan masuk sorga (HR. Turmudzi, no. 1071)
Kedua, berhias untuk suami. Maukah engkau aku beri tahu sesuatu yang (paling berguna) ditimbun oleh seseorang, wanita shalihah apabila ia (suami) memandangnya ia (isteri) menjadikannya senang, apabila memerintahkannya ia pun mentaatinya, dan apabila ia tidak ada maka ia (isteri) menjaganya (HR. Abu Daud, no. 1417)
Ketiga, mengurus rumah, menjaga dirinya dan harta suaminya. Setiap kamu adalah pemimpin, dan setiap kamu akan dimintai pertanggungjawaban. Imam adalah pemimpin, dia dimintai pertanggungjawaban. Suami adalah pemimpin bagi keluarganya, ia dimintai pertanggungjawaban. Isteri adalah pemimpin di rumah suaminya, ia dimintai pertanggungjawaban. Hamba sahaya adalah pemimpin atas harta tuannya, ia dimintai pertanggungjawaban. Jadi, setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian dimintai pertanggungjawaban (HR. Bukhari, no. 4789)
Keempat, membantu suami menggapai akhirat. Hendaklah seseorang diantara kalian mengambil hati yang bersyukur, lisan yang penuh dzikir, dan isteri yang beriman yang menolong orang itu menggapai akhirat (HR. Ibnu Majah, no. 1846)
Kelima, kuat agamanya.
Abu Kuraib telah menceritakan kepada kami, Abdurrahman Al Muharibi dan Ja’far bin ‘Aun telah menceritakan kepada kami, dari orang Afrika, dari Abdullah bin Yazid, dari Abdullah bin ‘Amr telah berkata, telah bersabda Rasulullah SAW : “Janganlah engkau kawini seorang perempuan karena kecantikannya, barang kali kecantikannya itu akan mencelakakannya, dan janganlah engkau kawini seorang perempuan karena hartanya, barang kali hartanya itu akan menyengsarakannya, akan tetapi kawinilah mereka atas dasar agamanya, dan sesungguhnya seorang hamba sahaya compang camping yang hitam lebih utama apabila dia beragama”.
Keenam, setia pada suami.
Abu Yaman telah menceritakan kepada kami, Syu’aib telah memberitahukan kepada kami, Abu Zinad telah menceritakan kepada kami, dari A’raj dari Abu Hurairah r.a. bahwa sesungguhnya Rasulullah saw telah bersabda : “Tidak halal bagi seorang istri untuk berpuasa, sedangkan suaminya ada di rumah, kecuali dengan izinnya. Dan tidaklah diizinkan di rumahnya melainkan dengan izinnya pula. Dan tidaklah sang istri menafkahkan / membelanjakan nafkahnya tanpa perintah dari suaminya, karena sesungguhnya hal itu ditunaikan kepadanya hanya sebagiannya saja”. Abu Zinad meriwayatkannya juga dari Musa dari bapaknya dari Abu Hurairah tentang masalah puasa.
Ketujuh, tidak melukai suami dengan perkataan.
