|
||
AKU HANYALAH KESIA-SIAAN (In My Mind)
Rabu, 23 Juli 2008 @ 19:08 WIB - Diari
Aku ingin tertawa lepas. Tanpa beban dan penuh keihklasan. Bukan tawa yang dibuat-buat yang selama ini aku lakukan. Aku ingin berjalan di atas kakiku sendiri, makan dengan tanganku sendiri dan aku ingin dihargai, ditempatkan di tempat yang betul-betul membuatku merasa sebagai manusia. Sudah begitu jauh perjalanan yang aku tempuh. Bukannya aku tidak mensyukuri nikmat, namun aku hanya merasakan kekosongan, kegalauan dan kebekuan. Walaupun di mata orang aku begitu bahagia, begitu menikmati hidup namun jauh di lubuk hatiku yang paling dalam, aku selalu menangis. Puluhan tahun sudah aku berada di bumi ini, pahit manis kehidupan sudah aku rasakan. Di sekian waktuku jarang sekali aku merenung, jarang sekali aku mengingat siapa aku, bahkan untuk diriku sendiri terlalu sering aku abaikan.Terlalu banyak maksiat dan dosa yang telah dilakukan oleh tubuh dan jiwa ini. Walaupun bentukku indah tapi penuh dengan kebobrokan. Begitu banyak orang yang telah aku aniaya, dengan lidahku, tanganku, kakiku dan semua sikapku. Bahkan aku berani menyakiti Tuhan. Ketika aku terbaring sakit, baru aku merengek-rengek. Minta diberi kesehatan, seribu janji pun terucap. Janji untuk terus berbuat baik, untuk terus memperbaiki diri. Tapi apa nyatanya? Janji tinggal janji. Tuhan pun enggan denganku. Aku menjauhiNya, aku menyakitiNya dan aku mengingkari keberadanNya. Aku ini hanyalah insan lemah yang butuh cinta. Butuh kasih sayang dan butuh perhatian. Aku tahu semua itu adalah hal alamiah yang diimpikan setiap insan. Namun untuk mendapatkan itu semua tidak ada tindakan real yang aku lakukan. Aku hanya duduk diam menunggu. Bahkan aku lebih banyak menyakiti! Aku benci dengan diriku sendiri. Andai aku bisa membebaskan diri dari jiwa ini, tapi itu semua yang tidak mungkin. Aku harus tetap menjalani diriku sebagai seorang manusia. Manusia yang pongah, sombong dan penuh dosa. Aku hanya menciptakan kebencian, kemarahan bagi manusia. Apapun yang aku lakukan tidak akan pernah membuat orang lain bangga. Aku hanyalah kesia-siaan, hanyalah botol kosong yang sudah bolong. Betapapun seringnya diisi air selalu tumpah. Aku hanyalah penyakit, penyakit yang bisa membuat orang lain terkontaminsai. Jadi jauh-jauhlah dari aku. Jangan pedulikan aku, jangan dekati aku. Biarkan aku dengan duniaku sendiri. Bencilah aku….kalau itu bisa membuat dunia tersenyum. |
Disarankan: 0
| Komentar: 2 (Lihat) | Beri Komentar | Recommen | Print |
NERAKA DI HATIKU
Rabu, 23 Juli 2008 @ 18:51 WIB - Diari
![]() Aku berada di tengah-tengah neraka. Mengepungku dengan apinya yang panas membara. Meleburkan semua puing-puing tubuhku. Jeritanku tenggelam di tindih gemuruh api. Begitu sakit! Air mata sudah kering tak mampu meredam luka hati yang lebih dalam. Suatu kesia-siaan telah membuatku berada disini. Di neraka ini! |
Disarankan: 0
| Komentar: 0 | Beri Komentar | Recommen | Print |
KESEPIAN HATI
Rabu, 23 Juli 2008 @ 18:25 WIB - Diari
Hidup ini tanggung-tanggung sepi, napa semuanya ga’ mati aja? Hati ini tanggung-tanggung mati, kenapa jiwa ini tidak hilang untuk selama-lamanya. Kenapa aku ga’ meninggal saja? Karena kalau membuka mata selalu meneteskan kekosongan.
|
Disarankan: 0
| Komentar: 0 | Beri Komentar | Recommen | Print |
My Blog
- aku hanyalah kesia-siaan (in my mind)
- neraka di hatiku
- kesepian hati
- jeritan malaikat kecil
- iblis yang menyembunyikan senyum
Pengunjung
Total Pengunjung: 198Komentar
Created on:
Selasa, 25 Oktober 2005 @ 00:13 WIB
Selasa, 25 Oktober 2005 @ 00:13 WIB


Aku ingin tertawa lepas. Tanpa beban dan penuh keihklasan. Bukan tawa yang dibuat-buat yang selama ini aku lakukan. Aku ingin berjalan di atas kakiku sendiri, makan dengan tanganku sendiri dan aku ingin dihargai, ditempatkan di tempat yang betul-betul membuatku merasa sebagai manusia. Sudah begitu jauh perjalanan yang aku tempuh. Bukannya aku tidak mensyukuri nikmat, namun aku hanya merasakan kekosongan, kegalauan dan kebekuan. Walaupun di mata orang aku begitu bahagia, begitu menikmati hidup namun jauh di lubuk hatiku yang paling dalam, aku selalu menangis. Puluhan tahun sudah aku berada di bumi ini, pahit manis kehidupan sudah aku rasakan. Di sekian waktuku jarang sekali aku merenung, jarang sekali aku mengingat siapa aku, bahkan untuk diriku sendiri terlalu sering aku abaikan.
Hidup ini tanggung-tanggung sepi, napa semuanya ga’ mati aja? Hati ini tanggung-tanggung mati, kenapa jiwa ini tidak hilang untuk selama-lamanya. Kenapa aku ga’ meninggal saja? Karena kalau membuka mata selalu meneteskan kekosongan.