Hasan bin Arafah telah menceritakan kepada kami, Ismail bin ‘Ayyasy telah menceritakan kepada kami, dari Bahir bin Sa’ad, dari Khalid bin Ma’dan, dari Katsir bin Murrah Al Hadlrami, dari Mu’adz bin Jabal, dari Nabi SAW telah bersabda : “Janganlah seorang istri menyakiti suaminya di dunia, melainkan berkata istrinya dari bidadari yang lentik matanya : Janganlah kamu menyakitinya, pasti Allah memerangi kamu, karena sesungguhnya dia di sisimu adalah orang asing yang hampir memisahkanmu dengan kami.” Abu Isa berkata : Ini hadits Hasan Gharib, kami tidak mengetahuinya kecuali dari arah ini, dan riwayat Ismail bin ‘Ayyasy lebih baik, baginya dari penduduk Hijaz dan penduduk Iraq memunkarkannya.
Kedelapan, tidak mengadukan suami.
Kembalilah engkau wahai perempuan, karena sesungguhnya aku membenci kepada perempuan yang menyeret ekornya yang dilaporkan oleh suaminya.
Sesungguhnya aku membenci kepada perempuan yang melaporkan suaminya
Kesembilan, tidak banyak keluar dari rumah. Mengurus anak, dapur, rumah, dll lebih utama daripada ‘berkeliaran’ di tempat umum untuk mejeng, shopping, cari angin, dll.
Itulah beberapa karakter penting yang dimiliki oleh para sahabat Nabi yang perempuan (shahabiyah). Dengan memiliki sifat seperti itu, perempuan sebagai saudara kandung laki-laki, seperti kata Nabi, akan dapat masuk sorga bersama-sama.
Dalam doa renungan (teks selengkapnya silahkan download di menu Word), yang dengan syahdu dibawakan oleh Ustadz Harun al-Rasyid, beberapa peserta mulai terhanyut dan menitikkan air mata sebagai upaya muhasabah terhadap diri sendiri dan tekad untuk melakukan perbaikan di masa depan. Ustadz Syamsudin --yang pernah ikut training ESQ-- juga menambah keharuan di hati para peserta dengan penghayatan yang mendalam.
Di akhir sesi pertama, peserta Dauroh diminta membuat surat untuk pasangannya masing-masing, yang berisi berbagai hal seputar muhasabah untuk saling membantu membangun keluarga sakinah. Setiap pasangan harus saling memberikan surat yang ditulisnya sendiri dan berjalan keluar ruangan bersama-sama untuk shalat Dzuhur berjamaah.
Salah satu fungsi keluarga adalah reproduksi, dimana dalam sebuah pertalian yang suci itu akan dihasilkan buah hati. Buah hati merupakan titipan Allah yang merupakan amanat yang harus dijaga. Buah hati harus tumbuh menjadi anak yang shaleh.
Ustadz Ahmad Abdul Ghoni yang mengisi sesi kedua "Mencetak dan Menjadi Anak Shalih", menjelaskan dengan salah satu hadist, yang artinya “Bila meninggal seorang manusia maka terputuslah amalnya kecuali tiga hal, yaitu sodakoh jariah (wakaf), ilmu yang bermanfaat, atau anak shalih yang mendoakannya (HR. Muslim, no. 3084)”
Beliau menjelaskan bahwa anak shaleh adalah anak yang memiliki kepribadian islam dan menjadikan aqidah islam sebagai standar dalam bergaul. Anak shaleh tidak ditentukan oleh umur. “Anak shaleh tidak ditentukan oleh umur, meskipun sudah punya anak atau cucu, kita harus tetap menjadi anak shaleh, sebab kita tetap anak dari ayah dan ibu kita,” katanya. Dengan demikian maka anak shalih adalah mereka yang memiliki kepribadian Islam (syakhshiyyah islamiyyah), dan melakukan birr ul-wâlidain.
 
     
  Disarankan: 0  
 
  Komentar: 1 (Lihat) | Beri Komentar    Recommen | Print
 
Kembali Ke Atas
     
Kriteria Suami Shalih
Sabtu, 10 Maret 2007 @ 23:11 WIB - Diari
  Pertama, memberi nafkah. Apabila seorang muslim memberikan nafkah kepada keluarganya dengan mengharap keridloan Allah maka baginya shodaqoh (HR. Bukhari no. 4932). Nafkah disini bisa diperinci dalam beberapa hal: tempat tinggal, pakaian, makanan/minuman, kesehatan, alat kecantikan, dan pembantu.
Kedua, menggauli dengan baik (al-’usyroh hasanah). Sebaik-baik kalian adalah kalian yang terbaik terhadap isterinya. Dan aku adalah yang terbaik diantara kalian terhadap isteriku (HR. Ibnu Majah no. 1967)
Ketiga, memenej, membimbing, mengarahkan. Perempuan itu laksana tulang bengkok, jika engkau meluruskan (dengan paksa) niscaya akan patah. Dan bila dibiarkan, engkau akan lihat di sana ada kebengkokan (HR. Bukhari no. 4786)
Keempat, bermalam. Bila isterinya satu, wajib bermalam di rumah minimal sehari semalam dalam empat hari (Ijma’ sahabat dari Ka’ab bin Siwar dan Umar bin Khathab). Bila isterinya lebih dari satu, maka wajib giliran dibagi rata, berdasarkan hadits: Jika seseorang memiliki dua isteri namun tidak adil diantara keduanya maka dia akan datang pada hari kiamat dengan pundaknya miring (HR. Tirmidzi no. 1060).

Kelima, memberikan hak isteri dengan ma’ruf. Dalam arti menunaikan hak isteri dengan jiwa yang baik, tidak menunggu dituntut, saat menunaikannya tidak menunjukkan ketidaksukaan.
Keenam, melindungi isteri sebagai kehormatannya. Sejak menikah, isteri menjadi kehormatan suami dan wajib menjaga kehormatannya itu sekalipun harus mati. Barangsiapa dibunuh karena membela hartanya maka ia syahid, barangsiapa dibunuh karena membela agamanya maka ia syahid, barangsiapa dibunuh karena membela isterinya maka ia syahid (HR. Turmudzi no. 1341).
Ketujuh, tidak menyebarkan rahasia isteri. Sesungguhnya sejelek-jelek manusia di sisi Allah kedudukannya pada hari kiamat adalah seseorang yang menyebarkan rahasia isterinya dan isteri yang menyebarkan rahasia suaminya, kemudian tersiarlah rahasia tersebut (HR. Muslim no. 2597).

Kedelapan, tidak menghukum kecuali secara syar’iy (QS. an Nisa[4]:34). Bila terjadi nusyuz, maka tahapan yang harus dilakukan: memberi nasihat akan adzab Allah, jika tidak mempan maka lakukan Hijr, hanya di rumah, pisah ranjang, tidak bicara maksimal 3 hari. Bila masih maksiat, dan melakukan perbuatan keji, maka dibolehkan memukul yang tidak melukai. Selain itu tentu saja tidak boleh menjelek-jelekkan/memburukkan.
Kesembilan, tidak membencinya. Janganlah membenci seseorang, karena bila ada perilaku yang dibenci niscaya ada perilaku lain yang disukai (HR. Muslim no. 2672).

Kesepuluh, mendidik dan mengajari. Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (QS. At-Tahrim[66] : 6)
 
     
  Disarankan: 0  
 
  Komentar: 2 (Lihat) | Beri Komentar    Recommen | Print
 
Kembali Ke Atas
     

S E L A N J U T N Y A »

 
 
memberikan training dan pelatihan pada ummat dan masyarakat umum...
 
 
PROFILE
BUKU TAMU
 
     
 
BLOG  [v]
sekilas training keluarga sakinah
training keluarga sakinah
beberapa wujud syakhshiyyah islamiyyah :
isteri shalihah
kriteria suami shalih
Arsip Blog
 
 
CARI BLOG
 
     
 
PENGUNJUNG  [v]
» herdiboy
» sugarpie_punya_mika
» haerulsohib
» inilho_xaverena
» mastery
Total: 19
 
     
 
KOMENTAR  [v]
» kalo perseorangan dap...
» hm.....boleh jugak ne...
» wah blh juga tuh...ka...
» uhmm, nice. tp blom p...
» untuk kebahagian mate...
 
  RSS Komentar Blog  

RSS Blog
Created:
Jumat, 26 January 2007 @ 05:19 WIB
   
         
    Copyright © 2004, PT. INDOSIAR VISUAL MANDIRI